
Beberapa hari kemudian tibalah waktu pernikahan Lee dan juga Mike. Pernikahan mereka dilaksanakan di gedung yang sama. Prosesi pernikahan terlebih dahulu dilakukan oleh Lee dan Felly, Kemudian Mike dan Lisa. Semua keluarga dari kedua belah pihak sangat bahagia dan haru. Tapi disisi lain Mata Lee memandang semua tamu yang berdatangan ya tentu saja dia menantikan kedatangan Dita dan para member BTS.
"Apa kau menunggu seseorang Sayang?" tanya Felly.
"Nee, aku mengundang Dita dan juga Bangtan tapi kenapa mereka belum datang juga."
"Ahh mungkin mereka ada kendala. di jalan sayang, tenang saja pasti mereka datang" tutur Felly menenangkan Lee.
Oh ya sebelumnya Lee telah menceritakan kepada Felly tentang pertemuannya dengan Dita waktu itu, dan ia sangat lega karena masalah itu telah usai. Dan hubungan mereka bertiga juga membaik. Bahkan Felly sering menemui Dita di apartemen Jungkook.
Diapartemen jungkook
"Oppa mana dasimu, kenapa tidak ada" tanyaku pada Jimin.
"Oh bagaimana aku bisa lupa, dasiku tertinggal di dorm."
"Jungkook Oppa apa kau tak punya dasi lagi, untuk Jimin?"
"Sepertinya tidak ada".
"hisss Oppa sih ahh.. kita jadi terlambat, bentar undangan Oppa kemana jangan bilang kalau?"
"A-a-a aku akan ke dorm sebentar, kalian bisa berangkat lebih dulu aku akan menyusul". ucap Jimin dan pergi menuju dorm menaiki mobil sport nya.
"Jangan mengebut, hati-hati " pesanmu.
Setelah Jimin pergi, tak sengaja aku menyenggol gelas yang ada di meja, dan akhirnya air digelas itu tumpah mengenai undangan.
"Akhhh kenapa aku ceroboh sekali" Namun matamu tertuju pada foto sosok pria yang ada diundangan itu.
"Oppa apa kau mengenalnya? apa dia adik dari Lee?"
"Ohh itu ya dia Mike, adik satu-satunya Lee, dia adalah pengusaha muda di Seoul, dia akan menikah dengan Lisa, kalau tidak salah itu mantan kekasihnya, tapi mungkin CLBK kali"
Hatimu terasa tersayat-sayat, kamu tidak menyangka bahwa tunanganmu yang selama ini kamu cintai, akan menikah dengan wanita lain. Kamu berusaha untuk menahan air matamu itu, walau dadamu rasanya begitu sesak. Namun kenyataannya kamu tidak bisa menahan amarahmu itu. Kamu membuang undangan itu dan berlari menuju kamar.
"Braakkkk!!" suara dari pintu yang kau tutup dengan begitu keras.
"Astaga Dita". Jungkook masih terkejut dengan apa yang terjadi padamu.
Kamu menangis sekencang-kencangnya di dalam kamar itu, dan mulai membuang semua barang-barang yang ada disana, hatimu sangat kacau benar-benar kacau. Berteriak, menangis hanya itu yang bisa kamu lakukan. Diluar Jungkook terus mencoba mengetuk pintu, namun kau mengabaikannya. Jungkook sangat menghawatirkan keadaanmu, akhirnya dia mendobrak pintu kamarnya. Lalu menghampiri mu yang sedang duduk di pojok kamar dengan keadaan yang kacau.
"Tenanglah ada aku disini, Gwenchanna" jungkook memelukmu
"Katakan padaku ada apa, kenapa kamu menjadi seperti ini?"
Kamu berusaha untuk menenangkan dirimu.
"Oppa bisakah aku meminjam mobil mu?"
"Untuk apa? Kau mau kemana?"
"Aku ingin menyelesaikan masalah ku"
"baiklah aku akan mengantarmu"
"Aniya Oppa.. aku akan kesana sendiri, tolong"
"haiss Baiklah-baiklah tapi tolong jaga dirimu baik-baik".
Pada akhirnya Jungkook memberikan salah satu kunci mobilnya untuk Dita. Dan Dita mulai melajukan mobilnyya meninggalkan apartemen itu. Di dalam mobil air matanya terus mengalir, bayang-bayang kenangan itu selalu terlihat.
