
"pagi kesayangan nya akuh" sapa Grace.
"Eh kau sedang apa disini, jam berapa sekarang" tanyaku.
"Aku menginap semalam, dan untuk beberapa hari kedepan, sekarang udah jam 7" tutur Grace
" hufffttt yasudah, aku mandi dulu, apa Om Andra udah pulang"
"Sudah tapi bentar, langsung pergi lagi katanya ada urusan diluar kota"
"hummmm begitu, makasih yah Grace , dah aku mandi dulu"
" Iyah bawel sama-sama, aku tunggu dibawah ya tadi bibi udah buatin sarapan"
Sesuai mandi dan ganti pakaian, aku langsung menuju meja makan.
" Eh udah dit"
" Udah yok makan, laper banget aku"
Kami pun makan sambil sesekali mengobrol. Selesai sarapan kami pergi ke taman belakang untuk bermain ayunan dan melanjutkan obrolan kami.
" Eh dit pria yang kemaren nganterin lu itu siapa? "
"Dia? aku gatau namanya siapa, wajahnya pun aku gak bisa liat dia pakai masker begitu, bego banget sih aku, mana belum bilang terima kasih"
"Sudah lah gpp lagian dia kmaren juga buru-buru balik, next time kalau kalian berjodoh pasti akan bertemu percaya deh"
"wkwkwkkw kau ini, iya semoga saja"
"Dit lo gpp kan, gue takut Lo akan nyoba untuk bunuh diri lagi"
"ehmmm nggak aku gpp, aku gk akan mencoba untuk bunuh diri lagi, hanya saja kemaren aku terlalu kalut sama keadaan"
" humm sini peluk"
Kami pun berpelukan layakanya Teletubbies.
" Oh ya Grace mungkin aku akan pindah kampus, dan menetap di Sidoarjo"
" hiks hiks hiks kenapa Lo pakek acara pindah si Dit, iiiih ini smua gara-gara Pria Lacnat itu"
"hummm sudahlah jangan menangis , aku janji akan sering maen ke rumahmu kalau libur semester, aku mohon mengertilah" bujukku
"Beneran? Janji"
"Iyah janji sahabatku tersayang, bentar aku telfon Om Andra dulu yah biar segera diurus perpindahan ku"
" humm okey"
Setelah menelfon Om Andra dan beliau setuju dengan keinginan ku, aku merasa lega, aku pun kembali menemui Grace.
"udah, gimana" tanya nya
" Om Andra setuju, dan besok aku akan pergi ke Sidoarjo"
" Secepat itukah Dit" tuturnya, mata nya mulai berkaca-kaca.
" eisstt jangan menangis kan sudah ku bilang, kan aku sudah berjanji juga akan sering maen ke rumah mu" tuturku menenangkan Grace
" he'em hiks hiks"
Ke Esokan Harinya
" Aku pamit dulu ya Grace, salam untuk paman dan bibi"
" Hummm aku akan selalu merindukan mu" tuturnya sambil memelukku
"Udah siap dit" Tanya Om Andra
" Udah om yok berangkat,bye Grace"
" bye hati-hati jaga dirimu baik-baik yah"
Mobil kami pun melaju kencang, Tak terasa 4 jam perjalanan, kami sampai di Sidoarjo. Rumahku masih sama, dan terlihat begitu terawat.
" Yok masuk dit" ajaknya dengan berjalan mendahului ku
__ADS_1
" Eh iya Om" ngekor.
" Sini dit duduk dulu, ada yang ingin om berbicara kan"
" emhh iya ada apa om "
" Om belum sempat menanyakan tentang alasan kenapa kamu mau pindah lagi ke sini, pindah kuliah pula?"
." hiks hiks hiks" air mataku tiba-tiba mengalir begitu saja.
"eh kok malah nangis, ada apa sayang" tuturnya sambil memelukku.
" Apa aku seburuk itu ya om sampai-sampai aku hiks hiks "
" Kenapa sayang ,coba cerita ke om pelan-pelan "
cerita A-Z
" Ya ampun sayang maafin om ya , ini semua salah om karena om tjarang ada waktu untuk nemenin kamu, dengerin curhatan kamu, mungkin kamu gak akan seperti ini jika om slalu ada buat kamu " ucapnya sambil mempererat pelukannya
" Ini bukan salah om, mungkin aku aja yang terlalu berharap sama dia, dan terlalu mudah untuk dibodohi, ini akan Dita jadikan pelajaran untuk kedepannya agar lebih hati-hati pada pria" Turuku meyakinkannya
" yasudah kalau begitu sekarang kamu istirahat aja, besok kamu sudah bisa mulai kuliah di kampus baru mu. Om pergi sebentar"
" ehmm iya om "
Aku pun menaiki anak tangga satu persatu dan mengingat kenangan bersama ayah ibu dan adikku, dan sampailah di depan pintu kamarku, ku buka pintunya dan melihat-lihat sekeliling.
" Ternyata masih sama tidak ada yang berubah" tersenyum.
Tiba-tiba aku teringat kejadian itu, ehmm sungguh sesak didada rasanya. Tapi aku berusaha untuk tetap tegar karena aku gak mau membuat Om Andra kepikiran tentangku. Aku berjanji pada diriku sendiri akan menjalani hidupku yang baru, akan mengubur dalam-dalam kenangan tentangnya.
