
Seminggu, akhirnya kini Ayana benar benar bisa bernafas dengan benar.
Rasanya, selama seminggu ini, ia hampir lupa cara bernafas dengan yang baik dan benar. Malah ia seringkali menggunakan mulutnya untuk mengambil nafas.
Tetap belajar, meskipun senormalnya, tetap berdoa, meskipun semakin blangsak.
Ujian nasional sudah terselesaikan menggunakan seribu satu cara, bondo doa adalah jalan ninja Ayana.
"Lo tau gak soal yang ada burung camarnya, jawaban lo semua apaan?"
Ayana mendengus. Keadaan sudah bebas, masih saja ada sosok makhluk aneh yang tetap bersih keras mencari titik temu.
Bertanya boleh, namun setelah peperangan apakah pantas untuk melontarkan pertanyaan?
Kan alangkah baiknya jika melontar kan sejumlah uang, atau paling tidak mengajak ke tempat ngopi untuk menjernihkan isi kepala yang sudah terlebur dosa ini.
__ADS_1
Menarik Andra dari sosok sosok yang membuat sakit kepala, setidaknya ke gesrekan Andra adalah obat untuk saat ini.
"Mau kemana nih?"
"Cari makan aja dulu, energi gua terkuras abis ngalahin ninja Hatori. Ntar sore agak maleman ayok keliling kota ae."
Andra mengangguk, lalu memberikan helm bogo milik Ayana.
Selama ujian berlangsung hampir seminggu ini, Ayana dan Andra memutuskan untuk berangkat dan pulang berdua.
"Pingin ke mekdi, tapi udah terlanjur ngambil jalur kiri."
"Gua pingin ngambil jalur ke rumah Brian boleh gak?"
Tak!!
__ADS_1
Kan, dengan sengaja Andra menabrakkan helm nya ke helm Ayana. Yang membuat Ayana meringis adalah, kaca helm nya yang tiba tiba tertutup gara gara ulah Andra, sialnya ia terlonjak kaget.
"Kaget mulu idup lo, jantungan hah?"
"Lambemu An!!"
Dan Andra tertawa bersama. Melupakan tujuan awal yang mencari makan, Ayana dan Andra lebih memilih menikmati hari ini tanpa arah tujuan yang jelas.
Berbelok ke kanan, lurus ke tikungan, hingga nyasar bukanlah hal buruk.
Apapun yang dilakukan orang yang istimewa, semua akan terasa menyenangkan. Bahkan hal yang membuatmu sakit sekalipun.
Karena orang yang benar benar spesial, tidak akan membiarkan kita bertahan dengan rasa sakit terlalu lama.
Untuk Ayana dari Andra, sosok manis dengan senyum angkuhnya. Ia tak ingin berpisah, perasaan apapun yang mengganjal saat ini, ku harap kau tetap bertahan.
__ADS_1
Karena diriku, Andra Sanjaya, tidak akan membiarkan Ayana sendiri.