Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Macet


__ADS_3

Elis yang membaca maksud dari Ira tak dapat menyangkal kalau dirinya mulai menikmati Dunia malam yang penuh dengan hura-hura itu.


"Pengen Sih Ra tapi sekarang Gua udah dapet posisi yang bagus disana, Gue diangkat jadi kasir, gak nuang minuman lagi, tapi malah jadi sering dibully sama yang laen, jadi gak punya satu temenpun, semua benci dan musuhin Gue Ra"


Elis bercerita sambil tersenyum tipis menutupi kesedihan dan ketidaknyamanannya bekerja disana.


Safhira yang sudah mengenal baik Elis segera meraih bahunya sehingga dapat saling bersandar .


Untuk beberapa saat waktu terasa berhenti bagi Mereka, walau dalam diam tetapi seperti dapat saling merasakan.


Hidup itu keras dan kejam terkadang membuat Manusia menjadi lupa daratan tidak sedikit pula yang berperilaku layaknya hewan.


Walau tak sepatahkatapun yang Elis ucapkan tapi Ira mengerti akan apa yang ada dihati temannya itu.


Ira masih Ingat akan kebaikan Elis dimasa lampau.


Selalu berbagi apapun dengannya.


Ira mengerti kalau Elis pasti seperti wanita pada umumnya, ingin dicintai, ingin disayangi, ingin ada seseorang yang menjadi Imamnya.


Tetapi itu mungkin tak mudah bagi dirinya yang sudah memiliki status Janda anak satu ditambah pendidikan formalnya yang hanya lulusan SD.


Safhira tidak lupa bahwa Qadha dan Qardar sudah ditetapkan, dan ini menjadi nasib Elis, semua pasti ada hikmahnya, semua Orang bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi.


Itulah kehidupan, tidak terkecuali dengan Jodoh, mungkin belum waktunya datang kepadanya seseorang yang tepat yang Tuhan pilihkan untuknya.


Setelah merasa cukup menikmati pemandangan ditepi Danau, Mereka pergi menyusul pale yang asyik berfose dengan Miniatur yang ada disana, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini Safhira dan Elis ikut nimbrung kemudian foto bareng.


ckrak,,,,ckrek,,,


Dengan berbagai gaya berpindah - pindah dari satu miniatur ke miniatur yang lain sampai tak terasa Mentari telah meninggi dan cuaca semakin terik.


Setelah merasa cukup bersenang- senang, Merekapun kembali ke kontrakan Elis .


Tentu saja karena mereka memiliki kesibukan dan urusan masing-masing.


Pale harus segera kembali untuk bekerja shift dua, begitupun Elis yang ingin melanjutkan istirahatnya karena masih harus datang ke club nanti malam, dan Safhira yang mungkin sudah ditunggu Mami untuk mengantar berbelanja.


Akhirnya Mereka bubar, hal yang menyenangkan saat berkumpul bersama telah berakhir lalu kembali ke kegiatan semula .


Kegiatan yang monoton, tapi harus dijalani dengan sepenuh hati, agar semuanya terasa mudah.


Dalam perjalanan pulang Pale bertanya kepada Ira.

__ADS_1


"Aku laper Kutraktir makan, Mbak mau makan apa?"


Tanya pale,


Tapi karena Ia memakai helm dengan penutup yang penuh tentu saja tak terdengar jelas oleh Ira, ditambah angin yang kencang karena pergerakan laju motor pada saat itu semakin menyamarkan suara darinya.


"Apa pale? gak jelas suaramu, ngomong apa sih,"


"Kamu mau makan apa"


Pale melantangkan suaranya agar terdengar oleh Ira.


"Aku mau makan seafood, Pale"


pale segera menghentikan laju kendaraannya tepat di depan kedai Seafood yang Ira inginkan.


Merekapun memilih tempat paling pojok da paling belakang, mungkin selera mereka sama dalam hal privasi karena disana terasa lebih nyaman menurut pemikiran Mereka.


Pelayan Kedai segera membawakan menu, lalu Pale menyerahkannya pada Ira, mempersilahkan untuk memesan duluan.


Safhira tidak sungkan-sungkan memesan kepiting yang membuatnya tidak tahan dan hampir meneteskan air liur.


Wajar saja, toh kepiting memang sangat jarang ada di dalam menu, tidak semua kedai mempunyai stok kepiting.


