
"Mungkin memang nasib harus begini" dan Cecep hanya bisa bersabar dan tegar menjalani Takdir masa Tua yang menyedihkan seraya memanjatkan Do'a "Semoga Semua anak-anaku menjadi Orang yang sukses."
Malam semakin larut akhirnya merekapun kembali kekontrakkan setelah mulai merasa lelah.
Sesampainya dikontrakkan Sakti dan Bima pergi ke kamarnya dan tertidur dengan begitu cepatnya.
Kecuali Cecep yang terbiasa bergadang. Ia menyalakan TV dan menonton acara Olah Raga Sepak Bola kegemarannya.
Sebenarnya Ira sudah sangat mengantuk, tapi ditahannya karena masih harus berkemas untuk besok.
Hari telah berganti. Ira seperti biasa sudah rapi di pagi hari, sebelum berangkat Ira menyempatkan diri keliling kampung seperti biasa.
Setelah kembali, tak biasanya semua pria di rumah itu sudah rapi.
Mungkin karena ini hari terakhir kebersamaan mereka, raut wajah mereka muram semua, pertanda tidak senang karena akan berpisah.
"Bima yang rajin belajar ya!dan nurut sama ayah. " ucap Ira sambil mengacak- acak rambut adiknya yang sudah disisir rapi itu.
"Siap Teh" jawab Bima sambil menirukan hormat bak komandan kepada kakak kesayangannya itu.
"Sering-sering kasih kabar ya"
Ucapnya lagi kepada Sakti.
"Ok,Ceu"jawab Shakti sambil menenteng barang-barang Kakak Perempuannya itu.
Sambil mengantar, Cecep berpesan sekedar mengingatkan kepada Ira.
"Jangan pernah menerima kebaikan Laki-laki"
Ira mengangguk walau belum paham sepenuhnya dengan maksud perkataan ayahnya itu.
Setelah menunggu beberapa saat Bis pun datang, Ira menyalami ayah dan kedua adiknya, kemudian melambaikan tangan dan masuk memilih bangku kosong paling belakang.
Seorang pemuda yang naik setelah Ira memilih duduk disampingnya.
Pemuda itupun membuka obrolan dengan berkenalan.
"Kenalin nama aku Leon "sambil menyodorkan tangan, tapi keyakinan Ira menolak secara halus untuk berjabatan tangan dengan pemuda itu.
"Namaku Safhira"
Tak disangka Leon sangat terbuka dan cerewet, cocok sekali dengan dirinya .
Mereka ngobrol ngaler ngidul seperti sudah kenal lama.
Inti dari Sepasang single apalagi kalau bukan bertukar kontak.
__ADS_1
Ya itulah yang mereka lakukan.
Ternyata tujuan mereka berbeda dan Leon sampai tujuannya lebih dahulu sedangkan tujuan Ira masih sangat jauh.
Tak terasa sudah waktunya makan siang Bis pun berhenti di Rest area, pertanda Semua penumpang boleh turun beristirahat selama 30 menit.
Ada yang berlari mencari Toilet,ada yang langsung mencari Rumah makan bahkan ada yang mencari Mushola terlebih dahulu seperti yang dilakukan Ira.
karena Ira pikir Ibadah tidak bisa ditunda sedangkan makan dalam Bis sekalipun bisa untuk dibungkus.
Dan waktu setengah jam itu cukup baginya untuk ke Toilet, Sallat dan makan.
Sehingga saat Bis kembali melaju Ira tinggal memejamkan matanya tanpa beban, dan terlelap begitu saja.
Suara dering ponsel membangunkan tidurnya, ditatapnya layar hp yang menandakan ada sms masuk, ternyata dari ceu Elis.
"Maaf Ra, gue gak bisa jemput kamu lagi repot, diTerminal nanti kamu langsung naik angkot warna merah jurusan yang ke PGC nanti minta Pak supir turun di samping Polres Cipayung, disampingnya ada Gang besar, nanti kalo udah depan Gang kabari aku lagi ok."
"Ok" balas Ira.
Sesuai instruksi dari Elis, Ira segera menghubunginya setelah sampai dilokasi yang dimaksud.
"Ceu, aku udah didepan Gang nih,"
"Kamu pakai baju apa?nanti yang jemput kamu Cowokku,"
"Iya tunggu sebentar, cowokku baru mau berangkat,"
Sekejap saja Pria berkulit hitam menghampirinya.
