Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Nuansa abu- abu


__ADS_3

Terimakasih atas dukungannya ditunggu vote,like&comen nya


"Happy Reading"


***


Safhira yang kegerahan sendirian dikantor melepaskan hijabnya.


Rambutnya yang panjang lurus kecoklatan tergerai begitu saja dan tersibak oleh angin saat mendekati pintu balkon, pemandangan yang indah itu tak sengaja disaksikan oleh Ramon yang mendadak lembur ada keperluan kantor.


Tentu saja sebagai pria sejati terlebih menyandang status pacar membuat


Ramon berani dan segera menghampiri gadisnya itu kemudian mengelus rambutnya.


Ira terperanjat kaget dan repleks menjauhkan dirinya dari lelaki yang sedang bergairah itu dan segera ia pakai kembali hijabnya.


"Jangan sayang Kamu cantik dengan rambut terurai"


ungkap Ramon, tapi Ira tak peduli dan menjelaskan.


"Maap tapi ini dosa, menurut keyakinanku rambut termasuk aurat yang harus ditutupi"


Sebenarnya Ramon kecewa tapi ia sangat toleran pada gadisnya itu dan memohon maap jika melakukan kesalahan, Irapun memaklumi naluri kekasihnya itu, dan mencoba mengalihkan perhatian.


"Apa kamu laper?"


tanya Ira, Ramon menjawab


"memang disini ada makanan ?aku kepingin kentang rebus"


"Gak ada sayang, tapi kalo dilantai satu ada kalo kentang."


Merekapun sepakat untuk bersama menuju lantai satu dan perasaan tidak nyaman hadir saat mereka berada dalam satu lift. Tak terbantahkan Ramon kembali bergairah dan seketika memeluk gadis mungilnya itu namun Ira mendorongnya dengan kedua tangannya kemudian lift pun terbuka.


Ira segera masuk pantry menyembunyikan wajahnya yang memerah kemudian mencari kentang yang dimaksudkan.


"Sayang kentangnya mau digimanain?"tanya Ira


"Direbus saja sebentar setelah air mendidih masukan kentangnya terus apinya langsung dimatikan biar gizinya gak hilang dan satu lagi kentangnya jangan dikupas karena gizinya ada dikulitnya"Ramon menjelaskan.


Dalam batin Ira"Cowok macam apa yang gua senengin selera makannya aneh banget"


Ira menatap kekasihnya yang sedang melahap kentang rebus itu sambil bergumam.


"Pantes aja kamu gak pernah makan dikantin,gak suka masakan Indonesia yang gizinya udah rusak"


Ramon yang fokus pada santapannya tidak mendengar gumaman Ira.


"Terimakasih sayang, saya ada tugas di Wisma kedubes Indonesia untuk mengurus beberapa barang kalau kamu mau ikut boleh saja"ucap Ramon.

__ADS_1


Irapun mengangguk tanda setuju karena memang mereka belum pernah keluar untuk berkencan sebelumnya.


Ramonpun membukakan pintu mobil untuk Ira.


"Terima kasih" ucapnya.


Ira masih merasa lucu dengan mobil kekasihnya itu bentuknya yang lebih gepeng dan panjang dari mobil pada umumnya, Ira benar-benar tidak mengerti jenis mobil apa yang sedang ditumpanginya itu.


"Kenapa?kamu cengar- cengir ngeledek mobil saya?"


selidik Ramon sambil berusaha meraih jemari Ira tapi seperti biasa gadisnya itu pandai menghindar.


"Ini mobil banyak kenangannya kalo kamu mau tahu sangat berharga walau klasik" Ramon melanjutkan.


Dalam batin Ira "pantesan kayak sering lihat di film-film barat ih aku norak banget sih"


Sesampainya di wisma Ramon menggiring kekasihnya itu ke pantry dan menitipkannya kepada seorang pria gendut yang usianya kira-kira lebih tua 2 atau 3 tahun dari Ira.


"Nitip pacarku sebentar, saya mau melaksanakan tugas dahulu, "


ucap Ramon pada pria itu dan berbisik kepada Ira agar sabar menunggunya.


"Hai cantik"


sapa pria gendut itu dengan nada kemayunya.


"Hai juga, Mas kerja disini ya?sebagai apa?"


"Asisten koki, namaku Ali, kamu asli dari mana?"


