Baby S(H)Itter

Baby S(H)Itter
Awal


__ADS_3

"Ya Tuhan, kemana lagi aku harus mencari. tidak sudikah engkau menunjukkan hilalnya." gadis bersurai coklat sepunggung dengan stelan format menggerutu sambil sesekali menendangi kerikil yang dilewatinya. Ini sudah kesekian kalinya dia mencari kerja namun hasilnya tetap sama. Nihil. tidak ada yang mau memperkerjakannya.


Mia Yamajah namanya. Gadis yang bertekad untuk mencari kerja di kota meninggalkan ayah dan ibunya. Siapa sangka jika mencari kerja dikota tidak semudah yang dia kira. sudah hampir dua bulan mencari nyatanya statusnya tetap pengangguran. uang tabungannya pun juga telah habis.


Samar samar telinganya mendengar suara ibu ibu merumpi dengan topik yang menarik baginya


"katanya kediaman Diantoro membuka lowongan kerja lagi ya"


"iih… tahu dari mana jeng"


"Itu loh si Anli pelayan sana yang bilang. Katanya pengasuh tuan muda kabur lagi"


"ho'oh aku juga dengar ya, katanya kerja di sana itu susah, tekanan batin terus makanya banyak yang keluar "


dan tidak akan selesai selesai jika Mia mendengarnya terus. Lagi pula Mia tidak peduli apa yang akan dibicarakan ibu ibu itu yang dia tahu ada kesempatan untuknya bekerja di kediaman Diantoro, pengusaha sukses yang punya rumah semegah istana negara. masa bodoh dengan katanya tekanan batin. Selama bisa menghasilkan uang untuk makan, kenapa tidak? Syukur syukur ada sisa yang bisa dikirim kepada orang tuanya di desa.


Dengan bantuan guugle akhirnya Mia memutuskan untuk melamar kerja disana. Apalagi tertulis kalau bekerja disana bisa mendapatkan gaji yang luar biasa besarnya setara dengan harga ponsel Loli, anak orang kaya di desanya. ditambah lagi dengan tunjangan yang istimewa padahal kerjanya hanya pengasuh saja. Semakin besar saja niat Mia untuk mendaftar menjadi calon pekerja.


Setelah mengirim pendaftarannya melalui forum yang tersedia tidak perlu menunggu lama bagi Mia untuk mendapat pesan pemberitahuan.


'CV mu diterima datang kesini sekarang sebelum jam makan siang'

__ADS_1


Rasanya seperti mimpi. Lamarannya diterima. Demi apa… bahkan hari ini sudah bis mulai kerja. Tapi tunggu…


Rumahnya dimana?


Benarkah ini bukan penipuan?


Terlalu mudah untuk tidak dicurigai?


Oke lupakan pertanyaan kedua dan ketiga. Anggap saja sedang beruntung. Tapi untuk yang pertama? Tadi forum untuk mendaftar berada di bagian paling atas di beranda pencarian saat Mia mengetik kata 'Rumah Diantoro'. Tanpa babibu lagi Mia langsung mengisinya sesuai dengan yang ada. Dan karena langsung di terima Mia jadi lupa untuk mencari alamatnya. Baiklah, jangan khawatir tanyakan saja pada nomor yang mengirimkan pesan tadi tidak susah.


...~Rumah Diantoro~...


"Tuan, ada yang mengirimkan Cvnya untuk menjadi pengasuh tuan dan nona muda"


Pria itu Nam Chuan Diantoro. Orang Indonesia asli. banyak yang bilang namanya seperti orang China padahal Chuan yakin mukanya tidak seperti keturunan China. setiap pengasuh anak anaknya keluar Chuan selalu bekerja dirumah sampai pengasuh yang baru ditemukan. Entah kenakalan apa yang telah anak anaknya perbuatan hingga semua pengasuhnya memilih keluar meskipun tanpa pesangon.


Jika ada yang tahu tolong katakan. Anak anaknya selalu terlihat manis didepannya tidak pernah berbuat nakal. Bahkan sangat patuh ketika disuruh.


Matanya kembali memantau jam. Kali ini melalui jam tangan yang bertengger indah di lengannya. Sudah satu jam lebih dia menunggu dan sebentar lagi masuk waktu makan siang.


Diamana sebenarnya orang yang bernama Mia itu? Tidak mungkin kan dia tersesat. Lagipula siapa yang tidak tahu rumahnya di daerah ini?

__ADS_1


Setelah beberapa menit belum juga ada kabar bahwa ada orang yang datang kerumahnya Chuan memilih melanjutkan kerjanya diruang tengah. Ruang yang menjadi penghubung semua ruangan yang ada sekaligus sebagai ruang keluarga. Tapi tanda tanda orang itu akan datang pun belum terlihat.


"Tera, dimana orang bernama Mia itu"


Orang yang dipanggil namanya segera menjawab. "Sedang dalam perjalanan, Tuan"


Tera Dalobis, asisten pribadi Nam Chuan. pria itu setia berdiri di sisi tuanya. Dia juga yang selalu mengurus berkas berkas yang diperlukan tuanya itu.


Mendengar suara bel, Tera bergegas membukakan pintu. Dibalik pintu yang kini telah terbuka berdiri seorang gadis dengan pakaian formal. Siapa? Dikantor sepertinya tidak ada yang seperti dia?


"Mbak Mia!?" ujar Tera ragu. Namun perempuan didepannya menganggukan kepalanya


"Eem… Pak Nam, benar?!" Gadis yang diketahui Tera bernama Mia itu balik bertanya. Sedikit terkejut karena ada orang yang belum mengetahui tuannya.


"Bukan, saya Tera. Tuan Nam sudah menunggu dalam, mari saya antar"


"Baik. Terimakasih Pak Tera"


Dihadapannya seorang pria yang masih terlihat gagah duduk tenang dengan gaya angkuhnya. Setelah diperintahkan duduk, Mia dihadapkan dengan selembar kertas dengan judul yang bercetak tebal bertuliskan ' SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA'.


Setelah membacanya dengan teliti, Mia tidak merasa keberatan dengan peraturan yang ditentukan. Tidak sulit untuk dikerjakan. Karena yang atas muah dilakukan dia jadi tidak terlalu membaca bagian bawah dan langsung menandatanganinya. Yang Mia lihat sekilas tadi hanyalah masa kontrak kerja ini berlaku untuk setahun akan dikenakan denda jika meminta keluar di luar masa yang telah ditentukan. Tapi Mia tidak peduli. Itu tidak akan terjadi.

__ADS_1


Mia yang tidak percaya dirinya diterima merasa senang dapat masuk kerumah megah tempat kakinya berpijak saat ini. Dirinya sekarang sudah tidak sabar untuk bertemu tiga malaikat kecil yang akan dijaganya nanti untuk menghasilkan uang. Tanpa Mia sadari dirinya memasuki surga dengan isi penghuni neraka dengan berbagai siksaan yang menanti batinnya.


__ADS_2