"Kamu Safhira"
tanyanya sabil menunjuk kearah Ira.
"Iya, saya."
Pria itupun segera memberi isyarat padanya agar segera naik ke motornya.
Sesampainya di ujung Gang Pria itu membantu membawakan barang-barang Ira dan membawanya masuk kesebuah kontrakan kecil yang lebih sempit dari kontrakan ayahnya diPamanukan, setelah meletakan barang-barang di kamar tidur, pria itu berlalu pergi tanpa sepatah katapun.
Disana hanya terdapat sebuah dua ruangan, Salah satunya dijadikan Kamar untuk tidur dan tempat yang di duduki Ira sekarang terdapat sebuah TV dan kipas angin yang sedang menyala.
Lima menit kemudian Elis menghampirinya dengan hanya berbalutkan handuk.
"Sorry Ra, mendadak Cowokku dateng biasalah, Gue nemenin dia, ini mandi basah gara-gara doi. Gue pake baju dulu ya" ucapnya sambil berlalu ke kamar tidur tanpa menunggu jawaban dari Ira.
Ira mengerti kalo temannya itu seorang Janda tapi ia tidak sejalan dengan pemikiran Elis yang agak bar- bar itu, tidur bersama Seseorang yang bukan Suaminya.
__ADS_1
Tanpa menunggu Tuan Rumah mempersilahkan, Ira nyelonong masuk ke kamar menyusul Elis begitu saja, diperhatikannya temannya itu mengenakan pakaian minim bahkan Rok satu jengkal diatas lutut, padahal dulu Elis berhijab seperti dirinya, bahkan sekarang make up nya agak tebal.
"Lu berubah Ceu"ungkap Ira
"Ya mau gimana Ra gue cuma lulusan SD cuma ngandelin muka buat dapet kerjaan, sementara kehidupan disini serba mahal dan gue masih kudu transfer buat anak gue di Bandung"
Elis menjelaskan sambil menyemprotkan minyak wangi yang baunya sangat menyengat bagi Ira.
"Gue kerja di Bar deket sini, sedang lu terserah mau langsung kerja di Warung pecel lele ato ikut gue ke Bar,"
"Gak apa-apa Ceu, gua mau langsung kerja di Warung pecel lele aja daripada nganggur,"
"Ok kalo gitu, gue telpon bos pecel lele biar langsung jemput Lu. Nanti gajinya bersih karna makan dan tidur ditanggung bos,"
"Makasih banyak Ceu udah bantu gue,"
ucap Ira sambil merangkul Elis.
"Kita ini udah kayak Sodara gak usah sungkan, padahal tipsnya gede kalo Lu mau Kerja kaya Gue, apalagi kalo bisa ngerayu Bos kaya, senang hidup Lu Ra."
Ira membisu tanpa jawaban, sebab Elis yang dulu tidak seperti ini, kemungkinan uang haram dan minuman keras telah merubah hatinya menjadi sehitam itu.
Lima belas menit kemudian seorang Pemuda seumuran Ira datang.
"Assalammualaikum,"
"Waalaikumsalam"jawab Ira
"Oh kamu Le, kirain bapakmu yang bakal jemput Safhira"
kata Elis kepada pemuda itu, sambil menyerahkan barang-barang Ira kepadanya.
"Ayo Mbak ,"
ucapnya mengajak Ira untuk segera mengikutinya.
Ira segera memeluk Elis "Sekali lagi makasih Ceu"bisiknya kemudian berlalu pergi dan melambaikan tangannya setelah siap dibonceng oleh anak dari calon Bosnya itu.
Secepat kilat mereka sudah berada di kediaman Bosnya itu. Pria itu menaruh barang-barang Ira ke sebuah kamar bernuansa feminim.
"Nanti kamu tidur sama Cathy. sekarang ayo aku antar ke lapak"
ucapnya mengajak Ira segera masuk ke mobil kijang klasik itu mengambil posisi didepan, sebab dibelakang memang sudah penuh barang-barang Lapak.
Malam itu Ira diperintahkan untuk mengisi perutnya dan langsung bekerja.
Hal pertama yang diajarkan bos Pria kumisan seumuran ayahnya itu adalah membuat teh dan jeruk manis, panas atau dingin, serta menguleg sambel, itulah keunggulan lapak mereka sambel fresh yang membuat pelanggan rela mengantri.
__ADS_1