
Siang ini, Cia berencana ke rumah Kauki. Dia mau main ke rumah sahabat baiknya itu.
Tadinya Cia mau barangkat bareng Viral, tapi cowok gagap itu bilang mau nganter mamanya dulu.
Jadi ya udah deh, Cia terpaksa berangkat sendiri.
"Nanana.. Oh.. Ya jamalu ya jamaluu.." Sesekali Cia bersenandung di sela aktivitas dandannya.
Ting tung!
Bel rumah berbunyi, Cia berdecak karena ngerasa terganggu. Tapi gadis itu segera membuka pintu. Tuan rumah yang baik gak akan ngebiarin tamunya nunggu lama.
"Selamat siaa.." Muka Cia yang tadinya ramah berubah judes saat tau siapa tamunya.
Yup, Thoriq gledeg.
"Ngapain kamoh ke sini?" tanya Cia dengan ketusnya melipat tangan di dada.
"Assalamualaikum.."
Cia mendengus, "Waalaikum salam.." jawabnya males-malesan. "Ngapain ke sini?"
"Gue mauu..." tiba-tiba Thariq ngeluarin hpnya, buka ig dan melakukan live streaming. "Oke guys, kembali lagi bersama gue Thoriq Gledeg terkece, terkeren, terhits, terfenomenal di Indonesia, BRO! Kali ini gue mau grebek rumah secara live,Ā dan sekarang gue udah bersama Cia. Haiii.. Cia!!"
Cia cuma bisa melongo ngeliat Thoriq yang dengan santainya ngarahin kamera ke dirinya. Dia liat banyak banget yang udah gabung di live streamingnya Thoriq, dengan terpaksa dia pun tersenyum.
"Em.. Assalamualaikum temen-temen.." sapa Cia dengan tag line andalannya.
"Oke, sekarang Cia, plis ijinin kita buat tau keseluruhan rumah lo. Eh, betewe katanya lo abis bikin kolam renang ya?"
"I-iya."
"Waah.. Boleh dong kalo gue renang di sini."
"Em.. boleh sih, tapi-"
"Udah diijinin, guys. Let's go!" Thoriq langsung ngeloyor gitu aja menuju kolam renang.
Sebelumnya Thoriq nitipin hpnya ke tangan Cia, sementara dirinya berlari mencari kolam renang.
Cia yang ngeliat itu langsung mengekor. "Eh, tapi Thor-"
"WIHIIII.." Thoriq lompat ke kolam tanpa melepas kacamata hitamnya kemudian..
DOEENGG!!
BRUKK
Cia memejamkan matanya, "Uh! Makin jontor deh, tuh," gumamnya.
Hening, Cia pun membuka mata, dia ngeliat Thoriq yang terkapar dengan posisi tengkurep.
"Thor? Thoriq?"
"Nghh.." Thoriq melenguh lemas. "Ciaaa.."
"Iya?"
"Kenapa gak bilang kalo kolamnya belum diisi aer?" tanya Thoriq dengan nada lirih.
Cia menyudahi live streaming di ig Thoriq tanpa pemberitahuan.
"Sebenernya akoh mau bilang, tapi elonya nyelonong aja gak mau dengerin akoh dulu. Lagian elonya juga sih kenapa gak diliat dulu kolamnya ada airnya atau enggak."
"Gue gak bisa liat. Di sini gelap." Thoriq masih di posisi telungkupnya.
"Bukan gelap! Kacamata lo belum dibuka!"
"Euuhh.. Ashiaalll.."
ššš
"Viral, kamu tunggu di sini dulu ya, Mama mau beli minum dulu," pesan mama Viral saat mereka nunggu di kursi bandara.
Viral cuma ngangguk dan ngebiarin mamanya pergi buat beli minum.
Mereka lagi ada di bandara, nunggu papanya Viral yang pulang dari Jerman hari ini.
Viral menghela nafas saat ngerasa dirinya bosen. Cowok itu pun bangkit dan berjalan-jalan di sekitar bandara.
"I-i love it whe-when you call me se-senorit rita." Viral bersenandung walau tergagap-gagap.
