
Andra menggigit kukunya bingung. Pasalnya, setelah balik dari acara nongkrong bareng seperti biasanya. Putri bilang kalau Ayana gak pulang. Padahal mereka kan pulangnya barengan.
Ditambah kini, tiba tiba Ayana tidak masuk sekolah tanpa surat atau setidaknya lewat pesan singkat.
Bagaimana Andra tau? Karena sejak tadi ia mondar mandir untuk datang ke kelas gadis itu, menanyakan keberadaan nya atau sekedar tanya apakah ada yang bisa mengubungi Ayana.
Namun hasilnya nihil, Ayana benar benar bagai ditelan bumi dengan waktu yang sangat cepat.
Ingin sekali dirinya datang ke rumah Ayana, setidaknya benar benar memastikan jika gadis itu tak pulang dari kemarin.
Bukannya tidak percaya, namun jika kita bisa memastikan kebenaran nya sendiri pasti lebih baik.
"Lo semua gak ada yang tau alamat rumah nya Ayana?" Tanya Andra dengan suara yang cukup lantang. Membuat seisi kelas memerhatikan dirinya dengan wajah kaget.
" Di Jalan Merpati Ndra, nomor 16, masa lo gak tau sih?"
__ADS_1
Andra menghembuskan nafasnya kasar, ia sudah menduga jika gadis itu benar benar memberi alamat palsu ke orang lain.
Bukan hanya orang lain, melainkan dirinya juga yang berstatus sohib dari Ayana.
"Dia udah pindah, gak disitu lagi. Ada yang tau alamat barunya? Atau paling gak pernah ketemu Ayana seliwar seliwir di suatu tempat?"
Semuanya kompak menggeleng, entah itu mereka benar benar tidak pernah bertemu Ayana atau gadis itu sudah mengancam beberapa orang yang pernah bertemu dengannya.
Percaya atau tidak, dibalik sifat sembrono Ayana, ia memiliki emosi yang tak terbaca. Dan itu yang membuat Andra dan yang lainnya selalu was-was akan tindakan gadis itu.
Tanpa berpikir panjang lagi, Andra memutuskan untuk mengirim pesan ke Putri. Menanyakan alamat Ayana yang jelas.
Cukup tidak mungkin jika gadis itu tak mengetahui alamat baru Ayana, mengingat Ayana selalu berpergian kemana pun dengan Putri.
Bagai tanpa celah mereka berdua.
__ADS_1
Waktu istirahat bukan lagi waktu yang diidam idamkan oleh Andra, tidak ada Ayana tidak ada semangat.
Mood booster? Ya, itu adalah definisi Ayana yang sesungguhnya. Walaupun rada jutek dan galak.
"Kenapa lo gak tanya ke Dimas ae? Gua rasa Ayana sama Dimas juga gak kalah deket sama yang lu."
Andra hanya mengangguk untuk menanggapinya. Tentu saja tujuan dilontarkan pertanyaan itu untuk Dimas, karena akhir akhir ini pun yang banyak menghabiskan waktu dengan gadis itu adalah Dimas.
Dan Dimas pun orang pertama yang menjawab tidak mengetahui keberadaan Ayana.
**Putri:
Gua juga gak tau alamatnya dimana, bahkan dia bela belain nerpa hujan karena nolak tawaran Tebengan gua sama mas Yoko waktu itu**.
Dan ya! Jika Putri pun tak mengetahui, harapan mana lagi yang bisa ia gapai?
__ADS_1