
Hari pertunangan tiba, kau sedang bersiap di kamar, sedangkan Jimin sudah berada di taman belakang untuk menemui beberapa kerabat dekat yang sudah datang. Ya nyonya Park sengaja untuk menyembunyikan pertunangan ini, demi keselamatan mu dan agensi Jimin juga ingin agar media tidak mengetahui jika Jimin sudah bertunangan itu sangat berpengaruh terhadap karirnya.
"Putriku apa kamu sudah siap?" tanya nyonya Park.
"Sebentar lagi Eomma"
"Wahhhh kau terlihat begitu sangat cantik sayang.."
"Tuh kan nona, nyonya Park saja memujimu, jadi apa yang aku katakan tadi benar" tutur salah satu make up artist itu.
"ehmm Eomma sudahlah aku jadi malu".
"hehehe tapi kamu memang benar-benar cantik sayang, pasti Jimin akan terkejut melihat mu, ehmm ayo sayang kita turun para tamu undangan sudah menunggu mu apalagi Jimin".
"Nee Eomma, gomawo untuk kalian".
"Nee nona".
Kau pun berjalan menuju taman belakang dengan digandeng mertuamu. ketika kau keluar dari pintu belakang semua mata tertuju padamu, mereka terpukau dengan kecantikanmu tak terkecuali Jimin dan para member BTS yang lain.
"astaga bidadari turun dari surga" tutur Jungkook.
"wauw Dia benar-benar cantik" puji V.
"Kenapa mereka melihat ku seperti itu?" batinmu.
Jimin hanya terpaku melihat mu, dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun darimu. Ketika kamu semakin dekat dengan mereka kamu menyiratkan senyuman di bibirmu. Jimin membalas senyumanmu itu.
"Chagiya apa kau ingin membunuhku?"
"maksudmu?"
"Kenapa kau seperti bidadari hari ini, kau tau hatiku rasanya ingin meledak melihatmu"
"ishh jjiminahh jangan menggodaku"
"Tapi ta tapi memang kau sangat cantik malam ini sayang, lihat semua mata tertuju pada mu".
"Selamat malam semuanya, Terima kasih saya ucapkan karena telah hadir diacara pertunangan putra tunggal saya Jimin dengan calon menantu saya Park Yaerin"
"Langsung saja kita mulai acara tukar cincinnya, ayo nak kemarilah". ajak nyonya Park.
kamu dan Jimin pun melangkah bersama menuju dimana Nyonya Park berada. Mereka melakukan pertukaran cincin, semua memberi tepuk tangan ketika cincin telah tersematkan di kedua jari manis mereka.
"Selamat ya sayang, Eomma sayang sama kalian berdua".
"Nee Eomma Terima kasih banyak" tutur mu.
"Eomma terima kasih karena Eomma telah menyelamatkan orang yang amat aku cintai, dan mempertemukan ku kembali dengannya, aku menyayangimu Eomma".
kalian bertiga saling berpelukan dan menangis haru bahagia. begitupun juga dengan kerabat dan para member BTS yang lain.
"Yaerin selamat ya, sebentar lagi kau akan menjadi istrinya Jimin" tutur JK.
"Gomawo Oppa, semoga kau juga akan segera menyusul wkwkkw"
"Ani Ani aku sudah tidak mau mencintai lagi, cukup kau saja yang aku cintai"
"apa kau bilang?!" tanya Jimin dengan nada tinggi.
"huhuhu maklum Hyungku sudah tua jadi pendengarannya sedikit terganggu wkwkwk" ejek JK.
"Kau!!!"
"sudahlah chagiya dia kan memang begitu, sana pergilah.. apa kau tidak lelah berbicara terus dari tadi?"
"Tidak, aku sangat senang berada didekat mu seperti ini"
"Jungkook a kemarilah, jangan membangunkan singa yang tidur" teriak Jin.
"Nee Hyung aku akan kesana,, bye bye cantiknya jungkook, Hyung jaga cantiknya aku yah, aku pergi dulu"..
"aisshh ini anak!!".
"menggemaskan sekali..."
"apa?"
"Ani Ani.. chagiya ada yang ingin aku katakan padamu"
"katakanlah.."
"ehmmm tapi jangan disini"
"lalu dimana? dikamar?"
"ehmm oke , selesai acara temui aku di kamar ku oke?".
"baiklah"
Acara pun telah selesai semua tamu undangan telah meninggalkan tempat acara, begitupun dengan member BTS, mereka berpamitan dengan mu dan Jimin juga nyonya Park.
Setelah benar-benar sepi kau kembali kekamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian santai, karena gaun yang kau kenakan tadi sedikit berat. Saat kau keluar kamar mandi, Jimin sudah berada di tempat tidur mu dan merebahkan dirinya.
"ehh sejak kapan kau disini?"
