Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Suntikan semangat


__ADS_3

Thanks for All,,,


atas semua dukungannya yang sudah mampir dan meninggalkan jejak vote, like&komennnya.


***HAPPY READING***


Hari pertama kerja Safhira terlihat sibuk karena disuguhkan banyak antrean dari pelanggan Kedai Sido Mampir itu.


Ada yang pesan untuk dibungkus ada yang makan di kedai juga.


Soto lamongan dan pecel lele menjadi menu andalan yang teramat laris .


Kedai ditutup setelah pukul sebelas malam, Ira yang wara-wiri dari tadi mulai merasakan pegal yang sangat dikaki dan tangannya karena bolak-balik mengantar pesanan dan mengulek sambal.


"Sudah mau tutup ayo Safhira ini silahkan dimakan Sotonya"


ucap Bos perempuanya yang gendut dan ber makeup tebal itu, sambil menyuguhkan semangkuk soto yang telah diimbuhi nasi.


"Kalo nasinya kurang diimbuhi lagi"


timbalnya lagi kepada Ira.


"Makasih Mih, udah cukup ini juga malah kebanyakan"


tolak Ira sambil tersipu. Ia sengaja memanggil Mami karena merasa cocok dengan penampilan Bosnya yang menor dan ramah itu ditambah Ira tidak tahu siapa nama aslinya.


Malam itu Pecel Lele dan Ayam terkuras ludes tak tersisa hanya tinggal sedikit kuah Soto saja.


Maka dari itu bos memberi sejumlah uang bonus ditambah uang untuk membeli pulsa kepadanya.


"Makasih banyak Mih"


ucap Ira sambil mencium kedua pipi Mami, ia tak sungkan karena Mami terlihat tak keberatan, malah dengan senang hati menerima semua perlakuan Ira.


Kemudian dengan semangat 45, ia membereskan kedai dan mengangkut semua barang yang perlu dibawa pulang kedalam mobil kijang tua milik bos, dan terakhir iapun ikut serta.


Brooom...


Sejurus kemudian mobil sudah diparkir di depan Rumah. Ia turun kemudian menurunkan barang-barang dan mengangkutnya ke Dapur.


Bos sangat puas dengan kerja Safhira yang lincah dan cekatan semuanya dilakukan dengan kilat.


Sementara itu anak kembar bos adik dari Pale, yaitu Cathy dan Tiger sedang mengerjakan tugas Sekolah di depan TV, kemudian tersenyum, tapi Tiger malah berlalu .

__ADS_1


"Mungkin malu"batin Ira


"Duduk sini kak,"


ajak Cathy


Irapun menurut dan duduk disampingnya.


"Besok Aku kepingin Sarapan Nasi Goreng ya Mbak tolong dibuatkan, please"


Rengek Cathy kepada Ira.


"Ok" jawabnya tanpa kuasa menolak.


Ia tak menyangka kalo semua penghuni Rumah itu sangat welcome.


Setelah selesai mandi Ira membereskan baranggnya kedalam lemari yang sudah dikosongkan sebagian yaitu lemari yang sama dengan Cathy. Ternyara gadis itu tak keberatan berbagi lemari dan tempat tidur dengan Ira. Malam itu mereka tidur bersama setelah merasa sama-sama lelah.


Sesuai kesepakatan pagi-pagi Ira layaknya Seorang Ibu yang mengurus anak-anaknya, mengurus si kembar membuatkan sarapan nasi goreng untuk mereka yang sekarang sudah kelas dua belas itu, karena Bos dari jam tiga subuh tadi sudah pergi berbelanja untuk keperluan berjualan.


"Enak mbak Nasi Gorengnya"


Cathy memuji.


Ira menyahut, sambil menyisir rambut Cathy sesuai perintah.


Mungkin kemanjaannya dikarenakan menganggap Safhira seperti kakak perempuannya sendiri, bagaimana tidak Orangtuanya sibuk mengurusi kedai, sedang kedua kakak laki-lakinya Palele yang seusiaku dan Tiger yang lebih Tua tigapuluh menit dari Cathy itu selalu sibuk dengan urusan masing-masing .


Sepertinya Cathy anak yang polos karena jarang bergaul keluar Rumah tidak seperti kedua Kakak lelakinya itu jarang sekali dirumah kadang nyaris tidak pulang, mungkin menginap dirumah temannya, Pria dan Wanita memang tak sama.


