Antara Kau, Dia Dan Aku

Antara Kau, Dia Dan Aku
Mengapa harus dia yang ku jumpai..


__ADS_3

Tak terasa 2 tahun telah berlalu, kini impianku sudah semakin dekat. Aku akan segera menemui calon suami ku di Korea. Bertemu dengan semua keluarganya dan meminta restu untuk melangsungkan pernikahan. Aku merasa sangat bahagia penantian ku selama ini akan terbayar kan, namun disisi lain aku merasa resah karena Jimin, entah sampai sekarang dia selalu menghantui pikiranku.


"Dit apa kau sudah siap?" tegur Grace.


"Ahh sudah ini tinggal masukin koper ke bagasi mobil, pak tolong bantu aku ini sangat berat" pintaku pada sopir.


"Baik nona"


"Nissa belum datang juga?, nanti kita ketinggalan pesawat kalau seperti ini" tanyaku.


"Entahlah ini anak nyebelin banget udah tauk mau pergi jauh juga".


"Ehh pak pak stop" teriak Nissa.


"Disini mbak?" tanya tukang ojek.


"Iyalah pak, ini uangnya Terima kasih"


"Sama-sama mbak". tukang ojek berlalu pergi.


"Hehheeh maafkan aku, tadi aku..."


"Sudahlah cepat masuk mobil, kita sudah terlambat" perintah ku.


Kami melaju menuju Bandara. Tak lupa aku menelfon Om Andra untuk berpamitan, karena Om Andra sedang diluar kota jadi tidak bisa mengantarkan ku ke Bandara. Setelah cek in, kami berjalan menuju pesawat, masuk dan mencari tempat duduk kami.


"Nah itu dia" tutur Grace sambil menunjuk tempat duduk.


"Eh iya itu" sahutku.


Duduklah kami disana dan suara pramugari pun terdengar, memerintahkan supaya mengenakan sabuk pengaman karena kita akan segera lepas landas.


Aku sengaja tidak memberitahu Mike dan Jimin kalau aku ke Korea. Aku akan memberikan kejutan pada mereka. Tapi asal kalian tau Mike setahun belakangan ini jarang menghubungi ku, dan juga sulit dihubungi. Malahan Jimin yang selalu mengubungiku. Terkadang aku sempat merasakan perubahan sikap dari Mike. Sebenernya apa yang sedang dia alami disana, apakah perusahaan semakin memburuk atau malah maju pesat sehingga dia begitu sibuk?. Atau??? Ahh tidak mungkin aku percaya kalau dia pasti menepati janjinya.


"Hei jangan melamun"tegur Grace.


"Ehmm enggak cuman mengantuk saja heheh"


"Tidurlah gapapa perjalanan ke Korea masih lama"


"iya bawel".


"Mike apa kau tau, aku sangat merindukanmu" batinku.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Maaf tuan apa tuan akan menyewa hotel ini?".


"Ya ini sesuai dengan kemauannya".


"Baik tuan".


"Mike, kau disini?"


"Bukankah kau yang menginginkannya?"


"ummhh ya memang aku menginginkan ini semua, Terima kasih banyak" memeluk Mike.


"Lisa aku harus kembali ke kantor , karena ada meeting dengan klien yang ingin bekerja sama denganku"


"Baiklah, semoga harimu menyenangkan sayang.." mencium pipi Mike.


"Ne.."


Mike pergi menuju kantor, berjalan beriringan dengan sekertaris nya ke ruang rapat, dan memulai rapat nya. Dan kerjasama itu disepakati. Rapat selesai Mike kembali ke ruangannya, dan merebahkan diri ke sofa yang ada disana. Dia termenung, mengingat semua yang telah terjadi, namun untuk menyesali semua keputusan ini sudah sangat terlambat. Minggu depan pernikahan mereka akan berlangsung, dan Mike harus mengubur semua harapan, mimpi dan cinta. Mike frustasi akan keadaan ini, apalagi jika Dita atau bahkan Om Andra tau nantinya, masalah besar akan timbul. Namun apalah daya Mike, ia harus melakukan ini semua demi Orang Tuanya meskipun ia harus mengorbankan dirinya dan juga cintanya. Ia mengambil botol alkohol di meja dan meminumnya, entah berapa botol yang sudah ia teguk sampai-sampai dia tak sadarkan diri di sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


Drom BTS


"Undangan dari siapa Hyung?" tanya Jimin pada Jin yang sedang membawa selembar undangan.