"sejak kapan ya? mungkin saat kau masih mandi, kemarilah duduk disampingku".
"hufftt dasar"
"cepat katakan apa yang ingin kau katakan?!"
"ouhh yang tadi,, ehmm itu Oppa aku sedikit mengingat tentang mu"
"apa ingatanmu sudah kembali?"
"isshh dengarkan aku dulu, kebiasaan deh suka nyela aja!!"
"hehehe baiklah-baiklah aku akan diam"
"beberapa hari sebelum pertunangan kita, ntah kenapa kepalaku rasanya sakit sekali, tapi disaat itu aku terbayang kebersamaan ku denganmu dulu"
"ternyata memang benar kita berdua itu sangat dekat, dan.."
"dan??"
"Yang dikatakan jungkook Oppa juga benar, kalau kita... emmm"
"kita apa??"
"kalau kita sering tidur bersama, dan juga kau yang mencuri ciuman pertama ku" menundukkan kepalamu.
"lalu apa lagi?"
"sudah itu saja"
"yasudah kalau begitu, aku pergi ke kamar ku dulu"
"isshh Oppa!!!"
"kenapa lagi?"
"hufftt sudahlah pergilah, awas saja kalau kau diam-diam masuk ke kamar ku lagi!!" kau pun merebahkan dirimu ke tempat tidur dan menutupi semua tubuhmu hingga ujung kepala dengan selimut.
Jimin menatap tingkat mu yang kekanak-kanakan itu.
"kenapa kau menggemaskan sekali jika seperti ini" batinnya.
Jimin menghampiri mu dan ikut merebahkan dirinya disampingmu sambil memeluk tubuhmu yang membelakangi nya. Kamu merasakan ada tangan kekar yang melingkar di perutmu, perlahan kau membuka selimut yang menutupi wajahmu.
"Kenapa sayang?"
"katanya mau pergi, kenapa masih disini?"
"baiklah aku akan pergi"
"Ani Ani tetap lah disini" memeluk tubuh Jimin.
"sayangku maaf aku tadi hanya menggoda mu saja, aku sangat senang kau mulai mengingat tentang ku dan dirimu, tatap mataku.."
"Aku harap hubungan kita akan tetap seperti ini Sampai kapanpun, aku tau kedepannya pasti tidak akan mudah, karena pertunangan kita harus disembunyikan Sampai waktu yang tepat itu tiba".
"Apakah kau bisa bersabar untuk itu chagiya??"
"Oppa seperti kau yang bersabar untuk menunggu mengingat semua ingatanku dulu, aku juga akan melakukan hal yang sama untuk ini.. kita akan berjuang bersama" air matamu mengalir begitu saja.
"ehhh stsss jangan menangis".
"Oppa saranghae".
"Nado Saranghae Yaerin". mencium bibirmu sekilas.
"sudah tidurlah ini sudah larut, besok kau akan mulai mengurus perusahaan nya Eomma"
"mwo??"
"Apa kau tidak tau, kalau Eomma memintamu menjadi wakil direktur nya?"
"Aku tau, tapi kenapa secepat ini"
"lebih cepat lebih baik bukan???"
"hemmm tapi aku akan jarang bertemu denganmu Oppa" mempererat pelukanmu.
"Uhhh calon istriku satu ini manja sekali, ehmm kalau begitu kita harus cepat-cepat memiliki Jimin junior kalau kau ingin bertemu lebih sering denganku"
"maksut Oppa?!"
"ehmmm dedek bayi, kau dan aku.."
"kita ??"
"bolehkan?"
"asshh aku lelah sekali, aku tidur dulu Oppa, good night" memejamkan matamu.
__ADS_1
"Sayang...."
"sayanggg..."
"Baiklah kalau begitu aku akan..."
"Oppa jangan sekarang!!!"
"wae??"
"ehmmm aku belum siap, aku takut please lain kali saja nee???"
"ashhh... yasudah kita tidur saja mendekatlah tidurlah dipelukan ku" pintanya.
"gomawo Oppa!"
kalian pun tertidur pulas..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"kau? kau siapa?"
"apa kau lupa padaku chagiya? aku Mike kekasihmu"
"kekasih? apa kau gila, aku sudah bertunangan".
"ehmm Ani, kau memang kekasih ku dan juga calon istriku"
"pergilah dariku dasar pria gila!!!"
"aku tau aku sudah membuat mu kecewa dengan pernikahan ku dengan Lisa, tapi percayalah chagiya aku masih sangat mencintaimu"
"jadi kau sudah memiliki istri?"
