Antara Kau, Dia Dan Aku

Antara Kau, Dia Dan Aku
Mengetahui kebenaran..


__ADS_3

toktoktok


"Dita keluar lah, apa kau tau Jimin dimana, ditaa" V


ceklek


"Apa dia lupa mengunci pintunya" V


"Ooohh **** mereka berdua" kaget V


"Ada apa Hyung" Jk


"Lihatlah" V


"Aku ada ide, mana ponselmu Hyung". Pinta Jk


"Kau mau apa" tanya V.


Jungkook mengabadikan momen itu, dimana aku dan Jimin tertidur dalam posisi berpelukan. Tak lama Jimin terbangun dan terkejut melihat V dan JK berada di kamar.


"Kalian kenapa bisa disini?"


"Kau sendiri sedang apa, jangan-jangan kau?" tanya V curiga.


"stsss dia sedang tidur lebih baik kita bicarakan diluar" ajak Jimin.


Mereka bertiga keluar dari kamar Dita dan kembali ke kamar mereka. Disana Jimin di interogasi dengan kejadian yang dilihat oleh V dan JK.


"hemm jadi kau tidak melakukan apapun?" tanya JK.


"tidak"


"Tapi aku tak yakin, kalau?" goda Jin.


"Ahhh apa kalian kehilangan akal, dia gadis baik-baik mana mungkin aku melakukan nya" tegas Jimin.


"hahahaha sayang sekali" tawa JH.


"Maksut kalian apa?"


"Ya sayang sekali kau tidak mengatakan perasaan mu terhadap nya" jelas V.


"Kau kira kami membicarakan tentang apa?" tanya Suga.


"Ahh sudahlah aku mandi saja" kesalnya.


"wkwkwkkw dia terlihat begitu kesal" ejek JK.


"Hyung coba lihat ini" menunjukkan foto yang tadi sempat diambil JK.


"Jangan sampai Jimin mengetahui nya wkwkwkwk.." RM.


"Eh jaketku mana, ahh pasti tertinggal di kamar Dita" gerutu JK.


"Kau mau kemana" tanya JH.


"Ke kamar Dita jaketku tertinggal"


Jungkook menuju ke kamar Dita.


"Ah benar disini".


Ketika Jungkook ingin kembali, tiba-tiba saja Dita mengigau dan memegang tangannya.


"hmmm kenapa kau pergi meninggalkan ku, kau datang padaku, mengobati lukaku dan sekarang kau juga yang memberikan luka itu" gumam ku


Jungkook hanya terdiam dan mendengarkan setiap perkataan yang aku ucapkan.


"Kau tau aku hampir saja mengakhiri hidup ku, karena aku merasa hidupku sudah tak lagi berarti.. humm"


"Tapi sayang ada lelaki yang menyelamatkan ku waktu itu, dia memarahi ku karena tindakan ku yang bodoh, hehe dia benar Tuhan masih sayang padaku, dia sudah mengirimkan penggantimu untuk ku, tapi kenapa aku juga harus hidup jauh darinya!!"


"Dan sekarang tuhan juga mengirimkan padaku laki-laki yang aku kagumi sejak dulu, dia ada bersamaku, namun Tuhan juga akan membuatnya jauh dariku,, Ahh apakah ini yang harus aku rasakan hiks hiks hiks"


"hemm apa yang dia bicarakan, apa aku perlu membangunkannya" gumam JK.


"Aku tak tega melihatnya seperti ini, lebih baik aku bangunkan saja"


"Hey bangunlah, Dita bangunlah"


"ekhemmm , kau kenapa kau disini, Jimin mana?" tutur ku melihat sekeliling.


"Jimin sedang mandi, aku mengambil jaketku yang tertinggal, kau sedang mengigau jadi aku membangunkan mu". jelasnya.


"hemm"


"Kau bergegas lah untuk mandi, kita akan segera pergi"


"apa kalian akan kembali ke Korea?"


