
Keesokan paginya Jimin terbangun dan langsung teringat Andita, dia berlari keluar kamar menuju ke kamar Andita, ia mengetuk pintu kamar namun tidak kunjung ada jawaban. Ia mencoba untuk membukanya, pintunya tidak dikunci, Jimin masuk dan melihat sekeliling ternyata Dita juga tidak berada di kamar. Ia semakin dibuat kacau. Ketika hendak pergi untuk mencari keluar hotel , RM mencegahnya.
"Kau mau pergi kemana?"
"Aku akan mencarinya"
"Kita harus ke stadion sekarang Jimin"
"Tapi.."
"Para staff yang lain akan mencari nya, lebih baik kita fokus untuk konser, pikirkan member lain dan juga para army!" tegasnya.
"Ayo cepat kita harus ke stadion" ucap salah satu staff.
Dalam perjalanan ternyata JK dan Dita saling mengirim pesan untuk memastikan keadaan agar Jimin tidak curiga.
"Apa kalian sudah pergi?"
"Ya kami sedang dalam perjalanan ke stadion, kau semalam tidur dimana?"
"Aku dikamar staff hehe, tadi hampir saja aku ketahuan, karena aku ingin pergi ke kamarku dan ternyata Jimin ada disana"
"Sekarang kau bersiap-siaplah,ikutlah mobil staff yang lain, ada beberapa staff yang menunggumu"
"Baiklah Oppa, sampai jumpa"
JK tersenyum simpul melihat percakapan nya dengan Dita melalui pesan. Berbeda dengan Jimin dia sangat risau dan khawatir dengan Dita, tapi dia harus tetap profesional.
"Kalian semua langsung menuju ruang make up ya" ucap salah satu staff.
"Baiklah , Gomawo" tutur RM.
Diruang makeup semua staff sibuk mendandani para member. Jk sedang melatih vokalnya, V dan JH berlatih koreografi, RM, Suga dan Jin sedang mendiskusikan sesuatu. Jimin hanya duduk termenung. Diluar sudah terdengar suara teriakan dari para Army. Tinggal beberapa menit lagi konser akan dimulai tapi Dita juga tak kunjung datang, para member lain dan staff berpura-pura ikut resah dengan keberadaan Dita yang tidak tau dimana.
"Oke sekarang sudah waktunya, cepat-cepat" tutur staff.
Semua member naik ke atas panggung dan memulai acara konser.
Diruang make up Dita datang dan menyamar sebagai seorang staff , ya itu dilakukan agar Jimin tidak curiga.
"Akhirnya kau datang juga nona, kami kira kau benar-benar pergi, ternyata aku baru tau kalau ini" ucap salah satu staff.
"hehehe ini rencana para member nona, aku hanya memainkan peranku saja, bagaimana aktingku bagus kan?"
"Benar-benar natural nona aku saja sampai bingung karena ulah kalian ini.. lebih baik kau tetaplah seperti itu, karena 2 lagu lagi BTS akan ganti pakaian".
"he'em"
Dan benar saja setengah jam kemudian BTS turun panggung dan berganti pakaian, aku bisa melihat wajah Jimin yang begitu lelah, dan tidak bersemangat, namun demi army dan para member yang lain ia menutupi itu semua. Setelah selesai berganti pakaian dan beristirahat sejenak, mereka naik lagi ke atas panggung. Tak sengaja Jin menabrak ku. Dan melihat wajahku. Aku pun mengedipkan mata, memberi kode agar dia bersikap biasa saja. Lalu dia pergi dengan sedikit terkekeh setelah melihat ku.
" Nona sekarang kamu bisa berganti pakaian dan berdandan".
"He'em".
Staff mendandani ku dengan begitu sabar dan teliti, sesekali dia mengajakku berbicara, kemudian membantu ku memakai kostum.
"Wow nona kau terlihat begitu cantik" puji staff itu.
"Ahh ini semua karena mu juga, kau sangat pandai merias wajahku" pujiku.
"Terima kasih nona"
"Ok 2 menit lagi kau akan naik ke atas panggung, lagu spring day akan segera dimainkan"
" baiklah"
Aku pun naik ke atas panggung melewati layar panggung yang terbuka. Seketika Jimin melihat ku dan ia begitu terkejut. Dia yang tadinya tertekan sekarang merasa senang karena melihat ku diatas panggung, aku tersenyum padanya ia pun sebaliknya. Ia menggandeng tangan ku, kami ber delapan menari dan bernyanyi bersama. Dan sekarang waktunya aku untuk bernyanyi solo. Jimin dari layar monitor memperhatikan ku. Dia rasanya ingin menangis tapi dia menahannya.
"Apa ini kejutanmu sayang, Kau begitu cantik, ternyata kau satu panggung dengan BTS" puji Mike.
Yah sebelum aku pergi ke stadion aku memberi tahu Mike untuk vcall. Dan staff aku mengarahkannya kepadaku.
"Dasar macan betinaku, bisa-bisanya dia memamerkan kecantikan nya pada 7 member itu wkwkwkwk" tuturnya.
"Okay guys this is my favorit song, if you can this song, we will singing together, are you Ready??"
__ADS_1
"Ready haaaaaaa haaaa" teriakan para army.
Aku mulai menyanyikan lagu A Daily song, Mike terharu melihat ku menyanyikan lagu itu, ya karena lagu itu yang kita mainkan bersama untuk pertama kalinya.
