Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Pertemuan pertama


__ADS_3

Terimakasih atas dukungannya dan yang sudah mau mampir ditunggu like&komen nya.


***


Setelah keluar dari rumah pak RT Ira segera berlari menuju pohon duren yang amat rindang di dekat rumahnya yang sudah dijual itu.


Di area lahan kosong sengketa yang tak jelas sampai sekarang akan kepemilikan yang sah.


Dipohon itu tergelayut ayunan, ya ayunan masa kecil Ira dan teman-temannya dulu, kemudian ia mendudukinya dan berayun- ayun sembari mengingat kata- kata pak RT tadi.


"Teh Rarah sudah menikah lagi sama orang Cianjur, saya sempat di undang kebetulan surat undangan nya belum saya buang ini ambil saja mungkin Neng Ira membutuhkannya disana ada alamat lengkap teh Rarah,"


"Kalau mengenai pak Cecep beliau berkata akan mengunjungi saudaranya yang ada di Pamanukan dan sampai sekarang beliau masih tercatat warga sini, sedang teh Rarah sudah mengurus surat pindah ke Cianjur."


Ira sangat kecewa kepada Ibu yang selama ini ia banggakan, dan memutuskan untuk segera menyusul Ayahnya ke Pamanukan.


Setelah pikirannya tenang Ira menghentikan ayunannya dan berlalu menuju terminal bus.


Sesampainya di terminal bus Ira mencari bus jurusan Sukabumi-Pamanukan, tapi tak kunjung ia temukan.


Dalam kebingungannya seorang pria bogel paruh baya menghampiri Ira.


"Neng mau kemana?"


sambil melirik barang- barang yang dibawa Ira.


"Mau ke pamanukan pak,tapi daritadi saya gak nemuin"


Pria itu menjawab


"kalo Neng mau kepamanukan harus ke Bandung terlebih dahulu turun di terminal Leuwi panjang barulah Neng bisa naik Bis jurusan Indramayu tapi Neng bilang sama kondekturnya minta diturunkan di Pamanukan,"


"Ya Allah ribet banget" gumamnya.


Dulu Ira selalu naik mobil pribadi kalau mengunjungi saudaranya yang berada di Pamanukan, ya masa jaya ayahnya dulu masa dimana segalanya bisa didapat dengan mudah sebelum akhirnya habis tak tersisa termakan krisis ekonomi pada tahun 1998.


"Terimakasih banyak atas informasinya"


ucap Ira kemudian


pria bogel itupun menjawab.

__ADS_1


"Sama-sama Neng, biar saya bawakan barang-barangnya"


Irapun menerima tawaran pria itu dan memberikan sejumlah uang jasa kepadanya seraya mengucapkan terimakasih.


"Saya yang seharusnya berterimakasih sudah dikasih upah sebanyak ini, apa ini gak kebanyakan Neng?"


tanya pria itu, Irapun menjawab.


"Silahkan dipakai saja uangnya pak saya ikhlas "


"Kalau begitu saya terima uangnya, semoga rizki Neng lancar begitupun urusannya"


Irapun segera mengaminkan do'a bapak itu dengan lantang.


"Aaaaaamiiiiiin"


Kemudian pria itu berlalu dengan senyum sumringah karena baru saja mendapat rejeki nomplok.


Sebenarnya Ira hanya teringat akan Ayahnya yang sudah berusia 60 lebih cukup tua untuk ditinggal menikah lagi oleh isterinya yang masih muda, Ibu yang sudah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,


sungguh tak dapat diterima olehnya akan sikap buruk Ibunya itu.


Ira kembali bad mood seraya menatap gelang dan jam tangan berwarna purple pemberian Ramon, hal itu membuatnya teringat akan masalalu,


Saat itu musim salju dimana saluran cuci piring mampet karena minyak-minyak yang membeku, Ira panik dan segera mencari nomor kantor yang terhubung dengan administrasi lapangan di list yang terpampang, setelah ketemu ditekannya tombol 4,


Ramon segera mengangkat tlp yang berdering itu.


"Halo,ada yang bisa saya bantu"


"Maap tolong solusinya untuk lantai satu karena saluran cuci piring yang mampet, kalau bisa sesegera mungkin sebab airnya meluap kemana-mana, terimakasih"


kemudian Ira langsung menutup sambungan.