Viral berdecak, nggak ada yang menarik menurutnya. Cuma ada orang-orang yang berlalu lalang dan suara berisik kapal yang hendak terbang.
Sampai akhirnya Viral ngeliat satu pemandangan yang indah, seorang gadis cantik tampak turun dari salah satu pesawat.
Gadis itu berwajah cantik, berkulit putih, hidung mancung, rambut hitam panjangnya tampak indah diterpa angin.
"Bii bi bi-bidari.."
Viral melongo di tempat, tanpa sadar hidungnya mengeluarkan darah, mimisan. Kebiasaannya setiap ngeliat cewek cantik.
"VIRAL.."
Teriakan mamanya membuat Viral tersentak. Dia menoleh ke arah maminya.
"Ya ampun, Viral, Mama cariin daritadi taunya ada di sini. Ini kenapa coba idung kamu mimisan begini?"
"Eh-" Viral segera mengusap hidung mimisannya.
"Kenapa sih kamu?"
"Ng-nggak ko-kok."
"Ya udah buruan, Papa kamu udah nungguin dari tadi."
Viral mengangguk dan mengekor sang mama di belakang. Sesekali menolehkan kepala, nyari bidadari yang barusan dilihatnya. Tapi Viral cuma menghela napas, bidadarinya ilang.
ššš
"Jomblo jomblo! Jomblo jomblo! Jomblooo!"
Siang-siang gini Alpha bikin kebisingan di rumah Kauki. Cowok yang kegantengannya menyerupai Al Ghazali itu ceritanya lagi gabut dan mutusin untuk main di rumah Kauki.
Dan sesampainya di ruang tamu, Alpha ngeliat Kauki lagi belajar. Padahal ini minggu, harusnya Kauki jalan bareng pacar. Tapi Kauki ngejelasin kalo dirinya udah putus sebulan yang lalu dari pacarnya yang bernama Rio.
Setelah denger curhatannya Kauki, naluri jahil Alpha kumat. Cowok itu terus teriak 'jomblo jomblo!' di si kanan kiri telinga Kauki buat ngeledek sahabatnya itu.
"Jomblo jomblo! Jomblo jomblo! Jomblo!"
Kauki cuma menatap cowok itu datar. Dia kesel, tapi cuma bisa mendengus, malas menanggapi Alpha.
"Jomblo jom-"
Kauki langsung ngeraih kerah piyama Alpha saat cowok itu mau teriak-teriak di depan mukanya.
"Berisik! Elu juga jomblo!"
"Gak lama lagi gue kan jadian sama Maura."
Kauki nyinyir, "Masih lama! Pdkt aja lo masih dalam proses!"
"Emang lo gak punya cadangan lain apa, Ki? Betah banget emang jadi jomblo?"
"Ya gue jomblo kan juga karena lo!"
"Karena gue?" Alpha menegakkan posisinya dan merangkul Kauki. "Maksud lo, lo nunggu gue nembak lo?"
Pletak!
__ADS_1
"Bukan! Maksud gue, gue ngejomblo itu gara-gara lo. Elonya nempel terus sama gue, cowok-cowok pada salah paham ngira lo cowok gue!" Kauki masih ketus nyautin omongan Alpha.
"Nempel? Segini nempel?"
"Hm."
"Ini tuh gak nempel, Ki." Alpha yang tadinya cuma ngerangkul langsung memeluk Kauki dengan eratnya, sampe-sampe pipi mereka nempel. "Ini baru nempel!"
"Ih, Alpha! Jerawatan ntar pipi gue kena muka berminyak lo!" jerit Kauki ngedorong Alpha, ngasih jarak.
Alpha ketawa ngeliat raut kesel Kauki, "Eh, coba jelasin lebih detail kenapa gue menjadi alasan lo ngejomblo."
"Bukan 'alasan', tapi 'penyebab'."
"Kok penyebab?!"
"Iya. Kan elo yang bikin gue diputusin pacar-pacar gue."
Alpha memutar mata ke atas, mikir. Dia lagi nge-flashback omongan Kauki.
Alpha memasuki rumah Kauki dengan tergesa. Dia manggil-manggil Kauki tapi gak ada sahutan. Akhirnya Alpha memutuskan buat pergi ke kamar Kauki.
