Anna Si Gadis Malang

Anna Si Gadis Malang
Menunggu Kabar Baik


__ADS_3

Butuh tenaga ekstra untuk Hero meyakinkan seorang Marco yang notabene sudah terlahir menjadi anak keras kepala dan susah mengerti pendapat orang lain sejak dini.


Sekeras apa pun ia menyangkal dan menjelaskan bahwa Anna bukanlah Veronika adiknya, Marco masih tetap meyakini bahwa Anna merupakan sang adik yang sengaja diturunkan Tuhan dari surga untuk menemani Marco kembali.


Akhirnya pemuda yang sudah setengah menyerah itu terpaksa menjelaskan kronologi hidup Anna yang sangat menderita. Hero menjelaskan apa yang ia tahu selama mengenal Anna semingguan ini. Tak lupa Hero juga menjelaskan bahwa ia telah ditipu oleh ibu Anna sebanyak dua belas milyar. Dan Marco berjanji akan mengganti uang tabungan Hero ketika sudah berhasil menjadikan Anna sebagai adiknya nanti.


Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Hero, Marco menjadi tambah gencar dan berhasrat lebar untuk merebut Anna dari tangan kedua orang tuanya yang biadab.


Bahkan hari ini juga Marco langsung menghubungi kedua orang tuanya dan menunjukkan gadis kecil yang sangat mirip dengan mendiang adiknya itu.

__ADS_1


Sang ayah yang setuju dengan keinginan Marco langsung mengerahkan orang suruhannya untuk mencari keberadaan orang tua Anna. Setelah bertanya-tanya pada orang sekitar tempat lokasi Anna mengemis, akhirnya orang suruhan tuan Fernando berhasil menemukan alamat anak kecil tersebut.


Hari sudah menjelang sore.


Di sebuah kafe sederhana, Hero, Marco, dan Anna duduk bersama menikmati es krim setelah selesai dengan hidangan utama yang mereka santap barusan. Mereka sedang menunggu kabar baik dari orang tua Anna dan juga tuan Fernando.


Kini keadaan Anna si gadis kecil kumel itu sudah berbalik seratus delapan puluh derajat, ia bak putri kecil dengan gaun cantik yang melekat manis di tubuhnya. Tidak kumel dan tidak menjijikkan seperti tadi. Hal itu pun membuat Hero sedikit terkesima melihat penampilan Anna yang ternyata lumayan cantik juga.


***

__ADS_1


"Papi sedang di rumah orang tua Anna untuk bernegosiasi dengan ibu dan ayahnya masalah adopsi. Apakah malam ini aku sudah bisa membawa Anna pulang ke rumah?" tanya Marco seraya memandang Hero dengan wajah cemburu karena Anna memilih tertidur pulas di pangkuan Hero dibandingkan berdekatan dengannya.


Sebenarnya anak itu masih terlalu asing dengan Marco. Malahan cenderung takut karena pembawaan monster kecil itu yang galak tak seperti Hero yang lembut.


"Bersabarlah sedikit lagi Tuan Muda! Saya turut senang jika Anna menjadi adik Anda, tetapi ini belum waktunya karena belum ada surat izin adopsi dari orang tua Anna."


"Hmmm, tapai kalau Anna disiksa lagi bagaimana? Aku tidak rela melihat dia disiksa apalagi disuruh mengemis di jalanan."


"Sepertinya itu tidak mungkin! Mulai saat ini Tuan Fernando pasti akan melindungi Anna. Sebaiknya setelah ini Anda pulang dan menunggu kabar baik selanjutnya."

__ADS_1


"Hmmm. Baiklah. Terima kasih sudah mempertemukan aku dan Anna." Kata-kata yang keluar dari bibir Marco membuat Hero membeliak tak percaya. Bahkan Hero nyaris tersedak air coklat hangat yang belum sempurna tertelan dalam mulutnya.


***


__ADS_2