Antara Kau, Dia Dan Aku

Antara Kau, Dia Dan Aku
Villa Terpencil


__ADS_3

"Dita apa kau sudah tidur?" Jimin diam-diam mendatangi kamar ku ketika semua orang tertidur.


"Hemm belum, masuklah"


"Kenapa kau belum tidur ini udah larut?"


"Entahlah sejak Sampai di Korea aku jadi sudah tidur"


" Apa mau aku nyanyikan lagu supaya kau tertidur?"


"Ehmm boleh-boleh, sini naiklah ke tempat tidur"


Jimin berjalan ke arahku dan duduk diranjangku, kemudian menyederkan punggung nya ke dinding.


"Kau ingin ku nyanyikan lagu apa?"


"Terserah Oppa saja"


"ishhh baiklah, aku akan memulainya"


*nappayo cham geudaeraneun saram


heorakdo eopshi wae naemam gajyeoyo


geudae ttaemune nan himgyeobge salgoman


itneunde


geudaen moreujanhayo


arayo naneun aniran geol


nungiljulmankeum bojalgeot eoptdangeol


daman gakkeusshik geujeo geumiso


yeogi naegedo nanwojul sun eoptnayo


birok sarangeun anirado


eonjenga hanbeonjjeumeum dolabwajugetjyo


haneobshi dwieseo gidarimyeon


oneuldo chama mothan gaseumsok hanmadi


geudae saranghamnida


eojedo chaeksange eopdeuryeo


geudael geurida jamdeuleotnabwayo


nuneul tteoboni nunmule noga heuteojyeoitdeon


shirin geudaeireumgwa heotdwen baraemppunin nakseoman


eonjenga hanbeonjjeumeun dorabwajugetjyo


haneobshi dwieseo gidarimyeon


oneuldo chama mothan gaseumsok hanmadi


geudae saranghamnida


ijen neomunado naege iksukhan


geudae dwitmoseubeul barabomyeo


heureuneun nunmulcheoreom sorieobtneun geumal


geudae saranghamnida*


"hemm cepat sekali dia tertidur, hihi aku sangat senang bisa bersamamu lagi, dan melihat mu tertidur didekatku seperti ini, tapi sayang kedatangan utamamu mu kesini untuk kekasihmu, bukan untukku, sungguh beruntung pria itu karena memiliki wanita seperti mu"


"Selamat tidur wanita yang aku cintai, semoga kau bermimpi indah, aku berjanji padamu untuk selalu membuat mu tersenyum, I Love You" tutur nya pelan, sebelum dia pergi dia menyelimuti ku dan juga mencium keningku sebagai tanda kasih sayangnya yang begitu tulus padaku.


Dibalik pintu Grace memperhatikan itu semua. Dia merasa terharu melihat perlakuan Jimin kepadaku, karena selain Mike ada seseorang yang begitu menyayangi sahabatnya itu. Dia tersadar jika Jimin akan keluar kamar, dengan cepat ia pergi dari depan pintu.


"Hufftt aman" tuturnya.


"Kau sedang apa disini?"


"ahh Oppa kau mengagetkanku"


"Kau seperti maling saja bersembunyi seperti itu" tutur V.


"Ehmm hehehehe tadi aku mau ke kamar Dita, tapi gajadi karna ada Oppa Jimin"


" Oh itu, jangan kaget dengan itu Jimin memang sangat menyayangi nya, dulu waktu di Jakarta mereka juga sedekat itu"


"Benarkah Oppa?"


"Ne.. tenang saja mereka bisa mengontrol diri masing-masing menurut ku, tapi selebihnya hanya mereka yang tau wkwkwk".


"Kenapa Oppa belum tidur?"


"Entahlah aku ingin jalan-jalan saja,, ehmm apa kau mau menemaniku sebentar?"


" Ne .. Tentu saja".


"Mereka berdua sedang apa" Jimin yang tadinya ingin kembali ke kamar dari dapur terhenti dengan keberadaan Grace dan V.


"Ahh biarkan saja mungkin mereka sedang hahahaha" Dan Jimin kembali ke kamarnya untuk tidur.

