Back To Ya

Back To Ya
Bab 11


__ADS_3

"Apa lo bilang? Elo sama Maura mau jalan dan lo ngajak gue? Gila lu!" pekik Kauki saat Alpha ngundang Kauki buat ikutan nge-date.


Kauki tersinggung dong, si Alpha ini mau bikin dia keliatan menyedihkan dengan ngajak Kauki sedangkan Alphanya sama Maura? Mau pamer kemesraan? Atau mau jadiin Kauki obat nyamuk?


"Bukan gue, Ki, tapi Maura yang mau."


Kauki melipat kedua tangannya. "Nggak. Gue nggak mau!"


"Kenapaaa?"


"Alpha, lo gak pernah denger, ada pepatah bilang, 'laki-laki dan perempuan kalo berduaan, yang ketiganya setan'. Lo ngerti gak, sih?"


"Ngerti. Maksud lo, elo setannya?" tawa Alpha nunjuk Kauki.


Kauki nabok Alpha hingga cowok itu berenti ketawa.


"Lupain aja. Gue tetep nggak mau ikut."


"Yaah, ikut dong, Ki," rengek Alpha.


"Alpha, yang namanya pacaran itu ya berduaan, kalo bertiga sih selingkuh namanya!" omel Kauki.


"Tapi, Ki, ini Maura yang mau, loh. Dia bilang dia kangen sama lo," alibi Alpha.


"Kalo gitu bilangin ke Kak Maura, kangen-kangenannya lain kali aja."


Jawaban Kauki bikin Alpha menghela napas frustasi.


"Ayolah, Ki.. gue juga nggak bisa berduaan sama Maura."


"Kenapa nggak bisa? aneh lo!"


"Soalnya nih ya, kalo gue sama Maura lagi berduaan, suasananya tuh mendadak garing."


"Ya itu karena lo membosankan." Kauki ngelirik Alpha cuek.


"Jahat banget, sih. Pokoknya lo harus ikut."


"Nggak, Alpha. Please, stop libatin gue dalam hubungan lo!"


"Kauki, gue nggak bermaksud begitu. Oke, mending sekarang lo bilang ke Mauranya langsung kalo lo nggak mau."


"Maura?"


Alpha mengangguk dan nunjuk ke belakang Kauki. Kauki noleh dan seketika matanya melebar ngeliat Maura yang entah kapan udah ada di belakangnya.


Wanita itu udah cantik dengan pakaian casualnya. Rambut sebahunya sedikit dibuat curly, make up khas wanita dewasa namun sederhana. Simple tapi cantik.


"Kauki.."


"He-heii.. Kak Maura. Kakak cantik banget."


Maura tersenyum membalas pujian Kauki. "Makasih.. Jadi gimana? Mau kan ikut kita jalan? Mau ya.."


"E a ng.. Gue ikut kalian?"


Alpha nahan tawanya ngeliat Kauki yang tampak kikuk. Dia yakin Kauki nggak bakal nolak kalo Maura yang minta.


"Iya, ikut yaa.. Pliiss.."


"Tapi, Kak Maura. Gue nggak mau ganggu kalian." Kauki ngasih alasan, masih kekeuh nggak mau ikut.


"Kamu nemenin Kakak ngobrol."


Kauki ngelirik Alpha dibalas cowok itu dengan mengendikkan bahu.


Kauki ngeliat Maura yang nunjukkin muka melasnya.


Aneh, pikir Kauki. Di mana-mana, orang pacaran itu ya nggak mau diganggu, lah ini malah ngajak-ngajak.


"Hm.. Ya-ya udah, deh." Kauki nyerah, nggak tega ngeliat Maura yang memohon.


Wajah Maura langsung sumringah. "Kalo gitu, Kakak tunggu di luar, ya?"


Kauki cuma ngangguk pasrah. Setelah Maura keluar, Kauki langsung mukul bisep Alpha.


