Back To Ya

Back To Ya
Bab 26


__ADS_3

00.01 am. Hari ini, tepat hari ulang tahun Alpha dan Kauki. Sungguh sebuah keajaiban keduanya lahir di hari yang sama.


Alpha menyebrangi balkon kamarnya menuju kamar Kauki dengan hati-hati. Tangannya memegang kue lengkap dengan lilin angka 19.


Lelaki berambut hitam itu tersenyum kala mendapati Kauki yang masih terlelap di ranjangnya.


Dengan pelan dia melangkah ke dekat gadis itu. Setelah itu Alpha berjongkok. Ditatapnya wajah damai Kauki yang terpejam. Kalo lagi tidur gini, muka Kauki lebih kayak bayi.


"Sst.. Kauki.. Kauki.." Alpha ngelus pipi chubby Kauki.


Gadis itu gak terusik. Alpha kembali mencoba dan membuahkan hasil.


Mata indah itu terbuka perlahan, awalnya Kauki belum konek. Tapi setelah menyadari Alpha ada di kamarnya, wajah bantal Kauki berangsur kaget.


"Alpha! Ngapain di sini?" Kauki berujar pelan berharap suaranya gak berisik.


"Mau macul," jawab Alpha ngasal. "Lo liat dong, gue ke sini bawa kue, ya gue mau tiup lilin lah."


"Sekarang?"


Alpha ngangguk. Kauki ngelirik jam, masih jam 00.06.


"Masih pagi banget loh ini."


"Gak peduli. Gue cuma pengen jadi orang pertama yang ngucapin ke elo," ucap Alpha yang tanpa sadar bikin Kauki terharu.


"Ya ampun, Alpha.."


Akhirnya Kauki ngajak Alpha duduk di atas kasur. Mau ke balkon takut dingin.


"Kita tiup sekarang aja ya, gak usah nyanyi dulu, ntar pada bangun orang-orang," kata Kauki.


"Bentar, Ki," Alpha nahan mulut Kauki yang hendak niup lilin, alhasil pipi cewek itu menggembung nahan angin. "Make a wish dulu."


"Oh iya." Kauki nepuk jidatnya.


Mereka menyatukan kedua tangan mereka dan memejamkan mata.


'Tuhan, semoga di usiaku yang beranjak dewasa ini aku bisa menjadi orang yang sukses. Bisa jadi kebanggaan Kak Tristan, Kak Maura, Alpha, dan Bunda Mia. Amen."


'Tuhan, di umurku yang ke-19 ini aku hanya meminta satu hal. Tolong jadikan Kauki pendampingku, dan ijinkan aku membahagiakannya sebagai orang yang dia cintai dan mencintai Kauki. Amen.'


Keduanya membuka mata dan saling melempar senyum. Gak tau kenapa, saat itu juga Kauki merasakan lagi ada yang beda dari tatapan Alpha. Dan Kauki suka tatapan itu.


"Kita tiup bareng-bareng, ya," ujar Alpha yang diangguki Kauki.


Fuuuh..


Lilin yang menyinari kegelapan kamar Kauki itu padam meninggalkan asap.


"Happy birthday, Kauki."


"Happy birthday, Alpha."


🍁🍁🍁


Pagi ini Tristan dan Maura mengendap-endap masuk ke kamar Kauki.


Dengan sebuah kue di tangan Maura, Tristan mengintruksi sang kekasih untuk masuk terlebih dahulu.


Tapi betapa kagetnya mereka saat ngeliat Kauki yang tertidur bersama Alpha yang memeluknya dari samping!


"Ya ampun.. belum sah juga udah peluk-pelukan di kasur." Tristan berkacak pinggang sementara Maura menggeleng maklum.


Tristan menghampiri kedua mahluk yang terlelap itu dengan langkah lebar, dan tanpa basa-basi menjewer telinga Kauki dan Alpha.


Awalnya cuma lenguhan orang khas bangun tidur, tapi seketika berubah jadi jeritan kesakitan.


"Adu duh, ampun ampun!"


"Kak Tristan, ih, lepasin.. Sakit!"


Maura terkekeh kecil saat ngeliat kedua renaja itu meringis di bawah jeweran Tristan.


"Sukurin! Siapa suruh tidur sekasur? Belom sah woyy!"


"Udah, Sayang, kasian mereka."


"Tuh dengerin calon istri Kakak."


"Apa? Apa coba ngomong lagi?"


"Aaa.. Kak Maura tolooong.." jerit Kauki.


"Tristan!"


Setelah mendengar teguran Maura, Trsitan baru mau melepas jewerannya.