"Namaku Safhira, dari Kota Sukabumi"


"Kalo Aku asli Solo, makasih ya udah mau bantuin aku, sebagai ucapan terimakasih aku mau ngajak kamu berkeliling daripada nungguin pacarmu yang gak tahu kapan kelarnya "


Irapun mengangguk tanda setuju dan mereka berjalan-jalan disekitar wisma yang asri dan berhenti sejenak ditepian kolam renang yang menggiurkan siapapun untuk berenang karena melihat airnya yang biru bersih terkesan segar, terlebih siang itu sangat terik.


Mereka memutuskan untuk duduk disalah satu anak tangga samping kolam renang yang memungkinkan untuk mencelupkan semata kaki mereka kedalam kolam.


"Aku suka tempat ini mas, kolam renang yang bersih dan pepohonan yang rindang dipinggirannya sangat keren"


"Jelas bersih lha wong aku sering membantu membersihkan area ini, sebab aku sering berenang disini kalo sore, Kamu mau berenang?"


Tutur Ali sambil mencari jawaban dari mulut Ira, dan mulai memperhatikan bibir merona alami tanpa lipstik yang dimiliki Ira, pria itu suka dengan bibir yang terlihat segar tanpa pulasan itu ditambah wajah imut dan manis membuat jantung Ali berdegup kencang.


"Pengen sih Mas tapi aku gak bawa pakaian ganti, lain kali aja deh "


Ira tak pernah mengira dengan perasaan Ali, gadis itu hanya berpikir kalo pria gendut disampingnya hanya seorang laki- laki kemayu yang kemungkinan menyukai sesama jenis, sehingga Ira tak menyadari sedari tadi Ali menatapnya terus.


Tanpa mereka sadari setengah jam telah berlalu, Ali menuntun Ira berjalan ketempat lain sampai akhirnya sampai di sebuah koridor.

__ADS_1


"Di dalam sini kamarku dan sebelah sana kamar bla...bla..."


Ira tidak fokus dengan segala penuturan Ali karena perutnya yang keroncongan sedari tadi minta diisi sedang kekasihnya belum nampak juga.


Ali yang mulai menyadari pergerakan Ira yang melemah menggiringnya keruang makan.


"Ayo dimakan hidangan yang sederhana ini," ajak Ali


Sebenarnya Ira malu tapi kalah oleh rasa lapar yang melanda.


"Terimakasih banyak Mas"ucapnya.


Ira tak mengira kalau hidangan itu sangat lezat.


"kikil bisa jadi seenak ini dan sop buahnya yang segar kemanisan yang pas, aku suka" batin Ira.


Gadis itu melahap semua hidangan yang disuguhkan Ali sampai tak tersisa tanpa menyadari dua Pria tersenyum- senyum memperhatikannya sedari tadi.


"Sudah kenyang?"tanya Ramon


"Sejak kapan kamu berdiri disitu?"


"Barusan sayang, ayo kuantar balik ke mes, maap membuatmu kelaparan dan lama menunggu" Irapun segera menjawab


"Gak apa- apa ada Mas Ali nemenin aku keliling tadi, sekali lagi terimakasih banyak mas Ali"


Ramon dan Ira berpamitan kepada Ali dan berlalu.


Lagi-lagi Ramon membukakan pintu mobil untuk kekasihnya itu disusul dengan memasangkan sabuk pengaman.


"Sebelum mengantarmu ke Mes apa ada tempat yang mau kamu tuju?" tanya Ramon


"Sebenarnya aku kepingin banget ke Jarash kalo kamu gak keberatan"


jawab Ira dengan mata yang berbinar,


Ramonpun mengangguk tanda setuju.


"Tapi saya lapar kita mampir ke Apartemenku dulu ya. Saya lebih suka makanan sehat buatan sendiri"


"Ok"


jawab Ira agak tersipu karena akan diajak ketempat tinggal kekasihnya itu.


Sekejap saja mereka sudah berada diapartemen reguler dimana tidak ada fasilitas lift, dan hanya tersusun beberapa anak tangga.


Untung saja Ramon tinggal dilantai dasar sehingga tak perlu buang waktu menaiki anak tangga itu.


Ira tak menyangka Ramon sangat menjaga kebersihan, ruangan itu tertib dan rapih, abu-abu mendominasi setiap ruangan keseluruhan mulai dari nuansa dinding serta isi perabotan.

__ADS_1


Gadis itu mengucing kekasihnya ke dapur minimalis dimana disudutnya terdapat meja kecil dan sepasang kursi unik, lagi-lagi bernuansa abu-abu dan duduk disana sambil memperhatikan prianya memasak karena Ramon bersikeras melakukannya sendiri.


__ADS_2