Antara Kau, Dia Dan Aku

Antara Kau, Dia Dan Aku
Pemotretan...


__ADS_3

"Selamat pagi sayang"


"Selamat pagi juga sayang, tumben pagi-pagi gini sudah telfon"


"hemm memangnya kenapa? apa kau tidak suka?" tanya Mike


"bukan begitu sayang, ahh kau selalu saja.."


"Hemm yayaya, aku tau kau sekarang lebih sibuk apalagi dikelilingi oleh 7 orang tampan, jadi mungkin terganggu jika aku menelfon"


"hufftt chagiya jangan seperti itu, aku senang kau menelfonku mau pagi siang malam kapanpun itu, aku hanya menanyakannya saja.."


"lupakan saja, aku hanya ingin menggodamu wkwkwkwkwk... yasudah cepat bersiap-siap bukankah hari ini kau ada pemotretan?"


"ne sebentar lagi aku akan pergi ke lokasinya.."


"Baiklah jaga dirimu baik-baik, saranghae"


"Saranghae sayang"


Mike mematikan telfonnya dan bersiap untuk pergi ke kantor. Ketika menuruni anak tangga Mike mendengar suara seorang gadis, ia merasa seperti mengenal suara itu dan benar saja Lisa ada di sana.


"Good morning Mike" sapa Lisa.


"Kau, kenapa kau kemari?"


"Aku hanya ingin menemui ibu mertua ku saja, oh ya kau sepagi ini mau kemana?"


"Bukan urusanmu"


"Mike jangan seperti itu, Lisa kesini datang dengan niat yang baik, lihat dia membawakan ibu ini" sambil menunjukkan beberapa makanan yang ada dimeja.


"Baik?, hah mama saja yang mudah tertipu wajah polosnya, sudahlah Mike pergi dulu"


"Mike, Nak"


"Sudah bibi biarkan saja, Aku tau mungkin Mike masih kecewa dan marah padaku di kejadian masa lalu"


"Yasudah lebih baik kamu sekarang kembali saja yah, bibi ingin istirahat, Terima kasih untuk makanannya" Tutur Mama Mike.


"Ne bibi sama-sama, kalau begitu Lisa pamit dulu, sampai jumpa" pamit Lisa dan berlalu pergi meninggalkan rumah.


"Siapa ma yang datang?" tanya Lee.


"Itu Lisa."


"Untuk apa dia kemari?"melihat ke arah meja


"Oh dia ingin menyuap Mama?"


"Maksudmu? dia kesini hanya ingin mengunjungi mama itu saja"


"hmm lebih baik mama berhati-hati dengannya, dia seperti itu mungkin karena ada sesuatu yang dia inginkan" tegas Lee.


"Sudahlah mama jadi pusing, lebih baik tidak perlu bahas masalah ini lagi"


"Ma hari ini Lee tidak pulang kerumah ,Lee akan menginap di studio Lee"


"hmm terserah kau saja"


Lee bergegas pergi. Bukan studio yang ia tuju tapi malah kantor Mike.


Dihalaman depan kantor, Lee tak sengaja melihat Lisa dengan dua orang pria berbadan besar yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu. Lee penasaran, dia pun diam-diam mendekat dan mendengarkan percakapan mereka.


"Nanti Kalian coba untuk melecehkan ku dan berbuat kasar padaku, pasti dia akan keluar untuk menolong ku" Lisa


"Baik nona, selanjutnya apa yang kita lakukan" tanya salah satu pria berbadan besar.


"Terserah kau saja, tapi jangan sampai kau membuatnya terluka, awas saja!"


"okay, ayo kita mulai sekarang"


Lee yang bersembunyi disela-sela mobil yang terparkir, tidak habis pikir dengan perbuatan gadis itu. Untuk mendapatkan perhatian dari adiknya dia sampai melakukan hal seperti ini.


"Ah aku ada ide" Lee , tersenyum jahil.


Lee mengirimkan pesan kepada Mike.


*Mike coba lihatlah dari jendelamu, apa yang dilakukan gadis gila itu diluar*. Lee


"Ahh apa lagi ini" dengus Mike. Mike melihat keluar jendela, dan melihat gadis itu sedang dipegangi kedua pria besar tadi, Lisa mulai berteriak-teriak minta tolong.


"Mike tolonglah aku, Pria ini ingin menculikku, Mike!!" Teriak Lisa.


