
2 bulan telah berlalu, kau dan Jimin semakin dekat. Jimin pernah membicarakan tentang rencana pernikahan kalian, namun kamu masih belum siap dan ingin mengetahui siapa dirimu lebih dahulu. Ya selama itu ingatanmu masih belum pulih. Jimin memaklumi keinginanmu itu, dia tidak ingin memaksakan kehendak nya padamu.
Sore itu kau dan Jimin sedang duduk santai di balkon menikmati suasana senja, Jimin sibuk membaca buku miliknya. Karena suasana begitu hening kau mulai mengajak nya berbicara, yak sebenarnya kau sekarang sedikit canggung denganya setelah menolak rencana pernikahan itu. Namun menurut mu itu lebih baik karena kamu ingin mencintai nya ketika ingatanmu telah kembali, kau tidak ingin menyakiti siapapun nantinya.
"Oppa apa kau tidak pergi ke hybe?"
"Ani, hari ini dan besok aku tidak ada jadwal jadi aku dirumah saja". menjawab tanpa melihat mu.
"ehmmm".
"Oppa, apa kau masih marah padaku?"
"Marah? memangnya kenapa aku harus marah?".
"Miane Oppa" air matamu menetes begitu saja.
Jimin menoleh ke arah mu, langsung beranjak dari tempat duduknya dan memeluk mu.
"kenapa kau menangis ha?"
"Miane karena aku belum bisa menerima rencana pernikahan itu"
Jimin semakin mempererat pelukannya dan menepuk-nepuk punggung mu supaya kau lebih tenang.
"Gwenchanna Yearin, Gwenchanna.. tenanglah, maafkan aku jika hal itu memberatkan mu, seharusnya aku tidak mengatakan nya padamu, aku yang salah, maafkan aku".
"Aniya Oppa niatmu itu sangat baik, tapi aku saja yang belum bisa menerima ini, karena aku tidak ingin membuatmu terluka nantinya, aku a-a-a aku mencintaimu" tangisanmu semakin keras.
"A-a-apa kau bilang Yaerin?" melepaskan pelukannya dan menatap mu begitu lekat.
"Aku mencintaimu Oppa".
"Benarkah? apa kau mencintaiku?"
Kamu hanya mengangguk yang menyatakan itu ya. Jimin mencium seluruh sudut wajah mu dan kembali memelukmu, dia merasa sangat bahagia dengan apa yang aku ucapkan.
"Terima kasih Yaerin, terima kasih banyak, aku tidak menyangka jika kau akan mengatakan hal ini padaku secepat ini.. sungguh begini saja aku sudah sangat bahagia Yaerin".
"Aku yang sesungguhnya berterima kasih padamu Oppa, kau sudah dengan sabar merawat ku dan menungguku selama 2 bulan ini, atau bahkan mungkin bisa lebih dari ini, tapi aku tidak bisa memendam perasaan ini begitu saja, entah kenapa aku sangat bahagia jika berada didekat mu, aku sangat nyaman jika kau peluk, dan aku.."
"aku apa?"
"aku tidak senang jika melihat mu di televisi dekat dengan wanita lain" menundukkan kepala mu.
"Aisshh kau cemburu rupanya?"
"hemm ya aku tau ,aku tidak mempunyai hak untuk itu"
"Kata siapa? sekarang kau berhak untuk itu, kau kan calon istri ku"
"emm apa Oppa?"
"Apa kau tidak mau menjadi Istrinya ku? hemmm yasudah kalau tidak mau" beranjak pergi namun kamu menahannya.
"Ani Ani, aku mau menjadi istrimu Oppa"
"Apa aku tidak dengar?"
"Park Jimin aku mau menjadi istrimu" teriakmu.
Jimin tersenyum bahagia, dia merarik tubuhmu kedalam pelukannya dan mencium pucuk kepalamu. Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka, wanita paruh baya itu menitihkan air matanya. Kebahagiaan yang sudah lama ia tunggu kini sudah datang.
Kau menoleh ke arah dimana Nyonya Park berada, dan melepas pelukan Jimin begitu saja.
"Eom Eomma.." sontak Jimin juga menoleh ke arah yang sama.
"Kemarilah kalian berdua" mengadakan kedua tangannya. Kau dan Jimin pun datang ke pelukannya.
"Gomawo sayang, kau sudah menerima Jimin, Eomma sangat bahagia".
"Apa Eomma mendengar semuanya?" tanya mu polos
"Hehehe Miane, tadi Eomma tak sengaja melihat semuanya"
"Ahhh aku jadi malu"
"Eomma akan mempersiapkan pertunangan kalian"
"Ehmmm Nanti aku akan membantu Eomma" tuturmu.
