Apa Itu Cinta

Apa Itu Cinta
Lintah Darat


__ADS_3

Sebagai anak sulung tentu saja Safhira memiliki rasa tanggung jawab yang besar, terutama perintah dari Orang yang sangat disayangi dan dihormatinya tak mungkin diabaikan.


Akhirnya Sakti membonceng kakak Perempuannya itu sambil menjelaskan apa saja tugas untuknya.


Ira tak menyangka kini dirinya menjadi seorang Lintah darat dimana setiap uang yang dipinjam oleh Nasabah berbunga sebesar duapuluh lima persen.


Selama ini Ira selalu patuh pada Ayahnya, tapi kali ini ia berontak apalagi Nasabahnya kebanyakan hanya dari kalangan Orang-orang yang tidak mampuh.


Sungguh tak sampai hati untuknya menarik iuran setiap harinya apalagi kepada Nasabah yang sudah renta atau melihat Nasabah yang Rumahnya terbuat dari bilik dan hampir roboh pula.


Ira sungguh enggan dengan uang Riba .


Ia tak ingin menjalankan usaha Ayahnya itu, tapi bagaimana caranya.


Harus punya alasan yang kuat agar terbebas dari usaha itu.


Artinya keuntungan yang didapat adalah uang Riba.


Tentu saja hal ini bertentangan dengan keyakinan dan nuraninya.


Malam ini ia berpikir keras mencari cara agar bisa terbebas dari keadaan ini.


Ira teringat dengan Elis dan mencarinya di Facebook dan akhirnya ketemu, kebetulan sedang online pula Merekapun chattingan dan saling bertukar nomor ponsel.


Akhirnya Ira menemukan alasan untuk kabur dari tempat itu, sebenarnya ia masih ingin mengurus Ayah dan kedua adiknya itu.


Tapi kalau sudah berurusan dengan keyakinan tentu lebih penting dari apapun .


Malam itu Cecep menonton acara Olah Raga sepak bola favoritnya sambil meneguk vodka, kebiasaan buruknya yang tidak pernah berubah.


Kemungkinan Ia akan bergadang sampai pagi.


Begitulah caranya melewatkan hari-hari sepinya dengan bergadang ditemani minuman beralkohol tak terlewat pula akan kemahirannya merokok bak kereta.


Sungguh pemborosan jika ini berlangsung terus menerus, tak mustahil usahanya akan kandas tapi Pria berumur enam puluh tahun lebih itu tak menyadarinya, malah menyalahkan Putranya yang tidak becus mengelola usaha itu.


Mungkin pengaruh alkohol membuat Lelaki Tua itu tidak logis, mungkin itu pula penyebab Istrinya yang masih muda dan cantik berpaling darinya.


Cecep sangat mengenal Istrinya yang sangat setia mencintainya dan penyabar itu.


Sampai pada masa dimana Rarah terpengaruh oleh ajakan keluarganya untuk meninggalkan Cecep.


Cecep tak menyalahkan Rarah yang memang mudah dibodohi. Ia tahu dalang dibalik semua ini tak lain Mertuanya sendiri, dari dulu selalu terlalu mencampuri urusan


Rumah tangga mereka dan hal itu pula lah yang sering menjadi alasan percekcokan diantara mereka.


Yang disesali oleh Dasep adalah,

__ADS_1


Rarah meninggalkannya pada masa sulit dimana usahanya bangkrut kena dampak krisis moneter.


Kalau untuk masalah perokok dan peminum berat memang dari sebelum menikah Rarah sudah mengetahui perilaku Cecep dan menerimanya.


Betapa tidak saat meminang Rarah seperangkat perhiasan dan uang dengan jumlah besar menyilaukan mata Mertuanya yang saat itu seorang buruh diperkebunan yang dikelola Cecep, tanpa berpikir panjang keluarga pihak wanita segera menerima pinangannya.


Rarah istri sekaligus Ibu yang baik.


Begitulah waktu berputar dan sipat Manusia bisa berubah kapan saja.


Seburuk apapun Cecep, dimata Ira ia Orang yang paling dihormati karena apapun yang Ira inginkan selalu diwujudkannya, betapa tidak anak Sulung sekaligus anak Perempuan satu- satunya yang paling disayangi.


Seperti biasa Pagi-pagi buta Ira sudah rapi dan seperti biasanya pula semuanya masih terlelap .