Sungguh tidak sopan pikir Ramon karena ia masih ingin bilang


"Ok sebentar lagi saya cek kesitu"


Ramon jadi penasaran dengan perempuan yang menelponnya itu dan bergegas menggunakan lift segera ke lantai 1.


Dalam sekejap Ramon sudah berada di pantry dan langsung menghampiri gadis imut sekitar umur 17an pikirnya, berkulit sawo matang dengan hijab gading polos dihadapannya itu.

__ADS_1


Irapun bergegas menunjukan saluran cuci piring yang airnya meluap kemana-mana, dengan cekatan Ramon memperbaikinya kurang dari lima menit.


Ira terkagum-kagum dibuatnya dan reflex mengikuti langkah Ramon menuju kamar kecil ingin berterimakasih, tanpa berpikir panjang.


Ramon yang menyadari sedang diikuti segera menoleh dan langsung menarik lengan Ira dan memepetnya ke dinding, wajah mereka sangat dekat bibir Ramon bersiap mendarat ke bibir Ira, namun dengan cepat Ira menghindar dan mendorong Ramon dengan kedua tangannya.


"Anak kecil" umpat Ramon


"Saya mau kencing, kalau kamu gak mau dicium ngapain kamu ngikutin saya"


Wajah Ira memerah, ia merasa gadis paling bodoh di Dunia, dengan malu Ira berlari meninggalkan Ramon.


Itulah pertemuan pertama mereka yang memalukan.


Ternyata kekaguman Ira terhadap Ramon membuatnya rindu ingin melihat pria itu setiap saat dan demi meredamnya Ira tak segan-segan membuat kerusakan agar dapat memencet tombol 4 untuk bisa bertemu pujaan hatinya itu.


Lama kelamaan Ira jatuh cinta pada pria Pilipin itu dan mengungkapkan perasaannya tanpa keraguan dengan mengesampingkan gengsinya.


Tentu saja Ramon sangat senang menyambut cinta itu karena Ira masih sangat segar dan muda jika dibandingkan dirinya yang hampir berusia 35tahun ia pun merasa kembali menjadi ABG dengan debaran yang sangat hebat.


Sepulang dari kantor Ramon mampir ke toko jam, Ia memilih jam karet karena Ira alergi logam dan memilih warna purple warna favorit Ira.


Keesokan harinya dihadiahkannya jam itu sebagai tanda jadian, Ira sangat senang dan langsung memakainya.


"Terimakasih sayang"ucap Ira


"Cium dulu"balas Ramon sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Ira dan menatap dalam sepasang mata cokelat itu, tapi ira tak menghiraukannya dan berucap.


"Maap sayang dalam keyakinanku gak boleh bersentuhan dengan lawan jenis"


Ramon terheran-heran masih tidak mengerti, baru kali ini Ia ditolak untuk berciuman dengan pacar sendiri sedang dengan para mantannya dulu semuanya mau saja bahkan sampai ML.


4bulan sudah mereka jadian tapi Ramon masih belum bisa mencium kekasihnya itu, bahkan untuk sekedar pegangan tangan saja Ira selalu menolak dengan alasan yang sama.


Kemudian Ira dipindahtugaskan bertugas di lantai 4 menggantikan OB sebelumnya yang telah habis kontrak.


Tentu saja Ira sumringah karena dapat bertemu dengan kekasihnya sesering mungkin, ingin rasanya Ia melompat untuk mengekspresikan kegembiraannya tapi saat itu ada orang lain.


Ira memang sungguh gadis polos semasa sekolahnya dulu iapun menjomblo selalu menolak Laki-laki yang menyatakan cinta, yeah Ramon adalah cinta pertamanya .


Semua Pria normal pasti tak berdaya saat dekat dengan wanitanya begitupun Ramon yang tak tahan berada di dekat Ira, namun sifatnya yang pengertian ia sekuat tenaga menekan gelora itu.

__ADS_1


Hingga pada suatu waktu dimana Ira wajib lembur di hari sabtu karena ada pak Yosi staff keuangan masuk kerja, lalu ia diperintahkan untuk membersihkan ruangannya dan membuatkan kopi sesuai seleranya.


Ternyata pak Yosi hanya bertugas 2jam saja kemudian pulang, Ira yang merasa hanya sendirian dikantor membuka hijabnya karena merasa kegerahan karena sekarang sudah memasuki musim panas.


__ADS_2