"Gomawo putri sekaligus menantu Eomma yang amat Eomma sayangi,, ehmm apa kalian sudah makan?"
"Belum Eomma, ehmm bagaimana kalau aku yang memasak makan malam kali ini?"
"Keliatan nya itu ide bagus, aku juga sudah merindukan masakmu chagiya.." tutur Jimin.
"Baiklah aku akan memasak untuk Eomma dan calon suamiku yang jail ini" mencubit perut Jimin.
"Tuhkan Eomma dia mulai berani denganku". Adu Jimin.
"Hahahah kalian ini sudah mau menikah tapi masih saja seperti anak kecil, sudah Eomma akan membersihkan diri dulu dan istirahat sebentar".
"Nee" jawab kalian kompak.
Kau menuju ke dapur dan menyiapkan beberapa bahan untuk memasak. Jimin menemani mu disana.
"Chagiya" panggil Jimin.
"Nee?"
"Chagiya.."
"Hemm ada apa?".
"Tidak ada apa-apa aku hanya mengetes pendengaran mu saja wkwkwk."
"Isshh pergilah sana ,jangan menggangguku"
__ADS_1
"hehehheeh Ani Ani, aku akan diam".
"huftt terserah kau saja".
"Aku harap akan bisa seperti ini selamanya bersamamu, aku berjanji akan menjagamu walaupun harus mempertaruhkan nyawaku" batin Jimin.
Beberapa menit kemudian semua msakanmu sudah selesai dan mulai menyajikan ke meja makan.
"Kenapa kau masak begitu banyak sayang?"
" Aku ingin mengajak pengawal dan ajhuma untuk makan bersama, anggap saja syukuran karena kebahagiaan yang diberikan Tuhan kepada kita hari ini".
" Kau ternyata masih sama seperti dulu sayang, kau selalu membagikan rasa kebahagiaan mu kepada orang lain"
"Benarkah?"
"he'em karena itu aku semakin mencintai mu"
"Oppa kenapa kau terus menggoda ku dari tadi" keluhmu.
"Entahlah aku suka saja wkwkwk, kau terlihat menggemaskan jika seperti itu".
"Ckck dasar, mandi dulu sana aku juga akan mandi nanti jangan lupa hubungi Jungkook Oppa dan yang lain biar makan bersama dengan kita"
"siap nona park, perintah dilaksanakan".
Mereka berdua sudah selesai mandi dan bersiap menuju ke ruang makan. terlihat para member BTS sudah datang dan Eomma pun sudah berada di sana. Ya para member BTS yang lain juga tau kalau Dita masih hidup namun mereka tetap menyembunyikan identitas asli dari Dita karena tidak ingin Dita dalam bahaya.
"Park Yearin kau sangat cantik" puji Jungkook.
"Ahhh gomawo Oppa"
"Ck jangan memandangi nya seperti itu, apa kau ingin ku pukul" kesal Jimin.
"hmm Oppa sudahlah, ayo kita mulai saja makanya, mana Eomma akan aku ambilkan" kau mengambilkan makanan untuk nyonya Park dan juga Jimin, kau pun duduk disebelah Jimin dan memulai melahap makananmu.
"ahhh enak sekali Yaerin, aku sangat merindukan masakanmu ini" puji Jungkook.
"heheh makanlah yang banyak"
"Tentu, jika kau menjadi istriku aku pasti akan betah dirumah, benarkan kakak ipar, gimana kau merestui ku kan?" goda Jungkook.
Jimin menatap tajam ke Jungkook.
"Wkwkwkwk kakak ipar kenapa ganas sekali, aku kan ngeri"
"Sudahlah Kookie jangan menggoda hyungmu terus, Yaerin dan Jimin akan bertunangan Minggu depan"
"Ukhuk uhuk" membuat mereka tersedak.
"Apa bibi? benarkah?" tanya jungkook.
" Nee tanyakan saja pada mereka".
"Wkwkwkwk malang sekali nasibmu" ejek Suga.
"Yaerin??"
"ehmm bukan itu, tapi apa kau sudah?"
"aku belum mengingat semua nya, tapi perasaan itu tumbuh begitu saja, aku sangat mencintainya" tuturmu.
"Aku sangat senang mendengar kabar ini, ya meskipun sedikit kecewa karena aku kalah lagi dari Jimin Hyung. tapi gapapa"
"wkwkwkwk Kau ini, aku yakin nanti akan ada gadis yang bisa mencintaimu seperti Yaerin mencintaiku" tutur Jimin.
"ck dasar" kesal Jungkook.
Kalian semua tertawa bahagia malam itu. Begitu pula dengan para pengawal dan juga ahjuma yang turut bahagia dengan kabar baik ini.
