Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Om Bayu


__ADS_3

"Siapa dua orang itu kak?"


Tanya Safhira kepada Ayu yang sedang merebus air untuk menyeduh kopi tamunya itu.


"Yang ganteng itu namanya Bono. Kita gak sengaja ketemu tadi pagi ya didepan gerbang juga, cuma kenalan sebentar soalnya aku udah hampir telat masuk kerja. Kalo yang satunya baru mau kutanyain sambil nganter kopi ini."


Ira mengangguk paham. Pantas saja Bono bersikeras untuk mengantar. Ternyata ada udang di balik batu.


Safhira memperhatikan gerak-gerik Bono yang seperti mengirim signal kepada Ayu. Terlihat dari sorot matanya yang seperti ingin memakan temannya itu.


Ternyata Ayu juga menatap balik Bono. "Sepertinya akan ada sesuatu" Ira membatin.


Tamunya itu tahu diri dan berpamitan kepada temannya itu setelah menghabiskan secangkir kopi yang disuguhkan.


Seketika suasana kembali sepi setelah kedua pria itu pergi.


"Kamu naksir Bono ya?"


Tanya Ira, yang mulai curiga dengan gerak-gerik temmannya itu.


"Ganteng Ra. Gak ada salahnya kalo berteman dulu siapa tahu jodoh. Kakak lama menjanda Ra."


Ira tak dapat ikut campur untuk urusan pribadinya itu. Ira mulai merebahkan badannya diatas permadani karena merasa leluasa sudah tak ada orang lain lagi.


"Kakak balik ke tempat kerja dulu ya, soalnya tadi ijin sebentar. Kamu nyantai aja dulu. Jam empat nanti kakak dah bubar."


Ira malas berucap dan hanya mengangguk sambil memegang remot lalu menekan tombolnya untuk mengganti chanel yang sesuai dengan seleranya.


Ayupun segera berlalu melihat teman yang ia anggap adik sendiri itu anteng dengan acara TV itu. Ia merasa seperti melihat balita yang asyik dengan mainannya.


Lama kelamaan Safhira merasa bosan dan memutuskan untuk mencari warung untuk membeli cemilan. Tak lupa saat keluar ia mengunci pintu terlebih dahulu untuk waspada pada tingginya angka kejahatan di Kota besar. Terlebih ia hanya tamu yang dipercayai, sembrono sedikit saja mungkin akan kehilangan sesuatu.

__ADS_1


Tak jauh dari kontrakan ada sebuah warung sembako yang komplit beserta aneka makanan dan minuman ringan.


Ia memilih membeli sesuatu yang dapat mengganjal perutnya yang mulai keroncongan.


Saat asyik menonton acara TV ia kembali teringat pada ayahnya yang sendirian. Tapi ia tak terlalu kuatir karena kontrakannya tidak jauh dari warung. Bahkan di komplek pemulung sendiri ada yang membuka warung nasi, bahkan goreng sosis atau otak-otak maupun tempura ada disana.


Setelah memikirkan ayahnya sekarang ganti memikirkan adiknya. "Bima bagaimana dengan pendidikanmu? Teteh sedang berusaha untuk segera mencari pekerjaan dan bertindak untuk mengurusi sekolahmu."


Batinnya melakukan tanya jawab akan persoalan keluarganya itu.


Ia tak bisa berlama-lama. Harus segera mendapat pekerjaan dan tak lupa harus berunding dengan Sakti untuk masalah pendidikan Bima.


Pergulatan batin dan kejenuhan membuatnya tertidur, bahkan sekarang posisi malah jadi terbalik. TV yang menonton dirinya terlelap.


Ayu datang membawa dua bungkus nasi dengan wajah kuatir akan tamunya yang kelaparan. Tapi syukurlah tamunya itu tak rewel dan malah tertidur dengan lelapnya karena sama sekali tidak terbangun saat dirinya membuka pintu.


Ayu melihat wajah Ira yang tertidur seperti malaikat yang masih bersih dan polos. Tidak seperti dirinya yang hina dina karena telah banyak melakukan dosa dan segala perbuatan yang tercela. Ia tak membangunkan Ira dan segera mengambil selimut untuk menutupi tubuh gadis itu.


