
"Jadi, mau masak apaan lo hari ini?"
Tetap di warung area tongkrongan nya. Ayana bernafas lega setidaknya ia tidak perlu spot jantung untuk pergi ke kos yang di tempati Raihan.
Bukan apa apa, sangat tidak nyaman kan. Hanya mereka berdua yang berada di dalam dengan alasan ingin uji coba masak.
Well, Ayana masih tau batas yang sesuai walaupun rada belok.
"Lo kagak ada sopan sopannya ye sama yang lebih tua."
"Terus lo bangga gitu jadi senior? Cih."
Tukk
Sengaja Raihan memukul pelan kepala gadis itu menggunakan spatula. Bukannya meringis, Ayana malah kembali tertawa.
"Iyaa iyaa mas, maafin Ayana kurang sopan ya. . ."
Raihan tersenyum, ia mengenali Ayana yang saat ini. Seperti Ayana yang tak sengaja berjumpa di area pertandingan basket pekan lalu.
Ayana yang hangat, namun terlalu dingin.
"Berdua aja lo, lupa kalau punya sahabat yang cakepnya ngalahin Liam One direction."
Itu suara Andra yang tiba tiba turut hadir di dalam dapur. Padahal tempatnya juga tak terlalu besar, ya jadi auto sempit sempitan.
"Terserah deh, yang penting jangan nyamain diri lo sama Jaehyun."
"Lah kenapa? Suka suka gua dong."
Ayana mengangguk. "Ya terserah sih, tapi gua gabisa janji buat gak matahin leher lo abis itu."
__ADS_1
"Psikopat." Gumam Andra.
Kedua goa hidung Ayana menerima sesuatu. . . seperti gurih gurih kecap sedap? Ah bukan, beda lagi.
Meninggalkan Andra dengan segala omelannya, Ayana mulai mendekat ke arah sumber aroma.
"Duduk dulu, habis ini gua suguhin." Ucap Raihan saat memergoki Ayana yang mengendap untuk mendekat ke arahnya.
Demi keselamatan dan kesejahteraan perut beserta rasa laparnya, Ayana mengangguk nurut tanpa alasan seperti biasanya. Membuat Andra mendecih dibuatnya.
"Mentang mentang yang ngasih makanan Raihan makanya soft, coba kalau gua udah pasti langsung minta tanduk."
"Sirik aja lo!"
"Bukan gitu, tapi secara gak langsung lu bilang kalau yang good looking pasti dibaikin."
Ayana tak menghiraukan ucapan Andra yang melantur. Baginya sudah biasa. Lelaki itu selalu cemburu dan merasa akan tergantikan posisinya sebagai sahabat.
Dari arah Utara, Ayana mulai melihat kedatangan Raihan. Yang entah bagaimana caranya ia begitu terlihat menawan sambil membawa semangkok makanan hasil uji cobanya.
Meskipun merasa tak sabar untuk mencicipi , namun satu sisi juga ia merasa takut makanan tersebut tak layak konsumsi.
Astaga, kan pikiran jelek mulu.
"Nih, silahkan dinikmati tuan putri." Ucap Raihan dengan suara soft nya sambil meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja.
Ternyata rawon. Dan Ayana suka rawon!
"Kok cuman semangkok? Buat gua mana, Han?"
"Gaada, gua buat khusus buat Ayana doang."
__ADS_1
Raihan mendelik, entah sadar atau tidak ia mulai menggebrak meja. Hampir menumpahkan rawon hasil masakan Raihan tersebut.
"Gua patahin leher lo beneran ye kalau ni rawon sampe jatoh!" Ancam Ayana yang mulai kesal.
Andra menarik kursinya mendekat ke arah Ayana, lalu mengambil sebuah sendok bersih yang lainnya.
"Kan sahabat, susah seneng bareng. Berarti kalau lo makan, ya gua juga kudu makan."
Tak ada yang menjawab ucapan nggelambyar Andra. Ayana lebih memilih melanjutkan acara menikmati hidangan, dan Raihan menunggu hasil komentar serta saran untuk dirinya.
"Jadi gimana Ay, An?" Tanya Raihan antusias setelah menunggu beberapa saat.
Mereka berdua terlalu lama untuk membuat seseorang menunggu.
"Gaenak, gaada tempe sama krupuk." Ayana yang mendengar ungkapan Andra segera memukul lengan pemuda itu. Astaga, sejak kapan Andra berubah menjadi kekanak Kanakan seperti ini?
"Apaan sih Ay, kan gua jujur. Lagian emang bener kok, rawon kalau gaada tempe sama kerupuk kan ibarat lo gaada gua, kurang pas."
Merasa jengah, Ayana memilih kembali bungkam. "Sok mangtep bener lo."
"Udah gakpapa Ay, kan selera tiap orang berbeda beda."
"Kalai menurut mu, gimana Ay?"
Boleh gak sih mas Raihan buat Ayana aja? Plis Ayana lemah kalau sama yang soft:(
Menetralkan tubuhnya, ia tidak mau sampai terciduk diam diam mengagumi sifat soft milik Raihan.
"Enak kok mas, bumbunya juga kerasa. Gurihnya, dagingnya juga Mateng nya pas." Ayana terdiam sebentar.
"Tapi. . .sejak kapan rawon cocok digabungin sama telur asin? Apa ini menu baru akhir akhir ini ye?"
__ADS_1