Apartemen Hunter: The Begin!

Apartemen Hunter: The Begin!
Bonus Chap dan Pengumuman


__ADS_3

Semester dua telah mulai sejak acara perkemahan selesai beberapa waktu lalu. Kini Reihan, Reiva, Nayra dan Dirga menempati kelas G yang dikenal sebagai kelas buangan atau kelas sampah.


Sudah menjadi tradisi disekolah ini jika awal semester 2 di kelas X adalah hasil penyaringan kelas berdasarkan ketenaran, kekuasaan, kepopuleran dari siswa itu sendiri maupun keluarganya. Prestasi menjadi urutan terakhir disekolah ini.


"Kelas sampah seperti kalian harusnya tidak pantas berada di gedung ini." Sungut seorang guru wanita dengan pakaian ketat yang kini tengah menulis sesuatu di papan tulis.


"Sayangnya aku harus mau mengajar dikelas menjijikkan seperti ini." Omelnya lagi sambil menatap siswa kelas G dengan tatapan jijik.


Sudah tiga minggu acara belajar mengajar dimulai, dan selama itu pula kelas ini sering menerima berbagai keluhan dari para guru yang mementingkan popularitas dari siswa didiknya.


Tak jarang kelas mereka mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari kelas lain seperti penjarahan dan perusakan barang yang membuat sang wali kelas ingin menangis melihat keadaan anak didiknya.


Teeettt.... Teeettt....


"Ku harap kelas ini segera dipindahkan." Sinis guru wanita itu seraya meninggalkan ruang kelas karena jam sekolah telah berbunyi tanpa mengucapkan salam. Meninggalkan para siswa yang menunduk dengan wajah menggelap.


"Apakah kita harus menerima perlakuan ini setiap hari?" Tiba-tiba Nayra angkat suara membuat suasana mendadak tegang.


"Setiap hari kelas kita mendapatkan perlakuan tak adil dari para guru dan kelas lainnya. Apa kita akan tetap menerima perlakuan ini?"


"Sudah cukup kita menerima perlakuan ini dari para guru. Saatnya kita merombak aturan kelas kita. Bukannya kelas kita mendapatkan predikat kelas berandalan?" Ujar Devano dengan riang lalu menatap sang sekretaris.

__ADS_1


Seakan paham maksud dari tatapan Devano, sang sekretaris angkat suara. "Aku sudah membuat beberapa peraturan kelas. Pilihlah mana yang cocok." Ujar sang sekretaris sambil membagikan sebuah selebaran pada masing-masing teman sekelasnya.


Mereka membacanya sejenak dan menatap sang sekretaris dengan horor. Rupanya gadis cantik berambut ungu itu memiliki jiwa psycho yang tinggi.


"Kenapa tidak diisi dengan denda mulai 50 ribu hingga 10 juta tergantung dari tingkat kerusakan kelas kita? Kas kelas kita sudah kosong melompong mengingat kerusakan barang kita bertambah tiap harinya. Bahkan beberapa barang kelas kita juga menghilang." Usul sang bendahara. Jiwa matre nya meronta-ronta keluar.


"Setuju." Seru mereka serentak.


"Baiklah. Sudah diputuskan. Besok peraturan baru akan berlaku dikelas ini." Ucap Devano dengan seringai miring yang tercetak diwajahnya.


"Kita juga harus mengubah penampilan kita." Usul salah satu siswa tersebut lalu melepas kacamata setebal pantat badak dan mengacak rambutnya.


"Penampilan mu boleh juga." Lalu disusul oleh siswa lainnya termasuk Reihan. Kecuali Devano, Xiander, Dirga dan Justin. Mendadak kelas G dipenuhi dengan pemuda tampan membuat gadis yang berada di kelas itu hampir mimisan.


Lalu Nayra melepas kacamata badak milik Reiva membuat gadis itu mengerang sebal. "Kau juga harus melepaskan kacamata badak ini, Reiva." Ucap Nayra sengit sambil mendelik garang kearah sahabatnya.


"Baiklah teman-teman, kita akan membuat rencana. Pertama-tama kita harus mendapatkan beberapa bukti kecurangan oknum-oknum guru dan wakil kepala sekolah tanpa diketahui oleh siapapun. Lalu langkah kedua, kita juga akan membuat sebuah club yang tidak terdaftar disekolah ini dengan bekerja sama pada pihak kepolisian." Jelas Reihan panjang lebar membuat mereka tampak berfikt sebentar lalu saling menatap satu sama lain.


"Baiklah. Kami setuju." Seru mereka serentak.


"Mohon kerjasamanya, teman-teman."

__ADS_1


"Kami dengan senang hati membantu kalian dengan kemampuan kami."


"Setidaknya koruptor kecil disekolah kita berkurang." Celetuk Eiji tiba-tiba membuat para siswa menoleh kaget ke arahnya.


Eiji memasuki ruang kelas disusul Jonathan di belakangnya. Dua pria tampan itu menatap murid-murid nya tatapan sulit di artikan saat melihat penampilan yang tak seperti biasanya.


Segera siswa itu memperbaiki penampilan mereka dengan merapikan rambut dan memasang kacamata badak membuat 2 pria itu geleng-geleng kepala.


"Kami akan membantu kalian sebisa kami." Ucap 2 pria itu bersamaan.


"Mohon kerjasamanya, Pak." Balas mereka serentak.


Dan aksi mereka pun di mulai.


♦♦♦


Terimakasih untuk para readers yg telah mengikuti cerita ini. Mohon maaf jika alurnya tidak nyambung.


Mungkin beberapa adegan mirip dgn Shinbi House, tetapi ini murni karya aku dan inspirasi nya berasal dari sana.


Untuk novel ini aku tamatkan sampai disini saja.

__ADS_1


Mohon maaf jika mengecewakan.


Jangan lupa mampir dikarya aku yang lain


__ADS_2