
"Aku mendengar sebuah rumor yang beredar hari ini." Bisik Dirga kepada Reiva yang didengar oleh Nayra.
"Rumor apa?" Nayra yang penasaran segera menajamkan pendengaran nya.
"Aku dengar banyak gadis yang mendadak lumpuh saat memelihara kucing, terutama kucing dengan kalung merah yang berisi nama."
"Kau tau darimana?" Tanya Reiva sambil memperbaiki posisi kacamatanya.
"Di forum pemburu makhluk ku ramai yang membicarakannya." Jawab Dirga santai.
"Itu hanyalah rumor. Kucing tidak bisa menyebabkan kelumpuhan, bodoh."
Dirga hanya nyengir tanpa dosa membuat Reiva menjitak kepalanya dengan lembut.Pemuda bermabut cokelat itu hanya bisa meringis menahan sakit.
'Aku harus menemuinya.' Batin Nayra.
....... ......... ....
Sepulang sekolah Nayra segera bergegas menuju sebuah taman tempat mereka bertemu sebelumnya.
"Kau dimana?!! Aku mohon keluarlah!!" Teriak Nayra sambil menyusuri taman itu.
"Ada yang ingin ku tanyakan padamu!!! Ku mohon keluarlah!!" Teriak Nayra sambil melihat kesekeliling.
Nayra tak menyadari dirinya melangkahkan kakinya memasuki sebuah hutan kecil yang terletak di tengah taman, sehingga gadis itu tak menyadari sebuah bahaya yang menghampiri nya.
'Prakk'
Tepat diatas kepala Nayra, terdengar suara ranting pohon yang patah. Nayra mendongakkan kepalanya saat melihat beberapa helai daun berjatuhan menimpa kepalanya.
Begitu dia mendongakkan kepalanya, sebuah ranting pohon yang berukuran cukup besar nyaris menimpanya. Nayra yang kaget refleks memundurkan langkahnya, namun sialnya kakinya tersandung hingga membuatnya terjengkang.
"Kyaaaaaaa!!!"
Beruntung ranting pohon berukuran besar itu tertahan. Rean muncul entah darimana dan menggendong Nayra keluar dari hutan kecil itu. Tepat mereka pergi dari sana, ranting pohon itu jatuh tepat di bekas Nayra terjengkang tadi.
........... ............ ....
"Aku memang manusia kucing, bukan berarti aku bisa membuat orang lain lumpuh." Ucap Rean reflek. Saat ini mereka tengah duduk sebuah taman.
Nayra tersentak kaget mendengar ucapan Rean,"Jadi, benar kau itu manusia kucing."
"Apa benar jika manusia kucing itu membuat para gadis menjadi lumpuh?" Tanya Nayra dengan tatapan campur aduk.
"Tidak. Sejak kapan kucing bisa menyebabkan manusia lumpuh, bodoh!" Jawabnya kesal sambil menyentil kening Nayra dengan gemas. Wajahnya menyiratkan kecemasan.
Rean segera berlari dengan putus asa, meninggalkan Nayra yang masih menatapnya dengan pandangan sulit ditebak.
__ADS_1
........ ......... .......
"Seekor kucing yang patah hati, ssshhh. .. Sangat menyedihkan, sshhhh..." Seekor manusia ular muncul dihadapannya sambil mendesis. Lidah bercabangnya sesekali menjulur keluar.
"Apa maumu?" Rean segera memasang kuda-kuda menyerang.
"Tentu saja gadis itu, ssshhh..."
Setelah berkata demikian, manusia ular itu segera menghilang dari hadapan Rean. Tiba-tiba terdengar teriakan Nayra di kejauhan membuat pemuda itu segera pergi ke arah suara Nayra.
.......... ........... ........
Sesosok manusia ular membawa Nayra uang tak sadarkan diri menuju sebuah hutan. Manusia ular itu menyandarkan gadis itu di sebuah batang pohon.
"Ssshhhh.... Jadi kau orang yang disukai pemuda itu, sshhh? Sayang sekali hidupmu akan berakhir malam ini. Sshh..." Ucap manusia ular itu sambil mengelus pipi Nayra.
Nayra merasa sebuah tangan bersisik meraba wajahnya. Gadis itu tersadar dan berteriak kaget saat melihat sosok manusia ular itu. Sesosok pria dengan tubuh setengah ular bewarna hijau dipenuhi dengan sisik ular, pupil mata runcing bewarna kuning, serta lidah bercabang yang sesekali menjukur keluar.
"Kyaaaaa!!! Menjauh dari ku!!!" Nayra berteriak kaget dan refleks memundurkan tubuhnya menjauhi sosok itu.
"Hoo, kau sudah bangun rupanya." Dengan santai manusia ular itu mendekati Nayra yang semakin mundur ke belakang.
"Sayang sekali kucing itu memilihmu. Jadi, apa boleh buat. Kau akan menjadi santapan ku malam ini." Ujar manusia ular itu sambil menjilati bibirnya.
"Tolooong!!" Nayra ketakutan saat melihat manusia ular itu hendak menebaskan ekornya yang berukuran cukup besar, namun sebuah tangan berbulu dengan cakar tajam mencengkram ekor manusia ular tersebut yang tak lain Rean.
"Ssshh. .. Akhirnya kau muncul juga." Ucap manusia ular itu sambil menyeringai. Lidah bercabang nya sesekali menjulur keluar.
