
***
“Oh.” Hero mengangguk paham. “Tapi bukannya dulu sudah pernah main? Kamu bahkan pernah menginap sekali di sini. Memangnya lupa?”
Pria itu sudah kembali duduk santai dengan tangan menyangga belakang kepala.
Fiuh! Jantung Anna merasa aman untuk beberapa saat ke depan.
“Masa sih?” Anna menggaruk kepala belakangnya. “Aku sedikit lupa. Mungkin pernah,” ujarnya.
Ia memang pernah sekali menginap di sini. Tapi menjelang tengah malam Hero membawa pergi gadis itu ke rumah sang ibu karena mereka hampir saja melakukan kesalahan besar.
Sikap Anna yang nakal dan agresif, terkadang membuat Hero nyaris hilang kendali jika tidak segera ditanggulangi saat itu juga.
Tetapi, khusus hari ini dan seterusnya ‘kan beda!
Mereka sudah sah menikah dan Hero mau Anna bersikap lugas atau agresif seperti kala itu.
Namun yang namanya pikiran gadis memang tidak bisa ditebak. Alih-alih bisa bermanja-manja, Hero justru mendapat perlakukan aneh dari gadis tersebut.
Sejak tadi Anna terus saja canggung dan canggung seolah tidak nyaman dengan rumah ini.
Entah ini bawaan dari status baru mereka atau apa, yang jelas Hero merasa heran dengan sikap Anna yang tak biasa.
-
__ADS_1
-
-
Tak terasa jam sudah bergerak mencapai angka tujuh.
Hero baru saja selesai mandi di kamar mandi depan, dan sekarang Anna sedang mandi di kamar mandi yang tersedia di dalam kamar Hero.
“An, kamu masih lama?” tanya Hero seraya mengetuk pintu kamar mandi.
Pasalnya sudah nyaris satu jam Anna berada di dalam, tetapi gadis itu sangat mengkhawatirkan dan tak kunjung keluar juga.
“An! Jawab!”
Ada perasaan panik membelah dada saat gadis itu tak kunjung menjawab.
Pikiran negatif Hero mulai tak terelakkan lagi. Dia bergerak maju seraya memasang kuda-kuda.
“Kalau tidak ada jawaban aku dobrak!” Suara Hero menggema di luar sana. Membuat Anna yang sedang berendam langsung berdiri menyambar sehelai handuk.
“Iya ... Iya! Ada apa?” Akhirnya yang di dalam menjawab.
“Selesaikan mandimu, ini sudah hampir satu jam! Kau bisa sakit kalau terlalu lama berendam dalam air.”
“Iya, sebentar lagi!” Anna menyahut sebal.
__ADS_1
Dasar sialan! Ia mandi lama-lama begini untuk siapa kalau bukan untuk dirinya.
Tak lama kemudian kepala gadis itu muncul dari balik pintu. Anna mengenakan sebuah handuk kimono dengan rambut basah yang dililit handuk kecil.
Fiuh!
Hero menghela kasar saat gadis itu keluar.
“Ternyata kau masih hidup!” Pria itu lantas membalikkan badan sambil berjalan. “Mandi terlalu lama tidak akan membuatmu semakin cantik, itu malah dapat merusak kulitmu!”
Lihat ... lihat! Mulut menyebalkannya mulai beraksi lagi!
Gadis itu hanya mampu menatap jengah punggung lebar nan kokoh milik Hero.
Mengharapkan dia bisa romantis memang susah, yang ada bertengkar terus seperti kucing dan tikus.
Pria itu kemudian membuka dua pintu lemari lalu menatap Anna kembali.
“Ada beberapa baju wanita di sini, kau bisa memakainya.”
Kontan gadisi itu membeliak. Langkahnya bergerak lebar menuju ke arah lemari untuk memastikan isinya.
“Dari mana kamu punya baju-baju perempuan sebanyak ini?”
Gadis itu membolak-balik berbagai ragam baju yang tergantung di dalamnya. Terdiri dari baju-baju edisi lama hingga baru. Bahkan yang anehnya lagi, baju edisi tujuh tahun lalu saja ada dalam koleksinya.
__ADS_1
“Kamu selingkuh?”