AYAH SAMBUNG

AYAH SAMBUNG
Bab 51 - One love for Rafa Keyra


__ADS_3

Pesta sederhana hampir usai, Divine dan keluarga kecilnya pamit pulang.


"Nggak mau tinggal dulu? Tar malam masih ada acara kecil-kecilan." Meski terbilang egois, Rafael sangat senang dengan kehadiran Divine di pernikahannya.


Dari remaja, Divine dan Rafael berteman baik. Tepatnya saat mereka masih berada di bangku SMA, meskipun Rafael tak ingat jikalau wanita yang disukai Divine adalah Elen. Divine bukan orang yang terbuka sewaktu remaja.


Rafael ingat, betapa sahabatnya itu selalu memendam apapun sendiri termasuk pengkhianatan Noah.


Baru setelahnya, Divine mulai terbuka saat Rafael menjadi satu-satunya teman dan orang kepercayaannya. Rafael mulai memahami karakter Divine yang keras, gengsi, dan kaku. Rafael tahu, sahabatnya bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta dan itu sebabnya ia memilih mundur mengejar Elen. Namun, Takdir Tuhan sangat adil padanya, Tuhan menghadirkan Keyra di disaat-saat terpatahnya sebagai teman cerita kemudian menjadi teman hidup selamanya.


"Ayo istirahat? Kamu kenapa yang kok cemberut?" tanya Rafael begitu mereka selesai acara.


"Capek banget, kakiku juga sakit," keluh Keyra.


Rafael kemudian bejongkok untuk melihat kaki Keyra, dengan pelan melepas sepatu berhak tinggi itu.


"Hm, pantes sakit! Memar gini, aku pamit dulu ke abang ya, kamu tunggu disini bentar."


Keyra mengangguk, ia tersenyum melihat Rafael tampak akrab dengan abangnya. Tak berselang lama, Rafael kembali. Dengan sigap ia menggendong tubuh mungil Keyra dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Lihat nih merah banget, sakit banget pasti!" Rafael mendudukkan Keyra di ranjang, lalu berjongkok memeriksa kembali kaki milik Keyra.


Keyra tersenyum tipis melihat tingkah Rafael begitu perhatian.


"Em, kayaknya cuma perlu istirahat. Paling besok juga sembuh, kalau misal malam ini kita nggak dulu, gapapa kan? Maksudku kita kan sama-sama capek."


"Hah? Iya gak papa sih! Bentar aku ke Mama, siapa tau punya salem kaki buat memar ini."


"Iya."


***


Malam itu, setelah mengoles salep di kaki Keyra dan bebersih. Sepasang pengantin baru itu langsung istirahat. Malam, acara kecil-kecilan keluarga oun Rafael hanya bergabung sebentar sementara Keyra memilih istifahat karena kakinya bukan hanya memar tapi juga kram.


Meski tak jadi malam pertama, Rafael cukup lega karena ia bisa tidur memeluk puas sang istri.


Pagi pukul tujuh, mereka bahkan masih lelap bersama mimpi. Hingga ketukan pintu di luar kamar membangunkan Rafael dan Keyra seketika.


Dengan gontai Keyra berjalan ke arah pintu untuk membukanya, "Euhm, ada apa bang?"


Tanya Keyra seraya mengusap kedua matanya karena kantuk yang masih melanda.

__ADS_1


"Bangun dulu, Dek! Ada mobil di depan."


"Lah kan emang ada, Bangh! Mobil Rafael sama Mama." Keyra yang masih belum sadar sepenuhnya pun mengernyit bingung dengan perkataan abangnya.


"Ini beda, beda! Mobil baru! Katanya kado buat kalian."


"Apa???" Keyra langsung membuka matanya sempurna. Lalu melewati sang abang menuju depan rumah. Benar saja, sebuah mobil sport merah diturunkan di depan rumahnya dan yang lebih mengejutkan lagi, mobil itu beneran dikirim Divine untuk ia dan Rafael.


"Oh em gy," gumam Keyra hampir tak percaya.


"Beneran kan? Gila sekaya apa suamimu, dek?"


"Sttt!" Keyra membekap mulut abangnya yang asal. Hal sepele seperti itu akan jadi tak enak jikalau didengar oleh Rafael.


"Jangan sembarangan, bang! Itu kado dari bossnya! Udah ah, aku mau melanjutkan pagi indahku sebagai pengantin, wlekkk!" Keyra kembali masuk. Namun, tertahan saat mendengar panggilan seseorang.


"Atas nama bapak Rafael? tolong tanda tangan sebagai tanda serah terima."