__ADS_1


Dihalaman belakang V dan Grace duduk berhadapan di ayunan yang ada disana. Mereka berdua sedang membicarakan tentang diri mereka masing-masing.


"Apa kau berteman dengan nya sudah lama?"


"he'em sejak SMA, sama seperti kau dan Jimin bukan?"


"Hahaha kau tau tentang kami?"


"Ne.. because I'm army wkwkkwwk"


"Benarkah?"


"Apa aku terlihat seperti berbohong?"


"Kalau begitu siapa biasmu?"


"Tidak aku tidak akan mengatakannya"


"Kenapa?? katakanlah apa itu aku?" ucap V dengan PD nya.


"Hemmm bukan,tapi..."


"Tapi siapa?"


"Oh ya aku lupa Nissa memintaku mengambilkan minum, aku pergi dulu Oppa"


"Ashhh kau!!!"


V terlihat kesal karena ditinggal begitu saja oleh Grace. Grace menuju ke kamar nya dan dia terlihat begitu salah tingkah.


"Ahhhh apa aku sedang bermimpi??,, aku berbicara dengannya, biasku aaaaa!!??"


"ada apa, ada apa?"


"apanya yang ada apa?"


"Lalu kenapa kau berteriak ha!!?"


"hehehe maaf, tadi aku habis ehmm ngobrol dengan my bias hummm"


"Lalu?"


"Ya aku senang lah"


"Begitu saja?Dasar menganggu tidurku saja!"


"isshh ini anak jutek banget, kesambet apa lu neng?"


"Noh setan dipojokan kamar"


"aaaaaa mana mana".


"Cari aja ndiri, dah ah capek gue"


"Ahhh lu mah resek"


Sebenarnya Nissa sulit untuk tidur, dia masih terbayang akan tatapan Suga kepadanya, namun dia memaksakan matanya untuk tidur.


Pagi pun tiba terlihat mereka berdua sudah terbangun begitupun juga para member BTS, hanya Dita saja yang belum terlihat. Nissa yang hendak melangkah ke kamar Dita dihentikan oleh Jungkook.


"Biarkan dia tidur, apa kau lupa sahabat mu itu telah mengalami kejadian yang membuatnya sedih kemarin?"


"Tapi jeykey oppa?"


"Sudah kita saja yang pergi, biar Jimin yang menemaninya disini" tegas JK.


"hemmm *n*e..."


"Ikutlah dengan ku" ajak JK.


"Kemana?"


"Diamlah, dan ikuti aku saja"


"ohh"


Suga memperhatikan mereka berdua, ia merasa sedikit kecewa dengan kedekatan JK dan Nissa. Tapi Suga masih penasaran dengan Nissa, dan itu yang membuatnya terpacu untuk mengenal Nissa lebih dekat. Para member yang lain dan Grace ikut pergi, kecuali V, Dita dan Jimin. Jimin tidak pergi karena menjaga Dita sedangkan V ia hanya ingin berada di villa saja.


"Tidak pergilah dari hadapan ku, aku sudah bahagia dengan kehidupan ku yang sekarang, aku tidak ingin melihat mu lagi, pergi!!!" suaraku terdengar sangat keras sampai luar kamar hingga Jimin lari masuk ke kamarku.


"Hei Dita bangunlah, Dita kau kenapa?"


"Lee Oppa pergilah dari kehidupan ku, bukankah kau sendiri yang suda h memutuskan ini semua, lalu kenapa sekarang kau hadir kembali, aku sangat membencimu oppa!!" air mata mengalir dipipiku.


"Dita bangunlah, ini aku Jimin, tidak ada Lee disini, kau tenanglah aku akan menjagamu, dan Lee tidak akan pernah mendekatimu lagi" Jimin memelukku dengan erat..


Perlahan mataku terbuka, dan sadar bahwa aku ada diperlukannya aku pun menangis teringat akan hal itu.


"Tenanglah tidak ada yang berani untuk menyakiti mu selama ada aku disisimu, kau tidak usah takut"


Tiba-tiba V muncul di depan pintu


"Dita kenapa Jim? Apa dia?"


