Antara Kau, Dia Dan Aku

Antara Kau, Dia Dan Aku
Kepulangan Ku dan BTS..


__ADS_3

Pagi-pagi buta aku terbangun, dan mulai bersiap untuk keberangkatan ku ke Sidoarjo, berat sekali rasanya untuk berpisah dengan mereka semua, kembali aku mengingat semua kenangan yang telah ku lalui bersama dengan mereka. Aku tersenyum dan tak sengaja air mataku mengalir begitu saja, ketika terlintas ingatan Jimin mengutarakan perasaannya padaku, dan tingkah lakunya sewaktu pemotretan kemarin dadaku terasa sesak, air mataku terus mengalir.


"Kau menangis?" tutur Jimin yang tiba-tiba masuk ke kamarku.


"Hei kau kenapa, apa kau terluka? atau apa?"


"Tidak oppa aku gapapa, hanya saja ummm secepat ini aku dan kalian berpisah" tutur ku lembut.


"Sudahlah jangan menangis seperti ini, aku dan yang lain juga merasa sedih harus secepat ini berpisah denganmu, hapus dulu air matamu itu" pintanya.


"hemm, eh kita mau kemana" tanyaku, ketika Jimin menarik tanganku.


"Sudah ikut saja denganku, member yang lain sedang menunggumu".


Jimin mengajakku bertemu dengan member yang lain di kamarnya. Ternyata semua member menyiapkan kado untukku yang nantinya dijadikan kenang-kenangan.


"Ini semua? Kalian?" mataku berkaca-kaca.


"Ne Dita ini semua dari kami untukmu" jelas Suga.


"Bukalah nanti jika kau sudah sampai dirumah mu" tambah RM.


"Jaga dengan baik pemberian kami, awas kalau sampai hilang, aku akan menuntut mu wkwkwkwkwk" gurau Jin.


"Gowamo Oppa".


"Aku janji akan menjaganya dengan baik" tuturku.


"Dan ini dariku untukmu, bukalah" Jimin.


"Wow indah sekali kalungnya" tuturku takjub.


"Sini biar aku pakaikan"


"Hemm Ne Oppa"


"Pilihanmu memang yang terbaik Hyung" puji JK.


"Kau tau Dit dia kemarin telat ke lokasi pemotretan karena apa? ya karena itu wkwkwkwk" timpal V.


"heemmm gowamo Oppa, kalung ini sangat cantik"


"Sama-sama pakailah kalung itu jangan sampai hilang"


"Ne Oppa.."


toktoktok


"Biar aku saja yang buka pintu" Jin.


Jin berjalan dan membuka pintu, kemudian berbincang sedikit dengan orang yang ada diluar kamar dan menutup kembali pintu nya.


"Siapa Hyung?" tanya JH.


"Tadi staff memberitahu ku kalau jadwal penerbangan kita jam 10 pagi, jadi jam setengah 9 kita sudah harus bersiap ke bandara"


"aaaaa apakah kita gk bisa lebih lama disini, aku masih ingin menggodanya" tutur JK dan mencubit pipiku.


"awww oppa kebiasaan deh, sekarang udah jam 7 lebih baik kita turun dan sarapan saja" tuturku.


"Ide bagus , aku sangat lapar" V.


"yasudah ayo" Jimin.


Kami berjalan turun ke salah satu ruangan hotel untuk sarapan, diperjalanan kami terus berbicara dan bergurau. Seperti biasanya Jimin selalu minta untuk aku suapi, dan para member lainnya pun iri, dan memintaku untuk menyuapi mereka juga satu persatu.


"Memang aku Eomma kalian?" tuturku.


"Ya masa selalu Jimin yang kau suapi tapi kami tidak, ayolah sekali ini saja" pinta V.


"Aniyo kalian tidak boleh" Ujar Jimin.


"Yasudah sini aku suapin semua, satu kali saja, karna aku juga lapar dan ingin makan dengan tenang" jelasku.


"wahhh yesss" tutur JK dengan gembira.


Aku mulai menyuapi mereka, dari Jin, RM, Suga, J-Hope, Jimin, V dan yang terakhir JK.