"Oh ini dari Mike, dia akan menikah Minggu depan" jelas Jin.


"Whatt?? Are you sure?" tambah JK


"Coba sini biar aku lihat" sahut V dan mengambil alih undanganya.


"Mike dan Lisa? tapi bukanya mereka?" ragu V


"Ahh sudahlah itu urusan mereka, jadi lebih baik kita diam saja" jelas Jin.


"Ehmm Oh ya apakah Dita sudah membalas pesanmu?" tanya Jin pada Jimin.


"Belum Hyung mungkin dia sedang sibuk, tapi dia tidak ada kabar sejak tiga hari yang lalu aku jadi khawatir padanya" ujar Jimin.


"Tenang saja mungkin dia sedang banyak pekerjaan disana, bukankah dia memiliki kedai.." tambah Suga.


"Benar juga" Jimin.


"Lebih baik kalian beristirahat lah, karna ini hari libur kita" pinta J-Hope.


"Jin hyung tidak memasak?" tanya JK.


"Aniya aku ingin tidur saat ini" jelasnya.


"Aisshhh, baiklah aku juga akan tidur" jawab JK.


.

__ADS_1


.


.


.


.


*Bandara*


"Akhirnya Korea aku datang" teriak Grace dan Nissa.


"Astaga kau ini memalukan"


"Biarlah, lagian tidak ada yang mengerti apa yang aku ucapkan jadi aku"


"excuse me, are you Miss Dita?" tanya seseorang tiba-tiba menghampiri *ku.


"yes i'm, why*?" tanyaku balik.


"I have orders from Mr. Jungkook to pick you up, and take you to his apartment." jelasnya.


"Oh Jungkook, of course I waiting you to pick me up, emm please help me to bring my bag" pintaku dan pria itupun mengambil tasku dan memasukkan nya ke bagasi.


"Katamu kau ingin merahasiakan kedatanganmu ke Korea, tapi kenapa JK kau beritahu?" cetus Grace.


"Terus mau kalian apa? nginap di hotel? boros uang dong? aku mah lebih milih gratisan wkwkwkwkk, tapi kalau kalian gamau ya gapapa dahh.." ejekku.


"aisshh ini anak dasar, tunggu aku" gerutu Nissa dan Grace.


"Kenapa?? katanya gamau??"


"Siapa yang bilang tidak mau, aku hanya.." tutur Grace namun dipotong oleh Nissa


"susttss sudahlah nurut saja apa kata Dita".


"Hemmm yayayaya"


"Hahahha kalian ini tenang saja hanya JK yang tau, dia bisa diandalkan untuk menjaga rahasia" jelasku.


"Up to you girl" tutur mereka bebarengan.


beberapa saat kemudian kami memasuki kawasan perumahan elit dimana apartemen Jungkook berada. Mobil mengarah ke salah satu Apartemen yang menurut itu sangat mewah dan mahal. Aku takjub melihat bangunan serta sekeliling apartemen itu.


"Miss we have arrived, let me take you to Mr. Jungkook's room" tuturnya.


" Thank you Mr. , let's go gilrs" jawabku.


Kami berjalan menuju kamar apartemen Jungkook. Dan benar saja apartemen ini sangat mewah, desainnya juga sangat elegan.


"Th**is is mr. Jungkook's room Miss , have a good rest" tuturnya.


"Thank you so much, Please tell Jungkook that I liked his greeting this time okay".


"Of course Miss".


Orang suruhan JK pun pergi meninggalkan kami, aku memasuki kamar apartemen JK dan memang benar dia sudah menyiapkan semua ini untuk kami. Persediaan bahan makanan di kulkas pun banyak, memang pria satu itu menakjubkan. Aku memutuskan untuk ke kamar utama, JK menyiapkan kamar itu untukku, sedangkan Grace dan Nissa dikamar tamu. Aku membersihkan badan, setelah nya merebahkan diriku ke atas tempat tidur yang empuk itu. Tubuhku sangat lelah rasanya setelah terbang jauh.. Waktu menunjukkan pukul 4 sore.


drttdrtt pesan masuk..


*Dita bagaimana apa kau suka apartemennya?*


*Apa orang suruhan mu belum mengatakannya padamu? aku sungguh tidak menyukai tempat ini* godaku.


