
"Halon PD Nim"
"Ne jin, ada apa?"
"Kami akan ikut dengan JK untuk berlibur"
"Oh kalian juga ingin berlibur bersama nya"
"Ne, apa kau mengijinkan?"
" Tentu saja, tapi jangan sampai ada sesaeng yang mengikuti kalian"
"Ne.. Terima kasih banyak PD Nim"
"Bagaimana Hyung?" tanya Jimin.
"Hayuk kita berangkat sekarang, cepat masukan barang bawaan kalian ke mobil" pinta Jin.
"Eh apa kalian melihat Jungkook, dari semalam aku tidak melihatnya" tanya Suga.
"Oh ****.. jangan-jangan semalam dia tidur di apartemen nya, karena dia berpamitan padaku untuk mengambil beberapa pakaian, tapi ternyata dia tidak kembali ke dorm" kesal Jimin.
"Hahahah sudah mungkin dia ada alasan lain dan memilih tidur di apartemennya, kau tau bagaimana maknaemu itu kan?" tutur RM.
"Awas saja kalau dia macam-macam" gerutu Jimin.
"Oh ternyata JK mengirim pesan padaku" sahut V.
*Hyung tolong katakan pada Jimin hyung kalau aku menginap di apartemen ku malam ini, karena Oppa Lee masih mencari tahu tentang keberadaan nya, dia tadi sampai mengikuti ku ke apartemen. Karena aku merasa Dita tidak aman, jadi ku putuskan untuk menginap saja.*
"Tuh kan apa yang aku katakan, pasti ada hal yang terjadi" tegas RM.
"Ehmm iya Hyung, kalau begitu kita berangkat saja sekarang, aku akan mengirim pesan padanya kalau kita sudah berangkat". tutur Jimin.
Mereka masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya untuk pergi ke suatu tempat tersembunyi yang jauh dari kota. Dan tak lupa Jimin mengirimkan pesan pada JK kalau mereka sudah berangkat ke tempat tujuan.
*
*
*
*
*
"Oppa bangunlah ini sudah siang" tutur ku lembut.
"Hemm Ne .., Apa kau habis memasak?"
"Ne.. aku membangunkamu untuk makan, kau terlihat sangat lelah jadi tadi pagi aku gak tega untuk membangunkan mu, tapi ini udah siang jadi.."
"Ahh aku sangat lapar " JK beranjak dari tempat tidurnya.
"eh eh tunggu, cuci mukalah terlebih dahulu"
"ahh bawel,, iya-iya"
" Aku tunggu di ruang makan "
"Ne.." teriaknya dari kamar mandi.
Tak selang lama JK ke ruang makan dengan hanya memakai celana pendek tanpa atasan yang memperlihatkan dada bidang nya serta Abs yang terbentuk. Aku tersedak air minum ketika melihatnya.
"uhuk uhuk uhuk, Oppa kau mengagetkanku"
"Kau hati-hatilah kalau minum"
"Mana bajumu? apa hilang semua?"
"Oh ada di lemari, aku merasa gerah lalu aku sekalian mandi dan aku malas memakainya"
"Apa kau tak malu, disini ada aku untung saja dua anak itu keluar membeli keperluan untuk liburan nanti sore, kalau tidak mereka akan pingsan melihat mu seperti ini"
"Memang apa salahku?"
"Haisss kau menyebalkan, cepat makanlah aku akan mengambilkanmu pakaian".
"Hahaha kenapa muka dia terlihat memerah, apa dia malu melihatku seperti ini" batinya.
Aku kembali ke dapur dengan membawakan atasan untuknya dan juga handuk. Karena terlihat rambutnya masih basah.
"Hemm pakailah, sini biar aku keringkan rambutmu"
"Gomawoyo.."
Pintu terbuka, ternyata Grace dan Nissa sudah kembali. Dia melihat kami dengan kebingungan.
"Kenapa melihat ku seperti itu" ucap JK membuyarkan lamunan mereka.
"Aniya.. " Grace dan Nissa langsung masuk ke dalam kamar.
