Antara Kau, Dia Dan Aku

Antara Kau, Dia Dan Aku
Membuatnya Marah..


__ADS_3

Malam harinya ketika Jimin terbangun, para member lainnya sudah tidak ada di kamar. Dia mencoba untuk mengecek ke kamar Dita.


Jimin mulai mengetuk pintu beberapa kali dan memanggil nama Dita.


"Dita, apa kau sudah bangun, bolehkah aku masuk ke kamarmu"


"hemm yah oppa masuklah".


"kau baru bangun?"


"nae.. kau kenapa kemari?"


"para member tidak ada dikamar, ku kira mereka disini. kalau tidak disini brarti mereka kemana?"


"mungkin shopping" jawabku asal dan merebahkan tubuh ku.


"ehmm ya.. apa kau tadi mendengar semua yang ku ceritakan padamu?"


"ehmm itu, maafkan aku , aku tertidur"


"hufftt yasudah lupakan"


"Sekarang aku tidak mengantuk, kau boleh menceritakannya lagi" pintaku.


"mungkin lain kali"


"hufftt terserah kau saja, aku pergi mandi dulu"


"yah mandilah, aku mau tidur" sembari memejamkan matanya.


Beberapa menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dan melihat Jimin yang sudah terlelap. Aku masih penasaran dengan apa yang dia ceritakan tadi padaku, keliatan nya dia begitu kesal padaku karena aku tertidur tadi. Kemudia terdengar suara ketukan pintu.


"Yah, ahh oppa kau sudah kembali?"


"Apa Jimin disini?" tanya V


"nae dia tertidur, tadi dia mencari kalian tapi kalian tidak ada dikamar"


"humm kemarilah ikut aku"


"Kemana?"


Aku mengikuti kemana V pergi, ternyata ia menuju balkon dan disana juga ada RM dan Suga. Dari kejauhan senyuman hangat mereka menyambut kedatangan ku.


"Hay kau sudah bangun, kemarilah duduk disebelah ku" pinta Suga.


"Nae Oppa" aku berjalan kearahnya dan duduk.


"Apa kau sedang bersama Jimin?" tanya RM


" yah dia tertidur di kamarku, memang kalian dari mana, dia bilang kalian tidak da dikamar ketika dia bangun"


"ehmm apa kau tau jika Jimin akan berulang tahun?" tanya Suga.


"nae aku tahu, bertepatan dengan jadwal konser kita kan?"


"he'em kami berpikir untuk memberikannya kejutan, apa kau setuju?" Suga.


" yeah aku sangat setuju" tuturku.


"Rencana awal akan kita lakukan saat gladih besok, kita akan membuat dirinya kesal" usul RM.


" Tapi kau yang akan melakukan nya, aku tau kau pandai dalam berakting" tutur V sembari menunjuk kan telunjuknya kearahku.


"Aku, aku yang harus melakukannya" tanyaku


"Aku setuju jika Dita yang melakukannya" ucap Suga.


"Aku juga" tambah RM.


Tiba-tiba Jimin datang menghampiri kami di balkon, dengan muka bantalnya.


"aihh kau disini rupanya, aku mencarimu kemana-mana, dan Hyung juga ada disini?"


"hemm ya kau tidur dengan pulas jadi aku membiarkan mu" jelasku.


"Ku lihat kau suka sekali tidur dikamar Dita? jangan-jangan kalian?" V.


"Kau jangan berpikir yang tidak-tidak, tadi aku ke kamarnya karena mencari kalian, aku masih mengantuk jadi aku tertidur di kamarnya". jelas Jimin.


"Hahahahah begitu saja marah" goda Suga.


"Lagian pertanyaan nya mengada-ada " kesal Jimin.


"Hallo guys makanannya sudah datang" teriak JK sembari membawa beberapa bungkus makanan ditangannya. Disusul dengan Jin.


"Kenapa kau lama sekali". tanya V


"kau tak tau bagaimana susahnya mendapatkan ini, lain kali kau saja yang membelinya" jelas JK.


"Sudah makanlah" perintah RM.


"Dita ini untukmu, bukankah kau menyukai Cheese burger?" tanya JK.

__ADS_1


"Bagaimana kau tau?"


"Ehmm karena aku tau segala tentangmu"


"ahhh sosweet"


"Nah makanlah" JK menyodorkan bungkusan Cheese burger kepadaku, dan mengusap rambutku. Jimin yang melihat kejadian menjadi cemburu. Member lain pun mengamati gerak gerik nya, dan menahan tawa. Karena mereka baru kali ini melihat Jimin seperti itu.


"Oh ya dit sepertinya tadi ada yang menelepon mu, coba kau lihat mungkin itu telpon yang penting". tutur Jimin.