Maura menghampiri Kauki. "Happy birthday adek Kakak yang cantik. Sehat terus ya, Sayang."


"Thank you Kak Maura yang baiknya ngalahin Kak Tristan." Kauki memeluk Maura, dengan sigap Tristan mengambil kue di tangan Maura agar keduanya mudah berpelukan.


"Happy birthday juga, Alpha. Semoga makin dewasa, sukses dalam karir maupun jodoh." Maura ngelirik Kauki saat ngomong 'jodoh'.


Alpha nyengir. "Thanks, Kak Maura. Semoga Tuhan denger dan ngabulin semua doa lo."


Giliran Tristan yang ngasih ucapan ke adeknya.


"Selamat ulang tahun adekku yang baweel.. Semoga sehat terus, jadi orang sukses dan jadi istri yang baik buat Alpha."


"Eh? Apa deh Kak Tristan!"


"Lah, aminin dong, Dek."


"Amen.." Malah Alpha yang mengamini doa Tristan.


"Keluar, yuk. Cia, Thoriq, Bunda sama yang lainnya udah pada ngumpul tuh."


🍁🍁🍁


Acara ulang tahun Kauki dan Alpha semakin meriah karena keluarga Kauki yang dari Spanyol dan saudara Alpha yang dari Jerman ternyata pada dateng.


Mereka semua rela terbang jauh dari negara masing-masing untuk menghadiri acara pertambahan usia Kauki dan Alpha.


Cia dan Thoriq sibuk nge-vlog acara ulang tahun dua sohib mereka.


"Assalamualaikum.. temen-temen. Sekarang akoh udah sama Kauki, si birthday girl. Hai, Kaukiii.." Cia ngarahin kameranya ke Kauki yang lagi ngobrol sama Maura.


"Eh, hai, Ciaaa."


"Kakak ke Kak Tristan dulu, ya," pamit Maura lantas menghampiri calon suaminya.


"Sini, Ki, kita wawancara sebentar."


"Gue bukan artis, Ci."


"Tapi subscriber akoh banyak yang suka sama kamoh," jelas Cia. Karena memang Kauki ini sering muncul di beberapa konten youtube Cia. "Jadi ini ulang taun kamoh yang ke-19, kan? Nah, apa nih harapan kamoh di usia 19 ini?"


"Mm.. apa ya?"


"Yee.. malah balik nanya."


"Harapan gue terlalu banyak sih, Ci," cengir Kauki.


"Poinnya aja, deh. Apa?"


"Mm.. ya paling cuma minta perlindungan Tuhan, bisa sukses dan banggain Kak Tristan, terus apa lagi ya?"


---


"Jodoh?" tanya Thoriq yang juga lagi wawancarain Alpha.


"Kalo itu sih of course yang paling utama." Alpha nyengir.


"Elo mau jodoh yang kayak gimana?"


"Em.." Alpha mengedarkan pandangannya dan terpaku di Kauki.


Seulas senyum muncul di wajah tampannya. "Gak muluk-muluk, yang kayak dia aja."


---


"Masih jauh lah kalo ngomongin jodoh," kata Kauki.


"Tapi kan bukan gak mungkin jodoh kamoh datang besok, Ki."


"Ya kalo itu yang terbaik dari Tuhan, masa iya gue tolak."

__ADS_1


"Terus, kriteria cowok idaman kamoh tuh yang kayak gimana, Ki?"


Kauki memainkan bibirnya dengan alis menukik, seolah berpikir. Dan saat matanya berkeliling, saat itulah dia melihat Alpha tengah menatapnya dengan senyuman.


"Gak harus sempurna, yang penting bisa cinta sama gue setulus hatinya," jawab Kauki dengan pandangan lurus pada Alpha.


Dan keduanya sama-sama tersenyum dari kejauhan. Mengantarkan perasaan yang gak bisa dijabarkan, hanya lewat sebuah tatapan.


-----


HAPPY BIRTHDAY TO YOU


HAPPY BIRTHDAY TO YOU


HAPPY BIRTHDAY


HAPPY BIRTHDAY


HAPPY BIRTHDAY TO YOU..


Alpha dan Kauki meniup lilin berbarengan disambut tepuk tangan meriah.


Potong kue pun dilakukan setelahnya. Kauki dan Alpha mengambil sepotong kue ke piring masing-masing.


"Uuuh.. kue potongan pertama," celetuk Cia.


"Hayoo.. Kira-kira mau dikasih ke siapa potongan pertama kalian?" Maura menimpali.


"Yang pasti orang paling spesial, dong," tambah Thoriq.


