Anna Si Gadis Malang

Anna Si Gadis Malang
Menguping


__ADS_3

Keluar dari ruangan Marco, Anna segera berjalan cepat menuju lift terdekat untuk turun. 


Kakinya terus melangkah bak orang kesetanan yang sudah lama memendam rasa emosi dan sudah tidak bisa ditahan lagi.


 Hero sampai kewalahan membawa langkahnya menyusul Anna yang buru-buru pergi entah hendak menuju ke mana.


Tanpa basa-basi lagi, Hero langsung mencekal lengan Anna sedikit paksa agar gadis itu mau berhenti sejenak untuk menjelaskan persoalan tadi.


“Ann!” tahan Hero dengan suara lemah.


Kenapa dia harus menguping?


Kenapa dia tidak menurut dan memilih melukai diri sendiri dengan mendengarkan rahasia yang seharusnya belum boleh ia ketahui? Sungguh! Banyak kata berkelebatan di kepala Hero sampai rasanya ingin meledak saja.


Gadis tak peduli, tangannya bergerak cepat menekan tombol lift dan masuk ke dalamnya diikuti oleh Hero yang ikut masuk juga.


“Kenapa kamu melanggar janjimu, An? Kenapa kamu menguping pembicaraan kami?” Pria itu bertanya tanpa basa-basi.

__ADS_1


 Tatapannya dipenuhi aura tidak tenang karena rahasia yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat diketahui oleh orang yang paling ingin Hero hindari.


“Maaf, tapi aku berhak tahu, Kak! Aku berhak tahu masalah yang terjadi dengan hidupku!”


Anna kembali menatap lurus dengan wajah angkuh. Sesekali ia mengelap sisa air mata yang sudah mulai mengering di pipinya. 


Tak mau menambah beban hidup Anna bertambah semakin berat, akhirnya Hero berusaha mengalah. Memasang wajah biasa saja agar ia tidak terlihat menuntut pada gadis itu.


“Baiklah, aku minta maaf karena harus membuat kamu mengetahui hal ini sebelum misterinya terpecahkan,” kata Hero masih berusaha tenang.


“Tidak apa, aku sudah biasa mendapat kejutan pahit! Justru aku yang seharusnya minta maaf karena telah menguping pembicaraan Kalian.”


Hero lantas mendesakkan sikap acuhnya  kepada Anna. “Sekarang kamu mau ke mana?” Tentunya ia tidak akan membiarkan Anna pergi sendiri tanpa pengawasannya.


“Aku mau menemui ibuku! Aku mau tanya kenapa dia bisa setega itu terhadapku. Apa salahku kepadanya sampai dia harus mengorbankan aku sebagai bayi yang ditukar?”


Kontan hero membeliak. “Jangan sekarang, An!”

__ADS_1


Wajah cemas pria itu mulai terlihat. Ia sungguh mengerti perasaan Anna saat ini, tetapi menemui mereka di saat masalah belum sepenuhnya terpecahkan hanya akan memperhambat rencana yang sudah ia susun matang-matang sejak awal.


“Aku tidak bisa diam saja, Kak!” Anna sontak menolak. Lift sudah berhenti di basement khusus tempat Hero biasa memarkirkan mobilnya. Hero sengaja menekan tombol lift terlebih dahulu karena berniat mengajak Anna pergi ke suatu tempat juga.


“Iya ... tapi jangan sekarang!”


“Aku maunya sekarang!” tukas gadis itu  tidak mau tahu. Anna hendak menekan liftnya lagi menuju lobi, tetapi buru-buru Hero menarik lengannya keluar sebelum lift tertutup kembali.


“Ikut aku dulu sebentar!” paksa pria itu hingga besi kotak itu turun sendiri tanpa penumpang.


Anna menjadi kesal. “Mau ke mana?”


Hero merogoh kunci mobil di saku celananya sambil menyalakan sensor pembuka pintu dari kejauhan. “Kita perlu bicara, An!”


Gadis itu menyentak paksa cekalan Hero. “Tapi aku ingin menyelesaikan masalahku dengan ibu kejam itu! Aku tidak bisa tinggal diam melihat orang yang telah menghancurkan masa depanku malah enak-enak menikmati uang pemberianku di rumah hangatnya!” 


Saat kata itu terurai rasanya Anna ingin menangis. Berbuat baik kepada orang yang salah adalah hal yang menyakitkan bagi siapa pun korbannya. Dan gadis itu pun mulai tidak bisa menahan kelopak matanya yang sudah kembali memanas sejak tadi.

__ADS_1


“Aku tahu maksudmu, An. Tapi tunggulah sampai kasus ini selesai ditangani. Kita juga belum mendapat hasil tes DNA-mu dengan tuan Fernando,” kata Hero berusaha menahan Anna agar jangan buru-buru gegabah.


“Jika hasil tes DNA kalian sudah keluar, itu artinya kau dan keluarga Fernando adalah korban, dan kalian bebas melakukan apa pun pada dua penjahat itu setelahnya!” lanjut pria itu berujar dengan tegas dan memaksa. Memaksa Anna agar mengerti teori yang ia susun selama ini.


__ADS_2