Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Salah kirim SMS


__ADS_3

Tanyanya dengan nada sedikit emosi.


Cecepun menyerahkan bayi yang sedang Ia gendong.


"Ini dek. Mulai sekarang kita akan menjadikan Drajat menjadi anak Kkta."


Seketika Mariana terdiam memperhatikan bayi yang berada dipangkuanya. Sungguh mungil dan menggemaskan, batinnya.


Ibu dari bayi itu sangat senang karena dengan murah hati pak Cecep mau merawat dan membesarkan anaknya.


Ia yakin kalau anaknya itu akan mendapkan kehidupan yang layak dan jauh lebih baik dari kehidupan saat bersamanya.


"Terimakasih Pak Cecep. Saya percaya penuh kepada anda. Saya undur diri."


Wanita itu menyalami kedua Tuan Rumah dan mengecup bayinya untuk yang terakhir kalinya dan berlalu.


Cecep paham, jika ia memberikan sejumlah uang kepadanya secara langsung pasti akan ditolak mentah-mentah. Oleh karena itu ia memerintahkan asisten pribadinya untuk segera mengejar Ibu kandung Detajat dan menyerahkan sejumlah uang sebagai ucapan terimakasih karena telah memberinya seorang Putra.


Begitulah asal usul dari Kakak angkat Safhira.


Hari itu sangat terik. Siapapun pasti akan malas untuk mengerjakan sesuatu. Tidak terkecuali Drajat, tapi mau tidak mau ia tetap harus bekerja .


Pekerjaanya yang dijalaninya hanyalah membawa Truk tangki yang berisi air kemudian menyiramnya ke Tanaman-tanaman di lokasi sekitaran Monas.


Tidak ada fasilitas Mes dari kantor.


Karena ia malas pulang pergi Monas-Priuk dan enggan mengeluarkan uang untuk membayar kontrakan yang super mahal di daerah sekitaran sana. Bagi dirinya dana sebanyak itu tidak layak dikeluarkan. Mengingat upah yang ia dapat masih harus dibagi dua dengan calon istrinya. Sehingga total uang yang masuk ke sakunya hanya sekedar cukup untuk makan.


Dreeeet,,,


ponsel Drajat bergetar


sekilas ia lihat di layar ponsel bertuliskan nama ayahnya. Seketika ia menghentikan laju Truknya untuk mengangkat telpon tersebut.


"Hallo Yah ada apa?"


"Lu posisi dimana?Ayah nunggu kamu ditempat Om Beny"


"Ini Jajat masih kerja. Tungguin aja disana mungkin agak lama Yah. Jajat selesein kerjaan dulu, habis ini langsung kesana."


Drajat mulai bingung dengan kedatangan ayah dan adik kandungnya yang datang diwaktu yang tidak tepat.


Seperti yang telah dijanjikan. Drajatpun segera menuju Priuk untuk menjemput Cecep dan Bima dengan menggunakan Truk tangki itu.


Setibanya di Rumah om Beny. Drajat langsung menyalami dan memeluk Ayahnya yang sudah lama ia rindukan .


"Ayah gimana kabarnya? maapin Jajat lama gak nengokin ayah,"


"Ayah sehat Jat,"


kemudian berganti memeluk Bima .


"Kamu udah tinggi Bim, sekarang jadi ganteng, gak begitu parah banget peseknya dibanding waktu Masih kelas satu SD."

__ADS_1


Ungkapnya sambil mengacak - acak rambut adiknya itu. Tapi Bima tidak marah malah tersenyum dan menyalami kakak angkatnya itu.


Kemudian mereka semua duduk termasuk om Beny, pensiunan militer.


Selama ini dialah yang menampung Drajat.


Tapi karena ada kepentingan oa harus beranjak pergi.


"Kak saya mau keluar dulu. Ada urusan sebentar"


Katanya kepada Cecep, kemudian berlalu.


"Sekarang kamu kerja dimana?"


tanya Cecep kepada Drajat


"Jajat sekarang kontraktor tata Kota yah bagian nyiramin taneman di Monas"


jawabnya sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal itu.


Ia bingung bagaimana harus menjelaskan tentang kondisi keuangannya saat ini.


Tapi untunglah Cecep segera bercerita tentang kondisinya sekarang dan tujuannya datang mencari dirinya.