"Nee, kau pergi dariku dihari pernikahan ku, tapi sekarang aku menemukan mu jadi aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi" tiba-tiba memelukmu
"sudah kubilang menjauhlah dariku, jika kau bilang kau sudah menikah seharusnya kau malu melakukan ini padaku hah?! lihat cincin ini aku sudah bertunangan jadi jangan menggangguku, lagi pula meskipun kau memang benar kekasihku waktu itu, aku bersyukur karena tidak mengingat mu saat ini, kau pasti membuatku sangat terluka!!!"
"jadi aku peringatkan padamu pergi!! jangan pernah menunjukkan wajahmu itu dihadapan ku lagi!!" pergi meninggalkan Mike.
Namun Mike menarik paksa dirimu, dan kau pun berteriak meminta tolong..
"Lepaskan aku, Bangs*t, Jiminaaa tolong aku, Jimina hiks hiks hiks!!!"
"Chagiya, hei bangun, kau kenapa sayang". Jimin yang terbangun karena mendengar teriakkan mu itu berusaha untuk membangunkan mu.
"astaga kau demam, pasti kau kelelahan, chagiya tunggu sebentar nee akan aku ambilkan obat dan kompres". tak lama Jimin kemabli ke kamarmu dan membawa obat plus kompres ditangannya. dengan telaten dia merawatmu.
Perlahan kamu membuka matamu.
"Oppa jangan ditanggal aku hiks hiks"
"kau kenapa sayang? hemm apa kau mimpi buruk?"
kamu hanya mengangguk
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, apapun yang terjadi nee" memelukmu.
"Oppa siapa Mike itu?"
Pertanyaan mu itu membuat Jimin terpaku sesaat.
"Oppa apa kau mengenalnya?"
"ehmm apa kau mengingat sesuatu sayang?"
"Aniya, tapi semalam aku bermimpi dia bilang kalau dia itu kekasih ku dan dia memaksa ku untuk kembali bersamanya, dia sangat kasar Oppa, aku takut, aku hanya ingin bersamamu saja" jelasmu dengan suara yang masih lemas.
"Nanti saja setelah kau sembuh kita bicarakan lagi nee,, sekarang biar aku merawatmu dulu, pasti Eomma akan memarahi ku kalau tau kau demam seperti ini"
"maaf kan aku sudah menyusahkan mu Oppa"
beberapa menit kemudian Jimin kembali dengan membawa semangkuk bubur.
"Nah bubur dengan penuh rasa cinta sudah siap"
"gomawo chagiya"
"tunggu.. aku akan membantumu duduk".
"ehmm gomawo"
"sekarang ayo makan, aaaa" menodongkan sesendok bubur ke bibirmu..
"ehmmm ternyata kau pintar juga memasak"
"kau ini memujiku atau mengejek??"
"aniya ini memang enak chagiya"
"yasudah habiskan kalau begitu nee"
kamu hanya menganggukkan kepala.
"pintar sekali Putri kecilnya Eomma ini wkwkwk" ejek Jimin.
"haiss, apa kau tidak ke bighit hari ini?"
"kalau kau sakit begini masa aku tega meninggalkan mu sendirian di rumah?"
"kan ada Eomma"
"hmm Eomma pergi pagi-pagi sekali tadi kata ajhuma, mungkin ada meeting dengan rekan kerja nya"
"ohhh, emmm tapi gpp jikau kau pergi ada ajhuma dan pengawal disini"
"Tidak, aku akan menemanimu titik.!"
"hehehe kau menggemaskan jika seperti itu" mencubit pipi Jimin.
"aku akan mandi sebentar nee".
"he'em, eh kok ke kamar mandi ku sih?".
"aku malas naik ke atas, lagian ini kan juga kamarku"
"aiss cepatlah".
Jimin masuk ke kamar mandi dan memulai aktivitas nya.Yaerin yang bosan tidaj melakukan apapun akhirnya ingin memainkan handphone milik Jimin.
"Chagiya apa aku boleh memainkan handphone mu? aku sangat bosan"
"Nee"
setelah mendapat persetujuan dari Jimin , kamu pun mulai mengotak-atik handphone Jimin.
"hihi aku jadi merindukan masa-masa itu, dimana kita liburan bersama.. ya meskipun sambil bekerja" terus mensecroll isi galeri foto.
"Nissa, Grace aku merindukan kalian, emmm apa Jimin punya nomor mereka" mengecek daftar kontak.
"ishh kenapa tidak ada,, ehmm Jungkook Oppa, ya pasti dia punya"
Menelfon Jungkook.
"Nee Hyung ada apa?"
"Ini aku Yaerin Oppa"
"ouh kesayangan Jungkook, ada apa hemm kata Jimin kau sakit, sekarang bagaimana keadaanmu?"
"aku sudah lebih baik Oppa tampanku, calon suamiku merawat ku dengan baik wkwkwk, ehmm Oppa apa nanti malam kau ada waktu luang?"
"Ishhh jika aku yang menikah dengan mu ,aku bisa lebih baik dari Hyungku itu wkwkwkw.. apa kau rindu dengan tampanmu ini?"
