
"Mike"
"hemm?"
"Apa kau tak ingin pergi honeymoon?"
"Tidak, masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan"
"Malam pertama pun belum kita lakukan Mike! Apa kau masih memikirkan gadis itu ha!?"
Mike menghiraukan perkataan Lisa.
"Mike!!!"
"ashhh kau ini kenapa?!, selalu saja membahas nya!!"
"Aku hanya ingin meminta hak ku Mike! aku ini istrimu"
"Membuat mood ku hilang saja!!" pergi meninggalkan Lisa dikamar.
"Mike kau mau kemana?!!"
Mike pergi begitu saja tanpa menggubris pertanyaan Lisa. Entahlah Mike masih saja memikirkan keadaan mu, karena sampai saat ini penyebab kecelakaan mu masih belum diketahui secara pasti. Begitupun dirimu entah masih hidup atau sudah tiada.
"Mike kau mau kemana malam-malam begini?" tanya eommanya.
"Ehmm Mike ada perlu sebentar Eomma, dah aku pergi dulu"
"Hati-hati"
"Nee.."
Mike melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia berhenti ditepi danau yang agak jauh dari perkotaan. Disana dia meluapkan emosi dan perasaan nya.
"Kenapa Tuhan, kenapa??!!!"
"Kenapa harus aku?!!! Aku sudah berjanji padamu bahwa aku tidak akan pernah menyakiti nya,, lalu apa yang aku lakukan sekarang, aku membuatnya pergi dariku selamanya!!!"
"aku mohon padamu, kembalikan dia Tuhan!! hiks hiks hiks... jangan menghukum ku seperti ini!" Kaki Mike melemah dan terduduk ditepi danau itu. Ada seseorang yang menghampiri Mike, dia perlahan duduk disampingnya dan mulai mengajak Mike bicara.
"Jangan seperti ini Mike, aku tau kau sangat merasa bersalah akan dirinya.. Tapi jika kau seperti ini aku jadi ikut merasa bersalah karena mu"
"Aku adalah kakak tebodoh yang tidak bisa melindungi adik kesayangannya dari kekejaman dunia ini, bagaimana aku tidak bisa mengetahui siapa wanita yang dicintai oleh adiknya itu, seharusnya aku mengetahui nya lebih dulu, agar semua ini tidak terjadi, aku benar-benar kakak yang tidak berguna!!!"
" Hyung " Mike menoleh ke arah Lee dan langsung memeluk nya.
"Maafkan aku Hyung aku tidak bisa menjaganya, maaf aku sudah membuat nya pergi dari kita Hyung hiks hiks hiks... maafkan aku Hyung.."
"Kau tau betapa aku sangat mencintainya dulu, karena itu aku tidak bisa melupakannya hingga saat ini, dengan kekecewaan yang telah aku ukirkan untuknya, membuat beban dihidupku.. tapi ketika Jimin berusaha membantuku untuk bertemu dengannya kala itu, hatiku sedikit lega karena bisa mendengar kata dari bibirnya kalau dia memaafkan ku... tapi saat ini hatiku juga kembali terluka melihat adikku sendiri yang membuat nya terluka lagi.."
"Seharusnya aku membatalkan pernikahan ini Hyung, aku tidak bisa menerima Lisa sebagai istriku, bayangan Dita selalu saja mendatangi ku Hyung.. hanya dia saja yang aku cintai Hyung..." tangis Mike semakin menjadi-jadi.
"Kau seharusnya tidak boleh menyesali apa yang sudah menjadi keputusan mu.. Lisa adalah istri mu Mike, dia berhak atas dirimu, tolong terima dia, jangan membuat hati wanita terbuka lagi.. Dita mungkin juga tidak akan suka jika melihat mu seperti ini.."
"Ta tapi Hyung"
"Lebih baik kita pulang, ikhlaskan kepergian Dita.. dan mulailah kehidupan baru mu Mike"
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerima Lisa sebagai istriku Hyung, sebelum aku mengetahui siapa dalang dari kecelakaan itu, aku tidak bisa mengikhlaskan begitu saja kepergian Dita" batin Mike.
Di Manssion keluarga Park.
"Eomma"
"Nee sayang?"
"Aku ingin pergi ke taman hiburan bolehkan?"
"Ehmm tidak".
"Eomma aku mohon.. ehmm aku akan meminta jungkook Oppa untuk menemani ku, boleh ya Eomma?"
"Tidak sayang, diluar sangat berbahaya untuk mu"
"Memangnya kenapa Eomma, apa aku ini buronan?"