"Ada apa dengan mereka?"
"Entah mungkin dia kaget dengan apa yang aku lakukan padamu".
"Aishh ada-ada saja, sini biar aku keringkan sendiri rambutku, kau bersiap-siap lah"
" hahhaha iya-iya aku akan bersiap-siap".
Tepat pukul 3 sore kami berangkat dari apartemen menuju tempat rahasia yang dikatakan Jungkook. Aku kira tempat itu sangat dekat, ternyata begitu jauh dari kota. Tapi aku bisa memahami mungkin ini demi kenyaman dia juga untuk berlibur. Senja mulai menyapa di perjalanan kami.
"Oppa apa tempatnya masih jauh?"tanyaku.
"Setengah jam lagi kita sampai"
"Memang kau akan membawa kami kemana?" tanya Grace penasaran.
__ADS_1
"Ke tempat rahasia"
"Jangan-jangan kau ingin menyandra kami?" sahut Nissa.
"Wahahahahha" aku, Grace dan JK tertawa.
"Untuk apa aku menyandramu, kau banyak makan aku akan rugi" ejek JK.
"Kau!!"
"Sudahlah kalian ini"
Setengah jam kemudian kami sampai di tempat itu. Ternyata itu adalah sebuah villa yang terletak di pedesaan yang benar-benar jauh dari kebisingan kota. Namun kenapa begitu gelap, apa disini juga tidak ada penerangan.
"Oppa kenapa membawaku ke tempat menyeramkan ini, mana gelap. Apa ini rumah hantu?" tutur Nissa
"Kau sangat pintar" goda JK.
"Aku mau pulang saja ke apartemen, disini sangat menyeramkan" rengeknya.
"Pulang lah, mungkin akan ada hantu yang menunggumu diperjalanan"
"Dita..." tutur nya ketakutan.
"Oppa jangan membuatnya ketakutan, Nissa tenanglah mungkin listrik disini sedang padam, bentar aku akan menyalakan senter Handphone ku" bujukku.
Kami berjalan perlahan menuju Villa itu, dan ketika memasuki villa..
"Surprise!!!!!"
"Hah Kalian, kenapa ada disini?" tuturku yang terkejut dengan semua ini.
"Apa kau terkejut??"
"Oppa Kau?"
"Miane Dita, Karena kejadian kemarin aku harus mengatakan ini semua kepada mereka demi keselamatan mu"
"Tenanglah, aku berterima kasih karenanya kau berniat untuk memberi kami kejutan, kami menghargai nya dengan memberikan mu kejutan ini" tutur Jimin.
"Ahhh Oppa Gomawoyo" aku berjalan ke arah Jimin dan memeluknya.
"ehmm soswetttt" tutur V.
" dunia terasa milik berdua dah ini, yang lain mah apa nyamuk" sahut J-Hope.
"Dita kau kemarin tidak memelukku ketika bertemu denganku, ahhh kau sungguh tak adil" gerutu JK.
"Apa kau ingin ku peluk? kemarilah"
Jungkook berjalan ke arahku, namun..
"Apa kau ingin ku bunuh?!" ucap Jimin dengan tatapan tajam.
"ehmm ehmm tidak Hyung aku hanya ingin mengambil cake itu saja, aku sangat lapar" JK mengalihkan pembicaraan.
"Annyoeng Oppa" sapa Grace dan Nissa.
"Oh apa kau sahabat nya Dita?" tanya Jin.
"Ne Oppa, aku Grace dan dia Nissa".
Suga seketika terpesona oleh Nissa, Gadis yang sangat cantik, anggun, dengan jilbab yang menutupi kepalanya. Yah Suga tertarik dengannya sejak hari itu.
"Senang bertemu dengan kalian" tutur RM.
"Kami merasa jauh lebih senang, karena bisa beruntung untuk bertemu dengan kalian" sahut Nissa.
"Kenapa Oppa suga melihat ku seperti itu, aku jadi malu, apa ada yang salah denganku" batinku
"Oh ya kalian bersenang-senang lah, aku pergi sebentar dengan Dita" tutur Jimin.
