
Xiander memasuki kediamannya ketika sang surya telah beristirahat di peraduannya.
"Aku pulang."
"Selamat datang, Tuan Muda." Sapa seorang maid laki-laki dengan hormat, "Anda baru datang?" Tanya maid itu lagi.
"Iya, seperti biasa. Kau masih bekerja?" Tanya Xiander pada laki-laki itu.
"Pekerjaan saya sebentar lagi selesai, Tuan." Jawabnya dengan hormat.
"Kalau begitu aku ke kamar dulu." Ucap Xiander seraya bergegas menuju lantai atas. Namun saat melewati ruang makan, pemuda itu melihat anggota keluarganya tengah makan malam bersama tanpa menunggu kepulangannya.
Xiander hanya menatap mereka dengan tatapan datar dan segera melanjutkan perjalanannya. Keluarga? Semenjak ibunya meninggal, ayahnya membawa seorang wanita bersama 2 anak mereka yang akhirnya diketahui merupakan simpanan ayahnya dan mulai melupakan nya.
Selama 9 tahun Xiander sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil, terutama dari ibu tiri dan saudara tirinya.
'Cklek'
'Blam'
Xiander memasuki kamarnya yang gelap dan menyalakan lampu guna menerangi kamarnya. Terlihat sebuah kamar bernuansa abu-abu dicampur hitam seperti kamar laki-laki pada umumnya.
Terdapat sebuah ranjang berukuran queen size dengan warna abu-abu dan selimut hitam, lemari, meja belajar dan sebuah rak sepatu tertata sedemikian rupa. Tidak banyak perabotan di kamar itu membuat terlihat luas namun tertata apik.
Pemuda itu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Beberapa saat kemudian dia keluar dengan keadaan yang lebih segar. Xiander hanya memakai singlet dan celana training pendek selutut bewarna putih dengan sebuah handuk melingkar dilehernya.
Dia mengibaskan rambut hitamnya yang terlihat sedikit basah memberikan kesan seksi, membuat kaum hawa meleleh jika melihatnya.
Tiba-tiba sesosok wanita cantik bergaun putih dengan wajah pucat pasi mendadak muncul dibelakangnya dan menatap pemuda itu dengan senyuman lebar sambil melayang menyusuri kamar Xiander sebelum akhirnya memilih duduk selonjoran di atas lemari pakaiannya.
Xiander menatap sosok itu dengan datar dan mengabaikan sosok itu. Remaja tampan tersebut segera menuju ruang makan untuk menenangkan cacing perutnya yang berdemo minta diisi.
Begitu sampai di ruang makan, dia tidak melihat makanan yang tersisa untuknya. Dengan santai pemuda itu menuju dapur dan menghampiri kulkas untuk mengambil beberapa bahan yang diperlukan.
__ADS_1
Dia mengambil sepotong dada ayam mentah, 6 buah kentang dan sebuah wortel lalu memanaskan air dalam sebuah panci kecil. Sambil menunggu air mendidih, pemuda itu mencuci kentang dan wortel sampai bersih dan mengupas kulitnya lalu memotongnya menjadi beberapa bagian.
Tak berapa lama air dalam panci itu mendidih, Xiander segera memasukkan potongan kentang tersebut dan menunggunya hingga setengah matang.
Sambil menunggu kentang rebusnya, pemuda itu membersihkan dan memarinasi daging ayam yang diambilnya tadi dengan sedikit garam, merica dan jeruk limau kemudian mendiamkannya beberapa saat agar bumbunya meresap. Selain sebagai penghilang bau amis, jeruk limau juga memberi rasa khas yang gurih.
Xiander memasukkan potongan wortel ke dalam rebusan kentang dan menunggunya matang. Lalu pemuda itu mengambil sebuah teflon kusus panggangan dan mengolesi permukaannya dengan sedikit minyak.
Pemuda itu memanggang ayam yang telah dimarinasi di atas teflon sambil membolak-balikan daging tersebut agar matang sempurna. Setelah dirasa cukup merebus untuk merebus kentang dan wortel nya, pemuda itu segera meniriskan kentang dan wortel rebusnya lalu memisahkannya.
Sambil menunggu ayamnya matang, Xiander mencampur kentang rebus itu dengan sedikit garam, merica, sedikit susu cair, bawang putih cincang lalu menumbuknya hingga tercampur rata.
Tidak perlu waktu lama, Xiander mengambil sebuah piring dan menatanya bertepatan dengan matangnya ayam panggang buatannya.
Aroma harum steak ayam buatannya menyebar ke penjuru dapur membuat perutnya berdemo minta diisi. Segera pemuda itu memakan makanan buatannya dengan tenang.
Saat tengah makan, tiba-tiba sesosok makhluk wanita berpakaian serba putih muncul dihadapannya. Wajahnya terlihat cantik namun tampak pucat pasi dan menatap makanan Xiander dengan mata berbinar.