"tidak,, tidak untuk hari ini, kami akan kembali lusa"


"Terus kita mau kemana"


" Kita pergi liburan, cepatlah"


"he'em baiklah"

__ADS_1


30 menit kemudian Dita keluar kamar dan menuju ke Lobby, para member dan Staff sudah menunggunya. Mereka pun berangkat menuju Bandara, untuk berlibur ke Pulau Dewata. Sesampainya di bandara mereka dengan cepat memasuki ruangan untuk cek in dan menuju ke pesawat. Aku duduk bersama Jimin. Entah apa yang sedang aku rasakan saat ini, aku begitu nyaman dengan nya tapi aku sadar kalau aku telah memiliki kekasih, dan aku bukanlah tipe yang ideal untuknya juga secara dia seorang Idol, sedangkan aku..


"kau sedang memikirkan apa?" tanya Jimin.


"ehmm ahh tidak, aku hanya kaget saja tiba-tiba kita liburan".


"ya beginilah kami, memanfaatkan waktu yang ada untuk berlibur"


"ehmm"


"Bagaimana tidurmu semalam, apa kau nyenyak?"


"maksutmu?"


"Semalam kau mendengkur begitu keras ditelinga ku"


"benarkah? tapi aku tidak pernah mendengkur saat tidur!"


"Kan kau sedang tertidur mana bisa tau"


"Dan ini lihat fotomu saat tidur, wkwkwkwkwk"


"ahhh oppa!!!"


"Kalian kenapa lagi??" keluh suga.


"Dia yang memulai oppa"


"Husttts diamlah biarkan Suga Hyung beristirahat" tutur jimin.


Sampailah kami di bandara Ngurah Rai. Dari bandara kami menuju hotel untuk cek in. Setelah meletakkan barang-barang bawaan kami pergi untuk bertamasya ke pantai. Di sana layaknya anak kecil mereka berlarian, bermain rumah pasir dan bermain air. Sungguh pemandangan yang sangat indah.


"Dita kemarilah, ayo kita berfoto"


"he'em sebentar aku akan kesana"


"awww oppa!!" teriakku


"Haa Dita!!" Jimin berlari ke arahku


"Kaki ku"


"Kau sangat ceroboh, tunggu sebentar" Jimin mengambil sapu tangan disakunya dan membalutkannya di kakiku.


"Sakit oppa"


"Mangkanya lain kali jangan ceroboh, sakit kan"


"Kau kenapa?" tanya JK.


"Hemm hanya terkena batu karang" jawabku


"He'em bisa"


Aku berusaha untuk berjalan namun, kakiku terasa ngilu. Jimin dengan sigap memapahku. Kami mengambil beberapa foto disana.


"maaf aku telah merepotkan mu"


"tidak sama skali"


Kami kembali ke hotel untuk menikmati makan malam, ya karna kakiku sedang terluka mereka tidak ingin pergi makan diluar. Sesaat makan perutku terasa tak enak dan ingin muntah, aku dengan tertatih tatih menuju toilet, benar saja aku memuntahkan semua makanan tadi.


"Kau baik-baik saja" tutur JK tak sengaja melihat ku keluar dari toilet.


"Hemm yah.."


namun ketika berjalan tiba-tiba pandanganku gelap dan pingsan, JK menahanku dan menggendong, Jin yang tadinya ingin ke toilet terhenti karena melihat diriku pingsan.


" Dia kenapa?" tanya Jin


"Aku tidak tau, dia tiba-tiba pingsan"


"Bawa saja ke kamarnya, aku akan menyuruh staff untuk memanggilkan dokter"


"he'em".


Para member yang mendengar kejadian itu , panik dan menyusul ke kamar. Dokter juga sudah datang dan mulai memeriksa Dita.


"Dia baik-baik saja, hanya kurang istirahat dan sedikit tertekan" dokter.


"ahhh syukurlah"


" Ini resepnya, kalau begitu saya permisi tuan".


"iya terima kasih dokter"


"hemm sama-sama". (pergi)


"humm biarkan dia beristirahat, lebih baik kita kembali ke kamar" pinta Suga.


"Aku akan tetap disini menjaganya, kalian beristirahat lah" Jimin.


"jika kau memerlukan apapun, panggil aku " tutur JK.


"nae.. thank you" Jimin.


"heemm".

