
Jam menunjukkan pukul 6 pagi, yah seperti biasa aku sudah bangun dan bersiap untuk aktifitas hari ini. Tapi ketika aku keluar kamar suasana hotel sangat sepi. Para member BTS dan teamnya juga tidak kelihatan. Aku mencoba untuk pergi jalan-jalan di balkon hotel tepat nya di belakang kamar para member. Disana ada beberapa alat fitness dan juga kolam renang.
"Sejuknya udara pagi, hmm tapi sepi begini, apa aku coba latian aja ya lumayan untuk pemanasan, mumpung sepi juga".
Aku mulai melakukan pemanasan sedikit dan mulai gerakan dancenya, tanpa ku sadari ternyata dari dalam kamar ada JK yang terbangun dan melihat ku. Setelah selesai aku mengambil gitar yang digantungkan disalah satu dinding dan mulai memainkan satu buah lagu.
I heard that you're settled down
That you found a girl and you're married now
I heard that your dreams came true
Guess she gave you things, I didn't give to you
Old friend, why are you so shy?
Ain't like you to hold back or hide from the light
I hate to turn up out of the blue, uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it
I had hoped you'd see my face
And that you'd be reminded that for me, it isn't over
Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you, too
"Don't forget me, " I beg
I remember you said
"Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead"
"Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead"
tanpa kusadari air mataku mengalir, ntah kenapa aku mengingat nya kembali. Ku coba untuk menenangkan diriku, dan mengingat apa yang suda aku miliki sekarang, dia hanyalah masa lalu bagiku.
"Hyung bangunlah lihat siapa itu" JK membangun kan Jimin.
"Ada apa?" mendekat ke jendela tempat JK berada.
"Andita kenapa dia disitu, bentar aku samperin dia" tutur Jimin
"Cepatlah, nanti biar aku yang membangunkan mreka semua"
Jimin langsung menghampiri ku disana, dia melihat mataku yang sembab.
"Kau habis menangis?"
"Tidak Oppa, aku hanya terkena debu"
" Jika kau ada masalah bercerita lah padaku, aku tak tega jika melihat mu seperti ini lagi, apalagi sampai kau ingin mengakhiri hidupmu seperti dulu, aku gak bisa membayangkan nya" jelas Jimin
" Bagaimana kau tau ,kalau aku pernah mencoba untuk bunuh diri?"
"ehmm itu ehmmm , oh ya aku lupa aku akan membangunkan member yang lain, kau bersiaplah kita akan pergi untuk latihan" pinta Jimin.
"Eh tunggu kau belum menjawab pertanyaan ku"
Jimin pergi meninggalkan ku di sana, aku masih bertanya-tanya tentang perkataannya tadi, bagaimana dia tau kalau aku pernah mencoba untuk bunuh diri. Apa dia asal bicara saja? ahhh mungkin saja." pergi mengekori Jimin
"cepat Skali dia, udah ditutup aja ni pintu"
"halo para oppa-oppa tampan keluar lah, aku lelah menunggu mu didepan pintu" teriakku
" hufftt tunggulah sebentar kami akan keluar" V membuka pintu.
"Annyeong V oppa"
"hemm,lain kali jangan kau berteriak seperti itu untuk membangunkan kami, apalagi aku"
"Terus?"
"Masuklah, peluk aku dan bisikan kata-kata yang indah agar aku bisa terbangun dengan bahagia" jelas V
"Mimpi lo ketigian keles" jawab Jin.
"Ahhh Hyung jin"
"wahahahah mungkin lain kali bisa ku coba" godaku.
"Tuh kan dia aja mau mencoba nya" ucap V dengan percaya diri nya.
"Iya Kucoba mengguyur mu dengan air es wahahahah"
" ahhh kau sama saja!!" kesal V
"Ada apa ini?" tanya Jimin.
"Tidak ada, hanya V tadi masih belum tersadar dari mimpinya wahahah" ucap Jin.
"nah betul" tambah ku.
"Kalian berdua awas saja!!" V.
"Sudah-sudah ayo kita ke tempat latian, tadi staff sudah menelpon ku, mobilnya sudah siap, kita turun sekarang" perintah RM.
"let's go boy" aku berjalan didepan
"Ni cewek tingkahnya" tutur JH
" Biarkan lah dia lucu seperti itu" timpal Suga.
" Jarang-jarang juga kita mengawal wanita wkwkkwwk" tambah Jimin.
"Dah lah ayok" tegas RM.
Setelah sampai di lobby kami langsung menuju mobil, dan berangkat ke tempat latian. Di mobil para member asik bercanda, V dan JK selalu saja menggoda ku, tapi ada Jimin yang membelaku, Suga,RM, dan J-Hope hanya tertawa melihat tingkah kami, sedangkan Jin Fokus menyetir.
