Antara Kau, Dia Dan Aku

Antara Kau, Dia Dan Aku
Ciuman pertama ku..


__ADS_3

"Aishhh pemandangan apa ini!" kesalnya.


"Sungguh membuatku sesak nafas melihatnya, hufftt" tambahnya.


"Kenapa kau mengomel?" tanya V


"Noh liat sendiri, kenapa harus dikamarku juga"


"Wahahahah, tapi bukankah memang Dita tidurnya dikamarku selama disini?"


"Iya juga sih tapi gk tidur berdua begitu juga, Jimin Hyung selalu mencuri start".


"kenapa kau jadi kesal begitu ?"


"hemmm aku juga mau memeluknya" rengek Jungkook.


"Astaga anak ini benar-benar sudah gila, sudah jangan ganggu mereka kita tidur di sofa saja" ajak V.


"Tapi Hyung?"


V menghiraukan jungkook yang masih berdiri didepan pintu kamarnya itu. Lalu perlahan melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.


"Kenapa wajahmu membengkak?" ejek Jin.


"Itu Hyung tadi dia pergi ke kamarnya, terus ada Jimin dan Dita sedang tidur, dia juga ingin seperti itu, katanya Jimin sudah mencuri start wkwkwkwk" jelas V.


"Kau ada-ada saja, eh tapi jangan-jangan selama Dita disini kalian?" curiga J-Hope.


"Aniya, aniya.. tanyakan saja pada dua wanita itu, aku cuman sekali saja tidur disini itupun karena Lee mengikuti ku" tegasnya.


"Syukurlah kalau tidak Jimin bisa-bisa memarahi mu bahkan membunuhmu wkwkwkwk" ejek J-Hope.


"Yasudah Oppa-oppa tampan kami tidur duluan ya, bentar akan aku ambilkan bantal dan selimut untuk kalian" tutur Nissa.


"Apa kau tidak ingin tidur sekamar denganku seperti Jimin dan Dita" goda Suga.


"Ini orang kesambet kali ya, ya nggak lah mana boleh, nikahi aku dulu baru kita tidur sekamar" tegas Nissa.


"Tuh Hyung kode keras" ejek V.


"Iya-iya jika kau sudah siap aku akan datang ke Indonesia, untuk melamar mu" jelas Suga.


"Buktikan saja itu" ucap Nissa dan pergi meninggalkan mereka.


"Astaga kenapa aku dalam suasana perbucinan begini ya, dah nasib suka sama cewek tapi dia bakal nikah" gerutu Jungkook.


"Wahhaahhaha kau sungguh menyukai Dita ?" tanya V


"Menurut mu, bukankah dia memang wanita idaman semua pria?"


"Iyasih tapi aku sarankan jangan terlalu berharap banyak, sainganmu sungguh berat" ejek V.


"sudah-sudah jangan mengejeknya terus nanti dia menangis minta susu pisang, mau cari dimana larut malam begini" tutur RM.


"Nih Oppa bantal dan selimutnya, Selamat Malam" tutur Nissa yang datang membawakan beberapa bantal dan selimut.


"Gomawo Nissa" jawbab Suga.


"Nee.." Nissa kembali ke kamarnya.


" Hyung apa kau benar akan menikahinya?" tanya J-Hope.


"Tentu saja, kenapa tidak. Sebelum ada lelaki lain yang mendekatinya, aku yang akan mencuri start wkwkkw"


"Daebakk...." tutur RM.


"Tidurlah besok hari libur terakhir kita, manfaatkan waktu istirahat kita sebaik-baiknya" tutur Jin.


"Nee Hyung" jawab semua member. dan tak lama mereka tertidur.


*Dirumah Mike.


"Mike kau sudah pulang? bukankah kau dan Lisa?" tanya Lee yang baru datang dan menghampiri Mike di sofa ruang tamu.


"Nee Hyung tadi ada masalah sedikit dengan pekerjaan jadi kami cepat-cepat pulang" jelas Mike.


"Hyung sendiri bagaimana tadi dengan Felly?"