"Benarkah oppa, oh ya aku permisi ke kamar dulu" pamitku .


Aku berlalu pergi meninggalkan mereka dan mengambil handphone ku, ternyata benar Mike menelpon ku berulang kali.


"Hallo Mike, maafkan aku tadi handphone ku tertinggal"


"Ehmm yah sayang tak apa, apa kau sudah makan?"


"Nae, sudah, kau sedang dikantor? ini sudah malam kenapa kau tak pulang?"


"Yah sebentar lagi aku pulang, sedikit lagi pekerjaan ku selesai"


"Jagalah kesehatan mu"


"duh mulai deh bawelnya"


"Sayang"


"iya sayang kenapa?"


"Lusa aku akan memberikan kejutan untukmu?"


"Kejutan?"


"Nae, tunggu saja"


Banyak sekali yang kita bicarakan, hemm benar-benar rindu ini terlalu besar untuknya. Hanya dengan vcall atau berbicara dengannya ditelpon sudah sedikit cukup untuk mengobati rasa rinduku kepadanya.


"Dita apa kau didalam, kenapa kau lama sekali" teriak V didepan pintu


"Ehmm ternyata tidak dikunci, aku masuk sajalah".


V memberanikan diri untuk masuk, dan mulai mencariku, dia menuju ke arah balkon dan melihatku sedang berbicara di telfon. Aku tidak menyadari keberadaan V dibelakangku. Dan ketika ku berbalik, aku terkejut.


"Oh oppa , kau membuatku terkejut"


"hmm maafkan aku, tadi aku berulang kali memanggil mu tapi tidak ada jawaban jadi aku memberanikan diri untuk masuk, ternyata kau sedang.."


"Ohh yah tak apa, aku sudah selesai, ayo kita kembali ke yang lain"


aku berjalan mendahului V. V tidak sengaja mendengar percakapan ku dengan Mike, dia dibuat bertanya-tanya akan hal itu.


"Sayang??, apa dia sudah memiliki kekasih?, ahh mungkin aku salah dengar" yakin V.


"Kenapa kau begitu lama?" tanya Jimin.


"Hemm tadi ada telfon penting, Terima kasih sudah memberitahu ku"


"Hmm makanlah aku mengamankan Cheese burger mu" menyodorkan sisa cheese burger ku.


" Terima kasih Oppa" tuturku.


"Jiminshi" panggil Suga.


"Yha Hyung?"


"Kulihat tadi stelah kau kembali dari kamar Dita, kau terlihat sedih? apa yang terjadi?" tanya suga


"ehmm apa karena aku tertidur ketika kau bercerita oppa?" timpal ku.


"Tidak aku tidak kenapa-kenapa, hanya saja hari ini moodku kurang baik" elaknya.


" Oh ya kita latihan saja bagaimana besok pagi kita akan gladih, lusa kita sudah konser?" mengalihkan pembicaraan.


"Hemm boleh" sahut Jin.


"Baiklah akan ku ambilkan gitar" tutur JK.


Malam itu aku menjadi sedikit Canggung dan tak enak hati kepada Jimin, karena kejadian itu. Mungkin jika aku tak tertidur aku bisa mendengar semua ceritanya dan membuatnya bahagia.


.


.


.


.


.


.


Tibalah saat untuk gladih. Kami bersiap untuk pergi ke stadion, Jimin masih sama terlihat kurang baik dan memaksakan senyuman di bibirnya. Aku baru kali ini melihat nya seperti ini. Jungkook yang tiba-tiba muncul meraih tanganku dan menggandengku pergi menuju mobil. Jimin melihat itu dan langsung memalingkan wajahnya. Semua member sudah di dalam mobil, dan kami menuju ke stadion. Jungkook duduk diantara aku dan Jimin, biasanya Jimin yang duduk disebelah ku. Jimin terlihat begitu kesal. apalagi Jungkook mulai bermanja-manja dengan ku. Setelah sampai di stadion Jimin dengan acuh langsung keluar dari mobil.

__ADS_1


"Yeah berhasil" tutur V.


"Akting maknae sangat keren"


"Kalian?" tanyaku


"apa kau lupa rencana kita semalam?" tanya Suga.


"Jadi ini, wkwkkwwk" tawaku.


"Bagaimana akting ku bagus kan? kau saja tidak menyadari nya?" ejek JK.


"yayaya oppa memang kau terbaik"


"Kita masuk saja jangan sampai Jimin curiga" perintah RM.