"Hay kalian berdua, lepaskan dia" bentak Lee.


"Kenapa dia yang kemari" batin Lisa.


"Ahh Kakak Lee bantu aku, selamatkan aku dari penjahat ini" pinta Lisa


"Apa kalian tuli? cepat lepaskan dia dan enyah dari pandanganku!" bentak Lee.


Lee dengan cepat melontarkan dua pukulan ke kedua laki-laki itu, dan mereka langsung jatuh tersungkur. terjadi perkelahian disana. Mike hanya melihat perbuatan kakaknya itu. Ketika Lee berbalik dan menarik tangan Lisa, salah satu dari lelaki itu mengambil kayu dan akan memukul kepala Lee , dengan reflek Lisa mendorong tubuh Lee dan dialah yang terkena pukulan kayu itu. Dua Lelaki itu langsung kabur, sedangkan Lisa jatuh pingsan diperlukan Lee. Tapi ternyata Lisa hanya pura-pura pingsan saja. Lee menggendong Lisa menuju ruangan Mike. Mike membukakan pintu, dan Lisa ditidurkan di sofa.


"ekhemm kenapa ini bisa terjadi" tanya Mike. Seolah-olah tidak mengetahui apapun.


"Entahlah Mike tadi aku hanya mampir untuk menemui mu tapi pemandangan tadi membuat amarahku berkobar".


"Apa perlu kita membawanya ke rumah sakit tuan" tanya asisten Mike.


"Tidak perlu biarkan dia disini, mungkin dengan nafas buatan saja dia akan sadar" tegas Mike.


"Apa Mike akan memberikanku nafas buatan, ahhh ini yang aku tunggu-tunggu" batin Lisa.


"Hazel cepat kemari" memanggil salah satu staff nya.


"iya tuan"


"Tolong beri nona itu nafas buatan, dan setelah sadar nanti antarkan dia ke rumahnya, aku akan menemui klien"


"Hah? apa tuan"


"Apa kau ingin menolak perintah ku?"


"ehmmm tidak tuan"


"Oke aku pergi dulu"


" Ne tuan.."


"Oh tidak kenapa jadi dia,, ahhh tidak mungkin" batin Lisa

__ADS_1


"Ukhuk ukhuk,, ahhh kepalaku sangat pusing, aku ada dimana ini?" Lisa


"Ohh nona kau sudah sadar, kau ada di ruangan Tuan Mike, karena kau sudah sadar mari saya antarkan. untuk pulang"


"ehmm yah.. dimana Mike dan Lee?"


"Tuan Mike sedang ada rapat nona, dan Tuan Lee pergi ke tempat latihannya, mari nona"


"Tidak perlu aku akan menelfon supirku" dengan nada tinggi.


"Baik nona kalau begitu saya permisi" saut staff itu.


"Ya ya terserah kau saja" cetus Lisa.


Lisa dengan kesal berjalan menuju lobby, tak lama supirnya pun datang. Ia bergegas naik mobil, dan pergi meninggalkan kantor Mike.


"Baik saya terima kerja sama ini, selamat" tutur Mike.


"Baik Terima kasih banyak pak, selebihnya akan diurus oleh sekertaris saya" jelas Klien itu.


"Semoga kerjasama ini akan sama-sama menguntungkan" sambung Mike.


"Pasti pak, kalau begitu saya permisi dulu"


"Yah silahkan, sekertaris saya akan mengantarkan bapak ke lobby"


"Iya Pak".


"Hufftt akhirnya selesai juga, hemm Dita , aku rindu" keluh Mike


"Tapi apa dia sudah selesai pemotretan, lebih baik aku kirimkan pesan saja".


*Dita apa pemotretan mu sudah selesai? aku begitu merindukan mu.. telfonlah aku jika kau tidak sibuk*


"Hummm enaknya ngapain ya? apa aku pulang saja, gak terasa hari sudah sore" batin Mike.


Mike kembali ke ruangannya dan mengecek dokumen satu persatu, ia merasa bosan, mengecek handphone nya ternyata tidak ada balasan dari kekasihnya itu. Akhirnya ia putuskan untuk pulang. Diperjalanan pulang tak sengaja dia mendadak meminggirkan mobilnya, dan menuju salah satu stand pedagang kaki lima.


" Permisi Bu tolong bungkusan saya yang ini satu dan itu satu"


"Baik tuan"


"Ini uangnya Bu, ambil saja kembalian nya"


"Terima kasih banyak tuan"


"Ne.."