"Jangan sakiti dia." Ucap Rean dengan nada tajam. "Lawanmu adalah aku." Lalu Rean segera mengangkat dan menarik ekor manusia ular itu, secara otomatis tubuh manusia ular tersebut melayang. Pemuda itu melempar manusia ular itu hingga membentur sebuah pohon.
'Krak'
Rean segera menggendong Nayra dan menghilang dari sana sesaat sebelum sebuah pohon tumbang menimpa mereka.
........... ........... ......
"Menjauhlah dari sini. Terlalu berbahaya untukmu." Ucap Rean sambil berbalik. Nayra segera menahan lengan Rean, membuat pemuda itu menoleh dan melihat Nayra menatapnya dengan tatapan cemas, takut dan khawatir.
"Ku mohon jangan pergi."
"Aku harus pergi. Kalau tidak dia akan semakin merajalela." Jelas Rean.
"Dia itu makhluk apa?" Tanya Nayra yang penasaran. Gadis itu masih menahan lengan Rean.
"Dia adalah siluman ular. Pemangsa calon pasangan manusia kucing. Dari dulu kami, para manusia kucing dan siluman ular itu selalu bermusuhan. Dia akan mengincar pasangan manusia kucing yang tidak terikat untuk santapan nya. Kecuali kalau manusia kucing dan pasangannya telah terikat." Rean menjelaskan sambil menepis tangan Nayra dengan lembut.
"Aku tidak tau kenapa, tapi dia menjadi semakin kuat jika memangsa gadis calon pasangan manusia kucing yang belum tersentuh." Jelas Rean. Pemuda itu menatap Nayra sambil menepuk kepala gadis itu dengan pelan. "Berjanjilah kau akan kembali." Ucap Nayra sambil memandang Rean penuh harap.
__ADS_1
Rean terpaku dengan perkataan Nayra, hatinya menghangat. Rean segera meninggalkan Nayra dipinggir hutan seorang diri.
......... ......... ........
Manusia ular itu bangkit sambil berdesis marah. Tiba-tiba Rean muncul dihadapan nya.
"Ku kira kau lari bersama gadis itu, ssshhhh." Ucapnya marah.
"Kita selesaikan ini." Ucap Rean. Tangan pemuda itu perlahan berubah menjadi tangan kucing berukuran besar dengan cakar tajam, lalu mendadak muncul di hadapan manusia ular itu dan menendangnya. Manusia ular itu segera berkelit menghindari tendangan Rean dan menebas pemuda itu dengan ekornya.
Pertarungan sengit tak terhindarkan, mereka saling memukul, menyerang dan menghindar. Sesekali manusia ular itu terkena sabetan cakar Rean.
Merasa akan kalah, manusia ular itu berubah menjadi sesosok ular berukuran besar. Dia menyerang Rean dengan membuka lebar mulutnya.
Rean menghindar dan berubah menjadi sesosok jaguar berwarna hitam. Mereka berdua bertarung dengan cukup lama hingga akhirnya ular itu berhasil melilit Rean dengan kencang.
Rean tak mau kalah, dengan cepat dia menggigit ekor ular itu hingga menyebabkan darah hitam muncrat dari tubuh ular itu. Seketika raungan ular itu terdengar mengerikan menggema di penjuru hutan membelah sunyinya malam.
Lilitan ular itu mengendur membuat Rean leluasa melepaskan diri. Dengan cepat jaguar bermata dua warna itu menggigit kepala ular besar itu hingga hancur. Ular itu menggeliat beberapa kali sebelum akhirnya diam tak bergerak.
Setelah memastikan ular itu mati, Rean kembali ke wujud manusia dan bergegas menghampiri Nayra yang menunggunya dengan cemas.
Tanpa aba-aba Nayra memeluk Rean, membuat pemuda itu berjengit kaget.
"Kita pulang." Ucap Rean sambil menenangkan Nayra.
"Tidak. Mereka membenciku." Ucap Nayra dengan mata berkaca-kaca.
"Mereka menyayangimu, Nayra." Seketika dia melihat Reiva, Reihan dan Driga yang tersenyum kepadanya. "Mereka menunggumu." Lanjut Rean.
"Kau akan kemana?" Tanya Nayra saat melihat Rean hendak beranjak dari sana. "Bisakah kau tinggal bersama kami?" Nayra menatap pemuda itu penuh harap.
"Kau tidak takut padaku?" Rean menatap gadis itu dengan serius, tak ada jejak kebohongan disana.
"Tidak." Jawab Nayra tegas.
"Kalau begitu, namaku Rean. Aku penjagamu sekaligus calon jodohmu, Nayra." Setelah berkata demikian Rean berubah menjadi kucing anggora hitam tepat dihadapan Nayra membuatnya takjub.
Segera Nayra menggendong Rean yang berwujud kucing dan meninggalkan tempat itu.
........... .......... ........
Nayra masuk ke sebuah apartemen. Disana terlihat Andra, Reihan, Reiva, Dirga dan Miana menatapnya dengan senang.
"Akhirnya kau datang. Kami menunggumu." Ucap Reiva sambil menghampiri Nayra. Gadis itu menyeret Nayra dan mengajaknya bergabung.
"Ku pikir kau tidak akan datang." Ucap Miana.
__ADS_1
"Karena Nayra sudah datang, mari kita mulai pestanya."