Ayana

Ayana
11. Masih muda, tapi pelupa


__ADS_3

Ayana bernafas lega, akhirnya tugasnya satu per satu terselesaikan juga. Meskipun membutuhkan waktu yang lama, dan tenaga ekstra, namun ia puas dengan hasilnya.


" Good job guys, waktunya buat istirahat. Gak mau gua kena amukan mak bapak lu pada kalau sampe sakit." Ucap Ayana diselingi tawa renyah nya.


Acara pemungutan suara sudah selesai, dan mereka memutuskan untuk istirahat sebentar sebelum melanjutkan kegiatan.


Teringat jika besok ia harus datang untuk menyemangati anak voli, Ayana lantas bangkit dari acara rebahannya.


"Mau kemana lo? Mondar mandir mulu gua perhatiin."


Ayana memicingkan matanya melihat Dimas, "Sok perhatian bener lo sama gua, pasti ada maunya nih setan."


"Idup lu kalau kagak buat suujon ke orang kayaknya kurang berkah ya?"


Ayana tertawa dibuatnya, dengan tak sadar ia memukul lengan Dimas yang membuat lelaki itu meringis kesakitan.


"Bercanda sayang, sakit ye? Mon maap lahir dan batin."


Ayana mengelus beberapa kali lengan Dimas, tepat dimana ia memukul lelaki sepantarannya itu.

__ADS_1


"Besok kan anak voli tan--"


"Nah kan ****, besok yang tanding anak basket bukan voli." Potong Dimas dengan cepat, ia merasa heran bagaimana bisa gadis itu sangat pelupa di usianya yang masih muda itu.


Kasihan, mana masih muda. Batin Dimas.


"Loh emang iya?"


Karena terlalu sering ditipu, Ayana lebih memilih bertanya ke anak OSIS yang lain.


"Lo tanya ke gua?" Ayana menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Dimas.


"Udah bosen jatoh di empang karena hal yang sama, ogah percaya sama lo lagi." Jelas Ayana sambil membelakangi Dimas. Membuat lelaki itu mendengus kesal.


Dan mereka sontak menjawab basket yang membuat Ayana mengerucutkan bibirnya. Lagi lagi ia melupakan banyak hal.


"Udah, besok berangkat sama gua ae. Jadi tim sukses di kursi penonton kan?" Ayana mengangguk kembali saat suara Dimas kembali terdengar.


"Gua jemput sekalian mau?"

__ADS_1


Untuk kali ini Ayana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Gausah."


"Dih kenapa. . ."


"Yang ada lo tau rumah gua, terus numpang makan di rumah gua. Kan tercemar jadinya."


Ting!!


**Andra:


Beib, bayarin makanan gua di neng Ana dulu dong. Ntar gua ganti, seriussss, mau semedi dulu gua. Lopyuu💚**


Bilang nya mau ganti, tapi sampai dekade depan pun gak bakal kebayar. Udah gumoh sama kalimat yang kayak begini modelannya.


Untung sohib sendiri, kalau bukan, serius kagak sudi bayarin makanan orang terus menerus.


Dikira nyari duit segampang nyari kutu rambut kali ya.


" Lu semua istirahat aja, biar gua pesenin batagor. Khusus hari ini bayarnya pake uang Dimas, kan dia mau nyaleg."

__ADS_1


Dan detik berikutnya terdengar teriakan namanya yang berasal dari ruang osis.


"Wow, gua uda punya fansclub ternyata."


__ADS_2