Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Calon mantu


__ADS_3

Melihat seseorang yang ia nantikan hadir dihadapannya, spontan Mami bos segera meninggalkan kegiatannya dan langsung memeluk Ira seperti sudah seabad tak bersua saja.


"Gimana kabarmu Ra?"


Ucap Mami sambil mencubit pipi Ira yang sangat menggemaskan baginya itu.


"Alhamdulillah. Sehat Mih"


"Mamih kira kamu gak bakal balik lagi. Memilih tinggal sama ayahmu."


"Rencana sih ada Mih. Maap ya Mih ayah Ira udah tua, kasian gak ada yang ngurusin. Jadi nanti mungkin Mami perlu nyiapin pegawai tambahan buat gantiin Ira kalau keluar nanti."


"Emang Mamamu kemana?"


"Mereka udah bercerai Mih. Sekarang jadi tanggung jawab Ira sebagai anak sulung untuk ngerawat ayah juga Ira masih punya dua orang adik aki-laki Mih, yang dibawah Ira sudah kerja dan yang bungsu masih Sekolah kelas lima SD,"


Mami Bos terdiam membisu tidak dapat berkata-kata lagi. Selama ini ia tidak pernah menanyakan perihal keluarga Ira, yang ia tahu Ira teman sekampung Elis. Itu yang dulu diucapkannya saat menawarkan Ira untuk menjadi karyawannya.


"Ya sudah Ra, kamu gak usah bantuin Mami dulu. Sekarang kamu istirahat aja pakai tenagamu buat sore nanti."


Ucapnya sambil kembali menyelesaikan pekerjaanya yang tertunda tadi.


"Makasih banyak Mih."


Ucap Ira sambil berlalu melangkahkan kakinya ke kamar tidur lalu merebahkan diri diatas tempat tidur karena merasa lelah karena perjalanan dan tidur semalam yang kurang nyaman.


Baru saja kelopak matanya terpejam. Tiba-tiba ponselnya berdering dan ia segera merogoh ponsel di dalam tas abu-abu nya itu dan segera mengangkatnya.


"Hallo"


Ternyata perasaanya belum berubah walau beberapa hari tak menerima kabar dari kekasih Pilipinnya itu. Jantungnya berdetak lebih kencang bahkan senyumnya mengembang gegara sebuah kata. Iapun segera menyahut.


"Hallo. sayang apa kabar? kemana aja udah berhari-hari gak ada kabarmu,"


"Saya baik sayang, maap lama gak telpon kamu. Sekarang ini lagi sibuk banget. Banyak iven yang membuat saya harus mempersiapkan ini itu, kamu paham sendiri sama semua kerjaan saya,"


"Aku kangen."


"Saya apalagi. Beberapa hari ini fokus sama kerjaan sampai gak sempat beli pulsa. Benar-benar repot sekali sampai kerjaan sampingan gak bisa saya kerjakan. Mudah-mudahan ada jalan buat kita bisa bersama. Saya sudah ditungguin team kerja, tak bisa berlama-lama, miss you.143."


"Miss you too. 143 juga."

__ADS_1


Tu,,,t


sambungan telpon terputus.


Mereka kembali meneruskan aktivitas masing- masing.


Ira menggeletakkan ponselnya begitu saja disamping bantal yang ia gunakan lalu memejamkan matanya. Tapi tiba-tiba ia teringat dengan Doni yang tempo hari kedapati panggilan tak terjawab, ia jadi terduduk dan ingin menelpon balik tapi malu, akhirnya ia bertekad untuk mengirim SMS saja.


"Hai, apa kabar? maap baru sempat menghubungi."


Tak lama jawaban dari Doni muncul


"Hai juga, kabarku baik, kabarmu sendiri bagaimana? kalo aku tanya kamu lagi ngapain nanti pasti jawabanmu lagi SMS an sama kamu."


Ira terkekeh membaca balasan SMS dari Doni.


"Alhamdulilah sehat. Tapi aku bener kan kalo lagi SMS an sama kamu. Aku baru balik dan ingin rebahan tapi inget sama kamu."


"Wah aku jadi GR nih."


Doni segera melakukan panggilan kepada Ira yang belum sempat membalas SMS darinya.