"Aw! Sakit, Ki."


"Elo, awas ya kalo nanti lo nyuekin gue!"


"Gak ada yang bisa nyuekin lo," jawab Alpha dengan santai ngerangkul bahu Kauki.


Kauki ngedorong tubuh Alpha. "Udah sana lo keluar, gue mau ganti baju!" usirnya.


"Udah nggak usah. Pakean lo udah bagus, kok," ujar Alpha ngeliat penampilan Kauki, gadis itu memakai kaos item, celana pendek putih dan coker hitam di leher. Rambut coklelatnya terurai. Itu style Kauki sehari-hari.


Alpha ngambil kemeja kotak-kotak merah Kauki yang ngegantung di kastok dan mengikatkannya di pinggang ramping Kauki. Kauki ngambil snapback hitam bertuliskan 'aku rapopo' lalu memakainya.


"Yuk," ajaknya narik tangan Kauki yang tampak ogah-ogahan.


"Gue nggak usah ikut, deh."


"Kauki.. Sentil, nih."


Maura tersenyum lebar ketika Alpha keluar dengan Kauki di sampingnya.


Kauki berkali-kali buang napas. Asli, dia pengen banget kabur. Somebody help meee! Batin Kauki teriak.


Maura ngajak Kauki duduk di jok belakang, membiarkan Alpha di depan sendiri. Awalnya Kauki nyuruh Maura pindah ke depan, tapi Maura maunya sama Kauki. Anehnya, Alpha nggak protes sama sekali. Kauki heran, tapi bodo amat lah!


Mereka sampe di taman, ternyata rame pengunjung. Mulai dari bocah sampe bucin ada di sini. Banyak juga pedagang mulai dari tukang gulali, maenan, balon, sama permainan anak-anak kayak trampolin dan rumah balon.


Alpha merangkul Maura saat mereka keliling taman. Kauki? Cuma bisa cemberut ngeliat Alpha yang santai banget ngobrol sama Maura.


Beberapa pengunjung yang ngeliat mereka bertiga pada kasak-kusuk.


"Eh, liat deh. Masa pacaran bawa-bawa Tantenya," komentar salah satu ibu-ibu. Mengira kalo Kauki dan Alpha sepasang kekasih yang punya tante overprotektif, Maura.


"Tantenya overprotektif kali."


"Kasian ya pacarnya. Duh.. Padahal seksi gitu, malah ditinggal."

__ADS_1


Kauki cuma bisa komat-kamit, dasar rakyat sok tau! Makinya. Dia kesel saat ada yang bilang Maura kayak tantenya lah, Kauki selingkuhan lah, Alpha cowok maruklah. Dan banyak lagi bacotan pengunjung taman yang bikin Kauki pengen nyumpel mulut mereka pake sepatu.


"Huuh.." Kauki narik napas dan mutusin buat jalan agak jauh dari Alpha sama Maura.


"Eh, Neng," panggil seorang lelaki bertopi di antara tiga temennya.


Kauki noleh, ngasih tatapan bertanya.


"Neng, dari pada jadi selingkuhan cowok itu, mending sama abang. Ahaay!" celetuk cowok itu disambut sorakan dan gelak tawa temen-temennya.


Kauki mendengus dan kembali melangkah, bodo amat sama bacotan cowok tadi.


"Loh, Kauki?" Maura yang kehilangan Kauki langsung nengok ke belakang. Langsung dihampinya gadis imut itu.


"Kauki, kok misah. Ayo sini."


"Tau ih, Kauki. Jangan jauh-jauh dong, ntar ilang loh." Alpha menimpali.


Kauki cuma menghela napas saat Maura narik dia duduk di bangku taman. Kauki duduk di samping kiri Maura, sedangkan Alpha di samping kanan pacarnya.