"ehmm bukan begitu, ehmm kau tau banyak sekali penjahat yang liar diluar sana, Eomma tidak ingin kau kenapa-kenapa".
"eommma.." bujukmu.
"Ahhh sepertinya lusa putraku akan pulang, jadi aku akan memperkenalkan nya padamu, ini sudah malam segeralah tidur nee"
"Eomma.."
"Good night putri kecilku".
Nyonya Park pergi ke kamarnya dan meninggalkan Dita sendiri an di ruang keluarga. Dita terlihat kecewa karena tidak diizinkan untuk pergi ke taman hiburan itu.
"Hufftt besok akan ku coba lagi ,siapa tau Eomma akan memperbolehkan ku pergi... ehmm Park Jimin akan pulang? aisshh kenapa hatiku terasa bahagia?". Kau berjalan menuju kamar mu dan membuka album foto yang ada di dalam lemari milik park Jimin.
"Maafkan aku putra kesayangannya Eomma, aku membuka barang-barang mu karena hanya dengan ini aku bisa mengingat siapa aku dan dirimu sebenarnya". Foto demi foto kamu perhatikan namun tetap saja kamu tidak bisa mengingatnya. Malahan kamu tertawa ketika melihat fotomu dengan Jungkook.
"Apa aku dan Jungkook Oppa sekocak ini dulu? Aishh kenapa aku jadi malu sendiri wkwkwk".
Kamu melanjutkan melihat foto-foto yang lain. Dan matamu tertuju pada foto dimana kamu dan Jimin berpose begitu mesra. Tanpa kau sadari air matamu mengalir.
"Eh kenapa aku jadi menangis ketika melihat foto ini.." beberapa bayangan ingatan muncul di benakmu.
"akhhh kepalaku!!" pandanganmu mulai kabur dan kau pun pingsan.
Keseeokan paginya ahjuma berteriak melihat keadaan yang tergeletak di lantai.
"Nona muda!!!".
"Nona bangunlah, nona!"
"Ada apa pagi-pagi sekali sudah ribut? Ya Tuhan Yaerin!!! cepat pindahkan dia ke tempat tidur!"
"Baik nyonya".
"Yaerin putriku, bangunlah sayang"
Perlahan kamu mulai mengerjapkan matamu, dan kepalamu masih terasa sangat pusing.
"Eomma.."
"Kenapa kau bisa tertidur di lantai nak? katakan pada Eomma apa yang terjadi?"
"Semalam kepalaku terasa sangat sakit Eomma, aku juga tidak tau kapan aku pingsan".
"Apa sekarang rasanya masih sakit?"
"Ehemmm"
"Eomma aku pulang!!!" teriak seorang pria.
"Jimin?". batin nyonya Park
"Ehmm cepat kau buatkan bubur untuk Yaerin, sayang kau beristirahatlah Eomma keluar sebentar nee?"
kamu hanya mengangguk.
"Eomma aku sangat merindukanmu" memeluk nyonya Park.
"Bukankah kau akan pulang lusa?"
"Wae? apa Eomma tidak senang aku pulang lebih cepat?"
"Bukan begitu ehmm Eomma jadi tidak bisa menyiapkan makanan kesukaan mu kalau seperti ini"
"Ahhh setelah ini kan Eomma bisa melakukannya.. ehmm Eomma aku akan pergi ke kamarku, aku sungguh merindukan kamarku itu"
"Ehh tunggu!"
"Nee Eomma?"
"Untuk sementara waktu tidurlah dikamar tamu"
"Mwo?? memangnya kenapa dengan kamarku?"
"Ehmm itu ehmm, aduh bagaimana ini" batin mu.
" Permisi nyonya, nona muda.."
"Baiklah aku akan menemuinya."
"Nona muda? siapa Eomma? bukankah aku tidak memiliki saudara?"
"Sebenarnya Eomma akan memberitahu tentang dia padamu lusa, tapi karena kamu datang terlalu cepat, jadi ikutlah dengan Eomma".
"Apa Eomma menyembunyikan sesuatu dariku?"
"Sudah diamlah!"
Jimin menuruti perintah dari eommanya itu, dan berjalan dibelakang menuju kamarnya.
"Ehmm kenapa putri kecilku, kenapa mencari Eomma?"
"Eomma maafkan aku, kalau aku sudah membuat Eomma khawatir".
"Aniya sayang, kamu tidak perlu meminta maaf.. ehmm oh ya Eomma akan memperkenalkan mu pada putra Eomma, ternyata dia datang lebih cepat, Jimin masuklah"
Jimin masuk dan betapa terkejutnya dia, matanya mulai berkaca-kaca saat melihat dirimu dengan jelas ada di depannya. Wanita yang selama ini dia cari, dia khawatir kan, sekarang dia ada didepan matanya.