Sesampainya di Studio itu kami breafing sebentar, dan para member mulai berlatih, yah disini aku masih melihat saja karena aku tidak iku menari bersama mereka. Aku hanya bernyanyi saja, tapi sebenarnya aku juga ingin ikut menari. Di sela-sela latihan Jimin dan JK selalu mencuri pandang ke arahku, dan menyeritkan senyuman di bibirnya. Meskipun aku sadar akan hal itu ,aku bersikap biasa saja.
" Dit kemarilah menarilah bersama kami" ajak JK.
"Ehmm tidak, aku bukan penari yang baik, aku disini saja, kalian lanjutkan latihannya"
"Kami dulu juga bukan penari yang baik, jadi tak masalah, aku akan mnegajari mu" jawab JK.
"Tidak Jimin yang akan mengajari mu" potong Suga, seakan memberi pada JK untuk membiarkan Jimin yang mengajari ku menari.
"Kau mau? come on?" ajak Jimin.
"hemm baiklah" sebenarnya aku enggan untuk itu, tapi aku tak enak hati jika menolaknya.
"Ok semua kita mulai lagi, 5,6,7,8". pandu JK.
Lagu Fake a love dimainkan. Semua member sudah berada di posisi masing-masing, aku berada di paling belakang, sebenarnya aku bisa tarian lagu itu, tapi aku tak ingin menunjukkan nya, namun aku tak kuasa untuk menahan nya aku terbawa oleh alunan lagu itu, dan akhirnya aku menari seperti yang aku bisa. Mereka semua tersenyum kagum melihat ku menari, dan makin bersemangat.
"Wkwkwkw ternyata ada yang malu untuk menunjukkan bakatnya nih" ejek JH
"hemm katanya gk bisa tapi nyatanya hahaha?" sambung V
" orang yang bisa menari itu gak akan tahan mendengar alunan musik wkwkwk" tambah Jimin.
"hemm iya aku minta maaf karena sudah berbohong" tuturku sambil menundukkan kepala.
"Sebenarnya tadi pagi aku melihatmu menari di balkon, tarian mu sangat bagus, mangkanya aku memancingku disini" ujar JK.
"Jadi kau memata-matai ku?"
"enak saja, aku tadi terbangun dan aku tak sengaja melihat mu dari jendela" bantah nya.
__ADS_1
"Mangkanya kau tadi membangunkan ku?" tanya Jimin
"Nah itu tapi kau telat melihat nya menari" jelas JK.
"Sudahlah itu tak penting , sekarang kita jadi tau bahwa satu-satunya wanita diantara kita ini bisa menari dengan baik" tutur Suga.
"That's Right, kami bangga padamu" puji RM.
"Sini Dita ku peyukk" pinta JK.
Ketika aku hendak menghampiri JK, Jimin mendahului ku, dan yang terjadi JK memeluk Jimin. Semua member dan aku pun tertawa melihat kejadian itu.
"Ahhh Dita kau menyebalkan" kesal JK
"Bukan dia tapi aku yang gk rela jika dia memeluk mu" tegas Jimin
"Cie ada yang cemburu cie" ucap V, semakin membuat suasana panas.
"Sudah-sudah begini saja berantem, dah lah Suga oppa ayo kita pergi" ajakku.
"Kemana?" tanya nya
"Entahlah jalan-jalan bagaimana, aku bosan melihat mereka berdua berantem, mending kita pergi"
" wahahaha, kasian lu Jim, dia malah ngajak Suga, Luh sih" ejek Jin
" Dita aku gk berantem kok, kami hanya becanda ya kan golden maknae" rayu Jimin.
"Iya Dita kita jalan-jalan bersama saja yah, jangan berduaan gk baik" tambah JK.
"Terserah kalian saja, ayok oppa kita pergi" ajakku menggandeng Suga.
"Hufftt harusnya aku yang digandeng Dita bukan Hyung Suga" rengek Jimin.
"Wkwkwk yang sabar ya ini ujian cintamu hahahaha" ejek JH
"Kau sih"
"Aku lagi yang salah" kesal JK
"Ya lah kau"
"hmm terserah lah Hyung, mending kita cepat ke mobil nanti malah ditinggal beneran sama Dita dan Hyung Suga" jelas JK.
"Benar kata JK , lebih baik kita ke mobil dan kau coba ambil hatinya nanti" tambah RM.
Setelah semua member masuk ke mobil, kami menuju Mall terdekat, yah sebelumnya kami memberitahu staff kalau kami akan pergi ke Mall *** dan pihak staff menghubungi Manager Mall tersebut untuk segera mengosongkan pengunjung Mall. Serasa seperti sultan, kalau seperti ini.