"Hallo"


"Hallo. Aku senang dikangenin sama kamu"


"Dih GR. Aku cuma inget aja miss called darimu tempo hari, gak kurespon cuma mastiin aja apa ada hal yang penting gitu,"


"Kalo kangen sama seseorang apakah termasuk penting?"


Ira terdiam seketika mendengar arah pembicaraan yang sepertinya mulai merayu, ia tak mau tertipu oleh gombalan seorang Pemuda yang baru saja ia kenal, iapun membuat alasan untuk segera menyudahi percakapan tersebut.


"Maap ya Bang aku ada hal penting yang harus dilakukan, bye, , ,"


Klek,,, Tu,,,t


Ira segera memutus sambungan tanpa mendengar jawaban dari Doni terlebih dahulu, ia berpikir kalau semua Pria sama saja hobinya merayu para gadis kecuali kekasihnya, Ramon.


Sedang Doni bingung dengan gadis yang baru saja ia telpon. Padahal ia hanya berkata jujur tentang apa yang ia rasakan. Ia ingin mengenalnya lebih dekat dan mengetahui lebih banyak lagi apapun tentang dirinya.


Tapi entah mengapa gadis itu seperti menghindarinya setelah ia berusaha mencoba mendekatinya.

__ADS_1


Safhira sangat waspada kepada mahluk yang bernama pria, padahal ia sendiri belum pernah jatuh cinta dengan sungguh-sungguh, ia juga tidak mengerti apa itu cemburu.


Selama ini prediksi cinta tak lain hanyalah sebuah kekaguman, seperti perasaan kagumnya pada Ramon yang smart dan bijaksana, juga Doni yang berparas tampan dan gagah.


Cinta dalam kacamata Ira mungkin sesuatu nilai plus dari seseorang, ia belum menemukan seseorang yang bisa membuatnya tertarik tanpa alasan, ia belum mengerti kalau cinta bisa datang tanpa alasan apapun, sampai saat itu tiba mungkin ia masih bisa waspada, karena ia tidak paham kalau cinta bisa meniadakan kewaspadaan cinta juga bisa membutakan hati dan pandangan. Kapakah cinta tak bersyarat akan hadir kepadanya?


Sekarang sudah jam tiga sore lebih, bahkan Cathy dan Tiger sudah pulang dari sekolah, terlebih Bos sendiri yang beberes memasukkan semua barang- barang yang diperlukan untuk berjualan.


Tapi Safhira masih tertidur lelap tanpa ada yang ingin mengganggunya seorangpun. Bahkan mami berpesan pada Cathy .


"nanti kalo Ira sudah bangun antar dia ke kedai, sekarang biarkan dia tidur gak usah diganggu, mungkin dia lelah."


"Siap Mah!"


jawab Cathy sambil memberikan hormat kepada ibunya bak komandan saja.


Mami bos berteriak memanggil Tiger yang sedang berganti pakaian.


"TIGER,,,!


Cepetan ganti bajunya"


Mami sudah tidak sabar karena memang sudah waktunya buka warung, dan hari ini Tiger mau tidak mau harus mematuhi perintah ibunya untuk membantu berjualan.


Sesaat kemudian Kijang tua berlalu meninggalkan Rumah majikannya itu menuju Lapak.


Sesampainya dikedai Tiger segera memarkirkan kijang tua itu kemudian menurunkan serta merapikan barang- barang sesuai pada tempat yang semestinya.


"Kenapa sih mah kayaknya mbak Ira istimewa banget, ampe segitunya. Aku kan anak kandungmu"


Gerutu Tiger, merasa dijadikan tumbal oleh orang yang telah melahirkan dan membesarkannya.


Mami bos langsung menghampiri anak Laki- lakinya yang kelihatannya sedang ngambek, kemudian merangkulnya, sambil berbisik.


"Safhira itu calon mantu mamah"


Setelah berbisik Mami bos meninggalkan Tiger untuk kembali meneruskan kesibukannya mengurusi ini itu.


Tiger yang sedang manyun berganti mengerutkan dahinya karena membayangkan Pale dan Safhira yang berbeda tigaratus enampuluh derajat itu yang satu alim dan yang satu playboy .Sungguh aneh tapi nyata baginya, apakah mereka akan bisa akur?


Tiger mulai berpikir kalau ibunya itu sedikit kehilangan kewarasannya.

__ADS_1


__ADS_2