Baby S(H)Itter

Baby S(H)Itter
«15» Piknik


__ADS_3

Setelah berbagai usaha pendekatan akhirnya Asiha tidak takut lagi dengan Bernad, orang yang mengaku sahabat ayah tiga curut.


Dengan beralaskan rumput, Mia yang baru kembali dari minimarket langsung duduk lesehan memperhatikan Jurba, Afi dan Asiha yang asik kejar kejaran.


"TUAN, TOLONG JANGAN DEKAT DEKAT DENGAN AIR!!"


Tidak perlu susah susah untuk menghampiri hanya untuk memperingati anak anak itu. Lagi pula Mia sudah merasa nyaman dengan tepat duduknya. Meskipun batu saja meletakan bokongnya.


Tak jauh dibelakangnya, Tuan Nam dan Tuan Bernad duduk bersandar pada batang pohon yang daunnya mereka jadikan tempat berteduh. Disamping mereka ada danau buatan yang menambah kesan sejuk.


Ketiga anak itu yang mendengar suara Mia, seketika bermanuver ke arah Mia duduk. Jurba meneriakkan kata taruhan yang menambah semangat pada langkah langkah kecil itu.


"Yang terakhir tidak boleh memeluk Kak Mia nanti malam!"


Bruk!


Afi yang sampai duluan langsung menubrukan dirinya sehingga Mia sedikit oleh. Disusul Jurba membuat Mia benar benar jatuh. Tawa riang kedua anak kecil itu mengudara.


Sedangkan Asiha yang belum juga sampai menangis ditengah pelariannya. Gadis kecil itu juga menghentikan langkahnya.


Tidak perlu tenaga ekstra. Hanya dalam hitungan detik Jurba dan Afi sudah turun dari tubuh Mia. Bahkan gadis itu sudah berada di dekat Asiha.


Mia berusaha menenangkan Asiha dalam gendongan. Tiba tiba…


"Serang!!"


Hap!


Seolah terbiasa ketiga anak itu sudah ada dalam gendongan Mia sekaligus. Asiha di kiri dan Jurba di kanan. Sedangkan Jurba dibelakang dengan melingkarkan kedua kakinya dengan erat sebagai pertahanan agar tidak jatuh.


Dengan perlahan, Mia melangkah mendekati tempat Tuan Nam berada. Tepat didepan dua orang pria dewasa itu Mia menurunkan Afi dan melepaskan Kaki Jurba.


Terkhusus Asiha. Gadis kecil itu sudah menangis terlebih dahulu sebelum Mia melepaskan gendongannya. Jadi Mia urung menurunkan gadis kecil itu juga.


Masih dengan Asiha dipangkuan nya, Mia mengeluarkan isi belanjaan yang dibelinya tadi. Yang pertama Dia keluarkan adalah tiga kaleng kopi dan tiga kotak susu.


Jika dilihat dari kemasannya yang berair menunjukkan kalau ke-enamnya adalah minuman dingin. Selain itu juga ada beberapa bungkus roti yang berbeda beda.

__ADS_1


Saat Bernad mengeluarkan protesnya atas isi plastik yang hanya berupa minuman dan roti, dengan tenang Mia menjawab,


"Kan memang hanya untuk ganjal perut makan siangnya tetap di rumah, nanti."


Iya, begitu rencananya. Tapi karena cuaca yang memang tidak panas panas amat, membuat Jurba, Afi dan Asiha betah bermain di sana. Apalagi ada keberadaan sang ayah.


Mia hanya membantu mengawasi. Disampingnya ada Tuan Bernad yang tidak ikut bermain bersama.


"Tampan, ya?"


Suara itu sedikit mengganggu perhatian Mia. Meskipun tidak tahu pasti siapa yang dimaksud pria disampingnya, tapi Dia dapat menebak jika yang dimaksud adalah Nam Chuan.