"Akhirnya sampai juga, tapi kenapa sepi" tanyaku.
"Yayalah kita kan Sultan wkwkwk" gurau V.
"Maksutnya?"
"sudahlah katanya kau mau jalan-jalan kita langsung masuk saja" ajak Suga.
"heemm okey" aku menuruti nya.
Kami masuk Mall dan disambut hangat oleh para pegawai Mall. Ternyata disana benar-benar sepi dan hanya ada kami ber 8 dan beberapa staff Bighit. Baru kali ini aku merasa seperti sultan.
"Hyung kita kesana yuk" menunjuk Time zone.
"He'em ayo" dia menurut saja.
" Eh Dita kemarilah" panggil Jimin.
"Yah ada apa?"
"Aku akan mengambil kan boneka ini untukmu" ujarnya.
"Memang kau bisa?"
"Kau meragukan ku?"
"Sedikit"
Jimin memulai permainan capit boneka itu, dan benar saja dia dengan begitu mudahnya mengambil boneka disana, tanganku sudah tak muat membawa boneka karna terlalu banyak.
"Sudah oppa ini terlalu banyak, aku gak bisa membawanya"
"Baiklah, sini biar aku mintakan kantung plastik" ia mengambil alih bawaan ku.
"Nih sudah kan, biar aku yang bawa, kau mau apa lagi?" tanyanya.
"Hyung Suga mana?"
"Entahlah dia mungkin juga sedang bermain"
"Aku akan mencarinya"
"Tunggulah disini saja, eh apa kau mau bermain itu?" menunjuk ke permainan dance.
" Hemm baiklah ayok" aku menuruti nya.
Kami bermain cukup lama dengan game itu, dia unggul dariku, dan kami sebelum bermain telah membuat kesepakatan siapa yang kalah akan menuruti semua permintaan yang menang. Dan yah aku kalah, aku harus menuruti semua permintaan Jimin selama satu Minggu.
"Yesss aku menang". sorak Jimin
"Ahh oppa curang".
"Ohh tidak, itu lihat point' di layar, kau kalah jadi kau harus menerima hukumannya".
"hemm iya-iya bawel".
"Jimin, Dita ayo kita makan, aku sudah memesan makanan untuk kita semua cepatlah" teriak Suga.
"ya kita segera kesana" jawab Jimin.
"Ayo" mengulurkan tangannya padaku.
"he'em" ku balas uluran tangannya, dan kami berjalan menuju salah satu restoran dimana para member sudah ada didalamnya.
"Kau memborong Boneka sebanyak itu?" tanya JH
"ehmm tadi Jimin yang memberikan nya padaku, dari hasil permainan capit boneka" jelasku.
"Memang Hyung ku yang satu ini jago untuk memainkan permainan itu" tutur JK.
drtdrtdrtdrt..
"Mike" ucapku lirih.
"Aku ke toilet sebentar" pamit ku
"Jangan lama-lama, aku tidak akan makan sebelum kau datang" ucap Jimin.
"Iya oppa hanya sebentar"
Di Toilet.
"Iya sayang ada apa?" tanyaku
" hemm lama sekali kau mengangkat nya".
"Maaf kan aku, aku sedang di luar, aku sedang makan di restoran bersama teman-temanku"
"ehmm jadi aku mengganggu mu?"
"sejak kapan kau mengganggu ku, tidaklah aku malah senang sekali kau telfon, aku merindukan mu"
"Pak Mike, maaf Klien sudah menunggu anda di ruang rapat" suara seorang wanita.
"Oh ya aku segera ke sana, kau siapkan saja berkas-berkas yang diperlukan"
__ADS_1
"Baik pak"
" Itu siapa?"
"Dia sekertaris ku sayang"
"Wanita?"
"iya wanita, tenang saja aku tidak akan bermacam-macam, dia hanyalah sekertaris ku saja, kau adalah calon istriku, aku takkan menghianati mu"
"hemmm iya sayang aku percaya padamu, yasudah pergilah jangan membuat klienmu menunggu"
"Iyah sayang, nanti aku vcall kamu, dahh love you calon istri ku"
"dahh love you too"..
Aku pun kembali diantara mereka, Nah disini Jimin sangat memanfaatkan kemenangan nya.
"aku mau kau suapi" pintanya.
"yang mana?"
"itu di piringmu, kita makan sepiring berdua saja"
" hufftt terserah kau saja, buka mulutmu"
" hemm rasanya lebih nikmat jika kau yang menyuapiku"
" Tu Anak dua kenapa ya ,kesambet apa bisa kek gitu" bisik JK.
"Mungkin Jimin sudah mengungkapkan perasaannya" duga Suga.
