
"Akhirnya, lo berdua balik ke jalan yang bener juga."
Suara Raihan menyambut kehadiran Ayana dan Andra yang hampir seminggu ini tak berkunjung ke tempat bermainnya.
Ah salah, hanya Andra, karena Ayana selalu mencuri curi waktu untuk datang ke sana.
Entah untuk menyesap segelas kopi hitamnya, melarikan diri dari tumpukan buku yang membludak, atau sekedar mencari perhatian ke Brian.
Seperti saat ini.
Brian nampak anteng memerhatikan televisi yang menayangkan pertandingan sepak bola itu.
Walaupun Ayana sering turut hadir di pertandingan futsal sekolahnya, namun ia hanya sebatas tim hore di bangku penonton.
Ayana tak mengerti.
Yang selalu berteriak histeris saat pemain dari tim sekolahnya menendang bola ke arah gawang, atau menjadi motivator agar anggota tim tersebut tidak putus asa dalam menghadapi kegagalan.
"Long time no see you, Brian.".
__ADS_1
Ayana tersenyum manis setelah mengatakan hal tersebut, berbeda dengan Brian. Lelaki itu nampak menghembuskan nafasnya kasar, lalu kembali fokus ke pertandingan yang tayang di televisi.
Bukan Ayana kalau masalah dicuekin gampang mundur.
"Yang masukin bola ke gawang tadi cakep, tapi gak bisa narik perhatian gua selain lu."
Brian tak bergeming saat Ayana mulai melancarkan aksinya.
"Tiga gol yang di cetak, tapi kenapa cuman lo yang bisa nerobos gawang gua Bri?"
Menghela nafas kasarnya lagi. Ayana benar benar merusak suasana hatinya.
"Gua gak ngerti ini gimana pertandingan nya, kok cepet amat selesainya. Tapi kapan lu nyelesaiin sikap dingin lo Bri?"
"Bahkan oppa oppa Korea terganti kan sama lu, sebenarnya Lo si--"
BRAK!!
Brian menggebrak meja begitu keras, membuat orang sekeliling sontak menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Bisa berhenti buat gangguin gua? Lo merusak suasana hati gua, dan ya ada hal yang harus lo tau saat ini juga." Ayana diam, menunggu kelanjutan dari Brian. "gua benci sama lo."
Ayana menyenderkan tubuhnya di kursi. Mulai mencoba merilekskan anggota tubuhnya yang mulai kaku itu.
"Lo ngerasa kayak gitu karena lo gak nganggep kehadiran seseorang di hadapan lo."
"Karena lo sosok pengganggu, dan gua gasuka diganggu!"
Klik
Dengan santainya Ayana mematikan telivisi tersebut menggunakan remot yang tergeletak di meja.
Dan tentu saja membuat emosi Brian semakin memuncak.
"Kenapa lo terus mencari? Sedangkan orang yang lo butuhin ada di hadapan lo."
"Karena gua gak butuh lo."
Ayana tersenyum simpul, lalu melirik jam di tangan kanannya.
__ADS_1
"Hari Sabtu, tanggal 27 April 2020 pukul 19.24 lebih 32 detik." Ayana terdiam sebentar. "Semoga lu gak akan menjilat ludah lu sendiri sayang."
"Never."