"Anak pintar" tuturku


"hahahahahhaah" semua tertawa.


"oh ya aku sampai lupa, ini untuk kalian" aku mengeluarkan hadiah untuk mereka.


"apa ini?" tanya Jin.


"Bukalah dan pakai" pintaku.


"Gelang?" Suga.


"Tara itu gelang persahabatan, aku juga memakai nya" kataku sambil menunjukkan gelang yang ku pakai.


"Gomawo Dita" tutur mereka bersamaan.


"Ne.. Sama-sama"


"Teman-teman sudah waktunya kita untuk pergi ke Bandara, segeralah kalian bersiap-siap dan turun ke bawah" staff.


"Ne.."


Kami turun dan masuk ke mobil, menuju ke Bandara internasional Soekarno-Hatta. Masih sama seperti biasanya JK selalu menggoda ku dan Jimin membelaku. Aku pun meminta untuk mengambil foto dengan mereka di dalam mobil. Hemm hari yang penuh makna. Sampai di bandara, kami turun dan bergegas masuk ke ruangan cek in.


"Oppa jaga kesehatan mu, jangan telat makan, dan tidurlah yang cukup" tuturku pada Jimin.

__ADS_1


"Ne,, Bawel sekali kau hahaha" jawab Jimin.


"Kalian juga jaga kesehatan ya, aku akan selalu merindukan kalian" tuturku.


"Kami juga akan merindukanmu" tutur V.


"Sini peluk aku" pintaku.


Kami berpelukan satu persatu. Dan Jimin begitu erat memelukku seakan-akan tak ingin melepaskan nya. Namun waktu harus memisahkan kami. Mereka harus masuk ke pesawat dan aku harus pergi ke pesawat lain. Pesawat mereka sudah berangkat, dan beberapa menit kemudian pesawat ku juga flight. Aku sampai di Sidoarjo tepat pukul 12 siang. Om Andra dan kedua sahabatku itu sudah menungguku. Aku tersenyum padanya.


"Om Andra aku sangat merindukanmu" tuturku.


"hemmm Om juga nak, kau terlihat kurang sehat" tanya Om Andra.


"Aku kurang tidur, itu saja"


"Dita dimana BTS?" tanya Grace sambil menoleh kesana kemari.


"Astaga kau ini, ya mereka kembali ke negaranya, ngapain ikut aku kemari" tegasku.


"Ya barang kali mereka mau berkenalan denganku, humm apalagi aku kemarin melihat JK lewat VC asa dia sangat tampan" tambahnya.


"Eh itu kalung dari siapa?" tanya Nissa


"Ehmm ini.... nanti saja aku jelaskan di rumah, ayo kita pulang aku sangat lelah" pintaku.


"Baiklah ponakan-ponakan om yang cantik mari kita pulang" Om Andra.


Dimobil mereka ingin melihat foto-foto ku selamat di Jakarta dan bersama BTS. Mereka sangat iri padaku dan hampir menangis melihat diriku begitu dekat dengan BTS. Aku jadi mengingat masa-masa bersama mereka.


"Ahhh Dita tatapan Jimin kenapa begitu sweet padamu di foto ini? apa dia menyukai mu?" tanya Grace


"Hemm iya sepertinya dia menyukaimu dit, karena cara memandangnya ke kamu begitu tulus" tambah Nissa.


"hahahaha kalian ada-ada saja namanya juga pemotretan pasti harus seperti itu kalau tidak hasilnya tidak akan bagus, kami hanya profesional saja" jelasku.


"hemm benar juga" jawab Grace, dan kembali melihat foto-foto lainnya.


"Nak apa mereka disana mengurusmu dengan baik?" tanya Om Andra.


"Lebih tepatnya mereka menjagaku dengan sangat baik Om , apalagi waktu Dita drop Jimin dan JK secara bergantian merawatku".


"Apa? Kau sakit?"


"Hanya kecapean saja om, jadwal begitu padat sampai-sampai waktu istirahat kami tidak teratur." jelasku.


