Ayana

Ayana
10. Rapat


__ADS_3

"Na, kayaknya bakal pulang telat lagi. Lo gakpapa kan?"


Ayana mengangguk lemas, sudah seminggu, dan tugasnya belum juga selesai. Sedangkan mereka dikejar waktu.


Hari Senin, akan mulai diadakan pemilihan calon ketua osis dan wakil ketua osis, dan di hari selanjutnya ia harus mengurusi anak tanding voli.


Mungkin hanya sepele, disetiao ada pertandingan ia akan hadir untuk sekedar menyemangati. Duduk dan melihat, karena ia tidak mengerti apapun. Namun entah mengapa, baginya support adalah hal terpenting untuk tetap mengobarkan semangat.


"Lo langsung pulang aja deh,Na, wajah lo lesu amat udah kayak gak punya semangat hidup."


Ayana menggeleng, "alai, tolong pesenin gua kopi dong. Biar kagak hampa hampa bener gua disini."

__ADS_1


Makan sih udah, minum juga sampe kembung, tapi entah kenapa kok masih lemes.


Ting!


Raihannya Andra:


Dek, masih sibuk?


Kepalanya sengaja ia letakkan di atas meja, pusing yang kini melandanya sungguh merugikan.


"Gua tidur bentar ya, ntar bangunin gua."

__ADS_1


"Lo tidur aja, lagian ini tinggal naruh kotak yang buat pemilihan besok kok, tenda tenda sekalian panggungnya buat acara besok juga udah kepasang."


Ayana mengangguk mendengar penjelasan Dimas, walaupun tak mendengar jelas. Tapi ya sudahlah.


Badannya sungguh lemas, dua hari Dimas tidak masuk sekolah membuat tanggung jawab sepenuhnya ia yang memegang.


Alhasil ia sendiri tak punya waktu untuk sekedar istirahat, di rumah sekalipun. Selalu saja ada cecenguk yang menggangu tidurnya dengan cara menelpon bahkan mengirim spam chat ke dirinya.


"Jangan dibangunin dulu ni anak, kasian gantiin gua selama dua hari pasti remuk ntu badan." Ucap Dimas terhadap yang lain, dan diangguki.


Ia merasa tak enak karena meninggalkan gadis itu mengerjakan tugas seorang diri. Tapi dia juga tak bisa menolak saat ibunya meminta untuk menemani ke makan neneknya yang berada di luar kota itu.

__ADS_1


Ya mau gimanapun, mau sepenting apapun, keluarga tetap nomor satu dan selalu nomor satu kan?


__ADS_2