Di sisi lain, Jungkook masih kebingungan dengan sikap mu. Dia berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan kamu menjadi seperti itu. Tiba-tiba terdengar suara dering telfon, ya Handphone mu tertinggal di kamar. Jungkook memberanikan diri untuk mengangkat telfon itu, ternyata dari Lee. Lee menanyakan kapan kalian akan sampai. setelah ditutup Jungkook memberanikan diri untuk melihat isi ponselmu, dan benar saja dia sangat terkejut ketika melihat foto-foto di galerimu.
"Apakah Mike tunangannya Dita? Ta tapi bagaimana bisa?? Akhhhh jangan-jangan Dita?? tidak tidak aku harus menyusulnya" dengan tergesa-gesa jungkook menuju parkiran untuk menyusul Dita dengan mobilnya yang lain. Tak lupa dia juga menelfon Jimin.
Oh ya disini Nissa dan Grace sudah pulang ke Indonesia karena ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan terlalu lama. Jadi Dita hanya seorang diri di Korea.
"Hallo Hyung, lebih baik segeralah pergi ke altar, ada hal gawat, ternyata selama ini tunangannya Dita adalah Mike"
"Maksutmu? Mike adiknya Lee?"
"Nnn Nee hyung, tadi aku juga bodoh sekali kenapa meminjamkan kunci mobil ku padanya. mungkin dia akan ke altar saat ini, aku sedang perjalanan menyusulnya"
"Ashhhhh baiklah aku pergi sekrang"
Beberapa menit kemudian kamu sampai di tempat itu. Dan kamu langsung menerobos masuk. Dengan Rambut mu yang berantakan, keadaanmu yang kacau, membuat padangan semua orang tertuju kepadamu. Kamu melihat sepasang pengantin disana, namun kamu berusaha untuk menahan amarahmu dan berdiam diri disana.
Lee dan Felly dari kejauhan melihat mu.
"Sayang bukankah itu Dita, ta tapi kenapa keadaanya kacau sekali"
"Lebih baik kita kesana"
"Nee"
Disamping itu Mike tak sengaja menoleh ke arah Dita berada dan terkejut akan pemandangan yang dilihatnya itu.
"Di di Dita.."
Kau tersenyum padanya dan melambaikan tanganmu. Kamu mulai berjalan menuju arahnya begitupun Mike yang berjalan menghampiri mu.
Lee dan Felly menghentikan langkah kakinya. Mereka terlihat bingung dengan kalian berdua.
"Apa Mike mengenal Dita juga Lee?"
"Entahlah, aku juga heran"
"Selamat untuk pernikahan kalian" tuturmu.
"Kenapa kau bisa kesini, sejak kapan kamu ada di Korea? Kenapa tidak mengabari ku?"
Tiba-tiba tamparan mendarat keras di pipi Mike. Amarah yang berusaha untuk kau tahan pun tak tertahankan lagi.
"Hei beraninya kau menampar suami ku?"
"Diam kau!! aku tidak ada urusan denganmu"
"Lisa lebih baik menjauhlah, aku akan menyelesaikan ini denganya"
Dengan terpaksa Lisa pergi.
"Miane"
"Apa menurutmu maaf sudah cukup?"
__ADS_1
"Apa kau tidak pernah berfikir bagaimana keadaanku saat ini hah?!!!"
"Selama 2 tahun aku menunggumu Mike, aku mempertahankan kesetiaan ini untukmu, tapi apa ini kau menikah dengan wanita itu?!!!"
"Tolong dengarkan aku"
"Percuma saja kau menjelaskan nya, kau berhasil Mike kau sudah berhasil menghancurkan segalanya, kau berhasil membuat hidupku hancur!!!!"
"Jadi selama ini tunangannya Mike itu Dita?" tutur Felly kaget.
"Astaga Kenapa Mike melakukan ini, kenapa dia mengulangi lagi kejadian itu" sesal Lee.
"Apa kita perlu melerai nya?"
"Jangan biarkan mereka menyelesaikan ini sendiri".
Dari kejauhan Eomma Mike menghampiri mereka berdua.
"Dita, kenapa kau seperti ini" tanya nya khawatir.
"Eomma kenapa Eomma tega sekali padaku, kenapa membiarkan Mike menikah dengan wanita lain, apa aku ini terlalu buruk untuk menjadi menantu Eomma??"
