Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Magic


__ADS_3

Menurut penuturan Inah. Suami baru Rarah yang bernama Udin itu seorang pemalas yang jarang bekerja, bahkan hobinya hanya mancing ikan saja.


Hingga suatu hari anak laki-laki Udin dari istri sebelumya digerebeg Polisi ketahuan sedang mengkonsumsi Ganja.


Tentu saja Udin tak punya uang untuk menebus anaknya itu, uang dari mana?


Lagi-lagi yang kena batunya adalah istrinya, mau tidak mau Rarah menggadaikan sertifikat Rumah ke Bank demi menebus anak tirinya itu.


Udin memang Manusia yang tidak bertanggung jawab, angsuran dari Bank dibulan pertama dibiarkan menunggak. Itulah alasan Rarah pergi membujang, demi melunasi angsuran Bank. Ia tak mahu kalau sampai harus kehilangan Rumah.


Dan lagi si Udin itu terkenal dengan Magic, gosip sudah beredar keseluruh penjuru kampung bahwa Rarah kena guna-guna Udin karena saat menikah sungguh mendadak, bahkan semua biaya pernikahan Rarah yang menanggung tanpa ada acara lamaran dari pihak Udin maupun Keluarga Udin.


Mendengar penuturan Inah, dada Cecep menjadi sesak. Amarah menguasainya, tapi ia dapat berbuat apa toh sekarang Rarah bukan istrinya lagi. Ia hanya bisa memegangi kepalanya yang tampak frustasi itu.


Sebenarnya Cecep masih sangat mencintai Rarah, tapi ibu dari anak- anaknya itu yang sudah memutuskan perceraian. Istrinya itu sudah tak menginginkannya.


Cecep melepas Rarah hanya demi melihat wanita yang dicintainya itu bahagia walau dirinya dan buah hatinya harus menanggung akibat dari keegoisannya.


"Lihatlah,,,istriku,,,lihatlah,,,,


kini karma telah datang kepadamu hanya demi mengejar cinta laki-laki pemalas Kau tega meninggalkan kami, meninggalkan suami dan darah dagingmu. Kau berbahagia diatas air mata kami, tapi Tuhan tidak tidur, Tuhan Maha adil,,,


Kau pantas memanen buah dari


Keegoisanmu."


Batin Cecep berteriak, sambil memegangi dadanya yang terasa disayat-sayat itu.


Tapi tetap saja Cecep kasihan dengan mantan istri yang masih dicintainya


itu walau bagaimanapun, seburuk apapun Rarah tetaplah Ibu dari ketiga anaknya.


Setelah semua dirasa jelas, tak ada pilihan lagi selain membawa Bima ikut bersamanya menemui Drajat di Tanjung priuk.


Sementara itu Ira masih sibuk di sida mampir melayani segala pesanan pelanggan.


Sore itu suasana terasa lebih riang dengan kehadiran Cathy dan Tiger.


Disela kesibukan masih ada ruang untuk hal-hal lucu untuk diceritakan.


Mulai dari pesanan sampai langganan bisa jadi topik pembicaraan dan menjadi sesuatu yang membuat perut menjadi sakit karena terlalu hebat tertawa.


Mereka sangat kompak dan cocok, mungkin karena isi kepala Safhira yang masih polos bak Remaja.

__ADS_1


Ba'da petang barulah bos muncul bersama Pale. Sungguh hal yang jarang terjadi.


Kemudian Pale menghampiri Ira. Minta dilayani .


"Mbak, tolong buatin aku pecel ayam. Dada mentok yah, minumnya es teh manis. Diantar kesana ya,"


Pale menunjuk ke Area luar kedai Ruangan yang biasa digunakan untuk Bos bersantai.


Ira mengangguk paham ,kemudian segera membuatkan pesanan Anak sulung dari Bos nya itu, dan Pale pun berlalu menuju tempat yang ia tunjukkan pada Ira tadi.


Sejurus kemudian Ira sudah selesai dan segera mengantar pesanan Pale sesuai instruksi.


"Mau kemana mbak? sini temenin Aku makan. Kita jarang ketemu dan ngobrol"


Tanya pale sambil memegang lengan Ira yang sudah siap untuk berlalu setelah meletakkan hidangan yang ia pesan.


"Gak enak sama Mami Le,Warung lagi rame banget tuh,"


"Tadi Aku udah bilang sama Mami kok, duduk sini."