Gladih pun dimulai, para member berada di atas panggung dan memulai latihannya. Aku duduk di pojok belakang panggung sembari melihat penampilan mereka. Disitu Jimin selalu mencuri pandang kepadaku, aku menyadari nya namun aku berpura-pura tidak mengetahui nya. Setelah selesai beberapa lagu, Jimin berjalan menuju ke arahku, namun Jungkook mendahuluinya.


"Dita tolong ambilkan handuk dibelakangmu" pintanya


"Nae oppa, apa kau haus, ini minumlah"


"Terima kasih" tuturnya.


"Jimin Oppa ini untukmu" tawarku.


"Hem aku bisa mengambilnya sendiri" pergi mengambil sebotol air mineral dengan acuh.


"hufftt yasudah".


"Dita apa kau mau berdansa dengan ku?" ucap JK.


"what?? kau ada-ada saja, tidak-tidak " tolak ku.


"Ayoklah sekali-kali" timpal V.


Aku sedikit melirik ke arah Jimin, dia menatap ku begitu tajam. Aku menerima ajakan Jungkook. Dan kami mulai berdansa. Ya aku tahu suasana hati Jimin semakin tidak membaik. Tapi kami harus melakukan nya agar rencana kami berhasil.


"Wow kalian kalau jadi pasangan, mungkin bakal serasi" tutur Jin.


"Serasi apanya, gak ada serasi-serasinya" ucap Jimin


"Kau kenapa Hyung, aku hanya bercanda saja denganya, kenapa kau terlihat begitu marah dan tidak menyukai jika aku dekat dengan Dita?" tanya JK.


" Siapa yang marah, aku biasa saja" elaknya.


"Sudah-sudah ngapain sih begini aja berantem, mulia lagi latihannya!" bentak ku.


Pada saat lagu spring day , dimana yang seharusnya aku berada di posisi dekat Jimin, aku berpindah ke samping JK. Jimin masih diam saja dan membiarkan ulahku.


Lagu promise sengaja diputar paling akhir. Disana aku mulai merasakan suasana hati Jimin yang tidak baik. aku tetap harus memancing nya hingga membuat nya marah dan kesal kepadaku. dan sesuai dengan harapan ku, hal itu terjadi.


"Apa kau bisa melakukan nya dengan benar ha?!!!! " bentaknya.


"Aku sudah melakukan semaksimal mungkin oppa, kenapa kau memarahi ku"


"Dari tadi aku sudah diam dan membiarkan mu melakukan hal sesukamu tapi kau keterlaluan, kita sedang gladih, kau jangan bermain-main!!!" bentaknya lagi


"hikshikshiks kenapa kau membentak ku, aku hanya sedikit saja melakukan kesalahan, kenapa kau semarah ini padaku.. aku pulang saja, aku enggan ada disini hikshikshiks" pintaku, ketika aku hendak melangkahkan kaki Jimin menarik tanganku dan memelukku.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya.."


"lepaskan aku, aku tidak ingin melihatmu, aku ingin pulang" tutur ku dan berlari pergi meninggalkan panggung.


"Kau ini apa-apaan dia seorang wanita, kau tak perlu membentak nya seperti itu" tegas Suga.


"Tapi hyung aku tidak bermaksud untuk".


"Sudahlah aku tidak tau lagi dengan pikiranmu, ada apa sebenarnya denganmu, kita susul Dita saja" potong Jin.


Ketika mereka mengejar Dita, mereka kehilangan jejak. Semua member dan staff dibuat ricuh dengan keberadaan Dita.


"Ini semua karna kau , Jika kau tidak bertindak berlebihan Dita gak akan pergi seperti ini" kesal JK.


"Kalau sampai dia kenapa-kenapa kau yang bertanggung jawab" timpal V.


Jimin semakin terpojok kan dan mulai berlari kesana kemari mencari keberadaan Dita. Dia kembali ke Hotel, ternyata Dita juga tidak ada disana. Jimin semakin merasa bersalah atas tindakannya di stadion tadi.


"akkhhh apa yang sudah aku lakukan, kenapa aku membentak nya, aku hnaya cemburu melihatnya dekat dengan JK tapi kenapa aku memarahi nya seperti itu, Bodoh Bodoh bodoh" kesalnya.


Jimin tidak bisa tidur dengan tenang karena memikirkan Andita. Semua member mulai menasehati nya dan menenangkannya. Karena esok ia harus konser. Jimin pun menuruti nya meskipun yah pikirannya masih terganggu dengan keberadaan Andita.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hallo guys maafkan Author baru update, mohon dimaklumi yah karena author banyak kegiatan.. Terima kasih untuk pembaca setiaku.. untuk episode. selanjutnya author janji akan cepat update.. dahhh see you 😍😍📝❤️


__ADS_2