Hari telah larut para member BTS pamit untuk pulang. setelah mengantar mereka ke depan pintu dan mobil mereka jauh tak terlihat kau kembali ke kamarmu. Begitupun nyonya Park.
toktoktok..
"masuklah pintunya tidak aku kunci, ada apa ini sudah larut bukanya tidur malah kemari" ketusmu.
"hehehe apa aku tidak boleh menemui calon istri ku?"
"Tidak, pergilah aku ingin tidur"
"ish ish garang sekali calon istriku ini" mencubit pipimu.
"Ahh Oppa aku sungguh mengantuk".
"hemm tidurlah, aku akan menemanimu".
"Tidak, aku akan tidur sendiri".
"Chagiya..." manjanya.
"Hufftt yayaya sana naiklah ke tempat tidur".
"Asikk akhirnya aku bisa tidur disini".
"Ingat cuman malam ini saja"
"Oke, tapi stelah menikah nanti aku tidak akan melepaskan mu"
"Lihat saja nanti" duduk ditepian ranjang dan membalurkan body lotion ke kaki dan tangan.
"Apa kau menantangku sayang?"
"Maksudmu?"
" Emm apa kau tidak takut tidur seranjang denganku malam ini?"
"Memang apa yang perlu aku takutkan?"
__ADS_1
"Yakin??"
"Kalau aku tidak bisa menahannya bagaimana?"
"Maksudmu Oppa?" kau sudah selesai memakai body lotion dan merebahkan diri di samping Jimin.
"Itu.."
"kenapa kau jadi gajelas begini, sudah tidur sana" kamu menarik selimut untuk menutupi tubuhmu dan mulai memejamkan mata. Namun kau terkejut ketika membuka mata dengan wajah Jimin yang sudah ada didepan mata mu dengan jarak yang begitu dekat.
"Oppa apa yang kau lakukan?" bentakmu.
"stssst aku hanya ingin melihat mu"
Jimin mulai mendekatkan wajahnya dan cup. Dia menc**m bibirmu, begitu lama ia melakukannya. Perlahan dia mulai mel*mat bibirmu lembut, bukanya menolak tapi kau malah berusaha untuk mengimbanginya. Dia menghentikan kegiatan nya itu dan memandangmu lagi, seperti meminta izin padamu untuk melakukannya lagi. Kau pun memberikan senyuman padanya. Dia mulai menc**mu lagi. Kamu mengalungkan tangan ke leher Jimin. C**man kalian semakin memanas dan..
"Hufftt hampir saja" Jimin melepaskan c**mannya.
"Kenapa Sayang?"
"Ani, Ani kita tidur saja nee?"
"he'em, peluk aku" pintamu.
"Kemarilah".
Tak lama kalian berdua tertidur. Pukul 3 dini hari handphoneJimin berdering ternyata ada panggilan masuk. Jimin terbangun dan mengangkat telfon itu.
"Ada apa pagi-pagi buta kau menelfon ku?"
"Maaf tuan saya sudah mendapatkan informasi mengenai penyebab kecelakaan dari nona Yaerin"
"Benarkah? kau ada dimana sekarang?"
"Aku di depan Manssion tuan"
"Baiklah tunggu, aku akan turun menemuimu" Jimin bergegas turun untuk menemui orang suruhannya itu.
Dua menjelaskan semua informasi yang ia dapatkan, Jimin mendengarkan dengan amat serius.
"Ohh jadi dia pelakunya, Cuih ternyata dia jauh lebih rendah dari yang ku kira"
"Lalu apa yang harus saya lakukan tuan?"
"Cari tau tentang wanita itu, ingat jangan sampai ada yang mencurigai mu, pergilah.."
"baik tuan"
Jimin segera kembali ke kamarmu, namun dia tidak melihat mu di ranjang, dia mulai mencarimu ke luar kamar.
"Chagiya kau di mana?"
"Chagiya!!"
"Aishshhs dia kemana sih"
"Dorr!!!".
"Astaga kau dari mana saja hah?"
"hehehehe aku hanya ingin mengambil air minum sayang, lagian tadi aku bangun kau tidak ada disampingku memang kau habis dari mana?"
"Oh itu ehmm tadi jin Hyung menelfonku jadi aku ke balkon untuk mengangkat nya takut mengganggu tidurmu"
"Ohh begitu, yasudah kita tidur lagi yuk" ajakmu.
"Nee.."
Kalian kembali ke kamar dan melanjutkan tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hay Hay Hay terima kasih sudah setia menunggu up episode nya.. jangan lupa untuk like komentar dan follow author yah... ❤️❤️❤️❤️