Didapatinya Kauki tengah tidur siang. Dengan segera Alpha gabung sama Kauki. Alpha narik guling yang dipeluk Kauki, dan mengganti guling itu dengan dirinya. Jadi sekarang yang Kauki peluk adalah Alpha.
Alpha denger suara hentakan high heels menaiki tangga. Dia tau kalo itu pacarnya.
Sebenernya Alpha berencana mutusin pacarnya yang bernama Liza itu. Tadinya mau minta bantuan Kauki, tapi karena Kaukinya tidur, dia terpaksa bikin rencana sendiri.
Suara hentakan itu makin deket dan pintu Kauki terbuka keras.
"ALPHA!" bentak cewek dengan pakaian kurang bahan itu.
Bentakan Liza bikin Kauki tersentak dan bangun dari tidurnya. Dia menoleh ke arah Liza, muka bantalnya berkerut bingung saat ngeliat orang asing di kamarnya.
"Who are you, what are you doing in my room?" tanya Kauki dengan suara serak khas bangun tidur.
Kauki belum sadar kalo Alpha ada di sebelahnya, sambil meluk malah. Dia masih bingung sama orang asing bermake up menor di depannya ini.
"Gue pacarnya Alpha!"
"Alpha?" Kauki mengernyit heran, kalo ada urusan sama Alpha kenapa datengnya ke rumah gue? Pikir Kauki.
"Iya, Alpha! Cowok yang ada di sebelah lo!" tunjuk Liza pada Alpha yang diem doang.
Kauki makin bingung, dia pun menoleh ke samping. Matanya membelalak, dengan segera diraihnya selimut untuk menutupi tubuhnya yang cuma terbalut tank top crop hitam sama celana pendek.
Kauki makin syok karena ternyata Alpha telanjang dada.
"Alpha!" Kauki berjengit. "Lo ngapain di sini?" tanya Kauki nyaris berbisik.
"Sori, Ki, but i need your help."
"Apaan?"
"Gue mau mutusin dia, tapi susah banget. Dia gak mau gue putusin, jadi plis bersikap seolah kita abis.."
"Gak! Gak mau!"
"Kaukiii.." bisik Alpha memohon.
"Kalian berdua keterlaluan ya! Terutama kamu, Al! Aku kurang apa sampe kamu mau tidur sama perempuan kayak dia!" bentak Liza dengan muka merah bak banteng yang siap nyeruduk.
"Sori, Liz. Gue bosen pacaran sama cewek kayak lo. Elo tuh kayak tante-tante. Sebenernya gue udah lama sering tidur sama Kauki di belakang lo." Kauki langsung ngelempar tatapan protesnya denger penjelasan ngibul Alpha.
Gila aja. Alpha secara gak sadar bikin Kauki keliatan kayak cewek murahan di depan orang lain.
"Lo- lo jahat, Alpha!"
"Kauki.. OH MY GOD, KAUKI!"
Belum selesai masalah Alpha, malah dateng cowok Kauki.
"You cheating on me?!" tanya cowok bermuka bule itu tak percaya.
Lidah Kauki kelu. "N-no, no, Babe, i can explain. It.. it's not what you look like."
"It's over. We broke up!" tandas cowok Kauki lantas pergi dengan penuh kekecewaan.
"NO! BABY NO!"
"Eh, elo ngapain masih di sini? Udah sana pergi, kita putus!" ketus Alpha.
Liza menghentakkan kakinya lantas membanting pintu kamar Kauki penuh emosi. Alpha yang ngeliat itu tersenyum lebar, lega bisa putus dari cewek itu.
Cowok bertahilalat di hidung itu menoleh ke arah Kauki, dari ekspresinya jelas dia lagi nahan kesel.
"My amigaaa.." peluk Alpha pada Kauki.
Kauki ngasih jarak dengan tangannya, "Kenapa cowok gue bisa ada di sini?" tanyanya dingin. Seingat Kauki, dia gak pernah nyuruh cowoknya ke sini.
"Oh, si bule ke sini karena gue yang nyuruh."
"Apa!"