"Ne.."
Jimin mengajakku pergi ke taman belakang, tenyata dia sudah menyiapkan dinner untukku dengan nya, hemm aku jadi teringat masa itu.
"Apa kau menyukainya?"
"Aku sangat menyukainya"
"Oh ya apa benar kau dulu memiliki hubungan dengan Lee?"
"Uhukk uhuukkk"
"ehmm maafkan aku ,kau jadi tersedak, ini minumlah"
"Apa kita harus membicarakan Nya?"
"Jika kau tidak suka, lebih baik kita lupakan saja soal itu, aku hanya mengawatirkan mu, karena JK bilang kalau kau dibuat menangis olehnya"
"Dia hanya masa lalu yang kelam bagiku, aku tidak ingin membahasnya lagi, hanya membuatku semakin sakit hati jika mengingatnya".
"Ne tidak apa,,, ehmm aku sangat bahagia mendengar kau ada di Korea"
"Tapi aku lebih bahagia karena kalian berhasil mengejutkan ku wkwkwk"
"Pantas saja dalam tiga hari sebelum kau di Korea, kau sangat sulit dihubungi ternyata ini semua rencana kejutanmu"
"Wkwkwkkw sebenarnya aku ingin datang ke dorm kalian dan meminta izin ke agensi terutama PD Nim untuk bertemu dengan kalian, tapi sepertinya tempat ini jauh lebih indah"
"Maknae ku memang tidak pernah salah kalau urusan begini"
"Kenapa udara disini tiba-tiba dingin"
"Apa kau kedinginan, Pakailah jaketku" Jimin berdiri melepaskan jaket yang ia kenakan lalu memakaikannya padaku.
"Tapi Oppa nanti kau?"
__ADS_1
"Sudah diamlah, apa kau tak ingat dulu kau pernah jatuh sakit? aku dan JK tidak bisa tidur karena menjagamu?"
"hahhaah kau mengingatnya?"
"bagaimana aku tak ingat, itu sangatlah membuat ku khawatir"
"But thank you for all Oppa"
" Cuacanya sudah mulai tidak bersahabat lebih baik kita masuk saja"
"Ne.."
*
*
*
*
*
*
"Grace coba lihatlah Suga, kenapa dia terus memandangku?"
"Mungkin hanya perasaanmu saja"
"Bagaimana mungkin , coba lihatlah dia"
"Eh kalian sudah kembali?" tanya Jin
"Udara diluar sangat dingin Hyung, oh ya ini sudah larut malam lebih baik kita istirahat saja, besok kita akan jalan-jalan mengelilingi kawasan villa ini" pinta Jimin.
"Ide yang bagus, aku sudah sangat mengantuk" sahut V.
" Dita kamar ku disana, bersebelahan dengan kamarku" tutur Jimin.
"he'em"
"Kamar kalian berdua di lantai atas"
"Ne Oppa" Grace dan Nissa beranjak pergi ke kamar. Aku pun juga begitu.
*
*
*
*
*
"Hyung apa kau merasa ada yang beda dari Suga Hyung?" tanya V
"Memang kenapa?" Jin.
"Sepertinya dia tertarik dengan sahabat Dita, yang berhijab itu?" jelas V.
"Kau kan tau Suga bagaimana, dia memang menyukai wanita berhijab, ya mungkin saja dia penasaran denganya"
"Tapi sedari tadi mata Hyung Suga terus menatap gadis itu"
"Sudahlah lebih baik kita tidur, kau jangan memelukku, pakailah guling itu"
"hemmmm *Ne.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tuhan tidak akan pernah salah memberikan takdir kepada ciptaanya. Ketika kau disakiti maka akan ada yang mengobati*.
.
.
.
.
.
.
hai hai up nya aku percepat ni para pembaca novel author.. tunggu episode 34 yah.. author akan segera up juga.. semakin naik angka episode semakin banyak konflik yang akan terjadi, penasaran dong pastinya.. jangan lewatkan episode-episode dari novel ini..
__ADS_1
감사 해요❤️❤️❤️