"Jimin mendekat lah".
"Hay Oppa, senang bisa bertemu denganmu"
"Kenapa dia seperti itu? apa dia sudah melupakan ku?" batin Jimin.
__ADS_1
Jimin yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hingga tidak menanggapi sapaanmu. Nyonya Park pun menyikut perutmu memberi kode.
"Oh ya hai" tersenyum tipis.
"Kau benar-benar tampan Oppa, jauh lebih tampan dari pada difoto".
"ehmm benarkah?"
"Nee, oh ya namaku Park Yaerin, Eomma yang memberikan nama itu untukku bagus bukan?"
"Hemm nama yang sangat indah.." Jimin dengan terpaksa menyeritkan senyuman diwajahnya itu.
"Akhhh kepalaku" kamu merasakan sakit dikepalamu sama seperti yang kamu rasakan malam tadi.
"Di Dita kau kenapa? ehmm Yaerin?" tanya Jimin yang mengkhawatirkan keadaan mu.
"Sayang apa masih sakit?".
"Aniya Eomma, sekdikit pusing saja.. ehmm Oppa bolehkah aku meminta bantuan mu?"
"Ehmm tentu"
"Banyak hal yang ingin aku tanyakan kepadamu"
"Lebih baik sekarang kau istirahat lah nanti siang aku akan menemanimu"
" Ehmm Nee Oppa".
"Yasudah kalau begitu Eomma berangkat ke kantor dulu ya sayang, Eomma titip Yaerin, jaga dia baik-baik.. secepatnya Eomma akan pulang".
"Nee Eomma hati-hati" tutur Jimin.
"Dah Yaerin".
"Dah Eomma".
Setelah kepergian nyonya Park, Jimin berjalan mendekati mu.
"Sekarang tidurlah" membaluti tubuhmu dengan selimut.
"Gomawo Oppa"
Jimin hanya tersenyum dan meninggalkanmu. Dia memilih untuk duduk di bangku balkon, sambil memikirkan keadaan mu.
"Apa aku harus bahagia atau sedih? aku bahagia karena bisa melihatnya kembali tapi kenapa dia tidak mengingat ku sama sekali, dan bagaimana Dita bisa bertemu dengan Eomma?" Dia baru teringat akan perkataan Jungkook kala itu. Berarti Jungkook juga mengetahui bahwa Dita disini.
"Jungkooka, bisakah kau ke manssion ku sekarang juga?"
"Ada apa Hyung? apa terjadi sesuatu?"
"Aku ingin bicara denganmu, cepatlah kemari!" mematikan telfon.
"Ta ta pi.. aisshh kebiasaan orang bekum selesai ngomong main matiin aja!! ehmm Mansion? apa Jimin Hyung pergi ke Manssion? Ashhh pasti dia ingin menanyakan tentang Dita".
Jungkook mengambil kunci mobilnya dan pergi menuju Manssion keluarga Park.
* 13:00 KST *
Tok tok tok...
"Masuklah".
"Kau sudah bangun?"
"Nee Oppa, kemarilah."
Jimin duduk di ranjang sampingmu. Hanya keheningan yang ada diantara kalian berdua.
"Ehmmm Yaerin"
"Nee?"
"Kenapa kau bisa ada disini?"
"Ohh itu, kata Eomma aku mengalami kecelakaan, dan Eomma yang menemukan ku, lalu membawa ku ke manssion ini dan merawat ku.."
"Lalu kenapa Eomma memberikan mu nama Park Yaerin?"
"Karena aku tidak tau siapa diriku dan dari mana aku berasal, bagaimana kehidupan ku aku tidak tahu.. kata dokter Kim aku mengalami amnesia"
"Apa kau sama sekali tidak mengingat ku?"
"ehmmm aku masih berusaha untuk mengingat mu Oppa.. oh ya Oppa kenapa ada foto kita berdua di kamarmu, dan bukan hanya satu tapi banyak"
"Apa kau?!"
"hehe maafkan aku Oppa , tanpa seijinmu aku membuka semua album milikmu, karena hanya dengan itu aku bisa terbantu untuk mengingat kembali siapa dirimu"
"Aniya itu tidak masalah... aku akan membantumu untuk mengingat semua kembali.."