"Aniya sayang, kamu adalah gadis yang baik, maafkan Eomma nak, Eomma yang salah disini" memelukmu
Kamu menangis sejadi-jadinya di pelukan calon mertuamu itu. Semua tamu undangan pun heran dengan kejadian ini.
"Lebih baik kita bicarakan ini diruangan sana nee.."
"Tidak Eomma, aku tidak akan lama disini!" kamu melepaskan pelukannya.
"Nak ini semua bukan seluruhnya kesalahan Mike.. Mike menerima pernikahan ini karena hanya dengan ini perusahaan Appa bisa bangkit".
"Mike!! Kenapa kau tidak pernah membicarakan masalah ini denganku, bukankah berkali-kali aku bilang padamu aku dan Om Andra akan membantu perusahaan Appa!! Apa kau sudah lupa aka itu, atau ini memang kemauanmu untuk menikah dengan wanita itu!!?"
"Andra? apa kau keponakan nya Andra Prayoga?"
"Nee Appa, apakah Appa mengingat gadis kecil yang selalu Appa sayangi dulu? Itu aku Appa, aku sekarang telah hancur karena ulah anak kesayangmu ini.." tangisanmu berhamburan lagi.
"Apakah nasibku ditakdirkan untuk seperti ini, pertama Lee Oppa dan sekarang Kau Mike!!! Kalian berdua sama saja, hanya mendekati ku untuk mempermainkan hidupku!!!"
Lee dari kejahuan juga ikut menangis, tubunya bergetar. Ia tidak pernah menyangka bahwa mereka berdua menyakiti wanita yang sama. begitu pula dengan Felly.
"Aku sudah muak dengan semua ini, aku sangat membenci kalian semua, aku berharap tidak aka pernah bertemu dengan kalian lagi!!"
Dilain sisi Lisa sedang merencanakan sesuatu.
"Ya apa kau sudah menemukan mobil yang dipakai wanita tadi, cepat lakukan apa yang tadi aku perintah, rencana ini harus berhasil!" tersenyum sinis.
"Tidak akan ada yang bisa merebut Mike dariku. Termasuk dirimu Dita!!" batin Lisa.
"Dita dengarkan aku, jangan seperti ini, aku tau aku telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku sangat mencintaimu"
"Akhhh bulshit, aku sudah tidak percaya semua perkataan mu itu!!! Ini semua sudah berakhir, jangan pernah kau menunjukkan wajahmu di hadapanku lagi".
Kau pun pergi dari tempat itu, meskipun Mike dan Lee mencoba untuk mencegah mu tadi gagal. Kau dengan cepat masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak selang lama Jimin dan Jungkook tiba, mereka bingung melihat Mike dan Lee.
"Jimin cepat kejar Dita, ku mohon"
"Apa yang terjadi?"
"Cepat kejar dia, dia pergi dengan keadaan kacau, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya"
"Jungkook aku akan pakai mobilmu dengan Mike"
Jungkook menyerahkan kunci mobilnya, mereka pun segera menyusul mu. Kamu belum menyadari kalau mobil yang kamu tumpangi remnya telah rusak. Hingga sesuatu terjadi.
"Akhh kenapa ini, kenapa rem nya tidak bisa, tidak tidak mungkin"
Kamu terus mengklakson agar semua kendaraan yang didepanmu menepi dari hadapanmu. Kamu tidak lagi bisa mengendalikan mobil itu, dan
"Bruakkkkk! " mobil mu menabrak pembatas jalan dan terpental hingga terbalik beberapa kali, sebelum akhirnya merubuhkan pembatas jalan yang lain, dan masuk kedalam jurang.
Kamu masih berada di dalam mobil dengan begitu banyak luka ditubuhmu. Menyadari bau bensin yang menyebar. kamu berusaha untuk mengeluarkan diri dari dalam mobil sebelum mobil itu meledak. Dengan sekuat tenaga kamu keluar. Dan benar saja mobil itu meledak hingga membuatmu terpental ke sungai yang ada disekitar jurang itu.
"Kenapa ini, kenapa bisa macet" tutur Jimin cemas.
"Biar aku yang turun".
"Nona maaf ada apa ya di depan sana?"
