Baby S(H)Itter

Baby S(H)Itter
«3» Asiha Paja


__ADS_3

"Nona Asiha, Saya mohon jangan lakukan itu." Mia frustasi melihat kelakuan gadis yang dipikirnya tidak seperti itu.


Tadi setelah sampai rumah yang hanya berisi para pekerja saja, Asiha meminta diturunkan dari gendongan. Mia tentu saja senang jika gadis itu benar benar meminta untuk berjalan sendiri.


Semakin diperhatikan Asiha terlihat berjalan semakin jauh. Setelah di depan pintu bercat putih barulah Asiha berhenti. Itu…


Ceklek!


Ruang bermain?


Wah, rumah ini mengejutkan. Biasanya Mia menemukan Playground itu di luar ruangan. Kalau begini, meskipun hujan turun pun tetap tidak akan mengganggu permainan.


Dalam ruangan itu terdapat berbagai macam jenis mainan. Sepanjang mata memandang pun tidak ada yang namanya barang pecah belah. Sungguh benar benar ruangan anak.


Meskipun begitu bukan berarti Mia tidak perlu mengawasi. Masih ada mainan berukuran kecil yang berpotensi ditelan Asiha. Masih ada benda tinggi yang bisa menimpa Asiha jika terjatuh.


Bagaimana pun ini bukan ruang khusus yang dibuat hanya untuk Asiha saja. Jurba dan Afi juga bermain disini.


Karena merasa tidak mendapat ancaman Mia duduk dengan tenang. Bermain kan memang baik untuk membentuk motorik anak.


Setengah jam kemudian…


Mia menyesali keputusannya. Dari awal Asiha membawa keluar mainan yang dibawanya Mia sudah mulai resah. Apalagi gadis itu kembali dengan tangan kosong. Dan itu terjadi berulang kali.


Benar saja dugaan Mia. Tidak ada waktu tenang selama tiga mahluk kecil di rumah ini masih terjaga. Baru sehari dan Mia sudah tahu alasan para pengasuh yang dulu ingin keluar.


Wajah imut mereka tidak menjadi kelakuan setan tidak menyertai.


Tiba tiba saja Mia mengingat kata kata temannya.


Laki laki tampan itu kalau bukan tidak bisa digapai ya pasti seorang baji**an.


Sepertinya itu memang benar. Dan gen sialan itu sudah ada sejak kecil. Bahkan juga bisa mempengaruhi adik perempuannya.


"Nona Asiha, Saya mohon jangan lakukan itu." Mata Mia menatap pasrah mainan mainan yang kini berserakan diatas karpet yang memang di sediakan didepan Tv. Bahkan ada juga yang berserakan di lantai.

__ADS_1


Asiha yang mengerti kalau pengasuhnya lelah dengan kelakuannya tertawa senang. Bukan Asiha sendiri yang merencanakan ini. Otaknya terlalu muda untuk memikirkan rencana licik.


Jurba adalah pelopor utama Asiha berlaku demikian. Termasuk adegan gendong gendongan disekolah. Jurba lah yang memintanya.


Dengan sedikit provokasi dari Afi berantakan satu rumah. Untuk masalah rencana licik Jurba ahlinya tapi untuk membuat masalah serahkan pada Afi.


Berhubung kedua manusia kecil itu tidak berada di tempatnya. Asiha lah yang jadi perantaranya. Jadilah Asiha yang mewakilkan sifat keduanya. Asiha si licik perusak rumah.


Lengkap sudah...


Melihat tingkah mereka yang ternyata seperti itu. Tidak aneh rasanya pengasuh pengasuh yang lama selalu kabur hanya dalam beberapa bulan bekerja. Bahkan juga ada yang pergi sebelum genap sebulan.


Dengan berat hati Mia membereskan semua kekacauan yang diakibatkan Asiha. Mia lelah. Tubuhnya lelah. Tapi Mia tahu tempat ini baru saja dibersihkan. Dan belum ada setengah hari si kecil sudah membuatnya berantakan lagi.


Meskipun Asiha tetap membuang buang mainan yang diambilnya dari ruang bermain gerakan Mia tentu saja lebih cepat. Dengan tangan yang masih senantiasa memunguti mainan mata Mia juga tetap melihat iblis kecil itu. Menjaga kalau kalau mahluk kecil itu tertarik untuk menelan mainan yang dibawanya.