Tapi pantang bagi seorang Pria untuk menolak permintaan Seorang gadis apalagi menunjukkan keberatan.


Dan Pale tak mau kalah memesan udang dan kerang sekaligus, bangkrut-bangkrutlah, batinnya.


Pale membayar semuanya dengan agak sombong, tak mau menunjukkan kalau setelah ini dompetnya akan terkuras, mungkin hanya tersisa beberapa lembar saja.


"Makasih atas traktirannya Pale,"


"Gak apa-apa, sekali-kali traktir anak gadis. Doain aja biar Aku cepet laku ya Mbak,"


"Ada beberapa mantanmu yang suka maen ke rumah. Mereka pada bantuin Mami masak. Pada baik dan ramah semua. Masa gak ada satupun yang bisa bikin Kamu CLBK?"


"Nggak lah Mbak. Gak ada yang bisa bikin aku nyaman, mungkin bukan tipe aku,"


"Emang tipe Kamu yang kayak gimana sih?"


"Yang kayak Mbak"


Tak sengaja lidah Pale terpeleset mengucapkan hal yang memang sebenarnya. Mukanya memerah kemudian ia menunduk karena malu.

__ADS_1


Ira yang menganggap ucapan dari Pale hanya sebuah candaan itu segera menimpali.


"Oh jadi Kamu nyaman kalo deket Aku gitu. Aku gak keberatan kok bikin kamu nyaman dengan mentraktir makan enak setiap hari."


Mendengar jawaban Safhira, Pale jadi tidak bisa nenahan tawa, lalu Mereka tertawa bersama.


Untunglah Ira tidak serius menanggapi perkataan Pale mengenai dirinya yang memang ada perasaan nyaman saat berdekatan dan merasakan sesuatu dihatinya melihat senyum Ira yang mengembang itu.


"Kenapa ngeliatin aku terus? naksir ya."


Candanya lagi.


"Ayo pulang Mbak, nanti Mamah ngomel-ngomel dikira Aku yang udah nyulik Mbak,"


Merekapun segera meninggalkan Kedai tersebut menuju Rumah.


Pale sengaja ngebut agar Safhira terpaksa merangkulnya, dan berhasil .


"Hati-hati Pale hangan ngebut Aku takut nih,"


Pale mengikuti instruksi dari Ira memperlambat sedikit laju kendaraannya. Ia tak menyangka Ira begitu takut sampai bergetar.


Sesampainya di Rumah Pale menanyakan tentang ketakutannya.


"Kenapa Mbak tadi nyampe segitunya takut diajak ngebut?"


"Aku trauma Pale. Pernah tabrakan nyampe pingsan dan digelendeng ke Rumah sakit dengan kondisi gak sadar. Aku baru sadar setelah pingsan selama dua hari Pale, mangkanya aku ngeri banget kalo pas digonceng. Kamu nyalipnya kenceng banget, "


"Maap ya Mbak aku sama sekali nggak tahu. Kaen kali aku bakal hati-hati dan slowly."


Ungkapnya sambil membukakan helm yang digunakan Ira. Kemanjuan inilah salah satu hal yang membuat Ira terasa lain dari yang lain baginya.


Sementara itu Mamih yang sedari tadi menunggu kedatangan Safhira segera menyuruhnys untuk bersiap- siap .


Safhira segera mengambil air wudhu kemudian melaksanakan kewajibannya sebagai umat Muslim.


Beberapa saat kemudian Kijang Tua telah dijejali sang Bos Kemudian ditambah oleh Safhira dan Cathy. Sedangkan Tiger memilih untuk tinggal diRumah saja. Kalau tidak dikarenakan menjadi supir mungkin Papi bos akan berbuat hal yang sama dengan Tiger.


Menemani wanita berbelanja akan menurunkan wibawa seorang pria. Begitulah yang para pria asumsikan.


Akhirnya rencana belanja ke Tanah Abang dibatalkan karena waktu yang mendesak untuk lokasi yang jauh tidak memungkinkan. Kemudian diganti menjadi berbelanja ke PGC, pusat perbelanjaan yang paling dekat dengan kediaman mereka sehingga dapat menghemat waktu tempuh.


Tak dapat diduga tetap saja siang itu jalanan macet total.

__ADS_1


__ADS_2