"Eh, bukan! Bentar aku bangunin dulu," ujar Keyra bergegas ke kamar membangunkan Rafael.


Rafael keluar dengan wajah kusut, sementara Keyra tertegun melihat mama mertuanya menyiapkan sarapan.


"Iya, sayang! Tadi Mama beli makanan, habis kalian semua pada tidur dan pastinya capek jadi mama berinisiatif," ujar bu idha.


"Makasih ya, Ma."


"Sama-sama, sayang! Ayo sarapan bareng-bareng. Kamu panggil abang sama suami kamu," pinta Bu Idha.


"Iya, bentar itu lagi ngurus mobil, Ma."


Setelah selesai mengurus serah terima, Rafael dan abang iparnya masuk bergabung dengan Keyra dan Mamanya.


Mereka sarapan bersama, lalu bertukar banyak cerita.


Siang terlewat dengan istirahat, hingga menjelang sore Rafael mengajak Keyra jalan-jalan mencoba mobil barunya hadiah dari Divine.


Mobil itu bahkan sudah paket lengkap bersama surat-surat atas nama Rafael, itu artinya Divine sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari.


Mereka juga tak lupa mengucapkan makasih lewat telepon, kemudian melanjutkan jalan ke pantai terdekat.


Senja merona mewarnai kebahagiaan mereka, memutuskan menginap lalu mengabari orang rumah akhirnya Rafael bisa menikmati waktu berkualitasnya bersama Keyra tanpa gangguan siapapun.

__ADS_1


Semilir pantai di tambah suasana caffe di pinggiran membuat pengantin baru itu betah berlama-lama.


"Mau makan apa?" tawar Rafael.


"Apa aja, yang penting sama kamu," jawab Keyra.


"Yang kamu kok gombalin aku, hm? Udah pinter sekarang?"


"Hehehehe..." Keyra hanya meringis.


Mereka memesan seafood dengan berbagai menu. Keyra makan dengan lahap begitu pelayan caffe mengantarkan makanan. Senja memang waktu yang paling pas untuk mengukir cerita dan ini cerita indah pertama Keyra bersama Rafael sebagai suami istri.


"Ayo balik ke hotel yang, sekarang giliranku yang butuh asupan!" Rafael tersenyum smrik.


"Hah?"


"Dih, pura-pura gatau." Rafael merajuk.


"Iya iya, ehm. Gak perlu dibicarain juga aku malu ples deg-degan tahu." Keyra mengerucutkan bibirnya.


Setelah membayar bil tagihan makanan, Rafael dengan tak sabar mengajak Keyra kbali ke hotel mereka menginap. Kebetulan lar mereka menghadap laut, dilengkapi balkon yang bisa mereka gunakan untuk menikmati syandunya pantai dari lantai atas hotel tempat mereka menginap.


"Sudah siap? Aku mulai ya," bisik Rafael.


Keyra hanya bisa tersenyum mere mas gaunnya, ia sungguh berdebar merasakan sentuhan Rafael yang mulai kemana-mana.


"Jangan nunduk ih, jadi gemes!"


"Aku malu tahu," ujar Keyra tak berani menatap Rafael.


Rafael membelai pipi istrinya, lalu mendaratkan sebuah ciuman. Ciuman lembut tanpa tuntutan namun akhirnya dibalas oleh Keyra. Bukan hanya itu, Keyra mengalungkan tangannya, lalu memberi ruang Rafael dengan merebahkan diri di atas ranjang. Satu persatu pakaian mereka terlepas. Rafael memberikan tanda-tanda kissmark di leher juga da da Keyra. Semua kulit putih mulus sang istris seolah tak luput dari sasarannya.


"Euhh!" Lenguhan pertama yang lolos dari bibir Keyra padahal permainan baru saja dimulai. Hingga benda tegak milik Rafael berulang kali memaksa masuk membuat gadis itu memekik bahkan mencakar punggung Rafael dengan ganas.


"Sakit, Oh ****!" umpat Keyra menahan rasa sakit.


"Baru juga pucuknya, Ay! Sabar ya, tar lama-lama juga enak," bisik Rafael membuat Keyra semakin meringis tak karuan.


Pergulatan panas berakhir setelah Rafael mencapai puncaknya dan ia tersenyum saat melihat noda darah di atas sprei.


"Makasih, karena aku orang pertama..." Bisik Rafael. Keyra hanya tersenyum sambil berusaha menahan rasa perih dengan memejamkan mata dan memegangi tangan Rafael yang memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2