AYAH SAMBUNG

AYAH SAMBUNG
Bab 38 - NOAH BERTEMU CASSANDRA


__ADS_3

"Bisa tolong bantu buka kancing kebayaku, Div!" Mohon Elen memelas, sebab kancing kebaya itu justru berada di belakang membuatnya sangat kesusahan hingga harus merepotkan Divine.


"Ehm, boleh! Sini aku bantu," ujar Divine. Dengan sigap ia membantu Elen membuka kancing kebaya itu sampai bawah. Namun, hanya sebatas itu yang saat ini bisa ia lakukan meskipun sudah sah dan halal menjadi suami istri.


Menghela napas, Elen membalikkan badan menatap Divine dengan perasaan bersalah.


"Maaf, tapi aku belum siap! Terlebih ada Satria!" Elen melirik Satria yang tertidur pulas di atas ranjang mereka. Tadinya keluarga Elen ingin menyiapkan kamar khusus pengantin untuknya dan Divine di hotel. Tapi Elen dan Divine dengan tegas menolak, terlebih jika harus meninggalkan atau menitipkan Satria pada orang lain.


"Tak masalah, aku juga belum... Ehm belajar," balas Divine membuat Elen seketika tertegun untuk kemudian terkekeh.


"Yakin, belum belajar. Aku kira udah paling paham," ujar Elen tersenyum.


Divine membalas senyum Elen, "mau ajarin?"


"Ish, kamu tuh!" Elen merona merah.


Karena lelah, Divine dan Elen akhirnya tidur dengan Satria berada ditengah-tengah mereka. Meski begitu kedua mata mereka saling menatap satu sama lain hingga malam semakin larut dan mata mereka mulai memejam sendirinya.


Bayangan malam pertama seperti di film-film tak terlintas di benak Divine. Baginya, sudah menikah dengan Elen adalah anugerah yang paling indah.


Ia bukan hanya bisa memiliki wanita sebaik Elen tapi juga memiliki putra seperti Satria.


"Ayah janji, mulai sekarang! Gak akan ayah biarkan satu orang pun membullymu karena keberadaan ayah tak tak ada di sisimu sayang," gumam Divine mencium pucuk kepala Satria di pagi hari.

__ADS_1


Divine melihat ranjang sebelahnya sudah kosong. Memperhatikan sekitar, suara gemericik air terdengar.


"Elen pasti mandi." Divine bangkit, saat hendak ke balkon hotel, matanya bertemu lagi dengan Elen yang keluar kamar mandi dengan kimono yang melilit tubuh.


"Ayo pulang, aku sungguh tak betah berada disini," ajak Elen.


"Baiklah, kita pulang! Tapi tunggu Satria bangun, ya?"


Elen mengangguk. Mereka akhirnya pulang ke apartemen siang itu juga dan Divine sudah meminta izin sementara waktu untuk tinggal di apartemen Elen sebelum memutuskan mau tinggal dimana mereka, sebab Elen merasa tak enak jika tinggal bersama dengan orang tua Divine.


"Kamu beneran? Gak mau tinggal aja di rumahku?" tanya Divine dengan hati-hati.


"Bukan gak mau, div! Aku butuh waktu, sebentar saja kasih aku waktu untuk menyakinkan diri. Kamu mau kan?"


"Elen, tenang aja. Aku bukan orang yang sulit, begitupun orang tuaku! Asal kamu dan Satria nyaman, aku tak keberatan kalau kita tinggal disini."


Divine mengangguk sambil tersenyum.


"Kita kan juga butuh privasi, mungkin disini kita bisa..."


"Auh, sakit sayang! Kenapa tiba-tiba nyubit!" keluh Divine.


"Takutnya ini masih bagian dari mimpi!" Elen tersenyum simpul.

__ADS_1


Hari ini mereka memulai kehidupan baru menjadi sepasang suami istri sekaligus orang tua untuk Satria. Divine sama sekali tak keberatan saat putra Elen itu terus menempel padanya sejak resmi menjadi ayah sambung.


***


Sisi lain, Tian sedari kemarin mengurung Cassandra pun akhirnya membebaskan putrinya.


"Maaf Cassandra, Papa terpaksa melakukannya karena tak ingin kamu merusak kebahagiaan Nyonya muda keluarga Shain dengan suaminya yang ternyata adalah mantan kamu," gumam Tian di depan pintu Cassandra setelah membuka gembok dari luar.


Namun, Cassandra enggan keluar kamar. Terlebih saat Noah mengabari jikalau dirinya sudah bebas dan ingin bertemu dengannya.


Cassandra menjadikan Papanya sebagai alasan kenapa selama ini ia tak sekalipun mengunjungi Noah di penjara.


Kening Tian mengkerut, saat melihat Noah memarkirkan mobilnya di depan rumah. Tian fikir, mantan calon menantunya itu sudah memutuskan hubungannya dengan sang putri. Tak disangka, malah langsung datang menemui begitu keluar dari jeruji besi.


"Hallo, Om! Aku boleh bertemu Cassandra, dia bilang sedang sakit dan memintaku datang," ujar Noah sesopan mungkin. Ada gurat khawatir di wajahnya dan Tian melihat hal itu.


"Masuklah, dia di kamar!" ujar Tian tanpa basa-basi, bukan karena membenci Noah. Hanya saja Tian malu jika mengingat kelakuan sang putri di belakang laki-laki itu.


Noah masuk, tak ada tanda-tanda mamanya Cassandra di rumah jadi ia memutuskan langsung melihat sang kekasih di dalam kamarnya.


"Sayang," panggil Noah.


Ketukan pintu berulang-ulang, akan tetapi tak ada respon. Noah pun berinisiatif membukanya langsung.

__ADS_1


"Astaga sayang," pekik Noah terkejut melihat keadaan Cassandra.


Namun, Cassandra malah menyambut kehadiran Noah dengan tawa, senyum sekaligus tangis.


__ADS_2