Ayana

Ayana
15. Campuran apa campursari?


__ADS_3

"Wajah lo gak asing bener Ay."


"Ya iyalah, lu ketemu gua mulu. Lagian tiap orang punya jatah kembaran tujuh."


Tanya Reza, salah satu teman Andra dan Raihan yang lain.


Lelaki berkumis tipis itu selalu dapat mengacaukan perhatian Ayana. Ayolah, perempuan mana yang gak oleng kalau di suguhi cowok rambut klimis berkumis tipis?


Reza mendecih, lalu melempar bola bekel yang entah dari mana asalnya ke arah Ayana.


"Eh jangan dilempar mas, ni bola masih bisa buat main asal lu tempe!"


Reza tak menjawab. Kini ia mulai kembali sibuk dengan ponselnya, menghiraukan Ayana yang mulai mencibir dirinya atas sikapnya yang berubah ubah itu.


"Tadi ngajak ngomong, udah dijawab malah diem. Dikira jamet kali ya."


"Hubungan nya sama Jamet apaan?"


"Gaada,kayak kita."


Oh damn! Hampir saja Andra muntah di buatnya karena ulah Ayana yang asal nyablak itu.

__ADS_1


"Tapi serius, wajah lo kayak ada unsur orang bule bule gitu, ya gak bule sih, ya pokoknya orang luar lah. Mak bapak lu blasteran ye?"


Ayana mengangguk dengan cepat, "Iya,mama gua asal kabupaten bapak gua asal kota. Jadinya medok deh."


Terdengar umpatan demi umpatan orang orang disekitar Ayana, sedangkan gadis itu tak perduli.


Pandangan nya hanya tertuju ke potret mas Yuta saat ini, Lion milik NCT 127 yang sayangnya tampan.



"Kan udah gua bilang, ni anak setan gabisa diajak ngomong serius. Masih aja bandel maksa ngajak ngomong serius, gak di gubris kan?"


Andra mendelik, langsung mencubit lengan kecil milik gadis itu. Membuat teriakan kesakitan terdengar begitu keras.


Membuat beberapa orang yang tengah menunggu lampu lalulintas berganti ke hijau memandang ke arah mereka.


"Lu kalau ngebandingin jangan sama oppa oppa Korea lu dong!"


"Ya terus sama siapa? Sama Sule? Apa Mbah Mijan? Coba pilih deh, biar gak salah paham."


Lalu mereka tertawa dibuatnya. Tau batas dan perbedaan, bukan berarti mereka tak menghargai Ayana dan Putri yang menyukai Korea.

__ADS_1


"Bentar, ini cowok. . .siapa? Kok gua baru liat?" Tanya Ayana sambil menunjuk lelaki yang terhimpit badan Raihan Dan Reza.


"Mata lo jeli amat kalau sama yang bening bening." oceh Putri yang membuat Ayana menyengir manis.


"Namanya Brian, bukan orang baru sih cuman baru bisa ngumpul sekarang aja."


Ayana mengangguk paham. Pantesan sejak awal ia bertemu dengan geng komplotan milik Raihan dan Andra ini ia tak menemukan batang hidung lelaki itu.


Dengan menunjukkan senyum manisnya, Ayana mulai mendekat ke arah Brian. Membuat lelaki itu kebingungan sendiri.


"Hi Brian, my name is Ayana. Just call me Ayana."


Brian, nampak lelaki itu tak membalas jabatan tangan milik Ayana. Dengan raut wajah datarnya, ia bahkan memandang gadis itu dengan tajam.


Karena merasa tak nyaman? Maybe.


"Kayaknya gua harus ngasih tau lu sesuatu deh." Brian tak menjawab lagi, namun lelaki itu nampak penasaran dengan maksud Ayana.


"I love your eyes, for no reason Brian. . ."


Dan setelah ini, kehidupannya berubah.

__ADS_1


__ADS_2