"kacau "dalam batinnya" waduh malah tambah ribet ni urusan"


dan akhirnya Jajat menjelaskan dengan ekspresi bingung.


"Ayah. Maap uang gajih Jajat kemarin sudah diberikan separuh untuk calon istri. Sekarang cuma pegang uang buat makan kita tapi buat ngontrak gak ada."


"Pacarmu Orang mana?kapan Kamu mau kenalin ke Ayah?"


Tanyanya, sedikit tak sabar menantikan jawaban dari anaknya itu.


"Ayahnya Solo. Ibunya betawi yah."


Jawab Drajat sambil membusungkan dadanya sebagai rasa bangga. Bahwa sekarang ia sudah Dewasa dan siap untuk menikah.


Sementara siang itu Safhira sedang membantu Bos nya seperti biasa.


"Ra. besok kita tutup warung"


Kata Mami sambil menepuk bahu Safhira .


"Tumben. Kenapa Mih?"


"Besok Mami mau kondangan. Ponakan Mami Nikah,"


"Oooh pantesan sampe segitunya"


"Mami punya kabar baik juga"


"Apa itu Mih?"

__ADS_1


"Kita semua shoping bareng ke Tanah Abang sepulang dari Kondangan"


Setelah mendengar hal itu Ira merasa senang. "akhirnya bisa refreshing juga, hikmah dibalik kondangan batinnya."


Dengan semangat empat lima sore itu Safhira mengeluarkan seratus persen tenaganya yang tersisa demi hari esok yang rilex. Melakukan semua tugasnya sebagai pelayan kedai sidha mampir .


Hal yang tak diduga terjadi. Ira salah mengirim sms pada nomor yang salah. Tak seberapa hanya salah ketik satu angka pada saat pengiriman. Kemudian ia segera berinisiatif untuk meminta maap karena kemungkinan telah mengganggu. Kemudian mengetik sebuah permohonan maap. Tapi belum selesai mengetik sudah ada panggilan masuk nomor tidak dikenal. Nomor yang hampir mirip dengan nomor yang ia tuju. Mungkin dari Orang yang Ia kirimi sms. Dengan ragu-ragu ia mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo"


"Hallo, ini dengan siapa ya?"


"Maap ini kesalahan dari saya yang sudah salah pencet sehingga keliru mengirim SMS. Maap kalau sudah mengganggu anda."


Kemudian sambungan terputus.


"Ternyata seorang Pria"


gumam Ira. Kemudian segera memasukan ponselnya kedalam saku.


Tak lama ponselnya berdering lagi. Dilihatnya layar ponsel ternyata SMS dari nomor Pria tadi yang isinya menanyakan nama kemudian disusul darimana dan terakhir kerja dimana? tentu saja Ira jujur bahkan memberikan Alamat lengkap tempat ia bekerja sekarang. Sida mampir -jalan empal Gentong ketiknya, kemudian memencet tombol ok. Tak lama kemudian ia segera membuka isi pesan dari Pria itu yang isinya.


" nanti sore saya mampir makan kesitu. Saya penasaran dengan wajahmu."


Ira jadi tersipu, lalu mengetik


"ok"


Ternyata pria itu benar-benar mampir memesan Nasi putih plus pecel lele dan es teh manis.


Semanis orangnya. Tinggi, berkulit kecoklatan dan memiliki wajah yang sedikit sangar.


ternyata orang Batak .


Ia melemparkan senyuman yang sangat manis sehingga membuat hati Ira berbunga-bunga .


Setiap wanita pasti suka digoda tapi kebanyakan jaga image.


Wanita memang harus selalu menjaga nama baik dan harga dirinya bukankah begitu???


Begitulah pemikiran Safhira pantang mulai duluan. Sekalipun ia suka setengah mati sama seseorang.


Dan mengenai Ramon perasaan apa itu


apa benar perasaannya itu cinta ataukah hanya sekedar rasa kagum?


Karena dulu saat mengungkapkan perasaanya kepada Ramon, tak ada sedikitpun rasa malu dan gengsi.


Mungkin Ira harus merasakan cinta yang lain supaya dia bisa mengerti tentang perasaannya yang sebenarnya.


"Manis. Kutunggu Kau besok digerbang Taman Mini Indonesia Indah ."


Bisik Pria itu. Irapun langsung menjawab.

__ADS_1


"Maap Bang besok Aku sudah ada janji. Lain waktu saja."


__ADS_2