"ckk dasar! maybe?"
"hehehe jam 3 sore aku selesai rekaman, setelah itu aku langsung menuju ke sana ok?"
"nee Oppa"
"yasudah Oppa matikan dulu Nee, dah kesayangan Jungkook saranghae"
"nado Saranghae Oppa".
Ketika kamu meletakkan handphone Jimin, kau kaget dengan keberadaan Jimin di depan pintu kamar mandi.
"Oppa kau?"
"Asik sekali sih, sedang menelepon siapa nih?".
"ehmm melenfon tampanku lah"
__ADS_1
"Jungkook maksutmu?"
"that's right wkwkwk, jangan berfikir yang macam-macam aku hanya ada kepentingan denganya, cepat pakai pakaian mu!"
"Ani aku tidak mau" berjalan ke arahmu.
"kau mau apa?"
"mau memberikan mu hukuman, karena sudah berani menelfon lelaki lain selain calon suami mu ini"semakin mendekat ke arahmu.
"Chagiya!!!"
"hemm bersiaplah" Jimin mempercepat langkahnya
"Jiminshii!!!"
"wkwkwkw ani ani, aku hanya menggoda mu"
"huh!!!"
"kau menggemaskan jika seperti itu" mencubit pipi mu"
"cepat pakai bajumu"
"memang kenapa kalau seperti ini hah? apa kau tergoda?"
"ishh apaan sih" kamu memalingkan wajah mu yang mulai memerah"
"kemarilah peluk aku"
"tidak!!"
"Chagiya???" tanpa aba-aba Jimin menarikmu ke dalam dekapannya.
"ashh Jiminshii!!"
"stss diamlah, aku nyaman jika seperti ini"
"Jimin apa kau???"
"Astaga apa ini??"
"eom Eomma? sejak kapan eomma pulang?" Jimin melepaskan pelukannya.
"astaga kalian tidak bisakah mengunci pintu ketika seperti ini, dasar, yasudah selesaikan saja aktivitas kalian ,Eomma akan ke kamar, Eomma tau kalau Eomma ingin cepat punya cucu tapi ya kunci pintunya dulu hihihihi..." tutur Eomma lalu meninggalkan kalian berdua.
"Oppa!!!"
"apa sayang? kau dengar sendiri kan Eomma ingin cucu? malah mengingatkan kita untuk mengunci pintu, jadi..."
"Apa?"
"ehmm itu?"
"aisshh dasar mes*m"
"ayolah chagiya"
"Tidak"
"baiklah kalau begitu aku yang memaksa". dengan cepat Jimin menindihmu.
"Oppa turun lah kau berat sekali!"
"Ani ,aku menginginkan mu hari ini?"
"ini masih siang Oppa"
"memang kenapa?"
"nanti malam saja"
"Ani nanti kau malah kabur"
"tidak!"
"janji?"
"iya Oppa"
"baiklah aku akan melepaskan mu saat ini tapi tidak untuk nanti malam"
"isshh iya-iya, sudah sana pakai bajumu".
"kiss dulu" memanyunkan bibirnya
"mm**acchh tuh sudah".
"hehehe saranghae".
"nado Saranghae Oppa".
Jimin mengambil kaos polo polos berwarna putih di lemari dan memakai nya dan juga celana pendek. Jimin menemani Yaerin seharian dikamar, yah meskipun Yaerin sudah merasa baikan tapi Jimin tetap memaksa untuk menemani nya.
Nyonya Park yang melihat kemesraan dari keduanya merasa sangat bahagia. ya memang putranya itu sedikit brutal wkwkwk tapi dia senag karena dengan begitu dia akan cepat mendapatkan cucu yang selama ini dia impikan.
"Semoga tuhan selalu memberikan keluarga kita kebahagiaan".
Tak terasa hari menjelang sore, bel rumah berbunyi.
"tuan jungkook, silahkan masuk".
"Nee ajhuma terima kasih"
"Jungkook putra kecilku.." nyonya Park yang berada di ruang tamu berdiri dan memeluk jungkook
"Eomma, apa Yaerin ada?"
"Ada, dia sedang membuatkan Eomma cucu dengan Jimin"
"hah? apa,?!".
"ehmm Ani, sebentar biar Eomma panggilkan". pergi meninggalkan jungkook.
"Cucu?! Ais mungkin aku salah dengar"
Tak lama Yaerin datang menemui Jungkook.
"Annyeong oppa, maaf menunggu lama"
"Aniya tidak apa, aku juga baru datang"
"ayo kita ke taman belakang, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu"
"ehmm Nee".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira apa yang akan dibicarakan Yaerin dengan jungkook??? apa kalian bisa menebak??
__ADS_1
tunggu next episode ya guys...