*Ia tidak mengatakan apapun, beritahukanlah sekarang apa yang kau katakan padanya, jadi kau tidak menyukainya baiklah tak apa nanti biar aku katakan pada Hyung kalau kau ada di korea*


*wkwkwkw Yasuda aku lanjut Latihan dulu nanti aku akan kesana menemui mu mungkin setengah jam lagi, apa kau ingin sesuatu biar nanti aku belikan?*


*terserah kau saja yang penting kemarilah dan bawa makanan yang enak-enak, kami sangat lapar*


*baiklah kesayangan ku ehh kesayangannya Jimin aku segera datang*.


"Wkwkkw dasar JK ada-ada saja".


"JK kenapa?" tanya Nissa


"Dia mau kemari, membawakan kita makanan enak"


"Akhirnya aku bisa makan, aku sangat lapar" sahut Grace.


"Bukankah kau tadi tidak mau me.."


"stsss itu tadi sekarang tidak,, wkwkwkwk".


"haisss dasar!!".


Tiga puluh menit kemudian, pintu terbuka dan JK sudah datang dengan membawa beberapa bungkus makanan ditangannya.


"Apa kalian hanya bisa melihat?? bantulah aku" omel JK.


"hufftt baru saja datang sudah seperti singa yang lapar" gerutu Grace.


"hahahahah siapa suruh kau membeli sebanyak itu?? ini satu RT cukup kali" ejek Nissa.


" Kau!!" teriak JK.


"Oh ya namaku Nissa, dan yang itu Grace" sambil menunjuk ke arah Grace.


"Oh" jawab JK singkat.


"ishh menyebalkan" gerutu Nissa.


"Apa kau bilang?" tegur JK.


"Tidak aku tidak mengatakan apapun"


"huhh, eh Dit apa kau sudah mengabari kekasihmu?" tanya JK


"Belum, aku ingin memberikan kejutan untuknya yah untuk beberapa hari ini aku akan menikmati liburan dulu disini sambil mempersiapkan itu semua" jelasku.


"hemm baiklah jika itu yang kau mau, tapi kalau butuh apa-apa kau tinggal bilang padaku, aku pasti akan membantumu"


"Gowamo Oppa"


" Apa kalian tidak ingin pergi jalan-jalan malam ini?"tanya JK.


"Humm mungkin besok saja karna kami sangat lelah hari ini" jawabku.


" Oke kalau begitu besok aku akan mengambil cuti"


"Tapi apakah itu tidak membuat yang lain curiga?"


"Tidak tenanglah, aku akan membawa kalian jalan-jalan jauh dari sini jadi aman"


"I trust you boy wkwkwkkw"


Kami bencengkrama, bercanda dan bersenang-senang. Tak terasa sudah larut malam, JK memutuskan untuk pergi dan menginap di drom BTS. Setelah JK pergi aku dan sahabatku masuk ke kamar masing-masing untuk tidur.


*Di Drom BTS

__ADS_1


"Kau darimana?" tanya Suga


"Ehmm bertemu temanku, oh ya Hyung aku untuk beberapa hari ini akan menginap disini, aku ingin menenangkan pikiranku"


"Ohh, ya terserah kau saja"


"Apa Jimin Hyung disini Hyung?"


"Ya dia dikamarnya, mungkin tidur"


"ehmm baiklah, aku ke kamar dulu Hyung"


"Ne.."


Keesokan harinya Aku terbangun dan ingin merasakan udara pagi di Kota ini. Tanpa sepengetahuan Grace dan Nissa, aku pergi untuk lari pagi di sekitar komplek perumahan. Suasana pagi disini sangat menyegarkan, apalagi ini hari Minggu pasti banyak yang sedang menikmati hari liburnya. Aku tertarik pada satu taman didekat area kompleks, untung saja taman itu tidak seberapa ramai. Aku beristirahat sejenak disana. Ada beberapa keluarga yang juga datang ke taman ini, keluarga yang Harmonis. Sinar matahari mulai terik, aku memutuskan untuk kembali ke apartemen namun..


Brakkkkkkk


"Minae , kau tak apa?" kata pria itu.


"Ne .. aku tidak papa" aku berdiri dan langsung berjalan pergi, namun dia menahan ku.


"Tunggu, sepertinya aku mengenalmu, dan suaramu itu tidak asing" dia membalikkan badanku.


Aku dan dia saling bertatapan dan sama-sama terkejut. Oh tidak kenapa aku bisa bertemu dengannya disini, bukan ini yang aku harapkan, ahhh kak Lee kenapa harus kau.


"Apa ini benar kau Dita? Ahh ini benar kau kan, Aku sangat merindukanmu" tiba-tiba dia menarikku ke dalam pelukannya dan kurasa dia menangis.