Dan ledekan-ledekan pun tertuju pada kedua orang yang tengah berulang tahun itu, membuat keduanya saling lempar pandang.


Kauki menghadap ke arah Alpha, dan lelaki itu mengikuti. Alpha tersenyum lebar saat Kauki mulai mengambil kuenya.


Saat Alpha membuka mulutnya siap menerima suapan Kauki, tangan Kauki malah meleset dan beralih ke arah Tristan.


Alpha melongo sedangkan Kauki menjulurkan lidahnya. Hal itu membuat yang lainnya terkekeh geli.


Tristan menerima suapan itu dengan senang hati.


"Feliz cumpleaΓ±os mi hermana querida (selamat ulang tahun adekku sayang)," ucap Tristan memeluk adek kesayangannya.


"Sama-sama. Makasih udah ngejagain aku selama ini. Makasih udah sabar ngadepin sikap manja aku. Makasih udah mau ngurus aku dari kecil gantiin peran Mom dam Dad. Yo amo, Hermano (aku sayang kakak)," ucap Kauki nahan tangis, membuat semua yang mendengar jadi berkaca-kaca karena haru.


"Kasian Alpha di php-in," celetuk Thoriq membuat tawa menggema.


Alpha menggaruk kepalanya dan memutuskan untuk ngasih kue potongan pertamanya pada sang bunda.


"Happy birthday anak Bunda." Bunda Mia mengecup kening putranya.


"Thank you, Bunda."


"OKE, SEKARANG WAKTUNYA MUKUL PINATA!" seru Tristan disambut sorak gembira sanak keluarga mereka.


Dan keseruan itu berlangsung ketika Alpha dan Kauki mencoba memukul pinata dengan mata ditutup kain.


🍁🍁🍁


Malam hari di kediaman rumah Kauki dan Alpha yang emang berdampingan, pesta masih berlanjut. Kali ini temen-temen semasa SMA mereka yang dateng.


Bahkan Laluna dan Viral langsung terbang dari Singapura untuk menghadiri acara sahabat mereka.


"Aduh, Alpha lo mau bawa gue ke mana, sih?" Kauki terus protes pada Alpha yang menarik tangannya.


Di saat yang lain sibuk dengan pesta, Alpha justru mengajak Kauki pergi. Tapi tiap ditanya, Alpha cuma senyum tanpa berucap apapun.


"Alpha, ih!" Kauki mulai geram.


"Sabar dong, Kauki, orang sabar rejekinya lancar," sahut Alpha.


Kauki cuma bisa menghela nafas pasrah.


Dan ternyata Alpha ngajak dia ke kamarnya. Suara meongan kucing mukai terdengar. Mata Kauki melebar saat ngeliat sekumpulan anak kucing berjenis british short hair.


"Surpriseee.."


Kauki melongo. Suara 'meong' seketika menggema di mana-mana, bikin Kauki pusing sekaligus gemas.


"Gimana? Suka sama anak kucingnya?"


"Gue.. sebenernya bingung mau ngasih kado apa. Tapi waktu ngeliat lo yang sayang banget sama Ferguso dan Peach, jadi gue mutusin buat ngadopsi anak-anak kucing ini dengan nama kita. Lo suka, kan?"


"Ng.. gue suka, tapi--" Repot ngurusnya!! Kauki memekik dalam hati.


Tapi Kauki gak mau bikin Alpha kecewa, jadi gadis itu memasang tampang harunya.


"Thanks, Alpha. It's the best gift ever," ucapnya.


Senyum Alpha melebar. "Syukur deh kalo lo suka."


Kauki cuma tersenyum walau hatinya meringis. Ya udah deh, toh kucingnya lucu-lucu banget ini.


"Oh iya, gue juga punya kado buat lo."


Kauki melangkah menuju lemarinya dan ngambil sesuatu. Sebuah benda besar dan panjang mirip guling, samsak.


Saat kado pemberian Kauki diterimanya, Alpha justru melongo.


"Ki."


"Hm?"


"Kenapa lo ngasih gue samsak?"


"Buat latihan, biar lo bisa bela diri."


"Uwaw, thanks, Kauki. Karena udah nyadarin gue seberapa payahnya gue."


Kauki terkekeh mendengar ucapan Alpha.


"Tapi, Ki, gue mau kado yang lain?"


"Apa?"


"Ikut gue."


Alpha membawa Kauki ke balkon. Berdiri berhadap-hadapan di bawah sinar bulan.


"Elo mau kado apa, Alpha?"


"Gue.. gue.." Alpha menarik napas guna menetralisir detak jantungnya yanh tiba-tiba menggila.