Sambil menarik Ira untuk duduk ditempat yang Pale maksudkan.


Ira tak berkutik dengan perintah Bos mudanya itu dan duduk manis memperhatikan Pale menyantap semua hidangan dengan lahap.


"SMA IPA. Kamu sendiri?"


"Aku STM . Tekhnik Mesin, lulusan taon berapa?"


"2007, Kenapa gak kuliah?"


"kalo gitu kita ini seangkatan lho Mbak. Aku gak tertarik kuliah, tadi aku lulus interview dan diterima jadi engineering di Pabrik tekstil yang di" Daerah Ciracas, kamu tahu gak tempatnya? .Kelahiran taon berapa?"


"Pernah denger sih, tapi gak inget tepatnya dimana. Aku kelahiran juli 1989, kamu sendiri?"


"Wow kita seumuran. Aku lebih Tua dua bulan doang, Tepatnya bulan Mei"


Merekapun saling menatap dan tersenyum, seketika suasana menjadi canggung. Untuk memecah suasana Ira meminta izin untuk kembali ke warung.


"Ya udah Mbak, boleh lanjut kerjanya, sorry ganggu sebentar soalnya aku lagi kepingin ditemanin Mbak. Lagian kita jarang ngobrol banyak kayak barusan."


Irapun mengangguk.


Tak disangka Pale begitu sopan dan menghargai dirinya dengan tetap memanggil Mbak. Iapun segera berlalu mengangkut piring kotor bersamanya.

__ADS_1


Baru separuh jalan Mami malah menggandeng lengan Ira. Mengajaknya kembali ketempat dimana Pale berada.


"Mami lagi kepingin jus. Tolong belikan jus Melon ya!. Pale mau jus Apa?"


"Nggak lah Mah, kenyang aku"


"Kamu terserah jus apa yang kamu mau Ra, dan Cathy kepingin jus strowberry ,jadi pesen tiga, bayarnya nanti gitu bilang aja disuruh Mamah Pale."


"siap, mih"


ucap Ira sambil menunjukkan hormat bak komandan saja ,kemudian berlalu menuju Cafe seberang.


Setelah Ira pergi Mami dan Pale mengobrol hal yang serius.


"Menurutmu Ira gimana ?"


"Gimana apanya Mah?"


"Kalian tadi berduaan masih pura-pura polos, tentu saja untuk dijadikan menantu Mamah. Udah gak sabar nih kepingin momong cucu,"


"Apaan sih Mah. Aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang Ayah, kalo mengenai Ira ,ia memang gadis yang baik, terserah Mamah deh kalo memang sudah kepingin jadi Mertua, lagian Ira gak jelek juga ,"


"Mamah sudah terlanjur sayang sama Ira, dan nanti kalau kalian sudah menikah akan dibuatkan cabang sida mampir buat masa depan kalian. Ira itu orangnya rajin dan gesit, pasti cepat sukses kalo berwirausaha. Daripada kamu gonta-ganti pacar gak jelas mantanmu juga ada beberapa yang sering datang kerumah, gak ada yang sesuai kualifikasi calon mantu idaman."


Belum selesai Mami bicara, Ira sudah datang membawa jus yang dipesan.


Ira segera menyerahkan Jus Melon kepada Mami dan berencana kembali kewarung untuk menyerahkan jus strawberry milik Cathy dan Ia sendiri tak sabar untuk menikmati jus alpukat yang terlihat segar dengan topping yang menggoda itu.


"Mih Aku balik ke warung lagi ya sekalian ngasiin ini buat Cathy."


Mami mengangguk tanda setuju, kemudian ia berlalu.


Sebenarnya Mami sudah tidak sabar ingin membicarakan tentang rencananya, tapi karena warung sedang ramai, ia menahannya dan berencana mengatakannya di kesempatan yang lain.


Ira segera memberikan jus strawberry dingin yang segar itu kepada Cathy.


"Ini pesenanmu Dek"


"Makasih ya Kak"


Ucap Cathy dan segera menyerup Jus yang sangat menggoda di cuaca yang gerah itu.


Melihat gadis itu, mendadak tenggorokan nya menjadi kering kemudian segera menghabiskannya dikarenakan warung yang sedang ramai dan pelanggan yang sedang menunggu pesanannya.

__ADS_1


__ADS_2