Maura sibuk ngomong ini itu memuji keindahan taman, sedangkan Kauki sibuk makan es krim yang dia beli, dan Alpha? Entah kenapa Alpha malah ngeliatin Kauki. Sesekali Alpha mengangguk saat Maura ngajak dia ngomong, walau sebenernya dia nggak tau Maura ngomongin apa, fokusnya cuma sama Kauki.


Sebenernya Alpha masih penasaran sama hubungan Kauki dan Nando. Sejak kapan mereka akrab?


Alpha menyandarkan tubuhnya, mgelirik Kauki yang ngobrol sama Maura. Seringai jahil muncul di wajah Alpha, cowok itu menjulurkan tangannya dan menoel pinggang Kauki.


Kauki tersentak dan natap Alpha kesel dibalas juluran lidah cowok itu. Kauki mendengus dan mencoba cuek.


"Eh, ya ampun!" Maura berseru membuat dua mahluk di sampingnya menoleh.


"Kenapa, Kak?"


"Hari ini kan film Dilan tayang. Ke bioskop yuk, guys," ajak Maura antusias.


Kauki sama Alpha cuma mengangguk menuruti. Mereka tiba di bioskop lalu memesan tiket.


"Yaah.. kursi kita kok jauh-jauhan, sih," keluh Maura, dia dapet kursi nomor 10 sedangkan Kauki sama Alpha momor 25 dan 26.


Sebenernya tadi mereka ngantrinya berurutan, cuma tiba-tiba Alpha pengen ke toilet dan dia minta temenin Kauki. Lupa buat nitip tiket ke Maura.


"Tuker punya aku aja, nih." Kauki nyodorin tiketnya.


"Tapi Kakak maunya duduk di depan, Ki."


"Terus gimana?" Alpha nanya, dia sebenernya pengen duduk deket Maura, tapi dia juga pengen sama Kauki.


"Ya udah deh, nggak apa-apa. Yuk masuk, filmnya udah mau mulai," ajak Maura yang gak mau ambil pusing soal kursi.


Kauki dan Alpha cuma ngendikkin bahu lantas ikut masuk dan duduk di kursi masing-masing.


Film baru dimulai tapi Kauki udah bosen. Bukan karena filmnya jelek, tapi karena Kauki nggak suka sama genrenya. Kauki lebih suka film kartun, horror dan komedi. Dia ngelirik Alpha yang malah ketiduran di bahunya.


Kauki terkekeh, dia tau Alpha nggak suka sama film yang menye-menye gini.


šŸšŸšŸ


"Filmnya romantis ya. Dilannya so sweet banget," celoteh Maura yang masih belum move on dari keromantisan Dilan dan Milea.


"Kenapa nggak suka?"


"Ya soalnya si Dilan ini ngegombal terus tapi nggak nikahin Mileanya!" seloroh Kauki.


Maura terkekeh seraya manggut-manggut. Lalu ngelirik Alpha yang jalan di sampingnya dengan muka bantal.


"Kalo menurut kamu, Alpha? Filmnya gimana?"


"Ah oh eh, fi-film? Oh, hmm bagus bagus.." komentar Alpha ngasal.


Maura mengernyitkan alisnya, nggak puas dengan jawaban Alpha. Kauki cuma nahan tawa.


Mereka jalan ke mobil, saat tiba di parkiran, seorang cowok berkacamata dengan kemeja kotak-kotak menepuk bokong Maura.


Pokk!


Maura terkesiap, begitu pun Kauki dan Alpha yang menampakkan wajah kaget.


"Heh! Gak sopan banget, sih!" omel Maura marah. Cowok itu cuma menyeringai.


"Tau lo dasar bocah! Alpha, lo lawan dong. Cewek lo baru aja dilecehin nih," ujar Kauki ngedorong Alpha.


Alpha maju hingga berhadap-hadapan dengan cowok berkacamata itu.


"Eh, elo kalo mau nyari masalah jangan sama cewek. Lawan gue!"