"Sepertinya dia masih syok karena kejadian waktu itu".


V mulai mendekati kami.


"Dita tenanglah ada kami disini, baik Lee ataupun siapapun itu tidak akan pernah yang bisa untuk menyakiti mu lagi, aku berjanji padamu aku juga akan menjagamu seperti Jimin menjagamu, sudah jangan menangis lagi, nanti kecantikanmu itu akan memudar dan cepat tua" bujuk V


"aaaaa V Oppa!!!" semakin mengencangkan tangisanku.


"V kau ini dia jadi lebih keras lagi menangisnya!! sini kau akan ku pukul"

__ADS_1


"Ampun Jimin ampun" Jimin terus memukul V dengan guling.


"hahahahahhaah" aku pun tertawa melihatnya.


"apa kau suka?" tanya Jimin


"Ne Oppa"


"Baiklah aku akan memukulnya lagi, sini kau"


"Dita kau tega sekali padaku"


"Siapa suruh bilang aku tua?hajar dia Jimin oppa wkwkkwwk"


"Siap nona kesayanganku, sini kau jangan kabur".


V lari,naik ke ranjang ku dan bersembunyi di punggungku. Akupun tertawa menikmati pemandangan ini.


"Cukup Oppa kasian dia, hehehe"


" Ya sekarang aku minta ganti rugi padamu Dita" tutur V.


"Memang apa salahku, minta saja pada Oppa Jimin"


"Tidak... sekarang terimalah pembalasan ku, Jimin pegangi dia"


"Ahh apa-apaan ini tidak adil, wkwkwkwkwk Oppa geli, Oppa hentikan"


V mulai menggelitikiku, mereka berdua terlihat bahagia. sesaat aku dibuat lupa dengan apa yang aku alami.


"Oppa aaa sudah cukup, aku rasanya ingin pingsan"


"Baiklah-baiklah, aku juga lelah"


"Apa kalian tidak lapar?" tanya Jimin.


"Aku sangat lapar Oppa" Tutur ku manja.


"Oke aku akan memasak untukmu"


"apa kau serius?" tanya V tidak yakin.


"Jangan meremehkan ku!" tegas Jimin.


"hahahaha, kalian mau berantem terus atau membuatkanku sarapan?" sindirku.


"Yayayaya ayo kita ke dapur sekarang" ajak Jimin.


aku dan mereka berjalan menuju dapur, Jimin mulai mengambil bahan-bahan untuk memasak, aku dna V asik bermain sambung kata di meja makan. Sesekali aku melirik kearah Jimin yang sedang sibuk menyiapkan makanan. Dia terlihat seperti kebingungan namun dia berusahalah menutupinya. Aku tersenyum.


"Stssstt Dita?"


"ne Oppa?"


" semalam aku dan grace mengobrol banyak tentang mu"


"Benarkah?"


"He'em , tapi maafkan aku, aku menanyakan semua hal tentangmu darinya"


"Apa dia memberitahukan semua hal itu padamu?".


"Ne... Tapi itu karena aku yang memaksanya, jadi kau tak perlu memarahi Grace, aku melakukan ini agar aku bisa menjagamu dan teman-teman mu selama disini"


"aaaaa V oppa kau soswetttt sekali" tuturku sambil mencubit pipi tembemnya itu.


"Ekhemm" Jimin berdeham.


"Ada yang cemburu niee..." ejek V.


"Oppa coba cium sepertinya ada bau"


"Bau apaa?"


"Bau hati yang terbakar hahahahah"


"Terus saja kalian mengolokku!!"


"Ahh ternyata benar katamu dit, ada hati yang terbakar"


"Wahahahahha"


"Sudah cukup tertawanya sekarang coba cicipi ini, Tara tteobeokki ala Jimin siap disantap"


"Oh no!!!!" teriakku dan V..


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


..


Hay Hay udah rindu sama novel author??? hehehe iya ini author obatin rindunya.. selamat membaca teman-teman, jangan lupa untuk like, komentar dan vote novel ini.. saranghae ❤️🙏


__ADS_2