Ditempat Lain
" Eh Grace , Grace tunggu"
" Elo ngapain Lo manggil-manggil gue, dasar Kakak tingkat gak ada akhlak"
" Mana temen Lo"
" Dita yang Lo maksud, ngapain Lo tanyain dia lagi, budeg Lo ya dia kan udah bilang sama Lo dia akan pergi jauh dari lo, mending Lo urusin tuh pacarlo gausa urusin idup sahabat gue lagi" tegas Garce
" Asal Lo tau gara-gara loh Dita hampir saja Mati, dan sekarang Lo gak akan bisa bertemu dengan dia"
" Maksut lu, dia ?!"
" Yah dia sudah gak disini lagi, dan nggak kuliah disini lagi, okeh sudah cukup penjelasan gue, bye!"
" Tapi dia pindah kemana??"
Grace tidak mempedulikan pertanyaan Kak Lee, dia pergi berlalu meninggalkannya yang masih terpaku di sana.
" Maafin aku dek, heemmm gak seharusnya aku melakukan itu, hatiku seakan tertusuk pisau jika melihatmu menangis waktu itu"
" Hai sayang yuk masuk kelas" ucap Kak Felly yang tiba-tiba datang.
"Eh kau menangis sayang, ada apa, kenapa kau menangis"
" ehmm gk gpp ,aku mau sendiri dulu, kau masuklah ke kelas"
" ehmm okelah"
Di Rumah Dita
" Om ayo Dita udah siap, ntar telat lagi"
" iya ayo, nanti kamu pulang dijemput supir ya om ada meeting"
" Siap bos"
Sesampainya dikampus seperti biasa aku menjalani hari-hari ku dengan penuh keceriaan, yah disini aku memiliki banyak kawan baru yang bisa menghormati satu sama lain, tidak seperti kampus ku yang dulu. Tiba-tiba
Drrttdrtt, panggilan masuk. Nomor tak dikenal.
"Halo siapa ini, halo, kok gak ada suaranya"
tuttuttuttut
__ADS_1
"Malah dimatikan dasar orang aneh"
" Dit ayo masuk keburu dosennya Dateng duluan"
" Oh ya ya ayo".
Di kampus***
" Akhinya aku bisa denger suaramu dek, aku kangen banget" batin Kak Lee
" Tapi aku gak berani Untuk menyapamu, aku takut kau akan marah dan" mematikan telpon
" Hai Ben kamu lagi ngapain, kantin yuk" ajak Kak Felly
" ehmm iya yok".
Tak terasa hari berlalu begitu cepat hinggal sampailah pada hari kelulusanku.
" Selamat putri kesayangannya Om Andra sekarang sudah jadi Sarjana, Om bangga kepadamu nak"
" Hehe Iya om Terima kasih banyak, ini semua juga berkat Om"
" Oh ya karena sekarang kamu sudah lulus, om akan menyerahkan kedai coffe Diffanda's padamu"
" Haaa secepatnya itukah om?" tanyaku kaget
" Lebih cepat lebih baik nak, hitung-hitung kamu belajar bisnis"
" ehmm baiklah".
Tak terasa begitu lama aku tertidur. Ku lihat Handphone ternyata udah jam 8 malam dan banyak sekali panggilan tak terjawab dari Mike.
" Halo Mike ,maafkan aku , aku baru bangun"
" hehe iya gpp sayang aku ngerti kok pasti kamu capek, yaudah kamu mandi dulu gih terus makan"
" Ehmm iya , eh apa sayang?"
" hehhe masa aku gaboleh panggil calon istri aku dengan kata sayang"
" wkwkkww iya-iya boleh sayang, yaudah aku mandi dulu yah, nanti aku telfon lagi bye"
" bye sayang mmmuuacchh"
" eh kau ini"
Ku matikan telfon dan menuju ke kamar mandi. Aku turun ke lantai 1 ternyata Om belum pulang dan rumah nampak sepi, aku beru inget kalau bibi ijin pulang lebih awal. Ku putuskan langsung ke meja makan untuk makan.
drrttdrttdrttdrttt
"Iya halo Sayang"
" udah selesai mandi dan makan"
" Iyah ini baru slesai makannya, kamu udah belum"
" aku mah gapernah telat kalau masalah itu hehehe"
" dasar, mukamu kliatan lelah banget istirahat gih"
" ntar aja ahh aku masih kangen sama calon istri ku"
" humm besok kan masih bisa telfon lagi sayang, istirahat lah jaga kesehatan mu"
"oke baiklah, emang gk bisa melawan macan betina"
" Mike!!!"
" wkwkwkwk nggak sayang, yaudah good night, mimpiin aku yah mmuuaaccchh"
" good night too sayang"
" eh ada yang lupa, I love you"
" hahaha iya love you too ,dahh".
Setelah menutup panggilan dari Mike ,ku putuskan untuk kembali ke kamar dan langsung tidur. Entah kenapa hari ini begitu melelahkan baginya .
__ADS_1
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir ke Novel ku, kita saling dukung yukk.. dengan cara like, komen dan vote.. see you next episode guysss... 📝😘❤️❤️❤️