
Sesampainya di kampus sifa langsung menuju kedalam kelas . di kelas dudah banyak siswa yang sudah duduk di tempatnya masing masing. tak lama dosen pengajar datang menyampaikan pelajaran matkul hari ini.
*
selesai pelajaran kali ini sifa dan keempat temanya menuju kantin guna melakukan ritual memberi asupan gizi untuk cacing di perut mereka .
tak berapa lama menunggu makanan pesanan merekan datang
" sif loe tadi jadi kerumah bokap loe?". sinta bertanya sambil memasukkan bakso ke mulut
" hemmm… jadi ".
" trus trus ape yang mau di omongin bokab loe ". kepo angga . memang angga ini terlihat seperti lelaki tulen tapi jiwa keponya melebihi emak emak komplek .
" nggak ngomong apa apa , cuman kangen aja .bohong sifa , dia tak inggin teman - temannya mengetahui permasalahan yang dia dan keluarganya alami . memang pertemanan mereka bisa dibilang erat layaknya saudara , tapi ini adalah permasalahan keluarga dan nggak semua orang perlu tau termasuk teman temanya.
" masak sih , kok aneh ya tiba - tiba orangtua loe kagen sama loe ?
" mana gue tau . orang mereka bilang cuman kangen aja sama gue .
" atau mungkin ada yang loe sembunyiin dari kita ya?
lo bohong kan sif?
" nggak ada yang gue sembunyiin dari kalian semua . memang itu yang di katakam bokab ge tadi . yakin sifa ke temannya ." mungkin mereka mulai sadar kali ya " . lanjut sifa .
" mungkin iya . mereka mulai sadar apa yang merekan lakukan selam ini salah ."
" dah lah ngapain di pikir . lanjut makan aja kasian makanan kita keburu dingin nanti . sifa mencoba mengalihkan pembicaraan .
"maafin gue belum bisa jujurb. suatu saat nanti kalian pasti ngerti .... ". batin sifa .
...****************...
pukul 9 malam sifa pulang dan langsung membersihkan badan yang terasa lengket karna keringat .
setelah membersihkan diri sifa lanjutkan dengan rebahan di kasur tipis miliknya yang menemaninya kurang dari 2 tahun ini .
terhitung 2 hari lagi dia harus memberikan jawaban kepastian ke papanya . mencoba berfikir mengambi keputusan matang sebelum melangkah .
" apa yang harus aku lakukan setelah ini . guman sifa dengan melihat langit lagit kontrakannya .
" apa aku harus menerima atau menolah permintaan papa ? bantu aku tuhan .
hufffff…………
helaan nafas terasa berat , tapi tak seberat beban fikran yang iya rasakan .
__ADS_1
bukan hanya masip keluarganya yang kini bergantung padanya tapi juga ratusan keluarga kini yang jadi taruhanya .
...****************...
Tak terasa 3 hari berlalu . hari ini sifa harus memberikan jawaban permintaan papanya .
temu janji dengan sang papa pun terjadi di salah satu restoran mewah langganan keluarganya .
memilih privat room sifa akan menyampaikan keputusannya .
" permisi ada yang bisa di bantu nona ?". tanya pegawi restoran ramah.
" iya kak , meja atas nama bayu permana di mana ya ?
" ohhh , tuan bayu ada di privat room lantai dua nona .mari saya antarkan . tawar pelayan
menaiki anak tangga yang tak terlalu banyak kini sifa sudah sampai di depan ruangan yang telah papanya pesan .
" ini ruangngan nya nona . pak bayu sudah menunggu di dalan , silahkan .
" trimakasih kak .
" sama sama nona . saya permisi .
setelah pelayan pergi kini tinggal sifa sendiri berdiri di depan pintu privat room . tangan yang sedari tadi tak henti hentinya mengeluarkan keringat dingin karna gugup .
setelah mengetok 3 kali sifa memberanikan diri membuka pintu ruangan tersebut .
" Assalamuallaikum pa , lohh ada mama juga ?".
" walaikumsallam sayang , sini sayang duduk . tepuk tempat duduk si sebelah mama kinar duduk ." iya sayang mama juga ikut . mama kangen sama kamu ". jawab mama kinar memeluk sifa
" walaikumsallam nak ". kini papa bayu yang menjawab .
