Ayana

Ayana
29. Kiana


__ADS_3

"Ayana, gua boleh minta sesuatu?"


Sudah tiga hari Ayana tidak masuk sekolah, ia memutuskan untuk mulai pendekatan dengan Brian.


Berawal dari pemaksaan, dan entah bagaimana titisan es itu mulai Luluh dengan jangka waktu yang begitu cepat.


Mungkin hoki, batin Ayana senangnya.


Kini mereka berada di tempat nongkrong biasanya, yang berbeda hanya kedekatan mereka dan berbaur.


Karena biasanya, Ayana hanya menarik diri dan membiarkan dirinya bersama Brian berdua. Menjauh dari keramaian untuk waktu yang bisa ia perlambat.


Duduk diantara beberapa anak yang lain, tak membuat fokus Ayana berpaling. Ia tetap mempusatkan Brian sebagai objek utamanya.

__ADS_1


Menganggukkan kepala sebagai jawaban untuk Brian, nampak lelaki itu tersenyum cerah.


Bangkit untuk mengambil sesuatu yang ia perlukan. Ayana tak peduli, ini menarik.


Senyum Ayana yang sejak tadi mengembang, kini mendadak luntur saat Brian memberikan selembar kertas HVS dan satu kotak krayon.


Pandangannya menajam ke arah Brian, sedangkan lelaki itu tetap tersenyum cerah.


"Tolong ungkapin perasaan yang mengarah ke gua."


"Bro, kita baru aja ngerasain napas yang tenang, masa lo bikin anak orang puyeng keliyengan lagi?"


"Gua cuman pingin tau perasaan Ayana, bukan minta Ayana ikut lomba cerdas cermat." Jawab Brian dengan nada ketus seperti tidak ingin dibantah.

__ADS_1


"Lo sayangkan kan sama gua Ay?" Nada suara Brian menghalus. "Gua cuman pingin tau gambaran perasaan lo aja."


"Kenapa? Emang tindakan gua selama ini kurang jelas buat nunjukin perasaan gua ya?"


Ayana selalu memerhatikan Brian. Dan dalam jangka tiga hari, Brian benar benar meluluh.


Jujur, Brian akui jika Ayana adalah orang yang hangat pada dirinya. Apalagi disaat usapan usapan manis yang membuat dirinya merasa tenang.


Senyum manis yang selalu terukir walaupun dalam keadaan pait sekalipun.


Brian senang, ia mendapat perhatian lebih dari Ayana. Dan dia tidak ingin Ayana pergi darinya.


"Gua mohon. . ." Ayana terdiam.

__ADS_1


"Kiana Mahajana. . ."


Dan ternyata, Brian sudah mengetahui tentang dirinya dan juga kelemahan nya.


__ADS_2