"Entahlah, suka-suka mereka saja" tambah Jin.
Setelah puas menikmati hidangan, kami pergi menuju toko pakaian, Jimin selalu menggandengku kemana pun ia pergi, para member hanya terheran melihat tingkah kami berdua. Kami terpisah di beberapa toko.
"Kau suka yang mana, pilihlah, aku akan membelikannya untukmu" tanya Jimin.
"Tidak ada yang aku suka"
"hufftt payah, yasudah biar aku saja yang memilihkannya untukmu"
"Nah cobalah ini" memberikan kaos untukku.
"hah couple?"
"yah memang kenapa kau tak suka?"
"ehmm tidak, aku akan mencobanya".
"baguslah"
Setelah ku coba dan kluar untuk menunjukkan nya pada Jimin, ternyata dia sudah memakai kaos itu juga, ohh aku sungguh malu.
"Kalian berdua terlihat cocok" puji salah satu pegawai toko.
"Memang kami sangat cocok, bungkuslah kaos ini, dan gaun yang tadi aku pilih,"
"Baik tuan"
"Oppa kenapa kau bicara seperti itu, aku malu"
"Sudahlah kalau tidak begitu dia akan banyak bicara" tegasnya
"Baik tuan totalnya ****"
" Oke sudah, Terima kasih"
"Ayo kita pergi, pasti yang lain sudah menunggu kita"
"He'em"
Dan benar semua sudah menunggu kita di mobil, mereka masih saja terlihat keheranan. Jin melajukan mobilnya untuk kembali ke hotel.
Setelah sampai kami langsung menuju ke kamar masing-masing untuk membersihkan badan dan beristirahat. Dan ketika ku ingin memejamkan mata ,ketukan pintu membuat ku terbangun lagi.Ketika ku mengintip dari lubang pintu, ternyata ada Jimin disana.
"Ya oppa ada apa?"
"Tidak ada, aku hanya memintamu untuk memakai kaos tadi nanti malam, karna kita ada latihan vokal"
"hah haruskah?"
"Yah turuti saja perkataan ku, dah selamat beristirahat, awas jika kau tak memakai nya"
"hemm iya iya" jawabku lemas.
Aku pun kembali merebahkan tubuh ku, dan tidur. Ketika tidur aku bermimpi kejadian dimana aku mencoba bunuh diri, dan disana pria itu muncul, ya pria yang menyelamatkan ku dulu, tapi lain didalam mimpi aku dapat melihat jelas mata dan ciri fisik tubuhnya, aroma parfum nya. dan aku tak asing dengan itu semua, aku merasa dia berada di dekatku saat ini. Mimpi itu berakhir ketika dering telfon dari Handphone ku berbunyi. Aku terbangun dan mengangkat Vcall dari Mike.
"Kau baru bangun sayang".
"Yah aku sangat lelah hari ini, apa kau sudah pulang".
"Yah sudah ini sudah jam 9, aku pulang satu jam yang lalu"
"Apa brarti disini skrg jam 6 sore, humm untung saja kau menelepon ku, kalau tidak aku bisa tertidur hingga larut malma".
"Memang kau mau kemana?"
"Aku ada meeting dengan Klien sayang, bagaimana perkerjaanmu hari ini?"
"Ya begitulah seperti biasanya, segeralah mandi, jangan biarkan klienmu menunggu lama"
"duh mulai deh bawelnya, iya-iya aku mandi sekarang dah sayang"
"hemm dah, kalau aku belum tertidur nanti aku akan menelepon mu lagi".
"he'em baiklah"
Aku pergi membersihkan diri dan memakai kaos yang dibelikan oleh Jimin tadi, sebenarnya aku enggan untuk memakainya tapi aku harus menerima hukuman itu.
toktoktok
" Dita keluarlah kita harus pergi latian vokal" teriak V dari luar kamar.
"iya tunggulah sebentar aku segera keluar"
Disaat aku keluar kamar, bertepatan dengan Jimin yang keluar kamar. Dan V terheran melihat kaos yang kami kenakan. Lalu ia tertawa terbahak-bahak.
"hahahaha kalian yakin memakainya?" tanya V
"memang apa masalah nya?" bantah Jimin.
"Sudahlah V tidak ada masalah kalau mereka memakai kaos Couple, kecuali ada paparazi yang memotretnya wkwkwkwk" ejek Jin.
"Kau pakailah jaket ini, hindari paparazi" JK melepaskan jaketnya dan memakaikannya padaku.
"he'em aku mengerti".
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hay Hay Hay, sudah sampai di episode 19 nih, jangan lupa untuk selalu dukung author dengna cara Like, komentar dan vote, author ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda di novel ini.. so see you next episode 😘😘📝❤️❤️