"Oh itu tuan ada kecelakaan, dan mobilnya masuk ke jurang, tadi sepertinya terdengar ledakan dari arah jurang mungkin mobilnya terbakar"
"Astaga, baik terima kasih Nona".
"Jimin Oppa lebih baik pinggirkan mobilmu dulu, perasaanku tidak enak, ayo ikutlah denganku"
Jimin menuruti perkataan Jungkook dan mengikutinya. Begitupun Lee dan Mike. Benar saja itu adalah mobil milik Jungkook. Jimin sangat syock.
"Tidak mungkin, itu bukan mobilmu kan kook, Dita pasti sudah sampai apartemen mu saat ini"
"Hyung itu benar mobilku, tadi Dita memakainya Hyung"
"Aniya Dita pasti sudah di apartemen sekarang" Jimin terkulai lemas disana Jungkook memeluknya erat.
"Ini semua salahmu Mike, kau sudah membuat Dita celaka, aku tidak akan pernah memaafkan mu!!!" Jimin tiba-tiba berdiri dan ingin menghajar Mike.
"Hyung sudah Hyung lebih baik kita tunggu pihak kepolisian, dengan Hyung memukulinya itu tidak berarti apa-apa".
"Tapi ditaku jungkook a" Jimin kembali menangis.
"Mike sebaiknya kau pergilah dari sini, aku tidak ingin membuat suasana hati Hyungku tambah kacau, cepat pergilah"
"Ta ta tapi.."
"Sudahlah Mike lebih baik kita kembali ke altar, jangan membuat masalah ini jadi rumit, dan juga aku ingin berbicara denganmu!!"
"Jungkook aku pamit, kalau ada perkembangan kabar tentang ini, beritahu aku"
"Nee"..
Pihak kepolisian pun mulai berdatangan, dan turun ke jurang untuk melakukan penyelidikan.
"Bagaimana?"
"Sepertinya korban berhasil mengeluarkan diri sebelum ledakan itu terjadi."
__ADS_1
"85% dia selamat"
"Baiklah urus bangkai mobil ini, aku akan ke kantor untuk memastikan apa yang sebenarnya menyebabkan kecelakaan itu terjadi".
"Pak pak bagaimana apa kemungkinan korban selamat?" tanya Jimin
"Anda siapa korban?"
"Sa sa saya calon suaminya pak"
"Baik ikut kami ke kantor polisi"
"Nee.."
"Akhirnya Mike akan menjadi milikku satunya, goodbye Dita kamu pasti sekrang sudah tenang di alam sana hahahaha" Lisa.
Toktoktok
"Lisa?"
"Oh kau fel, masuklah"
"Aku sangat terkejut dengan kejadian hari ini, aku tidak tega melihat nya seperti ini" Felly kembali menangis.
"aku juga sama, kenapa Mike tidak mengatakan sejujurnya pada kekasihnya itu, hatiku juga sungguh sakit bila harus menyakiti nya seperti ini " Lisa pura-pura menangis.
"Aku takut sesuatu terjadi padanya".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"hei ada mayat ada mayat" teriak seorang wanita.
"Mana Dimana?"
"Astaga, cepat bantu aku, letakkan dia di bawah pohon itu".
"Dia masih hidup"
"Syukurlah"
"Sepertinya wajahnya tidak asing, bukankah dia gadis yang ada di foto kamar Jimin?" batinya seorang ibu-ibu.
"ehmm tuan bisa batu aku membawanya ke mobil, biar aku saja yang merawat nya"
"Apa tidak sebaiknya kita melaporkan ke polisi?"
"Aku mohon pada kalian untuk tidak melaporkan ini kepada polisi, aku yang akan bertanggungjawab atas dirinya"
"Baiklah Bu jika itu yang anda inginkan"
Dimobil
"Kenapa kau bisa menjadi seperti ini nak, apa yang terjadi padamu" tutur ibu itu dengan lembut sembari terus membelai rambut mu.
"Apa aku harus memberitahu Jimin? akhh tidak tidak lebih baik aku tidak memberitahu nya."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
hai hai author kembali update lagi nih... semakin kesini akan semakin seru loh.. jangan lupa untuk selalu dukung author dengan cara like komentar, jika kalian ingin mengenal author bagaimana kalau kita membuat sebuah grup untuk saling bertukar pikiran?? aku tunggu Jawa kalian.. and see you on next episode bye bye...