"Gue gak bisa ngomong romantis, tapi.. gue juga tau lo bukan orang yang suka bertele-tele. So, Kauki, i just wanna say.. i love you," tutur Alpha lembut.


Kauki membeku. "W-what?"


"Gue gak tau sejak kapan perasaan tiu muncul. Tapi yang gue tau, perasaan ini nyata. Gue pikir Maura pemilik hati gue saat itu, tapi ternyata, gue justru ngerasa kehilangan lo saat gue mendapatkan Maura."


Kauki diam membeku, masih kaget dengan pernyataan cinta Alpha.


"Dan saat gue ngeliat lo sama Nando, gue gak suka. Saat kalian ngelempar senyum, saling memuji, saling tatap, dan klimaksnya saat kalian jadian, rasanya hati gue patah, Ki."


Alpha menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Dan itu menyadarkan gue. Bahwa semua keanehan yang terjadi itu adalah rasa cinta. Gue cinta lo dan gue gak perlu alasan untuk itu."


Kauki masih terdiam, kata-kata Alpha membuatnya terharu.


"So, Kauki, would you be mine?"


Kauki pengen bilang 'iya', tapi setiap kali dia mau ngucapin itu, bayangan Nando muncul. Bikin Kauki bingung.


"I...i.."


Alpha menahan nafas menunggu jawaban Kauki. Tiba-tiba Kauki memalingkan matanya, memutus tatapan mereka.


"I'm so sorry, Alpha. I can't," ucap Kauki tertahan.


"Kenapa?"


Dengan mata merahnya, Kauki kembali menatap Alpha. "I'm sorry, Alpha, i still love Nando," lirihnya lalu terisak.


Jawaban itu meretakkan hati Alpha. Dia kecewa, tapi ngeliat Kauki yang nangis membuatnya gak tega.


"It's okay, Kauki. I'm fine with that."


Isakan Kauki makin keras, bersamaan dengan air mata Alpha yang ikut ngalir.

__ADS_1


Bukan cuma hati Alpha yang sakit, tapi Kauki juga. Setelah dia bilang masih cinta sama Nando, sesuatu berontak dalam hatinya. Suatu perasaan menyesal dan itu bikin Kauki tersiksa.


🍁🍁🍁


Kauki terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin putih. Senyumnya merekah indah.


Satu hal yang Kauki tau, ini hari pernikahannya.


Gadis itu dengan digandeng ayahnya melangkah melewati lorong menuju altar di mana berdiri calon suaminya.


Tapi anehnya, wajah lelaki itu tak terlihat, seperti ada awan tipis yang menghalangi.


Tiba-tiba ayahnya melepaskan tangannya. Dan memberi kode kalo Kauki harus terus melangkah.


"Dad?"


"Just keep walking, sweety. Temui suamimu."


"But, Dad-- Dad?!"


Ayah Kauki menghilang bagai asap, membuat Kauki takut. Dia kembali melihat ke depan, di sana calon suaminya masih menunggu.


Dengan ragu dirinya kembali melangkah, wajahnya menunduk, penuh kebingungan.


"Gue di mana, sih?" gumam Kauki.


"Lama!"


Protes seseorang ngeliat Kauki yang jalan kayak keong. Seseorang itu yang ternyata calon suaminya, melangkah ke arahnya, dan menggandeng tangannya, mengajak Kauki mendekati altar.


Dan saat itu juga wajah lelaki itu terlihat jelas.


Kauki terkesiap.


"Alpha!?"


Alpha menoleh dan tersenyum. "Iya, Sayang. Ini aku dan hari ini kita menikah," ucapnya.


Kauki terkesiap dan terbangun dari mimpinya. Gadis itu terduduk dengan napas tersengal.


Ternyata, semua itu cuma mimpi.


"Alpha? Kenapa tadi gue ngimpi nikah sama Alpha?" gumam Kauki.


Apa ini jawaban atas semua keraguan tentang perasaannya buat Alpha?


🍁🍁🍁


Besoknya Alpha merubah penampilan. Cara berpakaiannya, rambutnya, semua mirip Nando. Bahkan Alpha mengenakan kacamata supaya dirinya benar-benar mirip Nando.


Semua dia lakukan biar Kauki bisa menerimanya. Karena kalo Kauki gak bisa menerima Alpha sebagai Alpha, maka Alpha harus jadi Nando yang dicintai gadis itu. Pikir Alpha.


Ceklek..


Kauki terdiam mematung menatap sosok Alpha di depannya.