"Nah sudah sampai, lebih baik kita lanjutkan di dalam saja ngobrol nya oke" tutur Om Andra.


"Okidoki Om" jawab Grace.


Setelah turun aku dan dua sahabat ku itu menuju ke kamarku, dan akhirnya aku bisa rebahan di kamarku tercinta.


Tiba-tiba telfonku berdering.


"Chagiya... aku sangat merindukanmu"


"Aku juga Mike, apa kau dikantor?"


"Ne.. Aku akan ada rapat dengan klien, kau sudah sampai?"


"Sudah baru saja sampai"


"Hai Mike" sahut Grace dan Nissa


"Hai kalian berdua sudah lama tidak bertemu"


"Kapan kau akan ke Indonesia lagi?"


"Entahlah tapi secepatnya aku akan menyelesaikan pekerjaan ku disini agar bisa ke Indonesia."


"Maaf tuan Klien kita sudah datang dan menunggu di ruang meeting". Tutur sekertaris Mike.


"Ne.. aku segera kesana"


"Sayang aku tutup dulu ya nanti aku akan menelfonmu lagi, dahh love you" .


"Love you too sayang, good luck yah".


Selang beberapa waktu Jimin mengirim pesan padaku.


*Dita apa kau sudah sampai? aku hanya ingin memastikan nya*


*Sudah Oppa, sekarang aku sedang di rumah*


*Syukurlah, nanti aku akan menelfonmu kalau sudah sampai di Korea*


*Ne..*


"Ciye pesan dari sapa tuh?" Grace


"Jimin begitu perhatian sekali padamu" goda Nissa.


"Ahhh kalian"


"Jangan-jangan dugaanku benar, Jimin menyukaimu" tambah Grace.


"ehmm baiklah aku akan menceritakannya pada kalian, tapi ini rahasia kita bertiga oke"


"Yaya baiklah, cepat ceritakan"


"Kau masih ingat Grace pria yang menolong ku dulu, yang mengantarkan ku pulang setelah kejadian kak Lee?"


"Aku ingat"

__ADS_1


"Yah dia adalah Jimin"


"Whatt???? Are you sure baby?"


"he'em dan ternyata semua konser kemarin itu adalah rencana mereka untuk mempertemukan ku dengan Jimin"


"Aaaaa soswetttt"


" Dan ada satu hari dimana Jimin mengutarakan perasaannya ke padaku, lihatlah foto ini" aku menunjukkan foto dinner di tepi pantai.


"Disana dia mengutarakan perasaan nya, bahwa dia sangat mencintai ku namun dia sadar diri dan tidak akan memaksa ku untuk menerimanya karena aku sudah memiliki kekasih"


"Apa setelah itu dia berubah?"


"Tidak dia tetap sama, dia tetap menjadi Jimin yang lembut dan hangat padaku"


"Beruntungnya hidup mu dikelilingi orang yang menyayangimu"


"Aku jadi ingin tau bagaimana mereka memperlakukan mu disana terutama Jimin.. ahh Dita kapan kita bisa ke Korea aku ingin bertemu mereka" Pinta Grace.


"Sabarlah 2 tahun lagi kita akan pergi kesana, karena mengurus paspor dan visa tidak semudah itu".


"Benarkah?"


"Hemmm ya, nanti biar Om Andra yang mengurus Paspor dan Visa kalian " sahut om Om Andra yang masuk tiba-tiba.


"Asikkk kita pergi berlibur ke Korea" teriak Nissa dengan begitu bahagia.


"Dita keluarlah sebentar Om ingin bicara padamu, kalian berdua bermalamlah disini pasti Dita merindukan kalian"


"Baiklah"


" Ayo Ikut Om"


Aku mengikuti Om Andra dari belakang. Kami menuju ke taman belakang. Dan Om Andra menyuruh ku duduk disampingnya.


"Nak apa benar yang kau katakan tadi?"


"Yang mana om?" aku bingung


"Tentang Jimin?"


"Oh itu, emmm iya om itu benar, tapi Ono tenang aja aku tidak akan menduakan Mike" tersenyum.


"Apa Mike tau tentang ini?"


