Anna Si Gadis Malang

Anna Si Gadis Malang
Apa?


__ADS_3

***


“Apa-apaan kau! Dia Anna-ku.” Tentunya Marco berusaha melakukan tarik ulur. Mencegah Hero membawa Anna pergi dari tempat itu sebelum Anna memaafkannya.


“Dia bukan milik siapa pun, Tuan! Dan berhentilah menuntut Anna menjadi Veronika yang Anda kenal selama ini. Tidak dengarkah dia berkata  ingin menjadi Anna? Dan selamanya dia akan tetap menjadi Anna!”


Kontan Marco kembali meradang. “Maksudmu apa berkata seperti itu padaku, hah?”


Hero tersenyum getir. “Saya lebih dulu mengenal Anna daripada Anda. Yang artinya saya sangat tahu apa yang Anna rasakan selama ini. Mungkin selama ini dia diam diperlakukan seperti apa pun, tapi apakah Anda pernah berpikir sedikit saja untuk memberi kebebasan padanya? Maaf .... Bukannya saya lancang, tapi Anna adalah wanitaku dan aku wajib melindunginnya.”


Kali ini Hero berkata dengan tegasnya. Kata-kata itu bagai bumerang yang membuat Marco kalah telak saat itu juga.


Dan sekarang Anna baru terdasar. Bahwa di dunia ini hanya Hero-lah satu-satunya manusia yang paling peduli kepadanya, paling mengerti dan paling tulus sayang kepadanya.


Bahkan Hero bisa tahu bahwa keluarga Fernando selalu menuntutnya menjadi orang lain selama ini.


“Sadar atau pun tidak! Saya hanya ingin berkata bahwa Anna sudah cukup menderita, Tuan. Tolong mengerti untuk kali ini saja ....” Hero memohon dengan sorot mata tegas.


Vanya yang sudah paham akan situasi berusaha menahan sang suami. “Biarkan Hero membawa Anna pergi dulu, Sayang. Untuk saat ini hanya dialah yang mampu menenangkan Anna.”


Akhirnya Marco melemah, membiarkan Hero pergi membawa Anna bersamanya dengan hati berat.

__ADS_1


Dan saat pintu ditutup, saat itulah Marco baru sadar bahwa dirinya telah melukai Anna sedalam lautan.


Marco menyesal karena selama ini terlalu berharap Anna dapat menjadi karakter Veronika. Padahal Veronika bukanlah adik kandung pria itu. 


Entah siapa Veronika, Marco masih membutuhkan peran Hero untuk menemukan jawabannya.


*


*


*


Dua jam berlalu. 


“Menurutmu, apakah selama ini aku sangat keterlaluan, Van? Apakah aku telah gagal menjadi seorang kakak untuknya?” 


Vanya mengangkat tangan kemudian merangkum wajah pria itu. “Maaf Sayang, untuk kali ini aku tidak bisa membelamu. Menurut apa yang aku lihat, kau dan keluargamu memang lebih sering menuntut Anna sesuai keinginan kalian. Tanpa kalian mau tahu bahwa Anna memiliki keinginannya sendiri.”


“Ya Tuhan!” Marco merampas rambutnya cukup kasar. Ia yang tadi sudah agak tenang kembali mengeluarkan Kristal bening dari sudut matanya. 


“Ternyata selama ini kami sudah sangat keterlaluan pada Anna,” ujar pria itu meratapi perbuatannya.

__ADS_1


“Sudahlah sayang. Semua sudah terlanjur terjadi, sekarang kamu hanya perlu mengerti keadaan Anna. Gadis itu pasti sedang jatuh-jatuhnya sekarang. Dan andai—”


Tiba-tiba Vanya ragu untuk melanjutkan bicaranya. Membuat Marco mendongak dengan tatapan merambang ke arah wanita itu.


“Andai Apa, Van?”


Wanita lantas menggenggam dua tangan Marco lembut sekali. “Andai nantinya tes DNA itu menunjukkan bahwa Anna adalah adikmu. Kau dan keluargamu harus memulai lembaran baru bersamanya. Berhenti mengubah Anna menjadi sosok Veronika yang sudah tiada. Biarkan gadis itu menggapai impiannya dengan karakter yang sesungguhnya. Karena yang dikatakan Hero memang ada benarnya juga. Anna adalah Anna. Dia bukanlah boneka!”


Saat itu juga Vanya langsung memeluk Marco. Tubuh pria itu bergetar menahan isak tangisnya. 


“Aku telah gagal menjadi kakak Van! Aku tidak pantas.” 


“Jangan berkata seperti itu. Kamu masih belum terlambat untuk memperbaiki semuanya. Anggap kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk keluarga kita ke depannya,” kata Vanya pelan-pelan.


“Tapi aku memang pria yang payah! Selain sering mengecewakan istriku, ternyata aku juga tidak becus menjadi seorang kakak!”


“Ssst ... tenanglah.”


Vanya terus memeluk Marco seerat mungkin. Berusaha mengobati rasa bersalah pria itu dengan cara menguatkan mentalnya.


“Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan di bumi ini Sayang. Jangan menyerah dan teruslah berusaha.”

__ADS_1


***


__ADS_2