__ADS_1


Jimin menjagaku semalaman, dia melihat wajahku dengan penuh ke khawatiran. Dering telepon ku berbunyi. Ia melihat layar handphone ku, tertulis kalimat *Sayang* disana, sontak Jimin kecewa dengan itu, hatinya terasa hancur. Namun ia berusaha untuk tegar dan memberanikan diri mengangkat telpon itu.


"Halo sayang, kenapa kau tidak mengubungi, apa kau sibuk?"


"Halo sayang"


"Maaf tuan, Andita sedang beristirahat"


"Siapa kau?!!!" bentak Mike.


"Saya rekan kerjanya, Jimin. Maaf jikalau saya lancang, tapi saya ingin memberitahu anda, kalau kekasih anda sedang sakit, jadi dia sekarang beristirahat, nanti saya akan memberitahukan kepada nya kalau anda menelpon" tutur Jimin.


"Oh kau Jimin? bagaimana keadaannya apa dia baik-baik saja?"


"iya tuan dia baik-baik saja"


"syukurlah , aku titipkan dia kepadamu, tolong jaga dia selama dia bersamamu"


"hemm iya tuan, jika itu yang kau inginkan"


"Baiklah aku sudahi dulu, ku kira kau siapa tadi, aku lega karena itu kau.. bilang padanya aku ingin dia menjaga kesehatan nya"


"iya tuan"


"okey Terima kasih" Mike mengakhiri telpon.


"Kenapa dia tiba-tiba berbicara halus padaku, bukanya tadi dia membentak ku?" gumam Jimin


"Ternyata aku sudah tak ada harapan untuk memiliki mu, kau sudah memiliki kekasih, aku sedih tapi juga bahagia, kau memiliki kekasih yang begitu sayang padamu, aku akan berusaha untu merelakan mu walaupun aku tau itu terlalu sulit untukku" tutur nya, dan air matanya mengalir begitu saja.


"Aku akan menjaga mu selama aku berada disisimu. Tanpa kekasihmu meminta pun aku akan melakukannya. Aku sangat menyayangi mu." memegang tanganku dan meletakkan nya di pipinya.


"Hyung apa kau sudah tidur?" JK tiba-tiba masuk.


"apa kau menangis?" sambungnya.


"ehmm tidak, aku hanya khawatir padanya".


"Ku kira kau?"


"ehmm kenapa kau kemari" potong Jimin.


"aku tidak bisa tidur, jadi aku kemari untuk menemani mu dan juga menjaganya"


"hemm ya apa yang lain sudah tidur"


"iya sudah Hyung, kau tidurlah dulu biar aku yang menjaganya secara bergantian".


"Baiklah, aku akan tidur di sofa". Merebahkan tubuhnya di sofa yang disediakan di kamar.


"he'em tidurlah".


Sinar mentari pagi menelusup ke celah-celah korden jendela. Membuatku terbangun dari tidurku. Aku melihat dua pria yang lain Jimin dan Jungkook. Kepala ku masih terasa pusing. Aku pergi ke kamar mandi dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara yang bisa menggangu tidur mereka. Mereka masih diposisi yang sama ketika aku kembali. Ku rebahkan tubuh ku ditempat tidur, dan mengecek handphone. Banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari Mike.


"Tadi malam aku menelpon mu namun Jimin yang mengangkat nya, aku hampir memarahi nya karena aku mengira ada seseorang yang menculikmu, kau tidak ada kabar seharian.. Tapi untung saja dia menyebutkan namanya,, Kau jangan terlalu lelah, makan dengan teratur, jangan sampai sakit.. aku menyayangimu".


"Jadi Jimin semalam? mereka menjagaku?, hmm kenapa aku selalu menyusahkan mereka" gumam ku.


"Apa Mike memberitahu kan namanya juga, ahh tidak mungkin dia sudah berjanji padaku untuk tidak memperkenankan dirinya saat ini" tuturku dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


maaf ya teman-teman author terlambat untuk up episode, karena author sedang mengerjakan skripsi... tapi jangan khawatir author akan terus berusaha untuk up meskipun tidak secepat sebelum-sebelumnya.. Mohon dukungannya selalu.. terima kasih 📝❤️😍😘


__ADS_2