Mike melanjutkan perjalanan pulang. Sampai dirumah ia langsung masuk ke kamar dan mulai membuka bungkusan makanan yang ia beli, memakannya sambil tersenyum senang.


"Wahhh enak sekali, aku rindu makanan seperti ini, kalau Dita disini dia pasti sangat senang ku belikan jajanan ini"


"Humm kenapa dia belum menelfonku, begitu sibuknya dia"


"hufftt sabar Mike nanti setelah kau menikah, kau setiap hari akan selalu bersamanya, tidak ada yang bisa memisahkan mu, MMM tapi ahh mimpi buruk itu selalu mengusik pikiran ku".


"lebih baik sekarang aku mandi dan istirahat, siapa tau nanti malam dia menelepon ku".


*Di Lokasi Pemotretan


"Hai Dita kau terlihat sangat cantik" puji JK.


"Ahh Oppa bisa saja, aku jadi malu"


"Eh Jimin, kau kenapa baru kemari?" tanya JH.


"Maaf Hyung tadi ada masalah sedikit"


"Emm Yasudah kita mulai saja pemotretan nya" ujar RM.


Staff mulai mengarahkan para member dan aku untuk pemotretan.


"Oke semua member silahkan mengambil pose, 1 2 3, okey good, Skali lagi 1 2 3 yah ganti pose"


Beberapa foto telah diambil.


"Dita silahkan bergabung bersama para member, berposisi lah diantara mereka"


"Ne.."


"oke kita mulai, 1 2 3, lagi, 1 2 3 good job guys"


"Ya sekarang tiap member akan mengambil foto, kita mulai dari RM"


Sesi foto tiap member berakhir, sekarang hanya tinggal foto tiap member bedua bersama ku. yah itu dilakukan secara berutan ,RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin,V dan JK.


Ketika part foto dengan Jimin jatungku berdegup kencang, aku menjadi canggung dan gugup.


"Kau kenapa?" tanya Jimin.


"nothing oppa"


"Rileks aja okey, tatap mataku dan tersenyum lah"


"menganggukkan kepala"


"hemm mereka terlihat begitu serasi" puji JK.


"Tapi sayang Dita sudah memiliki kekasih" tambah V.


"stsss jangan membahas hal itu lagi, situasi ini sedang baik, jangan membuat nya menjadi buruk" tegas Suga.


"Apakah aku bisa mengambil foto romantis bersamanya" pinta Jimin ke fotografer.


"Oppa apa maksudmu? Foto romantis?"


"Hmm satu kali saja?" memohon padamu.


"Tapi Oppa"


"Biarkan aku menyimpan foto kita ini sampai kelak kau dan aku sudah sama-sama menikah, kau tau hari ini adalah hari terakhir ku di Indonesia, ntah kapan kita bisa bertemu lagi, jadi aku mohon sekali ini saja" pinta Jimin.


"Hemm baiklah aku mau melakukan nya"


"Gomawo.."


"Okey Jimin Dita silahkan berpose"


Aku dan Jimin mulai berpose layaknya dua pasang kekasih yang akan melakukan prewedding.


"1 2 3, good.. 1 2 3, satu kali lagi 1 2 3 okehh good job guys.. selanjutnya V"

__ADS_1


"Gomawo.. "


"ne oppa.."


"Dita apa aku juga boleh berfoto romantis denganmu, aku iri pada Jimin" pinta V.


"Tidak enak saja kau" bantah Jimin.


"Ahh ini tak adil bagiku"


"Wkwkwkwk kita berpose imut saja bagaimana?"


"hemm Yasudalah"


"ahhh oppa v jangan cemberut begitu aku gemas padamu" mencubit pipinya.


"Nah begitu pertahankan aku akan mengambil foto, 1 2 3 ganti, 1 2 3 okey JK silahkan"


"Kau terlihat begitu lucu Dita ahh aku akan selalu merindukanmu"


"Aku juga Oppa"


"Ayo Dita jangan lama-lama aku sudah sangat lelah"


"ne oppa"


"eh eh oppa" tiba-tiba menggendong mu.


"1 2 3 , ganti , 1 2 3 good, Skali lagi"


"turunkan aku Oppa"


"Baiklah wkkwwk, kau berat juga"


"Apa!!"