Mungkin jika Ira menyaksikan ini ia akan marah dan menyeramahi temannya yang nakal itu.


Tidak lama pria itu keluar dari kamar mandi terlebih dahulu. Sedang Ayu masih di dalam sana.


Bayu memanfaatkan kesempatan untuk melihat wajah wanita yang tertidur di depan TV itu saat Ayu masih berada di kamar mandi.


Untunglah Ayu menutupi seluruh badan Safhira bahkan menutupi sebagian wajah gadis itu sehingga Bayu tak dapat melihat wajah Ira dengan jelas. Walaupun Bayu seorang pria hidung belang ia tak seburuk itu sampai harus memaksa atau mengambil kesempatan kepada seorang wanita tanpa persetujuan terlebih dahulu.


Bayu tak ingin imagenya menjadi buruk dihadapan Ayu. Sebagai Om yang setia tentu ia mengambil langkah keluar dan nangkring diatas kendaraan roda dua miliknya sendiri sambil menikmati sebatang rokok.


Setelah Rapi dan wangi Ayu segera menyusul Bayu ke depan kontrakan.


Ia meminta uang kepada pria itu dan Bayupun memberikan sejumlah uang kepada wanita yang sudah memberikan kepuasan kepadanya itu, kemudian berlalu meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Ayu merasa beruntung karena hari ini tidak kepergok teman gadisnya itu.


Tapi lambat laun Ira pasti akan tahu dengan apa yang di perbuatnya. Karena masih ada Om atau Kakak lain yang akan datang bergantian ke kontrakannya itu.


Ayu tak memiliki jalan lain untuk memenuhi kebutuhannya hanya dengan cara itu yang sekarang dapat ia lakukan mengingat biaya hidup yang mahal.


Om Bayu adalah investor terbesarnya maka dari itu ia tak dapat menolak ajakannya setiap kali datang ketempatnya. Bahkan biaya kontrakan beserta seluruh perabotannya itu semua dari pria yang ia panggil Om itu. Tidak terkecuali pekerjaan yang ia dapatkan sekarang.


Lamat-lamat Safhira membuka kedua kelopak matanya dan ditangkapnya bayangan seorang wanita berambut basah sedang duduk tak jauh darinya.


Setelah benar-benar terbangun akhirnya ia sadar kalau Ayu lah yang menyelimuti dirinya yang tak sengaja tertidur itu.


Ira mengarahkan senyum malunya kepada Ayu sambil melipat selimut. Kemudian ia taruh selimut itu di kamar tidur yang letaknya bersebelahan dengan ruangan yang ia gunakan untuk menonton TV. Kamar itu agak unik menurutnya karena pintu yang terbuka dengan cara digeser seperti dalam serial kartun Doraemon saja.


Ira jadi tersenyum sendiri sambil memperhatikan isi kamar yang minimalis hanya muat untuk sebuah kasur kecil dan juga sebuah lemari plastik. dan sebuah kopor besar berwarna coklat disudut ruangan.


Setelah puas nengamati ia kembali menghampiri Ayu yang sedang menonton TV.


"Ayo sini kita makan"


ajak Ayu kepadanya sambil menyodorkan sebungkus nasi lengap dengan piring dan sendoknya. Ira menjadi tak enak hati karena telah merepotkan terus menerus.


Tapi Ira tak mau sungkan kepada teman seperjuangannya dan segera pergi ke dapur untuk mencuci tangan.


Nasinya sudah hampir dingin saat dibuka dari bungkusan. Ia sadar akan lama tidurnya yang tak sengaja itu dan lagi membuat Ayu menunggunya untuk makan bersama-sama.


Setelah kenyang dan sedikit berbincang-bincang ia tak ingin lebih lama lagi ditempat itu dan segera mengutarakan maksudnya lalu mengeluarkan CV miliknya.


"Kak gue lagi butuh banget kerjaan apa aja gue mau. Tolongin gue mendesak banget."


Ayu mengangguk paham dan segera menyimpan CV itu di lemari yang terletak di kamar tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2