"Sori, Ki. Kita ini kan best friend, jadi kalo gue putus, elo juga harus putus," jelas Alpha tanpa dosa.
"ALPHA BEGOOO! GUE BUNUH LO!"
Kauki mencak-mencak, gadis berambut coklat pirang itu menutup Alpha dengan selimut, kemudian membanting tubuhnya sendiri di atas tubuh Alpha.
"Aduh aduh, Kaukiii.. Sakiit."
"Mampus lu!" dengus Kauki lalu bangkit ninggalin Alpha di kamarnya.
"Ehehe.."
"Yee cengengesan lagi lo. Elo seneng udah ngancurin hubungan gue?"
"Ya maap. Lagian gue ngelakuin itu tuh karena gue peduli sama lo. Cowok-cowok yang kemaren jadi pacar lo itu pada gak baik."
"Sothoy lu bujank!" toyor Kauki di kening Alpha. "Mereka semua tuh baik. Kalo nggak, ngapain gue pacarin."
Alpha cuma manyun sambil ngelus keningnya yang abis ditoyor Kauki.
"Assalamu'alaikum, Kauki.."
Suara cempreng Cia membuat Kauki dan Alpha menoleh ke arah pintu yang emang sengaja dibuka.
"Eh, waalaikum salam, Cia. Loh, elo bareng Thoriq juga? Eh, sini duduk." Kauki langsung ngeberesin buku-bukunya dan menyimpannya ke kamar
"Makasih.."
Cia masuk diikuti Thoriq. Cia menempatkan diri di samping tempat Kauki, sedangkan Thoriq bergabung di samping Alpha.
"Cie ciee udah berani go public nih yee.." goda Alpha mendapat tumpukan sebungkus kuaci dari Cia.
"Go public? Kita gak ada hubungan apa-apa keleuz," sahut Cia. Thoriq cuma cengar-cengir.
Kauki udah balik dengan membawa minuman dingin sama cemilan, lalu duduk di tempatnya semula.
"Loh, Thoriq, kok jontor gitu mulutnya, kenapa?" tanya Kauki ngeliat mulut Thoriq yang lebih maju dari sebelumnya.
"Bhaha.. Thoriq kan udah jontor dari lahir, Ki. Baru nyadar?" seloroh Alpha ketawa diikuti Cia. Kauki terkekeh.
Thoriq manyun, makin maju lah tuh bibir.
"Jahat banget lu jadi temen!" dengusnya.
"Ya maap. Emang lo kenapa sih, Bro?" tanya Alpha sembari merangkul Thoriq.
__ADS_1
"Jatoh di kolam renang akoh." jawab Cia mewakili dengan muka datar.
"Jatoh gimana?"
"Jadi gini, Ki. Tadi tuh dia pengen renang di kolamnya akoh, sebenernya akoh mau ngasih tau kalo kolamnya belum diisi, eh, maen nyelonong aja. Jadi ya gitu, jontor deh jadinya," jelas Cia kesel.
Kauki terkekeh, Alpha ketawa.
"Lo rekam gak, Ci?"
"Nggak."
"Yaah.. Padahal pengen liat," kata Alpha.
Thoriq ngeliat Alpha dengan sebal, "Pengen liat gue apes gitu?"
"Iya, ahaha.." tawa Alpha, Thoriq makin manyun.
Mereka ngobrol sampe akhirnya Viral dateng dan ikut gabung. Kelima sahabat itu seru-seruan bareng.
ššš
Sore-sore Tristan udah siap dengan pakaian rapinya. Tristan nyariin Kauki dan menemukan adiknya tengah duduk di depan laptop.
"Dek, Kakak mau makan di luar?"
"Mm.. No, Hermano. Aku mau makan samyang aja di rumah." sahut Kauki masih fokus pada gamenya.
Tristan menghela nafas, Kauki ini emang suka banget makan samyang, sering. Tapi Tristan kadang khawatir, samyang itu kan pedes banget, Tristan gak mau aja adeknya sakit maag kalo terlalu sering makan salah satu mie terpedes itu.
"Jangan keseringan makan samyang, nanti lambungnya sakit."