"Ya begitulah Mike, hanya saja aku masih memikirkan gadis itu"


"Apa kau tadi bertemu dengannya?"


"Tidak, tapi aku bertemu dengan sahabat nya, dia sedang berlibur dengan BTS, katanya dia sudah kembali ke Indonesia beberapa hari yang lalu setelah kejadian itu"


"Apa kau percaya Hyung?"


"Mau bagaimana lagi, aku juga tidak tau dia ada dimana, mungkin memang dia sudah kembali ke Indonesia, mungkin perlakuan ku waktu itu berlebihan kepadanya seharusnya aku..."


"Sudahlah Hyung aku yakin suatu saat kau pasti akan bertemu dengannya dan menjelaskan semua ini"


"Aku berharap seperti itu, ehmm gimana kekasih mu itu, apa kau sudah menghubungi nya?"


"Aku masih takut Hyung, Aku sangat mencintainya tapi aku juga tidak bisa membatalkan pernikahan ini" Mike menundukkan kepalanya.


"Lebih baik hubungi dia, jelaskan masalah ini dengan baik-baik, kalau perlu datanglah ke Indonesia untuk menemuinya, jangan sampai kau mmebuatnya terluka seperti aku menyakiti wanita yang kucintai seperti dulu" nasehat Lee.


"Aku mengerti maksud mu Hyung, Tapi aku belum ada keberanian untuk itu" perlahan Mike meneteskan air matanya.


"Dia pasti akan sangat kecewa padaku, apalagi selama ini hubungan kami baik-baik saja, aku yang bodoh kenapa dengan mudahnya menerima pernikahan ini" air mata Mike mengalir semakin deras.


"Jangan menyalakan dirimu sendiri, tidak semua salahmu, mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk kalian, jujurlah padanya agar tidak ada kesalahpahaman diantara kalian, dan tidak ada orang lain yang akan tersakiti lagi" memeluk adiknya itu.


"Nee Hyung" mengusap air matanya.


"Istirahatlah, tenangkan pikiranmu, Hyung juga sangat lelah hari ini"


"He'em"


Mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Mereka belum menyadari kalau wanita yang selama ini mereka cintai adalah wanita yang sama. Bagaimana reaksi Lee ketika nanti tahu kalau wanita yang ia cintai dulu adalah wanita yang sama dengan wanita yang dicintai adiknya, kemudian keputusan adiknya pula yang nanti akan membuat wanita itu sakit hati untuk kedua kalinya. Sungguh sulit untuk membayangkan bagaimana perasaan Dita nantinya.


Keesokan harinya...


"huaaammmm ahh sudah pagi ternyata" tutur Jimin.


"hihihi kau mengemaskan sekali" sedikit mencubit pipimu.


Kau menggeliat, dan mulai membuka matamu perlahan.


"Ahh Oppa biarkan aku tidur, kenapa kau menggangguku" keluhmu.


"Ini sudah pagi, apa kau tak ingin jalan-jalan?"


"ehmmm"


"Aigo ini anak ngebo amat sih".

__ADS_1


Tidak merespon Jimin.


"Baiklah aku akan menciummu kalau kau tidak bangun"


Masih tidak merespon.


"Baiklah jika itu yang kau mau, aku akan menciummu".


Jimin membalikkan badanmu dan mulai mendekatkan wajahnya. Matamu tiba-tiba terbuka dan melihat wajah Jimin sudah begitu dekat dengan wajahmu. kemudian...


"Dita!!! ayo kita ma..." tutur Jungkook yang tiba-tiba terdiam karena kejadian di depannya.


"cupp.."


Karena Jimin kaget dengan teriakan Jungkook, tanpa sadar kau dan Jimin berciuman.


"Astaga apa yang kalian lakukan dikamarku , ini masih pagi!!!"


Jungkook masuk ke kamar dan meraih baju Jimin dari belakang. Jimin tersentak karena itu. pipiku memerah dan aku langsung menuju kamar mandi.


"Jungkook apa tadi aku bermimpi?"


"Menurut mu?"


"Aigoo rasanya seperti nyata?" tutur Jimin tidak yakin.