Setelah Sikembar berangkat, seketika suasana Rumah jadi hening, karena Ira merasa semua Orang disana baik ia memutuskan untuk membantu Mami tanpa diperintah. Mencuci pakaian yang menumpuk itu, untung ada mesin cuci semuanya jadi mudah, kemudian menjemurnya.


Menyapu Rumah dan Halaman juga, setelah ia merasa semuanya ok ia melanjutkan Tidurnya yang kurang karena semalam baru bisa tidur pukul satu pagi.


Sekali lagi Bos merasa senang dengan loyalitas pegawainya itu selain pekerjaan lapak ia juga bersedia tanpa disuruh menyelesaikan pekerjaan Rumah, bahkan memasak untuk anak-anaknya.


Bos yang melihat Ira tidur pulas tidak mengganggunya, mereka mulai mempersiapkan dagangan mereka seperti mencuci lalapan dan sayuran. Membuat rempah-rempah, mencuci ayam beserta jeroannya. Memotong tempe tahu, dan lain sebagainya layaknya pekerjaan seorang Koki.


Matahari sudah sejengkal diatas kepala tapi Ira masih tertidur pulas.


Dan baru terbangun setelah mendengar nada dering dari ponselnya setelah diangkat suaranya seperti tidak asing. Ya suara Ramon.


Suara yang selalu ia rindukan, suara yang ia nanti selama ini.

__ADS_1


"Halo"


"Halo juga,apa kabar?"


"Baik, maap baru bisa telpon. Saya baru buka email darimu, kabarmu sendiri gimana?"


"Sangat baik ,bla....bla...bla... Ira mengobrol di telpon sambil tersenyum mengembang, kalau ada Orang yang melihat mungkin mengira Ira sudah kehilangan akal, dan Ramon menutup pembicaraan dengan mengucapkan cinta sandi.


"Satu Empat Tiga"


" satu empat tiga juga "


dan tu...t sambungan terputus


Betapa bahagia dirinya saat itu kemudian segera beranjak dari kamar tidur menuju Dapur, ia terkejut dengan kesibukan memasak Bosnya itu.


Ira segera menyelesaikan pekerjaan Rumah yang tersisa yakni mengangkat pakaian lalu melempitnya setelah itu pergi kedapur membantu Bos nya.


Ira mengerjakan apa saja yang diinstruksikan padanya dengan hati-hati karena memang ia tak begitu suka memasak dan ini menjadi kesempatan untuk Bos yang beristirahat gantian.


Bos tidak menyalahkan Safhira karena memang seharusnya ia menambahkan pegawai lagi, kalo dilihat dari segi keramaian kedai


Tak semestinya semua ira yang kerjakan, tapi memang sulit untuk mencari pegawai yang jujur dan rajin.


Maka dari itu mereka lebih senang turun tangan sendiri.


Waktu terus bergulir. Jam menunjukan jam tiga sore, Bos menyuruh Ira untuk Segera bersiap-siap membuka kedai.


Irapun segera mandi dan berdandan.


Setelah selesai merekapun menuju lapak.


Suasana hati Ira masih sangat bagus Ira mengerjakan semua dengan kilat dibantu ear phone yang melantunkan Aishiteru berulang-ulang tanpa bosan karena lagu itu membangkitkan perasaan bahagia dari kekasih Pilipinnya itu.


Semua sudah siap tinggal menanti datangnya pelanggan, kesempatan itu ia gunakan untuk makan karena baru merasa kelaparan, kesibukan dan perasaan bahagianya membuat lupa makan.


Pelanggan mulai berdatangan sore itu dan mencapai puncaknya sehabis magrib dimana Ira wara-wiri tanpa jeda melakukan ini itu demi memuaskan pesanan pelanggan.


Begitulah aktivitas Ira selama bekerja di warung sido mampir.


Baru bisa istirahat setelah lewat tengah malam. Bangun pagi kemudian mengerjakan tugas Rumah, barulah bisa melanjutkan istirahat dan bangun tengah hari membantu bos masak dan lewat ashar sudah memulai pekerjaan lapak. Hari-hari yang selalu sibuk


Tapi bagi Ira ini patut disyukuri mendapat Bos toleran bahkan sering memberi bonus dan tips ditambah uang untuk membeli pakaian dan makeup mereka pula yang menanggung so gajinya terap utuh.

__ADS_1


Ditambah kekasihnya Ramon, yang menelponnya setiap hari walau sekejap menjadi suntikan semangat untuknya .


__ADS_2