Ia berjalan-jalan mengelilingi kampung dan sesekali mampir dirumah Saudara dari Ayahnya itu, kurang lebih ada tiga Saudari dan Seorang saudara.


Semuanya Ira datangi karena sebentar lagi ia akan pergi ke Ibu Kota .


Ira mampir sekedarnya, paling lima belas menit sudah pamit dan berganti tempat, otomatis waktu satu jam sudah cukup untuk mengunjungi mereka semua.


Sekembalinya kekontrakan, Sakti sudah bersiap dengan motor bebeknya.


Tak terasa rupanya waktu berlalu begitu cepat, Bima mungkin sudah memulai pelajarannya di sekolah.


"Ayo Teh" ajak Sakti


Mendengar penuturan Kakaknya Saktipun berlalu pergi sendirian.


Ira menghampiri Ayahnya yang masih tidur, "mungkin semalam bergadang" batinnya, ia ingin segera memberitahu perihal maksudnya .


Sambil menunggu ayahnya bangun iapun membuka ponselnya dan mencari email yang masuk berharap salah satunya dari Ramon.


Dan benar saja ada email dari Orang yang ditunggu-tunggunya itu.


15 Oktober 2012


Know the true value of time :


snatch, sieze and enjoy every moment of it.


No idleness, no delay, no procrastination, never put off till tomorrow, what you can do today.


Have a nice morning.


Sweet kisses honey.


143...

__ADS_1


"Bahasa Inggris lagi " gumamnya.


Ira tak mahir berbahasa Inggris hanya mengerti sedikit sehingga harus membuka kamus dulu untuk translate dan membalas email dari kekasihnnya itu.


Ramon memang bisa berbicara Bahasa Indonesia tapi tak mengerti tulisan .


Safhira segera membalas email dari kekasihnya itu dan mencantumkan nomor ponselnya dengan harapan Ramon segera membaca emailnya itu dan menelpon.


Sesaat kemudian Cecep bangun dari tidurnya, Ira yang memang sudah menantinya dari tadi segera membuatkan kopi panas untuknya.


"Jam berapa ini Ra ,kok lu nggak pergi sama Sakti?" tanyanya, basa-basi padahal ia tahu persis sekarang pukul sepuluh lewat seperempat.


Cecep segera meneguk kopi panas yang disuguhkan Ira sambil menyelidik kearah putrinya menunggu penjelasan.


"Ira mau ke Jakarta Yah, ada teman disana mau bantu masukin kerja,"


Cecep kecewa dengan keputusan puterinya itu, dengan wajah yang lesu Cecep memberikan ponselnya kepada Ira.


"Lu simpan nomor om Beni dan Abang angkatmu Drajat, siapa tahu nanti disana lu butuh mereka,"


Ira mengangguk dan menyimpan nomor mereka.


"Kapan lu berangkat?"


"Besok pagi yah" jawab Ira semangat.


"Sekarang kita ketempat pak Ayo Mebeul.


Ayah investasi disana.Nagih hasil nanti uangnya buat bekal lu."


Irapun mengangguk tanda setuju.


Akhirnya mereka pergi ketempat yang dimaksudkan dan segera pulang setelah berhasil mendapat sejumlah uang.


"Ini buat lu"


Kata Cecep sambil menyodorkan semua uang yang ia dapat dari pak Ayo tadi, jumlahnya lumayan, cukup untuk memenuhi kebutuhan Ira selama sebulan di Jakarta nanti.


"Makasih yah" ucap Ira sambil berlalu ke kamarnya untuk packing persiapan besok.


Untuk sekedar merayakan perpisahan besok mereka Sekeluarga memutuskan untuk makan Sate bakar di kedai Pak Kumis yang terkenal lezat itu.


Hiruk-pikuk disana sangat ramai


bahkan tak dapat tempat yang kosong untuk di tempati, akhirnya mereka memutuskan untuk makan di restauran Padang kesukaan Mereka.


Setelah kenyang mereka masih berkeliling menikmati suasana malam di Alun- alun. Terlihat bahagia sekali canda tawa Ira dan kedua adiknya.

__ADS_1


Cecep yang melihat semua anaknya bahagia ikut senang, walau jauh dilubuk hatinya memendam perih yang teramat dalam dengan keputusan Istrinya untuk meninggalkan dirinya tapi untunglah anak-anak memilih tinggal bersamanya, sehingga tak teramat kesepian di usia senjanya itu.


__ADS_2