"Astaga Hyung kau tadi benar-benar melakukannya, kau tidak tau malu sekali melakukannya didepan ku"


"ini semua karena mu, teriakanmu menganggetkanku" menonyor Jungkook.


"Tapi enak kan?"


"Ishhh apaan, dimana yang lain kenapa belum bergabung" tanya Jimin mengalihkan pembicaraan.


"Tadi Rm Hyung dan J-Hope Hyung pergi ke supermarket, mau beli minuman, ciwi-ciwi menyiapkan makanannya".


"Dita kau mau kemana?" tanya Jimin yang melihat mu keluar dari kamar.


"ehmm anu ehmm kedapur" tuturmu


"bisakah setelah makan kita bicara berdua?"


"ehmm Nee Oppa". kau pun berlalu pergi meninggalkan mereka.


"Apa yang tadi masih kurang Hyung?"


"apa yang kau pikirkan " menjitak jidat jungkook.


"ishhh sakit"


"Sudah diamlah, mereka sedang menuju kemari".


Semua member mulai berkumpul di meja makan. Tim ciwi-ciwi pun mulai menyiapkan makanan di meja.


"Selamat pagi OT7 ku" tuturku


"Pagi".


"Selamat makan"


Ketika makan kau dan Jimin tak sengaja saling bertemu tatap. kau mengingat kejadian dikamar tadi, lalu kau tersedak.


"Ukhuk ukhuk"


"Hei ini minumlah" Jimin memberikan minumanya.


"Dita makan pelan-pelan aku tidak akan mengambil ikanmu" goda Jungkook.


"heleh itu selalu kau lakukan"


"apa kau tersedak karena mengingat kejadian di kamar tadi?".


Semua mata tertuju pada Jungkook.


"Memang apa yang terjadi?" Tanya Suga.


"Tadi Jimin Hyung dan Dita ber....."


Jimin dengan sigap menutu mulut maknaenya itu.


"Tidak terjadi apa-apa Hyung, ini sibontot memang sok tau".


"Benarkah itu dit?" tanya Jin


"Nee Oppa, memang Oppa jungkook terkadang suka mengada-ada".


Sarapan selesai, semua orang memilih melakukan kegiatannya masing-masing.


"Dita ayo ikut aku!" ajak Jimin menggandeng tanganmu.


"Kita mau kemana?"


"Sudah ikut saja nanti kau pasti senang".


Kamu hanya pasrah dan menganggukkan kepala.


Beberapa menit kemudian kalian sampai di tempat yang dituju oleh Jimin. Kalian pergi ditaman yang dimana kamu dulu pernah bertemu dengan Lee. Kamu sempat menolak untuk turun, namun karena kau tak enak dengan Jimin kau pun turun.


" Apa yang ingin Oppa bicarakan?"


"Pertama maafkan aku karena kejadian tadi pagi, aku tidak bermaksud untuk melakukannya tapi Jungkook"


"ashhh sudah Oppa jangan membahas tentang itu lagi, aku sangat malu dan juga marah kepadamu, kau sudah mencuri ciuman pertama ku"


"haaa benarkah, aduh bagaimana ini?"


"sudah jangan dipikirkan, Oh ya bagaimana pekerjaan mu?"


"ehmmm mungkin aku akan sibuk beberapa Minggu kedepan, karena itu aku mengajak mu kemari, dan aku juga ingin mempertemukan kalian. Tapi berjanjilah padaku selesaikan masalahmu denganya baik-baik okay, aku akan mengawasi mu dari sana"


"Maksut Oppa?"


"Hay Jimin"


Kau menoleh ke sumber suara itu.


"Lee Oppa?" batinmu.


"Hay Lee, aku sudah menepati janjiku, dan kau juga harus menepati janjimu jangan membuat nya tidak nyaman karena mu, selesaikan masalah kalian baik-baik, aku pergi dulu"


"Nee gomawo Jim"


Jimin tersenyum padamu, yang memberi isyarat tenanglah semua akan baik-baik saja. Jimin pergi dari sana namun tetap memantau kalian dari jarak yang tidak jauh.