"okay thank you sir, saya harus mematikan vcall nya saat ini"
"he'em baiklah, katakan padanya agar menelpon ku setelah acara selesai"
"iya pak"
Sekarang adalah waktunya untuk memberikan Jimin kejutan. Tiba-tiba lampu padam, dan yang tadinya aku berada diatas panggung ketika lampu dinyalakan aku menghilang. Jimin sontak kaget dan berlari keatas panggung disusul para member yang lain. Aku bersembunyi dibalik layar panggung, aku berjalan menuju aranya dengan membawa tart dan menyajikan lagu untuknya, semua member dan Army pun ikut menyanyikannya.
saeng-il chughahamnida..
saeng-il chughahamnida..
jigueseo ujueseo..
jeil saranghamnida..
"Saeng-il Chughahmanida Jimin Oppa" tuturku.
"Kau!!" Jimin berlari ke arahku dan langsung memeluk ku.
Para member hanya tertawa meluhat kelakuan Jimin. Secara bergantian mereka saling berpelukan. Jimin menangis saat itu juga. Dia tidak percaya semua menyiapkan ini untuk ya. Aku pun juga ikut menangis karena terharu melihat nya. Kami semua turun dan break untuk beberapa menit.
"Kau semalam kemana ha? aku khawatir padamu"
"Aku tidur bersamanya" menujuk salah satu staff.
"Jadi yang kemarin?? itu semua rencana kalian?"
"bagaimana dengan akting ku Hyung?? terbaik bukan" puji JK oada dirinya sendiri.
"Dasar kau bocah nakal, bisa-bisajya kau mengerjai hyungmu!" tutur Jimin sambil memukul-mukul lengan JK.
"Jangan pukul dia Oppa, aku juga ikut andil dalam hal ini, jadi pukul aku juga biar adil" belaku.
"Oh ya kau juga ikut ya, rasakan ini" Jimin menggelitikiku.
"Ampun oppa sudah nanti makeup ku rusak karena mu, kasian dia sudah bersusah payah mendandaniku" tuturku.
"hemm kau ini, tapi kau terlihat sangat cantik hari ini, aku menyukai nya" puji Jimin.
"hahaha sudah jangan memuji ku begitu, aku malu" tuturku sambil menutup wajahku.
"Benar nona kau memang begitu cantik" tambah salah satu staff.
"ahhh boyaahhh..." ucapku.
"eh kau kenapa meniru ucapanku" Suga.
"wkwkwkkw" semua member tertawa.
"ahhhb boyaahhh" ku ulangi sekali lagi.
"Dita kau" Suga mengejarku.
Aku bersembunyi dibalik badan Jimin. Jimin hanya tertawa bahagia melihat nya.
Para member harus perfom kembali untuk beberapa lagu dan tiba waktunya lagu promise, Jimin bernyanyi begitu semangat nya berbeda dengan sebelumnya. Kami berdua menghayati benar-benar lagu itu, dan membuat para army berteriak histeris.
Tak terasa penghujung acara pun tiba, kami menyanyikan lagu terkahir secara bersama-sama dengan para army. Konser pun berakhir. Para member terlihat begitu sangat lelah, aku khawatir dengan keadaan mereka yang seperti ini. Aku membantu para staff untuk mengurus para member yang kelelahan saat itu. Secepat mungkin kami kembali ke hotel agar para member bisa beristirahat.
Sesampainya di hotel kami menuju kamar masing-masing. Namun saat itu Jimin yang tidak bisa tidur pergi ke kamar Dita.
"Dita apa aku boleh masuk?"
"Oppa masuklah aku tidak mengunci pintu nya"
"Apa aku boleh tidur disini malam ini?"
"Tapi oppa?"
"Aku hanya ingin tidur saja, aku tidak akan berbuat macam-macam"
__ADS_1
"hemm kemarilah"
Jimin merebahkan tubuhnya di sampingku.
"Dita"
"hemm"
"Apa kau tau, bagaimana perasaan ku semalam"
"kenapa oppa"
"Aku sangat takut jika kau benar-benar pergi meninggalkan ku"
"maafkan aku, jika aku sudah membuat mu khawatir"
"Bisakah kau berjanji padaku?"
"hemm apa itu?"
"Jangan pernah untuk meninggalkan aku" memberikan jari kelingkingnya.
"ehmm bagaimana ini, aku harus apa" batinku
"hei apa kau mau?"
"heemm okay baiklah aku berjanji" mengaitkan jari kelingking ku.
Dia tersenyum bahagia. Dia menatapku tiada henti. Aku merasa sedikit risih karena itu.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu, aku jadi tidak bisa tidur"
"Karena kau cantik, sini biar ku peluk pasti kau akan tertidur" meraih tubuhku dan mendekapku dalam pelukannya.
"Oppa apa yang kau lakukan?"
"Sudah diam dan tidurlah, selamat malam" tuturnya.
Sebenarnya aku ingin menolaknya namun aku tak tega ketika melihatnya begitu bahagia. Aku terdiam dalam pelukan nya yang begitu hangat dan membuat ku nyaman. Aku pun tertidur begitu saja.
.
.
.
.
.
.
Ketika cinta hadir diwaktu yang salah. Ketika harus menjaga hati untuk orang yang dicintai namun pria lain datang membawakan cinta untukmu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hay sobat setia ku, Terima kasih banyak atas waktu yang sudah diluangkan untuk mampir ke novelku.. jangan lupa untuk like, komentar dan vote yah.. dukung terus author.. 🤗🤗😍😍📝📝