Kauki tersenyum. "Iyaa.. Eh, mau keluar kok pakeannya gitu?"
"Loh, emang harusnya gimana?"
"Kak Tristan, you are the CEO, masa mau makan di luar cuma gitu penampilannya."
Sekarang Tristan cuma pake t-shirt putih yang dibalut jaket hitam, celana jeans selutut dan sneaker putih.
"So?"
"Ckck.. Ayo sini aku pilihin baju. Kakak tuh harus keliatan 'wah' walau di luar kantor."
Kauki narik Tristan menuju ruang ganti di kamar kakaknya. Di sana terdapat lemari dengan berbagai baju Tristan. Ada etalase buat nyimpen jam dan gelang juga.
Kauki ngambil salah satu kupluk Tristan dan memakainya.
"Oke, Hermano, let's find your style."
Kauki milih-milih baju gadis itu mengambil kemeja putih, jas, dan topi derbi.
"Try this."
Tristan menerima pakaian yang dikasih Kauki dan bersiap memakainya. Namun terhenti ketika Kauki gak kunjung berbalik.
"Cover your eyes." (tutup mata kamu).
"Ow, okay."
Kauki menutup matanya membiarkan Tristan memakai bajunya.
"Don't look." (jangan ngintip).
"No, i'm not." (Nggak).
"Oke, i'm done." (oke, gue udah selesai).
ļæ¼
"Gimana?"
"Oh my Lord. You look like old man, change! Try this." (Ya Tuhan, lo kayak kakek-kakek! Ganti! Coba yang ini).
Kauki ngelempar satu stel pakaian ke arah Tristan. Cowok itu cuma mendengus dan kembali manut.
"Kauki, jangan ngintip!"
"I'm nooot."
"Sekarang gimana?"
ļæ¼
"Mm.. Nah, kalo yang ini, orang pasti bakal noleh dua kali ke arah Kakak."
"Ah masa? Saking gantengnya, kan?" Tristan nyengir girang.
"No, saking jeleknya," kata Kauki. "Ganti sama yang ini." Kauki ngelempar satu stel pakaian lain.
Muka Tristan berangsur datar, "Huft.. Oke!"
"Jangan ngintip loh."
"Nggak, ya ampun."
"I'm dooone."
ļæ¼
"Bffbbhaha.. You look like a nerd!" (Haha.. Lo keliatan kayak cowok cupu).
Tristan mendengus keras. "Bisa nggak sih komentarnya bagus dikit? Dari tadi kayaknya jelek terus. You know, this is so hard!"
"Come on, Kak Tristan, aku suka semua yang Kakak pake. Komentar orang gak penting, selama itu pakaian bikin kita nyaman. Karena kita make apa yang bikin kita nyaman, bukan apa yang pengen orang liat," tutur Kauki.
"Owh.. Kauki.. Kamu bijak banget sih, Deh. Eh, terus kenapa kamu nyuruh Kakak ganti baju?"
"Ow, i just want to see you *****. (Gue cuma pengen liat lo telanjang)," jawab Kauki tanpa dosa membuat Tristan menggeram.
"Kaukiii.." Tristan membuat gerakan mencakar, tapi terhenti saat Kauki nyodorin layar hpnya.
Terpampang wajah mami di sana. Ternyata Kauki membuat panggilan video ke maminya.
"Hola, sweety."
"Hah? O-ola, Mami."
"Kenapa telpon?"
"Eng.. Umm.."
"Mami, he want to scratch me! (Dia mau nyakar aku!)," lapor Kauki memotong ucapan Tristan.
"Is that true, Tristan?! (Bener begitu, Tristan?)" Mami melotot minta penjelasan.
"N-no, Mami. I just want to hold her. (Aku cuma mau meluk dia)," alibi Tristan.
Kauki terkikik ngeliat muka kisut Tristan.
"Oke, Mami. See you, bye, te amo.."
Kauki menutup panggilan, kemudian ngelirik Tristan yang mendengus-dengus kayak banteng.
"You know, Brother? You're so HOT!" celetuk Kauki kemudian ngacir menghindari amukan Tristan.
"KAUKIIII!!!"
ššš
__ADS_1