"Gomawo Oppa, kau memang sangat baik" memeluk Jimin. Jimin membalas pelukanmu, kamu merasa sangat nyaman dalam pelukan Jimin. hingga tak ingin melepaskannya. Begitu lama kalian berpelukkan, seperti sepasang kekasih yang telah lama tidak berjumpa.
"Ehm Jungkook Oppa" melepas pelukanmu pada Jimin.
"Kau selalu saja, tidak bisakah mengetuk pintu?"
"Miane wkwkkw, kalian sama saja tidak berubah selalu bermesraan di depanku".
"Aku hanya memeluknya saja, kan dia Oppa ku? apa salahnya?"
"Oh iya ya Jimin kan Oppa mu? wkwkwkwk, brarti kalau aku yang jadi kekasihmu bolehkan? gimana Jimin Hyung?"
"Tidak!!"
"Oppa jangan seperti itu"
"Kau tau Yaerin dia itu playboy, banyak sekali wanita yang didekati nya"
"Wahh apa apan ini, kenapa kau merusak reputasi adik iparmu ini Hyung!"
"Yaerin hanya milik Jimin Oppa bukan yang lain mengerti?!"
"Hyung relakan lah Yaerin untukku?"
"Tidak!!"
"Hahahhaha kalian berdua sangat lucu.."
"Kenapa kau tertawa?"
"Upsss!! oke Yaerin diam.. ehmm Oppa lihatlah wajahmu jika marah seperti itu, kau mirip seperti singa haummm hahahahah".
"Apa kau bilang?"
"Kau benar sekali Yaerin Jimin Hyung memang seperti singa wkwkwkwk"
"Jadi sekarang adik kecilku ini sudah berani mengejek Oppa nya yah?"
"Ani Ani wahahaha"
"Biar Oppa hukum kamu sekarang, terima ini" Jimin menggelitikki perutmu.
"Yakkk Oppa ampun, ahhh Oppa..."
Jungkook merasa bahagia melihat pemandangan didepannya itu, dia mengabadikan momen itu dengan ponsel nya.
"Jungkook Oppa tolong aku, hentikan Jimin Oppa!! perutku rasanya kram wahaahah".
"Hufftt bagaimana? apa kau ingin mengejekku lagi?"
"Ani Ani..." menggelengkan kepalamu.
"Ehmm ini waktunya makan siang, ayo kita turun"
"Nee aku juga merasa lapar Oppa"
"Apa kau bisa berjalan?"
"Ehmm tentu" baru saja selangkah kau hampir terjatuh. Dengan sigap Jimin langsung menggendong mu menuju ruang makan.
"Oppa turunkan aku".
Jimin menghiraukan perkataan mu.
"Sudahlah turuti saja Oppa mu itu Yaerin". tutur Jungkook.
Makan siang pun diwarnai dengan canda dan tawa. Dimana jungkook selalu mengerjaimu dengan mengambil makanan mu. Dan Jimin yang memarahinya. Sungguh hidup mu kini terasa lebih berwarna dengan kehadiran mereka.
Seusai makan kalian besantai di taman belakang. Dan Jungkook mulai bercerita tentang dirimu dan Jimin.
"Kau tau dulu kau dan Jimin itu selalu saja bermesraan di depanku".
"Benarkah? contohnya seperti apa?"
"ehmm banyak sekali, berpelukan, pegangan tangan, suap-suapan, tidur seranjang itu pun dikamarku!! dan kau tau yang paling parah apa?"
"Apa Oppa?"
"Stsss sudah cukup untuk ceritanya hari ini, Jungkook harus kembali ke drom karena masih banyak kegiatan yang harus dia lakukan"
"Ahhh Oppa sebentar lagi, bairkan dia bercerita"
"Ta ta pi.."
"Jangan dengarkan Oppa, lanjutkan saja cerita mu.."
"Okeh, dan yang paling parah kau dan Jimin...."
Jimin melotot kepada Jungkook.
__ADS_1
"Ayo Oppa cepat katakan!"
"Kau dan Jimin berciuman dikamarku.. kabur!!!" Jungkook berlari dari sana setelah mengatakan itu.
"Mwo?!! Oppa apa itu benar?"
"Sudah kubilang jangan diteruskan, kenapa kau masih saja mengelak ya"
"Ta ta pi Oppa.. jawab pertanyaan ku dulu".
Jimin pergi meninggalkan mu di taman. Kamu pun berlari menyusul nya. Jimin masuk ke dalam kamarmu dan mengambil beberapa pakaian nya yang ada di lemari.
"Oppa kenapa tidak menjawab?"
Tiba-tiba Jimin menarikmu, kalian menjadi begitu dekat.