"H-hai, Kauki.. Aku mau ngajak kamu jalan-jalan. Mau ikut?"


Kauki gak ngejawab, tatapannya tajam menghujam Alpha, membuat lelaki itu kikuk.


"Ng.. aku juga udah siapin alat transportasinya. Yuk, biar aku tunjukkin."


Alpha menarik lengan Kauki ke garasi rumahnya. Kauki semakin membeku saat Alpha menunjukan alat transportasi yang Alpha maksud.


Sebuah motor vespa berwarna biru pastel, persis mirip punya Nando.


"Tadaa.. Gimana? Suka, kan?"


"Apa-apaan ini, Alpha?" tanya Kauki dingin.


"Kauki, gue ngelakuin ini semua biar lo bisa menerima gue."


"Dengan cara jadi Nando?"


Alpha mengangguk pelan.


"Kenapa?" Kauki bertanya lirih, bahkan matanya udah berkaca-kaca.


"Karena kalo lo nggak bisa mencintai gue sebagai diri gue, mungkin lo bisa menerima gue sebagai Nando," jawab Alpha pedih.


Kauki mendengus, gak ngerti sama pikiran Alpha. "****!"


Kauki meraih kacamata yang nangkring di hidung mancung bertahilalat milik Alpha.


PRINGG


Kemudian dibantingnya kacamata itu ke tanah hingga pecah berkeping-keping.


Alpha kaget, kekagetannya makin menjadi saat Kauki menciumnya, tepat di bibir.


Ciuman ini bukan ciuman pertama mereka, tapi Alpha dan Kauki ngerasa jantung mereka menggila. Meronta menahan perasaan yang selama ini terpendam.


Kemudian Kauki melepas ciuman itu, dan mendekap Alpha.


Tubuh mereka menempel karena Kauki memeluknya erat-erat. Gak lama Alpha mendengar isakan Kauki.


"Gak gini caranya bikin gue jatuh cinta, Alpha. Gak dengan jadi Nando. Apa sih yang ada di pikiran lo, ha? Apa?"


Kauki menangis keras karena dia ngerasa bersalah. Tapi Kauki juga terharu, karena Alpha ngubah dirinya jadi Nando cuma demi bisa mendapatkan hatinya.


Alpha membalas pelukan itu gak kalah erat. "Maafin gue, Ki."


"Kalo lo mau bikin gue cinta sama lo, elo harus jadi diri lo sendiri, Alpha. Karena gak mungkin, gak mungkin lo bisa jadi Nando. Kalian beda dan akan selalu berbeda!"


"Tapi Nando abadi di hati lo, Ki, dan menurut gue, gue harus jadi Nando supaya bisa masuk ke hati lo," lirih Alpha.


"Gue emang cinta Nando, dan selamanya cinta. Tapi Nando udah pergi bersama masa lalu gue, dan gue punya masa depan yang harus gue jalanj. Itu kan yang lo bilang, Alpha?"


Alpha mengangguk. "Jadi?"


"Jadi apa lagi? Ayo kita jadian!" ucap Kauki sukses bikin Alpha melongo.


"Ha? Apa? Apa coba ulang?"


Kauki tertawa. "Ayo jadiaaan."


"Beneran?"


"Beneran!"


"Serius?"


"Serius!"


"Yak-"


"Nanya lagi, gak jadi, ah."


"Eh, iya iya, Sayang, maaf."


"Apa tadi?" Alis Kauki berkerut.


"Sayang." Alpha nyengir.


"Ih, gelii." Kauki terkikik, pipinya merona.


Alpha terkekeh dan menangkup pipi gadisnya, menatapnya dalam. "Te amo."


Dengan senyum malu-malu, Kauki membalas tatapan Alpha. "Yo tambien te amo," jawabnya.


Jarak itu semakin menipis, napas keduanya beradu, saat hidung mereka bersentuhan, saat itu juga Kauki dan Alpha terpejam.


Tapi sebelum kedua bibir itu menyatu, sebuah tangan menarik telinga keduanya.


"Aw aw!"


"Aduh aduh, sakit!"


"Bagus ya kalian, masih siang tapi udah mesum-mesuman." Tristan-si pemilik tangan itu-menjewer keduanya lebih keras, membuat Kauki dan Alpha makin meringis.


"Hayoloo.." Maura malah menggoda keduanya lalu tertawa.


Pada akhirnya cinta itu saling berbalas. Setelah mengungkapkan isi hatinya Kauki ngerasa lega luar biasa. Begitu pula Alpha.


Persahabatan yang berubah menjadi cinta ternyata bisa terjadi. Kauki dan Alpha buktinya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2