Seberapa cerdas dan nakalnya Asiha. Tetap saja dia masihlah anak kecil yang memiliki ketertarikan lebih untuk mengeksplorasi segala hal.


Bukankah pengalaman pribadi merupakan pengetahuan terbaik dan terampuh bagi seseorang? Dengan Asiha memakannya, maka dia akan tahu kalau mainan itu tidak bisa dimakan dan tidak akan memakannya lagi.


Jika makanan yang belum halus tertelan saja bisa membuat orang tersedak dan berakhir meninggal. Dan begitupun juga dengan mainan.


Dari sudut matanya Mia melihat Asiha yang terduduk. Mungkin gadis itu lelah. meskipun sudah tidak mengambil ambil mainan lagi mata Mia tetap setia mengawasi Asiha.


Gadis kecil itu terlihat berjalan ke arahnya. Manarik beberapa kali baju Mia. Asiha menunjuk arah yang dari tadi diperhatikannya. "Pil pil. Pil pil"


Jadi dia duduk untuk melihat Tv. Tapi sayang sang Tv tidak juga menyala. Kasihan sekali… benar kan apa yang Mia pikirkan.


Seberapa nakalnya mereka tetap saja ada imutnya.


Kalau begini kan Mia jadi tidak bisa menolak. Mengangkat Asiha dalam gendongannya. Mia mendudukkan Asiha di sofa yang menghadap Tv. "Tunggu sebentar ya Nona Kecil."


Bukan hal sulit bagi Mia menyalakan Tv. Melihat benda kotak hitam yang menyala dan berganti dengan berbagai warna. Asiha menepuk tangannya dengan riang. Menjuk gambar yang terpampang menampilkan dua botak kembar sambil berteriak, "PIL!!"


Mungkin yang dimaksud nama kartun yang ditayangkan sang kotak ajaib bergambar. Saat Mia menyalakan Tv sudah terpampang saluran EMENCTV. Dengan kartun Upil & Ipil yang sedang tayang.

__ADS_1


Sepertinya si kecil memang suka Kartun ini.


Setelah puas berteriak Asiha kini beralih kepada Mia yang duduk selonjoran di lantai tepat dibawah Asiha. "Siha au cucu"


Sepertinya si kecil juga haus.


Setelah pamit kepada Asiha untuk membuatkan apa yang dia minta. Mia berjalan menuju dapur.


"Ada yang bisa saya bantu Mbak? Aduh pasti capek ya, ngurus Neng Siha yang lagi aktif aktifnya? Saya dari tadi liatin lo Mbak dari sini tapi gak berani deket…"


Croot!


Jika ini kartun mungkin telinganya sudah mengeluarkan darah. Baru sampai di dapur telinga Mia sudah disapa oleh suara yang berbicara tidak berhenti. Setelah beberapa menit baru suara itu mulai reda.


"Ngak papa Mbak Tari. Saya cuma mau buat susu saja kok, permisi"


Pelayan bernama Lestari itu memang baik. Tadi dia juga ingin membatu Mia membereskan mainan tapi sayangnya saat dia menyentuh sedikit saja mainan dengan tangannya. Iblis kecil Asiha berteriak dengan keras. Berakhir dengan Lestari yang kabur menuju dapur.


"Susunya sudah jadi." Mia menyerahkan susu yang tersimpan apik dalam botol dot. Dibantu Lestari yang menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkannya Mia membuat susu itu sama persis dengan terakhir kali dia buat.


Melihat Asiha yang menyedot susunya dengan cepat. Ada rasa senang yang terselubung dihatinya. Dengan senang hati tangan Mia membelai lembut kepala Asiha yang bersandar di pundaknya. Mungkin jika Mia duduk di sofa Asiha akan meletakkan kepalanya dipangkunya.


Tidak butuh waktu lama Asiha sudah tertidur. Mia melirik jam yang tergantung di dinding. Jarum pendeknya masih berada di angka 9. Masih lama waktu untuk menjemput tuan kecilnya. Mungkin istirahat sebentar masih bisa.


...PEMBERITAHUAN!!!...


...cerita ini update sesempatnya jadi akan saya sempat sempatkan sebisa mungkin. soalnya saya juga punya kesibukan sendiri. Maaf ya buat pembaca yang sudah menunggu cerita ini update...


...jadwal saya...


Senin - Jum'at; sekolah


Sabtu; bersih bersih rumah


Minggu; Istirahat

__ADS_1


...jadi waktu luangnya cuma di Minggu maaf ya bakal lama update....


__ADS_2