Jujur saja, Mia tidak terlalu memperhatikan penampilan Tuannya hari ini. Bahkan Mia baru sadar kalau Tuan Nam hanya menggunakan kaos polos putih dan celana denim selutut.


Jika orang lain yang melihat, mungkin sudah terpesona. Apalagi jika kaca mata hitam yang kini bertengger nyaman dikerah kaosnya di kenakan.


Tapi bagi Mia rupa pria itu tergolong biasa saja. Sudah puas rasanya Mia melihat wajah yang seperti itu itu saja.


"Jangan lama lama, nanti jatuh cinta."


Suara dari orang yang sama menyetak fokus Mia memerhatikan Tuannya yang sedang bermain kejar kejaran bersama ketiga anaknya.


"Menurutmu?! Aku tidak lihat ada orang lain lagi selain kita disini."


Disentak seperti itu dengan nada sinis membuat Mia meringis tidak enak hati. Ya kan siapa tahu kalau Dia berbicara pada rumput dihadapan mereka meskipun tidak bergoyang.


"Kak Miaaa, ayo ikut!!"


Entah dapat tenaga dari mana, Afi berhasil menariknya ikut berlari. Padahal mereka belum makan siang.


Setelah kepergian Mia seseorang berguma lirih, "Perjuanganmu masih sangat panjang kawan."


...****...


Setelah matahari codong ke barat barulah Mereka pulang. Ke-empatnya, Mia, Jurba, Afi dan Asiha langsung tepar diatas karpet yang terbentang di ruang tengah. Padahal Mereka belum membersihkan diri.


Tapi Tuan Nam membiarkan mereka seperti itu. Dia sadar anak anaknya kelelahan setelah bermain seharian. Belum pernah mereka bermain sampai selelah itu.

__ADS_1


Kedatangan Mia membuat kebiasaan mereka jadi sedikit berubah. Tidak, bukan sedikit. Tapi sebagian besar berubah. Dan Dia suka itu.


Diliriknya Bernad yang asik melihat foto keluarganya diruamg tamu. Pria itu memaksa ikut dengan alibi bosan di hotel sendirian. Entah mengapa pria itu tinggal di hotel.


"Ada yang aneh?"


"Hah, bisa tidak, tidak perlu mengejutkan orang," kesal Bernad mendapatkan pertanyaan tiba tiba.


Pria itu kembali melihat foto yang sejak tadi dilihatnya. Perkiraannya foto itu diambil beberapa bulan yang lalu atau mungkin juga tahun lalu.


"Ibu anak anak tidak ada difoto ini? Dan, Aku baru pertama kali ini melihat senyuman tulusmu."


"Oh, Ranya sudah ada suami saat itu."


Sudah, hanya itu yang keluar dari mulut seorang Nam Chuan. Tidak ingin percakapan berhenti begitu saja Bernad melemparkan tanya lagi.


"Ini beneran rumah Kamu?"


"Kamu berharap ini rumah siapa?" Sinis. Itu nada yang keluar dari mulut Nam Chuan.


"ya, siapa tahu hasil pinjam atau apa gitu. Kan Aku gak tahu."


"Intinya." Nam Chuan tahu betul jika ucapan pria itu memiliki makna tersembunyi. Dan Dia tak ingin basa basi.


"Rumah di depan, rumah kakekku. Sekarang masih direnovasi sudah hampir selesai. Dari pada nyewa kamar kan mending numpang," balas Bernad masih ingin berbasa basi.


"Jadi?"


"Jadi Aku mau nginep dirumah Kamu sampai rumah Aku selesai." Dan ternyata permintaannya belum bisa mendapatkan kepastian.


"Tanya saja Anli, ada kamar kosong atau tidak."


Setelah itu Nam Chuan melipir masuk kamarnya sendiri meninggalkan Bernad diruang tamu begitu saja.


Jadi, siapa Anli?


Pada siapa Dia bisa mengetahui yang mana Anli dari sekian banyaknya orang?

__ADS_1


Menyebalkan sekali temannya yang satu itu.


__ADS_2