Entah kenapa hatiku rasanya sakit seperti tertusuk seribu duri dengan perkataannya, air mataku juga ikut mengalir. Aku ingin melepaskan pelukannya tapi dia terlalu kuat memelukku.


"Dita kau tau aku mencarimu selama ini, aku tidak bisa melupakanmu, aku sangat merindukan mu".


"Cukup Oppa Cukup, lepaskan aku"


"Aniya, aku tidak akan melepaskan mu, apa kau tidak merindukan ku, apa kau tidak senang bertemu denganku?"


"Oppa lepaskan aku sekarang!!!" bentak ku.


"Kau ini kenapa, kenapa kau berubah menjadi kasar?"


"Pergi Kau dari sini, aku sama sekali tidak ingin melihat mu lagi, pergi!!!!" jelasku sambil menangis sesenggukan.


"Apa sebegitu bencinya kau kepadaku?"


"Apa kau tuli hah??"


Dari kejauhan nampaknya JK sedang melihat pertengkaran kami. Dia dengan sigap menghampiriku.


"Dita kau kenapa, kenapa kau menangis seperti ini?" tanyanya khawatir.


"Dan kau, ahh Oppa Lee, kau dan Dita?"


"Oppa bawa aku pergi dari sini, aku tidak ingin melihat nya lagi, cepat oppa kita pergi" rengekku


"Tunggu JK apa hubunganmu dengan Dia? jawab aku?" bentak Lee.


"Miane Oppa, aku tidak bisa mengatakan nya sekarang padamu, lebih baik kau pergi saja, dan turuti apa yang dia katakan tadi, biarkan dia menenangkan dirinya dulu, permisi" pamit JK.


Lee hanya terpatung dan melihat ke arah kami yang semakin jauh darinya. Dipikirannya masih berkecamuk tentang kedatangan ku ke Korea dan apa hubunganku dengan JK. Dia memutuskan pergi dari sana dan mulai mencari tahu tentang ini semua.


Didalam mobil JK mencoba menenangkan aku yang masih menangis. Kami sampai di apartemen dan langsung masuk. Grace dan Nissa kaget dengan keadaan ku.


"Oppa Dita kenapa, apa terjadi sesuatu?" tanya Grace.


"Aku juga tidak tau, waktu aku sampai disana dia sedang bertengkar dengan temanku"


"Temanmu? ehmm Nissa tolong bawa Dita ke kamar dulu, aku ingin bicara dengan Oppa"


"he'em, ayo kita ke kamar saja"


"Oppa siapa nama temanmu itu dan apa kau mempunyai fotonya?"


"Ne... Ada, ini dia namanya Lee dia satu agency denganku"


"Astaga Oppa Lee, pantas saja Dita seperti itu Ohh shitt!"


"Memang ada apa diantara mereka?"


"Sebenarnya aku tidak bisa menceritakan ini pada orang lain, tapi karna kau yang hanya Dita percayai mungkin aku harus mengatakan nya padamu"


"Tenanglah aku bisa menjaga rahasia itu, dan aku akan menjaga Dita dan Kalian selama di sini"


"Oppa Lee itu orang yang sangat Dita cintai dibangku kuliah dulu, mereka sudah bersama sejak SMA. Namun semua itu hancur ketika ada kejadian yang sangat memilukan, ternyata selama itu Oppa Lee sudah memiliki kekasih dan parahnya lagi ada video pengakuan dimana dia mendekati Dita hanya karna Iba dan dia mengatakan kalau Dita bukan apa-apa baginya"


"Aku baru tau kalau Oppa Lee seperti itu, apa benar nama kekasihnya Felly?"


"Nah itu, apa kau juga mengenalnya?"


"he'em dia sering berkunjung ke studio saat Oppa Lee berlatih, Lalu bagaimana dengan Dita apa dia akan baik-baik saja"


"Mungkin ide liburanmu kemarin bisa kita pakai"


"Baiklah aku akan pergi menemui PD untuk mengambil cuti beberapa hari"


"Hati-hati Oppa, terima kasih kau sudah baik kepada kami"


"Ne..."


JK pun pergi ke Bighit dan menemui bang PD.


Akan tetapi???


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hallo guys gak terasa kita sudah sampai di episode 31, semoga kalian tidak bosan untuk membaca novel karya author ini... terima kasih banyak sudah meluangkan waktunya.. dan jangan lupa like, komentar dan vote karya author.. ❤️❤️🎉🎉👏

__ADS_1


__ADS_2