"ehmm ehmm Oppa"
"Stssst". Jari telunjuk Jimin menempel di bibirmu yang mengisyaratkan agar kamu diam.
Jantungmu berdegup begitu kencang. Tangan Jimin yang lain memegang tengkuk lehermu dan semakin mendekatkan wajahmu ke wajahnya.
"Apa kau tidak mempercayai perkataan Jungkook? apa aku harus melakukannya sekali lagi padamu?" bibisk Jimin ditelingamu.
Kamu hanya bisa terpaku atas perlakuan Jimin itu. Wajah kalian hanya tinggal beberapa senti saja, kamu memejamkan mata.
" hihihi" Jimin tertawa kecil.
"Kamu kenapa hemm, aku tidak akan melakukannya, buka matamu".
"Huftt Oppa!!!" dengan wajah kesal kau pergi meninggalkan Jimin.
"Apa dia marah? wkwkwkwk, Yearin tunggu aku" mengejarmu.
Kamu pergi ke balkon dan berdiam diri disana, Jimin menyusulmu dan memelukmu dari belakang.
"Apa kau marah padaku?"
kamu tidak merespon
"Hemm kau sungguh marah padaku, baiklah Miane.." mempererat pelukannya.
Kamu masih saja diam. Dari kejauhan Nyonya Park yang telah pulang dari kantor melihat kebersamaan kalian. Dia merasa senang bisa melihat putra tunggalnya itu tersenyum bahagia. Nyonya Park tidak ingin mengganggu momen kalian, dan dia langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Park Yaerin?"
"Chagiya.."
Entah kenapa hatimu sangat senang ketika Jimin memanggil mu seperti itu. namun kamu masih saja berdiam diri. hingga akhirnya Jimin membalikkan tubuhmu.
"Jangan mendiami ku seperti ini nee.. maafkan aku jika perbuatan ku tadi keterlaluan.. maaf jika dulu aku sudah mencuri first kiss mu" jelas Jimin.
Kamu langsung memeluk Jimin. Jimin pun dengan senang hati membalas pelukanmu itu.
"Oppa jangan tinggalkan aku nee?"
"Aku berjanji padamu, aku akan selalu ada disampingmu, apapun yang terjadi".
"Bantu aku untuk mengingat mu kembali"
"Tentu saja, Sayangku".
"Sayang?"
"Nee apa kau tidak suka?"
"Ani, aku menyukai nya".
"ehmm kau menggemaskan sekali" mencubit pipi mu.
"ahh Oppa sakit".
"heheheh, oh ya dimana Jungkook?"
"Hay Hyung aku ada disini!!" teriak jungkook dari bawah.
"Sejak kapan kau ada disitu?"
"Sejak drama Korea tadi dimulai wkwkwkwk"
"Ahh oppa aku jadi malu" pipimu memerah dan berlari masuk ke dalam.
"Oh ya Hyung tadi Bibi Park sudah kembali, dia sangat senang melihat mu dengan Dita tadi".
"Ashhh ini sungguh memalukan" gerutu Jimin.
"Masuklah sebentar lagi makan malam".
"Baiklah Hyung".
Toktoktok
"Eomma!"
"Masuklah Jimin".
"Kemari nak"
"Eomma Miane"
"Kenapa meminta maaf, memangnya kau berbuat salah?"
"Eomma melihat apa yang aku lakukan dengan Yaerin tadi kan?"
"Lalu?"
"ehmmm aku tidak enak dengan Eomma"
"Hahahha kenapa kau masih seperti ini, Eomma sangat senang melihat mu bahagia dengan Yaerin. Eomma harap kalian bisa segera menikah."
"Benarkah Eomma?"
"Tentu.. Eomma rasa Yaerin akan baik-baik saja jika bersamamu, begitu pula dirimu dan Eomma, Yaerin adalah pelengkap di keluarga kita".
"Kalau begitu besok akan akan menikahi Yaerin"
"Bapo!!", menjitak jidat Jimin.
"aish Eomma sakit".
"Bicarakan ini dulu dengan Yaerin, biar dia yang memutuskan".
"ehmm Baiklah" jawab Jimin dengan muka lesu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jika memang Tuhan menakdirkan hambanya bersama maka itulah yang akan terjadi, walupun beribu rintangan yang akan menerpa , mereka akan tetap bersama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hemm gimana yah apa Yaerin (Dita) akan menerima pernikahan itu?? penasaran dengan kelanjutan dari cerita ini... nantikan episode selanjutnya.. see you ❤️❤️❤️😍😍😅
__ADS_1