"Gue nggak takut." Tiba-tiba cowok itu bersuit, gak lama kemudian datang para lelaki mulai dari yang berbadan kekar sampe tinggi berdiri di sekitar cowok itu.


Alpha cengo, dia hendak kabur, tapi Kauki nahan kerah belakang Alpha, menatap kumpulan cowok itu menantang.


"Alpha berani, kok. Ya kan, Alpha?" Kauki melototin Alpha.


Alpha ngeliat cowok kacamata dan temen-temennya, kemudian menelan ludah susah payah.


Cowok berkulit putih itu pun mengepalkan tangan seolah menyemangati diri, kemudian maju untuk melawan cowok-cowok itu.


Beberapa menit kemudian, Alpha malah diunclang-unclang (dilempar-lempar ke atas) sama sekumpulan sohib si cowok kacamata.


"HUAAA, KAUKII.. KAUKI TOLONGIN GUEEE..!!"


Maura menganga, Kauki cuma bisa tepok jidat dan menghela napas jengah. Akhirnya gadis yang dapat predikat Yuki Kato kw itu pun turun tangan buat bantuin Alpha.


Kauki kali ini nggak ikut gelud kok, tapi dia ngeluarin jurus memanggil sekuriti.


šŸšŸšŸ


"Kauki, gue mau dibawa ke mana?" Alpha terus ngoceh ngasih pertanyaan ke Kauki yang terus narik tangannya sepulang dari bioskop.


"Kita latihan bela diri."


"Apa?" Alpha memekik, bela diri?


"Iya, elo tuh harus bisa bela diri, Alpha."

__ADS_1


"Ya tapi buat apa?"


"Buat apa?" Kauki natap Alpha geram. "Ya buat jaga-jagalah. Eh, gue nggak mau ya kejadian tadi nimpa Kak Maura lagi. Elo tuh pacar dia, Alpha, harusnya lo bisa melindungi dia dari orang-orang ******* macam cowok-cowok tadi!" omelnya.


"Tapi, Ki-"


"Tapi apa lagi? Udah, pokoknya lo ikut gue, kita belajar jurus bela diri se-ka-rang ju-ga!" tandas Kauki.


"Tapi-"


"Sst!"


"Tap-"


"Protes lagi, gue suapin eeknya Ferguso, nih!" ancam Kauki bikin Alpha mingkem seketika. Ya kali Alpha disuapin kotoran kocheng, bisa mati sakau!


"Tunggu di sini, gue ganti baju dulu."


"Eh eh, gue juga mau ganti baju."


"Nggak perluuu.. Elo, diem di sini. Awas kalo lo kabur!" Kauki ninggalin Alpha di ruang gym lalu menguncinya, jaga-jaga kalau Alpha kabur.


Alpha membuang napas frustasi. Kauki sebenernya udah dari dulu nyuruh Alpha buat belajar ilmu bela diri, cuma Alpha nolak karena males. Bukan cuma Kauki, tapi juga Tristan bahkan bundanya ikut menyuruhnya belajar bela diri.


Kauki balik lagi dengan crop top item bertuliskan 'COACH' dan legging hitam, penampilan yang sama saat Kauki ngelatih Alpha buat berenti jadi cowok mesum. Dan itu bikin Alpha nelen ludahnya seret.


"Kauki.."


"Hm?"


"Outfit lo itu aduuuh.."


"Kenapa outfit gue?" tanya Kauki galak.


"Sek..sii.." jawab Alpha memelan karena mendapat pelototan Kauki.


"Ini biar lo terpacu."


"Gue udah lebih dari terpacu, Ki, gue *****."


Duk!


Kauki nendang perut Alpha, cowok itu meringis tertahan kayak nahan mules.


"Sakit, Ki.."


"Sukurin, mesum sih! Udah ayo, kita mulai latihannya."


Kauki memasangkan sarung tinju ke lengan Alpha, lalu menarik cowok itu mendekati benda mirip guling yang tergantung di tengah ruangan.