" gimana kuliah kamu sayang lancar kan ?". tanya mama kinar lembut .
" lancar ma , alkhamdulillah ".
" sukurlah mama senang sengarnyab. senyum mama kinar terasa teduh di mata sifa.
" sebelum kita bicara gimana kalo kita makan dulu . keburu dingin nanti makanannya sayang nanti.
kini papa bayu menyela pembicaraan ibu dan anak tersebut .
" ya sudah ayo sayang kita makan . mama kinar dengan telaten mengambilkan makanan untuk suami dan putrinya ..
sifa kaget karena mama kinar mau mengambikan makanan untuk sifa . biasanya dulu jika dia ingin makan ya mbil sendiri , mamanya selalu menolak dengan alasan harus mandiri .
__ADS_1
" te.. terimakasih ma " . gugup sifa menerima sodoran piring yang penuh makanan .
" iya sayang sama sama . sudah ayo di makan sayang," .
" iya ma...
setelah selesai makan kini pelayan tengah menjalankan tugas mereka membersihkan sisa makanan dan juga piring kotor bekas merekan . sambil menunggu pelayan restoran selesai mereka masih sibuk dengan kegiatan masing - masing , yang tentunya tak jauh jauh dari HP .
" sinta gak ikut ma . sifa mencoba membuka pembicaraan .
" tidak sayang , sinta hari ini ada janji nonton sama teman nya . jadi dia nggak ikut kita .
" ohhh . gitu . jawab sifa sambil manggut manggut.
" jadi gimana sifa tentang peemintaan papa 3 hari lalu . kamu sudah ada jawabanya ? . kalau belum tak apa sayang papa bisa menunggu ". tanya pak bayu yang mulai pembicaraan .
" tidak perlu pa . sifa sudah punya keputusan. maka dari itu sifa buat janji sama papa hari ini".
" jawaban kamu apa sayang ?". sambil mengelus punggung tangan sifa mama kinar mencoba memberi kekuatan untuk anaknya . dia tau kegugupan yang di rasakan putrinya tersebut.
" iya pa ma . sifa mau menikah dengan anak pak Agus ".
" ap ……apa … kamu menerima permintaan pak agus nak ? tanya papa bayu mencoba meyakinkan apa yang dia dengar barusan .
" iya pa sifa mau . mantap sifa.
" terimakasih sayang . terimakaih kamu sudah mengabulkan keingginan pak Agus . binar bahagia tak bisa di sembunyikan mama kinar .
lega itu yang dia rasakan saat ini . perusahaan yang suaminya pimpin tidak hadi di tutup .
" iya ma sama - sama " . jawab sifa tulus .
" maafkan papa nak , andai di kantor tidak ada penyusup mungkin saat ini perusahaan kita masi aman . dan papa tidak mungkin mengorban kan masa depan mu nak . sesal papa bayu merasa tak becus menjalankan perusahaan yang di pimpin saat ini.
" papa ndak perlu minta maaf . hanya ini yang bisa sifa bantu untuk perusahaan . selain ini sifa tidak bisa. ini sudah kewajiban sifa membantu orangtua sifa .
merasa tertampar dengan pernyataan sifa papa bayu hanya bisa menunduk . bahkan hanya untuk mengangkat wajahnya di depan putrinya saja tak bisa . dia malu putri yang selama ini di abaikan tak di anggap kini yang membantunya di kala sedan susah .
" ya tuhan ampuni dosa hambamu ini . hamba dengan sengaja telah menelantarkan anak hamba sendiri tak menganggapnya ada , mengacuhkannya justru kini yang membantu hamba di kala susah . ampuni hamba mu ini tuhan .batin papa bayu menjerit .
" nanti papa akam segera menghubungi pak Agus untuk membicarakan hal ini .
" iya pa semakin cepat semakin bagus ". sambung mama kinar lega .
" bagaimana dengan kamu sayang ". iya tak inggin sang anak tak bahagia . jika anak bahagia maka diapun juga bahagia .
" terserah mama dan papa saja . sifa ikut ". jawab sifa apa adanya . yang iya rasakan kini hanya kosong tak senang maupun sedih .
__ADS_1
" semoga jalan yang ku pilih ini adalah jalan yang terbaik untuk ku dan keluarga ku ". batin sifa .