"Dita"

__ADS_1


"ehmm"


"Maafkan aku sudah membuat mu tak nyaman karena ulahku waktu itu"


"It's okay Oppa, ehmm apa yang ingin kau bicarakan?"


" ehmm itu, sebenarnya aku hanya ingin menjelaskan semua tentang kejadian itu. aku memang sangat mencintaimu tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Felly adalah pacarku. Aku mengaku aku memang salah dengan penuturan ku di acara itu, hatiku juga ikut sakit ketika mengatakannya, karena pada dasarnya aku memang mencintaimu" perlahan air mata Lee menggalir.


"Aku mencarimu selama ini hanya ingin meminta maaf kepada mu, dan menyelesaikan masalah ini, ini sangat menjadi beban untukku dan Felly, aku tidak bisa menghilangkan perasaan cintaku padamu. Aku sangat mencintaimu"


Tanpa sadar air matamu pun juga ikut mengalir.


"Oppa aku sudah memaafkan mu, mungkin memang dulu aku sangat tersakiti dengan hal itu, tapi ada seseorang yang bisa menyembuhkan luka itu dan dia adalah orang yang menyelamatkan hidup ku"


"Siapa dia?"


"Dia Jimin"


"Apa kau dan Jimin??"


"Aniya, aku denganya hanya berteman saja, dan tujuan ku kemari ingin menemui calon suamiku dan calon mertuaku. Tapi karena suatu hal, jadi aku harus tinggal bersama Jimin dan Jungkook sementara waktu"


"Siapa calon suamimu itu?"


"Hahahha kenapa kau jadi kepo begini? nanti aku akan mengundangmu keacara pernikahan ku, ehmm ya bagaimana hubunganmu dengan Felly?"


"Kami sebenarnya akan melangsungkan pernikahan Minggu depan, bersamaan dengan pernikahan adik lelakiku itu"


"Wahhh selamat aku turut bahagia untuk kalian".


"Ini undangan untukmu, ehmmm Dita?"


"Nee Oppa?"


"Bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya?" pinta Lee ragu-ragu.


"Hemm kemarilah" membuka kedua tanganmu.


Lee mendekat dan memelukmu, air mata yang tadinya mengering sekarang mengalir kembali.


"Terimakasih karena sudah ada dalam kehidupan ku, terima kasih untuk kenangan indah yang pernah kita ukir waktu itu"


"Nee Oppa, jangan menangis lagi nanti aku jadi ikut menangis"


"Bagaimana apa sudah selesai?" tanya Jimin yang tiba-tiba datang.


"Ohh ya sudah" Lee melepaskan pelukannya.


"Jim Terima kasih banyak untuk semua ini, ehmm jangan lupa untuk datang ke pernikahan ku"


"Tenang saja, aku pasti datang"


"Kalau begitu aku kembali ke hybe dulu, karena aku masih ada off air"


"Nee Oppa berhati-hatilah"


Setelah Lee meninggalkan tempat itu, tiba-tiba Jimin memelukmu.


"Aiss Oppa kau ini kenapa?"


"Biarlah tadi Lee juga memelukmu seperti ini, apa aku tidak boleh, aku cemburu tauk melihat mu dengannya berpelukan" keluh nya.


"Aigo kenapa Oppaku jadi manja begini"


" Apa aku boleh melakukannya sekali lagi?"


"Maksut Oppa?"


"Itu yang tadi pagi?"


"Makan?"


"itu dikamar Jungkook?"


"Astaga aku lupa, Oppa ayo kita pulang sekarang, cepat-cepat" menarik tangan Jimin.


"Ahhh kan aku belum.."


"Ayo Oppa cepat!!"


"ehh iya-iya " gerutu Jimin.


Kamu hanya tersenyum melihat Jimin yang memanyunkan bibirnya. Entah kenapa hari ini kamu merasa sedikit lega. Kamu sudah berdamai dengan masalalu mu. Dan sekarang kamu hanya perlu fokus pada masa depanmu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


akhirnya author bisa update lagi.. terus dukung author yah, biar makin semangat untuk menulis novelnya.. love you guys ❤️❤️💜


__ADS_2