"Sekarang, lo pukul samsak ini. Bayangin, kalo yang di depan lo ini musuh lo."


PRIITT..


Kauki meniup pluit dan Alpha langsung memukul samsak dengan sekuat tenaga.


"Ayo semangat Alpha..!!" seru Kauki memberi semangat.


"Pukul, Al! Jangan dikasih ampun!"


Plak plok plak plek!


Kauki berdecak karena Alpha mukul samsak macam cewek lagi gelud, asal-asalan. Tangannya mukul samsak tapi muka dipalingkan ke samping dengan mata terpejam.


Kauki nahan samsaknya sehingga yang Alpha pukul cuma angin. Alpha yang bingung sontak membuka matanya.


"Elo mukul yang bener dong, Alpha."


"Ya terus gimana?" Alpha nunjukkin muka polos-polos begonya.


"Gini, perhatiin baik-baik." Kauki mukul samsak dengan tangan kosong.


DUKK! DUKK!!


Alpha cengo saat samsak itu terpelanting jauh akibat pukulan Kauki. Keras banget sampe ada suaranya, seolah samsak itu berteriak karena pukulan Kauki.


"Ckckck.." Alpha nepuk tangannya takjub. Sohib oroknya ini ternyata lebih kuat dari yang dia kira.


"Nih, giliran lo. Inget, cara mukulnya sama kayak gue tadi."


Alpha mengangguk mantap kemudian mulai memukul samsak. Kali ini ngikutin cara Kauki.


"STOOP! Aduh Alphaa.. Elo mukulnya lebih kenceng lagi, dong!" Kauki memprotes pukulan Alpha yang kurang kenceng menurutnya.


"Aduh, Kii.. Ini tuh udah seluruh jiwa dan raga tau nggak sih mukulnya!" keluh Alpha.


"Seluruh jiwa raga apaan, orang pukulan lo gak ada tenaga sama sekali. Kalo lo gini terus, elo bisa kehilangan Kak Maura cuma karena lo nggak bisa ngelindungin dia? Mau lo kalo itu beneran terjadi?"


"Ya enggak lah. Gue kan deketinnya susah payah."


"Ya makanya, buktiin kalo lo itu pacar yang bisa diandelin," tutur Kauki, Alpha manggut-manggut mengiyakan. "Udah lanjut, tapi gue minta kali ini lo mukulnya yang kenceng ya. Bayangin kalo yang lo pukul itu mukanya orang yang mau ngerebut cewek lo. Inget, Al, kalo lo kalah, itu artinya lo bakal kehilangan Kak Maura. Gak mau kan lo kehilangan orang yang lo sayang?" kompor Kauki.


Alpha terdiam, Kauki nyebut nama Maura, tapi yang Alpha bayangin malah dia bakal kehilangan Kauki. Dan saat Kauki bilang 'musuh', gak tau kenapa Alpha malah bayangin Nando yang lagi nunjukiin muka ngocolnya.


"NGGAK!"


Kauki tersenyum. "Bagus.. Sekarang konsentrasi, tarik napas, tahan, buang, buang lewat mulut jangan lewat anus! Kumpulin semua emosi dan amarah lo, anggap aja samsak ini muka jelek musuh lo. Setelah lo ngerasa siap, pukul dia kuat-kuat. AYO, Alpha! PUKUL DIA! PUKUL SEKARANG JUGA!"


"HIYAAAAT..!!"


BUAGGHH..


SEEET...


JEDAKK..


Saat Alpha hendak memukul samsaknya, angin berhembus cukup kuat hingga samsak itu terayun ke samping dan pukulan Alpha meleset, cowok itu pun menubruk lantai.


Gedebruk!


Kauki menepuk jidat. Dia tau ini gak akan berhasil.

__ADS_1


šŸšŸšŸ


__ADS_2