"1 2 3 wahh bagus sekali"


"ehh kenapa kau memotret yang ini ahhh oppa"


"Wkwkwk salah kau sendiri"


"ishhh!!" muka cemberut.


"Sudahlah sesi pemotretan sudah selesai kita kembali ke mobil" Tutur Jimin sambil mengusap kepalamu.


"hemm" dengan wajah memelas.


Dimobil Jimin tak berhenti melihat layar handphone nya, dan tak sengaja handphone nya terjatuh ketika sopir mengerem mobil dengan mendadak.


"Astaga, maafkan saya tuan nona tadi ada kucing menyebrang jadi saya mengerem mendadak" tutur sopir itu.


"Hufftt kau membuat kami takut, untung saja kita semua baik-baik saja, lebih berhati-hati lah untuk menyetir" tegas RM.


"Baik tuan"


"Dita bisakah kau ambilkan Handphone ku dibawah mu itu, tadi terlempar kesana" Pinta Jimin


"Tentu saja, hah oppa ini wallpaper mu?"


"ehmm biarlah memang kenapa?"


"Tapi Oppa?"


"Sudahlah okey"


"hemmm".


Dihotel kami beristirahat sebentar dan mulai membereskan barang-barang kami, karena member BTS dan staff akan terbang ke Korea besok pagi, dan malam ini kami akan kembali ke Jakarta.


Aku sampai lupa mengecek handphone ku benar saja Mike berulang kali menelfonku dan mengirim pesan untukku. Dia sangat merindukanku, aku mempercepat kegiatanku dan langsung menelpon nya. Aku mengatakan padanya kalau malam ini akan kembali ke Jakarta dan paginya langsung terbang ke Sidoarjo. Tak terasa dua jam aku mengobrol dengannya. Aku berpamitan untuk mandi dan siap-siap menuju ke Bandara.


Toktoktok..


"Yah masuklah" teriakku dari dalam kamar.


"Oh Jimin oppa, ada apa?"


"Tidak ada aku hanya ingin kemari saja"


"Apa barang-barang mu sudah siap?"


"Sudah, ehmmm sebenarnya aku berat untuk pergi"


" Why? are you okay?"


Tiba-tiba dia menuju kearah mu dan memelukmu dan menangis. Dengan reflek aku membalas pelukannya dan mengusap kepalanya.


"Kenapa oppa menangis, ada apa?"


"Aku tak ingin jauh darimu" katanya terbata-bata.


"Hemmm Oppa dengarkan aku" melepas pelukannya.


"Jangan seperti ini, jika kau begini aku menjadi sangat merasa bersalah padamu Oppa, tolong mengertilah.."


"Ne aku tau, tapi aku mengatakan sejujurnya kepadamu tentang perasaanku ini, tapi aku sadar aku tidak bisa untuk memiliki mu" kembali memeluk mu. Kau pun ikut menangis.


"Suatu saat nanti kau akan mendapatkan wanita yang mencintaimu dengan tulus dan lebih baik dariku Oppa percayalah.."


Tidak ada jawaban apapun darinya, namun dia mulai tenang dan melepaskan pelukannya. Dia mengusap air mata yang mengalir dipipiku, memegang kedua pipiku dengan tangannya.


"Aku percaya akan takdir Tuhan, Jika Kau dan Aku berjodoh suatu saat nanti kita pasti akan dipersatukan dalam keadaan apapun itu".


"Ne Oppa" tersenyum padanya.


"Oke lebih baik kita segera ke lobby pasti yang lain sudah menunggu"


"hemm"


"Nanti duduklah di sampingku"


"Menganggukkan kepala".


Dibandara kami segera masuk untuk cek in, dan berjalan menuju pesawat. Aku menuruti permintaan Jimin untuk duduk disampingnya. Sepanjang perjalanan dia tidak melepaskan genggaman tangannya, dan bercerita ini itu hingga akhirnya dia tertidur. Tak lama kami sampai di Jakarta, aku membangunkannya, dan kami bersiap untuk turun. Kami Sampai dijakarta tepat pukul 12 malam, dan langsung menuju ke hotel terdekat untuk beristirahat.


Keesokan paginya ??????


bagaimana kelanjutan ceritanya?? penasaran dong pastinya...


jangan khawatir author akan segera up untuk episode selanjutnya.. stay tune terus yah..

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar dan vote.. terima kasih😍❤️😍🙃🙃


__ADS_2