"Tidak semua om, tapi Mike tau kalau aku konser dengan mereka dan kebetulan Mike adalah teman dekat mereka".


"Biarkan itu menjadi rahasiaku dengan para member BTS jangan sampai Mike mengetahui nya, Om tidak ingin ia sakit hati mendengar semua itu"


"Pasti om".


"Emm bentar itu kalung sepertinya om baru melihat kau memakainya?"


"Oh ini.. ini dari Jimin om, kenang-kenangan darinya, bukan hanya Jimin saja semua member juga memberikan ku hadiah, ada di dalam koper belum aku buka, dan sama seperti gelang yang kupakai mereka juga punya satu-satu.."


"Apa Jimin tidak terlalu berlebihan nak?"


"Tidak Om dia sangat menghargai hubunganku"


"Om percaya padamu, yasudah pergilah tidur kau pasti sangat lelah"


" he'em dah om".


Aku kembali menuju ke kamar, ternyata kedua wanita cerewet itu sudah tidur. Dan aku teringat akan hadiah pemberian BTS, aku mengeluarkan barang-barang dari koper dan menyimpannya di lemari ku. Aku merebahkan diri di atas tempat tidur dan akhirnya aku pun tertidur.


"Kau, kenapa kau menikah dengan nya, kenapa kau menghianati ku Mike, apa kesalahan ku hingga kau tega melakukan ini". teriakku.


"Aniyo bukan seperti itu sayang, aku tidak mungkin menghianati mu , ini ku lakukan karena terpaksa, perusahaan Ayah membutuhkan suntikan dana besar untuk bisa maju, Miane"


"Dengan masalah yang begitu besar kau tidak pernah menceritakannya padaku hah, apa kau pikir aku tidak bisa membantu mu untuk suntikan dana, jika Om Andra tau masalah ini apa dia juga tidak akan membantumu, dimana otakmu, kau memilih menikah dengan wanita itu hanya karena masalah ini"


"Nak Mama mohon tenanglah, kita bisa berbicara baik-baik" tutur Mama Mike.


"Ne .. Eomma, Miane aku sudah terlanjur kecewa dengan perlakuan putramu padaku, aku kemari dengan susah payah untuk bisa bertemu dengannya tapi apa balasannya padaku, dia menyambut ku dengan acara pernikahan bodoh ini hahahaha" air mata terus mengucur keluar dengan deras.


"Ne Dita.. jangan seperti ini oemma mohon".


"Aku rasa kehadiran ku disini tidak ada gunanya lagi, Terima kasih untuk luka yang begitu mendalam ini, Semoga kalian berdua bahagia" berlari pergi keluar dan mulai melajukan mobilk dengan kecepatan tinggi.


"Ah tidak kenapa rem nya tidak berfungsi, Ya Tuhan ini kenapa, Andaikan ada Jimin disini dia pasti akan menyelamatkan ku, hiks hiks hiks".


"Ya Tuhan jika memang aku kau takdirkan untuk bertemu denganmu maka aku sudah mengikhlaskan nya, dan jika kau mengizinkanku untuk tetap hidup, biarkan aku hidup dan bisa bertemu dengan Jimin"


Dan Brakkkk, brakkk brakkk brakkk, mobil pun terbalik dan masuk jurang, aku masih bisa keluar dari mobil dan ikut jatuh menggelinding ke dasar jurang, aku tercebur ke dalam sungai dan hanyut mengikuti aliran air sungai.


"Tidakkk, hoh hoh hoh" tuturku.


"Kau kenapa Dita"


"Ahh sial untung hanya mimpi"


"Pasti kau mimpi buruk?"


"Hemm"


"Seperti nya kau benar-benar lelah, lanjutkan tidurmu ,itu hanya bunga tidur".


"hemm"


Maafkan author yang telat untuk update episode nya, author sedang fokus untuk pengerjaan tugas akhir,, but Terima kasih sudah setia menunggu ku.. 😍😍❤️❤️❤️


Jangan lupa untuk like komentar dan vote novel ini, biar author lebih semangat untuk menulis..

__ADS_1


__ADS_2