"Ada apa?" Tanya Xiander pada sosok itu yang hanya dibalas dengan cengiran lebar.
"Kau bisa berkumpul bersama makhluk sejenis dengan mu." Sahut Xiander dengan enteng yang berhasil membuat makhluk itu mendengus sebal.
"Tidak ada yang menarik berbicara dengan mereka selain tawa melengking kebanggaan nya. Selain itu, aku ini roh bukan makhluk astral. Dan aku akan pergi setelah urusanku selesai." Sewot sosok itu dengan sengit.
"Ya, ya. Terserah katamu. Intinya kau hanya makhluk transparan." Ejek Xiander sambil menyupkan makanan ke dalam mulutnya.
"Jadi, ada apa kau menghampiri ku malam-malam begini?" Tanya Xiander sambil melirik disekitar nya yang terlihat sunyi.
"Aku ingin mencicipi masakanmu yang terlihat enak itu. Boleh ya?" Tatapnya dengan pandangan berbinar saat melihat makanan buatan Xiander yang membuat Xiander pasrah.
Pemuda itu memotong steak ayamnya serta mengambil sesendok kentang tumbuk lalu menyuapkan ke sosok itu yang menerimanya dengan senang hati. Hingga akhirnya Xiander telah selesai makan malam dan mencuci peralatan yang digunakannya serta mengembalikan ke tempatnya.
"Besok kau ikut kemah, kan?" Tanya sosok itu sambil melayang mengikuti Xiander yang hanya dibalas dengan gumanan.
__ADS_1
"Berhati-hatilah besok." Sosok itu memperingatkan.
"Tentu saja. Sepertinya besok bukan acara kemah biasa." Tukas Xiander sambil berjalan menuju kamarnya diikuti oleh sosok perempuan yang melayang disebelahnya.
Xiander segera mematikan lampu kamarnya dan merebahkan diri di ranjangnya. Pemuda tampan itu menatap sesosok wanita yang tengah asik selonjoran di atas lemari pakaian pemuda itu.
Rasa kantuk menyergap pemuda itu hingga matanya perlahan menutup dan pemuda itu akhirnya terbuai dalam mimpi.
"Saat kau menemukan orang yang tulus menemanimu, saat itu juga aku bisa pergi." Guman sosok itu sebelum akhirnya dia menghilang.
♦♦♦
Nayra memasuki kamarnya bertepatan dengan keluarnya seorang pemuda tampan dengan mata dua warna, hitam dan merah keluar dari kamar mandi hanya mengenakan celana pendek dan berjelanjang dada, memamerkan tubuh sixpack nya yang terlihat menggoda.
Sontak Nayra membeku melihat pemandangan itu, seketika wajahnya memerah bak kepiting rebus.
"Aku meminjam kamar mandimu." Ucap Rean dengan canggung yang dibalas dengan anggukan patah-patah Nayra.
"Hei, kau baik-baik saja?" Tanya Rean cemas daan menghampiri Nayra yang kini menundukkan kepalanya. Nayra kini gemetar hebat saking paniknya dan fikiran liarnya mulai berseliweran saat melihat pemuda tampan mendekat kearahnya dengan bertelanjang dada. Dia tidak mampu bergerak seinchi pun. Dan dia merasa malu.
"Kau demam?" Tanya Rean sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Nayra, otomatis wajah gadis itu semakin merah. Gadis itu hanya menggeleng dengan gerakan patah-patah menyebabkan pemuda itu mengerutkan dahinya.
"Kau tidak demam. Tapi kenapa wajah mu semakin merah?" Tanya Rean polos membuat Nayra tidak bisa berkata-kata saking gugupnya.
Rean mendekatkan dahinya ke dahi Nayra. Melihat Rean yang semakin mendekat, pandangan gadis itu memburam sebelum akhirnya...
'BRUKH'
"Kenapa dia pingsan?" Guman Rean sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Pemuda itu hanya menatap Nayra dengan ekspresi bingung yang kini tergeletak pingsan di lantai. Jika di animekan, kepala gadis itu mengeluarkan asap. Bayangkan saat Naruto tidak sengaja mendekatkan wajahnya kearah Hinata yang pemalu, kira-kira seperti itulah.
"Sudahlah. Mungkin karena aku tampan. " Tukasnya asal sambil mengendikkan bahunya acuh dan segera membopong Nayra yang pingsan menuju tempat tidurnya.
Pemuda itu menyelimuti Nayra dan memadamkan lampu kamar gadis itu sebelum akhirnya dia berubah menjadi seekor kucing anggora hitam.
__ADS_1
Kucing itu berjalan menaiki ranjang Nayra dan menatap gadis itu sebentar. Terdengar dengkuran khas kucing menggema di kamar gadis itu.
Rean menggulungkan tubuh berbulunya di sebelah Nayra, menyusul gadis itu menuju alam mimpinya.