Ayana

Ayana
2. Minta tolong apaan nih?


__ADS_3

"Ay, Lo bisa nyanyi?"


Gak ada angin, ujan, apalagi gledek. Andra tiba tiba mendatangi dirinya di ruang osis, padahal Ayana hafal jika sahabatnya itu paling enggan melangkahkan kakinya ke ruang ini.


"Pasti ada maunya, rencana apalagi yang lo punya di kepala kecil lo?"


Menarik salah satu kursi yang sudah tertata rapi, Andra, dengan salah satu kakinya ditumpuh di kaki satunya. Lelaki itu tetap terlihat gusar dengan jari jari nya yang sedang ia gigit.


"Jijik ah, kayak kagak pernah makan aja lo." Ucap Ayana sambil mendepak tangan Andra, membuat lelaki itu meringis.


"Lo mau bantuin gua gak?"

__ADS_1


"gak."


Serius, apapun yang Andra lakukan sampai detik ini Ayana tidak percaya. Mengingat mereka sudah bersahabat sejak kelas 5 SD, membuat Ayana menghafal betul lelaki di hadapannya ini.


"Ayolah Ay, masa Lo tega sama gua . . ."


"Lo aja tega ninggalin gua pas pertandingan futsal lo bulan kemaren, mana gua gatau jalanan lagi!"


"Ya maap Na! Lu mah, dendam amat sama gua."


Ayana tak menjawab. Ia sibuk mengurusi tugas tugasnya sebagai wakil osis. Walaupun rada oleng dikit, tapi lumayan lah kalau urusan bisa diandalkan.

__ADS_1


"Na bantuin dong, nyanyi doang kagak lebih kagak kurang. . ."


"Ayana. . ."


"Sayangku, gemas ku, bantu lah aa mu ini "


"Kalau kagak dibayar, ogah gua. Sia sia dong suara emas gua."


"Itu mah lu aja yang mata duitan!"


Ayana tersenyum, "Gaada yang gratis di dunia ini, sayang."

__ADS_1


__ADS_2